TUMBAL PEREMPUAN HAMIL

TUMBAL PEREMPUAN HAMIL
Meminta Tumbal Lagi


__ADS_3

Siang itu, tuan Diky di ruang kerjanya. Dia mengikuti saran dari Olive yaitu tidak lagi menggunakan jasa paranormal untuk menyelesaikan masalah gaib atau sesuatu yang tidak terlihat ketika pelaksanaan proyek konstruksi berlangsung. Tuan Diky sekarang menggunakan jasa orang pintar seperti kyai dan ustadz dalam mengusir arwah-arwah gentayangan yang suka mengganggu di lokasi pembangunan proyek.


"Terimakasih pak Usman, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik. Saya sangat merasa berdosa dan bersalah ketika harus melibatkan nyawa seseorang dalam pembangunan proyek. Ini benar-benar tidak masuk akal dan logis. Dari awal sebenarnya saya tidak menyetujui soal ini. Namun atas desakan orang-orang kepercayaan saya, akhirnya mau tidak mau mengikuti hal mistis seperti ini," terang tuan Diky.


"Saya paham, tuan Diky! Masalah gaib seperti ini pasti tetap ada. Namun bagaimana cara menyelesaikan nya itu yang kita perlu menentukan pilihan. Mau diselesaikan secara benar atau batil," sahut pak Usman yang dikenal memiliki indra keenam yang mampu berkomunikasi dengan makhluk tidak kasat mata. Tuan Diky mulai menarik batang rokok nya dan menyalakan rokok nya. Sebentar dia menariknya dan menikmati setiap tarikannya.


"Maaf Pak Usman, saya boleh merokok kan?" ucap tuan Diky.


"Silahkan, tuan Diky! Santai saja!" sahut pak Usman. Tuan Diky masih menikmati rokok nya ditemani kopi hitam yang sudah tersaji di meja.


"Saya minta di ruqyah dan dibersihkan dari hal-hal negatif pada diri saya, pak Usman. Selama ini saya sudah banyak melakukan dosa dan kesalahan," kata tuan Diky. Pak Usman menyimak tuan Diky dengan serius.


"Setiap orang pasti punya salah dan dosa, tuan Diky. Demikian juga halnya dengan saya. Bukan berati saya sudah suci dari salah dan dosa," sahut pak Usman.


"Benar! Namun dosa dan kesalahan ini sangat besar. Saya sangat menyesal mengikuti kepercayaan yang seolah-olah mendekati syirik atau menyekutukan Tuhan. Bahkan saya menjadikan anak laki-laki yang baru saja lahir itu sebagai tumbal saat itu," cerita tuan Diky. Pak Usman melongo namun dia segera menanggapi cerita tuan Diky.


"Baik tuan Diky. Nanti saya akan bantu untuk membersihkan semuanya. Selain itu nanti saya juga akan memberikan amalan yang harus tuan Diky kerjakan untuk bertaubat dan membersihkan diri tuan dari kemaksiatan," terang pak Usman.


"Terimakasih banyak, pak Usman," sahut tuan Diky sambil menarik nafasnya.


Dia merasa sedikit lega ada yang membantu dirinya lepas dari semua yang membuat dirinya resah dan tidak tenang.

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


Tok.


Tok.


"Masuk!" sahut tuan Diky.


Datang pak Warsito bersama dengan pak Djarot. Di mana pak Djarot lah yang dipercaya sebagai penghubung antara makhluk halus yang dipercaya selalu menghuni di suatu lokasi yang akan dibangun proyek. Di ruang kerja tuan Diky masih ada pak Usman yang duduk di sana. Tatapan pak Djarot tajam ke arah pak Usman yang terlihat santai menanggapi semuanya.


"Maaf, tuan Diky. Saya bersama pak Djarot ada sedikit kepentingan yang menurut pak Djarot sebagai seseorang yang memiliki kelebihan ada masalah yang cukup meresahkan dan harus segera diselesaikan," ucap pak Warsito.


Tuan Diky mengerut dahinya. Sedangkan pak Usman terlihat masih santai di situasi itu.


Beberapa menit suasana hening di ruangan itu. Semua sibuk dengan pikiran masing-masing. Dimana antara pak Djarot dengan pak Usman seperti sedang ber telepati. Tentu saja pak Warsito dan tuan Diky tidak memahami keduanya. Pak Warsito seperti menunggu tuan Diky berbicara. Setelah menghabiskan batang rokoknya yang tadi sudah terselip diantara jarinya, tuan Diky mulai berbicara.


