
"Bagaimana ini pak Warsito? Saya merasa ditendang dan disingkirkan secara terang-terangan oleh tuan Diky. Semua gara-gara ustad gadungan itu. Saya jelas-jelas lebih pintar dari pria itu," ucap pak Djarot. Dia terlihat sangat kesal. Di setiap tarikan rokoknya sangat dalam dan dibuangnya sangat kasar asap rokoknya.
"Penerawangan saya tidak mungkin meleset. Para lelembut itu benar-benar meminta tumbal jika di lokasi itu akan didirikan hotel dan resort," keluh pak Djarot.
Pak Warsito terlihat merenung dan berpikir. Dihatinya pak Djarot benar-benar kesal dan kecewa karena merasa sudah tidak dipakai jasanya lagi oleh tuan Diky selaku direktur utama di perusahaan konstruksi yang dipimpinnya.
Bagaimana kalau jalannya pembangunan proyek pembangunan hotel dan resort besar itu tersendat dan terancam gagal gara-gara tidak memakai jasa pak Djarot sebagai penghubung antara dunia lain dengan dunia manusia. Ini masalah keyakinan dan kepercayaan.
"Saya pribadi sangat percaya dengan pak Djarot. Selama bekerjasama dengan pak Djarot, segala masalah yang berhubungan dengan arwah-arwah itu beres. Semua lelembut itu tidak lagi menggangu para pekerja. Tapi dengan adanya pria yang dikenal sebagai ustad itu, saya tidak yakin bisa menyelesaikan masalah gaib yang sering terjadi di lokasi proyek," sahut pak Warsito panjang lebar.
__ADS_1
Pak Djarot terlihat membusungkan dadanya seperti dirinya lah yang paling hebat.
"Tapi pak Djarot jangan khawatir! Saya akan mendatangi tuan Diky. Saya akan membujuk beliau supaya memakai jasa pak Djarot dalam mengatasi para arwah-arwah yang sudah berdiam di lokasi proyek itu," sambung pak Warsito. Pak Djarot terlihat tersenyum di kedua sudut bibirnya. Kedua
Dihatinya benar-benar kesal dan kecewa karena merasa sudah tidak dipakai jasanya lagi oleh tuan Diky selaku direktur utama di perusahaan konstruksi yang dipimpinnya.
"Terimakasih, pak Warsito. Anda selalu percaya dengan kemampuan saya. Saya punya hadiah menarik untuk anda pak, Warsito. Ini sebagai ucapan terimakasih bagi anda, pak Warsito," kata pak Djarot. Pak Warsito mengerutkan dahinya mendengar ucapan pak Djarot.
Pak Djarot yang dikenal sangat sulit tertawa, kini tertawa lepas karena mendapatkan pujian dari pak Warsito. Pak Djarot mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Ada kotak kecil lalu dibukanya. Pak Warsito melebar matanya melihat benda yang bersinar terlihat dari dalam kotak itu. Benda itu adalah berlian dan jarum emas dua puluh empat karat.
__ADS_1
"Bukankah itu berlian dan susuk emas pak?" kata pak Warsito. Pak Djarot tersenyum lalu membenarkan.
"Benar! Saya akan memberikan nya pada pak Warsito. Ini bisa membuat data tarik. Dengan memasang susuk pemikat ini, banyak wanita-wanita yang menyukai pak Warsito," terang pak Djarot.
"Hahaha, pak Djarot bisa saja! Apakah saya harus memakai itu pak? Dengan memiliki banyak uang pun, saya bisa membeli wanita yang saya mau," sahut pak Warsito.
"Ini soal kepuasan tersendiri, pak! Ketika kita bisa menaklukkan banyak wanita. Bahkan wanita-wanita akan tergila-gila dengan kita," kata pak Djarot. Pak Warsito mulai tertarik tanpa berkata-kata lagi, pak Warsito mendekatkan wajahnya pada pak Djarot. Dia seperti sudah siap jika hendak dipasangkan susuk pemikat itu ke wajahnya.
"Hahaha, setelah ini pak Warsito setiap malam pasti akan bergonta-ganti wanita," ucap pak Djarot akhirnya.
__ADS_1
Dia mulai membaca mantra untuk memasukkan susuk itu di wajah pak Warsito. Pak Warsito pun memejamkan matanya menerima susuk itu dipasang di mukanya.