TUMBAL PEREMPUAN HAMIL

TUMBAL PEREMPUAN HAMIL
Tegang


__ADS_3

Tuan Diky terlihat gelisah. Dia berjalan ke sana kemari mondar-mandir karena sekarang ini istrinya sudah berada di ruang operasi untuk melakukan cesar. Pak Usman duduk di kursi tunggu bola matanya ikut bergerak ke kanan dan ke kiri melihat tuan Diky yang belum tenang karena istrinya sedang berjuang melahirkan bayinya.


"Tuan Diky!" ucap pak Usman. Tuan Diky mengerutkan dahinya seraya menatap ke arah ke pak Usman. Kini tuan Diky mendekati tempat duduk di mana pak Usman duduk sedari tadi di kursi tunggu itu. Pak Usman mengatur nafasnya pelan. Dia seperti menyusun kekuatan untuk menyampaikan hal penting pada tuan Diky.


"Mereka kembali menyerang nyonya muda. Kekuatan mereka lebih besar dari sebelumnya, tuan!" ucap pak Usman. Sukses ucapan pak Usman membuat mata tuan Diky menyipit.


"Apa maksud perkataan, pak Usman? Mereka kembali mengirim kekuatan jahat pada istriku?" sahut tuan Diky.

__ADS_1


Pak Usman mengangguk cepat. Dia terlihat sedih dan murung. Yang pasti pak Usman merasa sangat menyesal karena menyadari kekuatan jahat sudah menguasai tubuh Olive.


"Pak Usman! Aku mohon, lakukan sesuatu. Selamatkan Olive istriku, pak! Aku mohon, pak Usman," pinta tuan Diky.


Tanpa sadar kedua matanya sudah mulai berkaca-kaca. Dia tidak akan sanggup mendengar kabar berita buruk dari para medis mengenai Olive istrinya.


"Tidak, pak Usman! Aku tidak akan membiarkan mereka mengambil Olive dan bayiku," sahut tuan Diky.

__ADS_1


Dia kini berjalan meninggalkan pak Usman. Tuan Diky dengan tidak sabar menggedor pintu ruangan operasi. Hal itu membuat seorang satpam menangkap tuan Diky dan mengamankan nya ke kantor. Pak Usman membiarkan tuan Diky di bawa pergi oleh satpam rumah sakit itu. Sementara itu pak Usman masih berusaha melepaskan kekuatan jahat yang berusaha menyerang Olive dan bayinya. Hingga pak Usman harus memuntahkan darah kental dari mulutnya. Pak Usman masih duduk di ruang tunggu di depan ruang operasi dengan membawa kantong plastik untuk menampung darah yang keluar dari mulutnya.


Wajah pak Usman sudah terlihat pucat. Namun dia berupaya ingin melawan kekuatan jahat yang hendak membawa pergi arwah Olive beserta bayinya.


"Benar-benar kuat aura jahat yang dikirim oleh mereka. Kekuatan ku semakin melemah," gumam Pak Usman. Kembali pak Usman melafalkan ayat demi ayat untuk menerjang dan menghalau kekuatan jahat yang mengelilingi Olive. Sementara itu para tim medis telah berjuang mengangkat bayi Olive yang ada di dalam rahimnya. Melalui operasi sesar itu, Olive ikut berdoa pasrah pada Tuhan. Olive bertekad untuk bertahan hidup walaupun dalam kepayahan. Semangat hidupnya masih berkobar. Dia tidak ingin mati sia-sia.


"Aku berlindung pada Tuhan Yang Menguasai Alam dan seisinya. Raja segala Raja yang semua makhlukNya tunduk patuh terhadap perintah Nya. Bismillah!" gumam Olive seraya menatap para tim medis yang sudah kepayahan dalam melakukan proses pengangkatan bayi nya di dalam rahim itu. Hingga hampir setengah jam berlalu, akhirnya suara tangis bayi berjenis kelamin perempuan terdengar memenuhi ruangan itu. Olive tersenyum lebar seraya mengucapkan selamat.

__ADS_1


"Alhamdulillah," gumam Olive yang beberapa detik kemudian dirinya pingsan tidak sadarkan diri.


__ADS_2