"Baik, ceritakan apa masalahnya pak Djarot!" ucap tuan Diky akhirnya. Pak Djarot dengan penuh percaya diri mulai mengutarakan apa yang telah terjadi menurut penerawangan nya di lokasi proyek terbaru yang akan dibangun sebuah hotel dan resort di kawasan perbukitan.


"Begini tuan Diky! Lokasi proyek yang akan dibangun hotel dan resort ada istana megah dari dunia lain. Ini sangat sulit untuk dibangun hotel dan resort karena kehidupan mereka akan terganggu jika kita semena-mena mengusik kehidupan mereka," cerita pak Djarot.


Tuan Diky menyipitkan bola matanya. Pak Warsito dengan serius menyimak cerita dan hasil penerawangan pak Djarot. Jangan lupakan pak Usman yang tersenyum mendengar cerita pak Djarot yang terdengar konyol dan mengada-ada.

__ADS_1


"Jadi, tuan Diky! Setelah saya mencoba berkomunikasi dengan mereka, para makhluk penghuni dari dunia lain itu, mereka memberikan ijin untuk pembangunan proyek hotel dan resort tersebut. Namun kembali lagi mereka meminta syaratnya," terang pak Djarot.


Tuan Diky mengerutkan dahinya. Dia walaupun berupaya ingin beralih pada pak Usman untuk membantu menyelesaikan masalah gaib seperti itu, tetapi tuan Diky tetap menghargai hasil penerawangan pak Djarot.


"Jadi apa syarat yang diminta oleh mereka, pak Djarot?" sahut tuan Diky.


"Tumbal perempuan hamil," jawab pak Djarot dengan entengnya. Pak Usman, pak Warsito dan juga tuan Diky melebar bola matanya dengan sempurna.


"Tidak adakah tumbal lain sebagai pengganti nya, pak Djarot? Misalkan kepala kerbau yang sedang bunting atau kambing yang sedang hamil?" tawar tuan Diky sedikit bergurau.


Pak Usman menanggapi ucapan tuan Diky sebagai candaan. Berbeda dengan pak Djarot yang marah ketika tuan Diky tidak serius menanggapi hal itu.


"Mohon maaf tuan Diky! Ini bukan lelucon tuan Diky. Jika kita tidak memenuhi syarat itu, mereka akan selalu mengganggu para pekerja proyek jika pembangunan proyek itu tetap dilakukan. Ini bukan main-main tuan Diky. Karena keselamatan para pekerja juga akan terancam," terang pak Djarot.


"Masalahnya, kita harus mengorbankan seorang nyawa lagi pak Djarot. Saya sudah taubat tidak mau merealisasikan proyek jika harus ada tumbal lagi," sahut tuan Diky.


"Tapi tuan Diky! Kita sudah menandatangi proyek ini pak! Bagaimana jika kita menggagalkan semua nya?" protes pak Warsito.


Tuan Diky diam. Dia melihat ke arah pak Usman yang sejak dari tadi diam, enggan untuk berbicara.


Dalam kenyataannya, masih juga terjadi hal-hal yang tidak diduga oleh tuan Diky. Di mana tuan Diky selaku pimpinan perusahaan konstruksi mendapatkan laporan, bahwasanya beberapa para tukang yang bekerja di lokasi proyek selalu mendapatkan masalah. Hal ini membuat tuan Diky tersudut. Apalagi pak Warsito bersama juru kuncen pak Djarot masih bersikeras untuk mengajak tuan Diky supaya memenuhi permintaan para arwah-arwah penghuni lokasi proyek itu. Di mana mereka itu meminta tumbal.

__ADS_1


Tuan Diky bingung, saat proyek terbarunya meminta tumbal lagi. Tumbal itu sama seperti proyek pembangunan jembatan. Dimana tumbalnya adalah seorang wanita hamil beserta janinnya.


"Baiklah! Untuk sementara saya akan bicarakan pada pak Usman dulu," ucap tuan Diky akhirnya. Dan antara pak Djarot dan pak Warsito akhirnya undur diri dengan kekecewaan atas sikap tuan Diky yang seperti tidak akan mempercayai lagi hasil penerawangan pak Djarot.


__ADS_2