
Betapa kehidupan Pak Warsito menjadi berubah. Pak Warsito menjadi laki-laki yang diidolakan setiap wanita setelah memasang susuk pemikat di wajahnya. Susuk pemikat itu hadiah dari pak Djarot untuk nya.
Seperti malam ini, Pak Warsito bersenang-senang setelah mendapatkan banyak uang dari tuan Ivory. Di rumahnya sengaja membuat pesta kecil-kecilan dengan mendatangkan wanita-wanita penghibur dan juga penari striptis. Pak Warsito sangat memanjakan dirinya malam itu hingga dikelilingi oleh wanita-wanita cantik dan seksi di rumahnya.
Minuman dan makanan telah dihidangkan di meja makan. Semuanya menikmati pesta kecil itu. Tawa renyah memenuhi ruangan luas di rumah Warsito dengan hiburan penari striptis.
Setelah acara usai, Warsito menarik tangan salah satu wanita yang membuat hatinya tertarik. Satu wanita itu sejak kedatangannya membuat Warsito tertarik dibuatnya. Pasalnya wanita itu belum pernah dilihat oleh Warsito.
Di dalam kamarnya, Warsito sudah mulai mengajak wanita asing itu bercinta. Keduanya sudah mengikis jarak dan mulai menunjukkan kemampuannya dalam permainannya di atas ranjang.
Ketika Warsito sudah mendominasi permainan, tiba-tiba dia mencium aroma tidak sedap di ruangan kamarnya. Baunya seperti bau darah yang anyir. Saat Warsito menatap wajah wanita yang kini berada di bawah tubuh nya, ia melihat wajah wanita itu tiba-tiba berubah menjadi memucat. Sorot mata wanita itu menatap tajam ke mata Warsito.
"Kamu! Kenapa wajahmu tiba-tiba memucat?" ucap Warsito tiba-tiba menjadi gugup dan takut.
__ADS_1
Dia menyudahi kegiatan itu dan hendak turun dari atas badan wanita itu. Namun pelukan wanita itu sangat erat hingga Warsito tidak bisa lepas dari sana.
"Panggil aku Sonia, om!" ucap wanita itu dengan bola mata yang mengeluarkan air mata di sudut mata nya. Wajahnya yang memucat membuat Warsito tiba-tiba jadi teringat akan nama yang dia sebutkan.
"Sonia?" gumam Warsito yang semakin ketakutan saat sadar dirinya telah bercinta dengan salah satu korban tumbal proyek jembatan.
"Tolong aku, om! Aku sendiri di jembatan itu," ucap wanita yang menyebut dirinya dengan nama Sonia. Warsito semakin yakin kalau dirinya sudah bersama dengan arwah penasaran korban tumbal proyek jembatan beberapa bulan yang lalu.
Sekuat tenaga, Warsito ingin melepaskan dirinya dan berteriak. Namun arwah Sonia telah mengunci tubuh Warsito hingga sulit bergerak. Bahkan dada nya semakin sesak ketika arwah Sonia membungkam mulut Warsito hingga kesulitan bernafas.
Suara tawa memenuhi ruangan kamar itu. Arwah Sonia menghilang dari dalam kamar itu. Jangan lupakan Warsito yang masih pingsan, tidak sadarkan diri dalam posisi tengkurap dengan tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh nya. Hingga beberapa wanita-wanita yang sejak tadi menunggu Warsito masuk ke dalam ruangan kamar Warsito.
"Om! Om!" panggil beberapa wanita itu seraya mendekati tubuh Warsito yang tengkurap di atas tempat tidur big size nya. Wanita-wanita itu saling berpandangan dan mulai bingung.
__ADS_1
"Bukankah tadi om Warsito bersama dengan Sonia, yang katanya anak baru itu? Tapi kok om Warsito sendiri di kamar ini? Lalu di mana Sonia?" ucap salah satu wanita cantik dan seksi itu.
Mereka semua mencari keberadaan Sonia di ruangan kamar itu dan juga memastikan apakah ada barang berharga yang hilang milik Warsito.
"Sonia tidak ada di kamar ini. Tapi tidak ada barang berharga seperti uang om Warsito yang hilang," terang satu wanita itu.
"Bagaimana dengan om Warsito? Apakah om Warsito mabok dan kebanyakan minum?" tanya wanita penghibur itu seraya membenarkan posisi tidur Warsito yang awalnya tengkurap menjadi telentang. Wanita-wanita itu menatap aneh wajah Warsito.
Mereka saling berpandangan lalu beberapa detik kemudian semua wanita-wanita itu berlari keluar meninggalkan Warsito di dalam kamar itu.
"Hah, kenapa kamu lari?" tanya satu wanita itu.
"Kamu juga ikut lari? Kenapa?" Mereka sama-sama bertanya-tanya.
__ADS_1
"Ini aneh. Aku pikir om Warsito habis berhubungan dengan iblis wanita yang mengaku bernama Sonia tadi," ucap wanita itu.
Wanita-wanita seksi itu dengan cepat meninggalkan rumah Warsito. Mereka mengurungkan niatnya untuk menghabiskan malam panjang di rumah Warsito.