TUMBAL PEREMPUAN HAMIL

TUMBAL PEREMPUAN HAMIL
Pemilik Perusahaan Alam Grup


__ADS_3

Laki-laki dewasa dengan wajah pas-pasan kini telah mendengar laporan dari Warsito. Senyum seringai tersungging di kedua bibirnya. Tampak kepuasan dan rasa senang saat mendengar laporan Warsito, di mana wanita yang akan dijadikan tumbal dalam proyek nya adalah istri dari orang yang dia benci yaitu tuan Diky.


"Bagus! Bagus! Aku sangat senang mendengar laporan kamu. Rasanya aku ingin melihat kehancuran Diky baik kehidupan di keluarga nya maupun bisnisnya," ucap laki-laki dengan wajah tidak seberapa ganteng namun penampilan nya kece dengan pakaian yang dikenakannya bermerk dan tentu saja mahal. Dia adalah Ivory. Warsito mengerutkan keningnya mendengar cerita tuan Ivory yang terdengar sangat membenci tuan Diky.


"Tapi tuan Diky sudah mengetahui kalau saya mata-mata yang dikirimkan tuan Ivory. Jadi saya tidak bisa bekerja lagi di sana," ucap Warsito.


"Jangan khawatir! Aku akan memberikan banyak bonus kepada mu. Selain itu kamu akan aku naikkan gajimu. Bekerja di perusahaan ku kamu tidak akan kekurangan," kata tuan Ivory.


Ada raut wajah cerah dengan mata berbinar dari Warsito. Dia tersenyum lebar mendengar bahwa dirinya akan mendapatkan bonus dan kenaikan gaji.


"Terimakasih banyak, tuan Ivory! Senang bisa bekerja di perusahaan tuan Ivory," sahut Warsito dengan tawanya karena dia sangat gembira berada di atas angin bekerja di perusahaan tuan Ivory.

__ADS_1


"Hahaha, aku juga makasih dengan kamu. Karena sebentar lagi, wanita yang disayangi oleh Diky akan mati beserta bayi yang dikandungnya, hahaha!" ucap tuan Ivory. Warsito ikut tertawa lepas mengikuti tuan Ivory.


"Sebenarnya alasan apa yang membuat tuan Ivory sangat membenci tuan Diky? Sampai tidak ingin melihat hidup tuan Diky bahagia bersama keluarganya," tanya Warsito penasaran.


Tiba-tiba ekspresi tuan Ivory berubah menjadi marah ketika kembali teringat penyebab apa yang membuat dirinya sangat membenci tuan Diky.


"Semua karena dia sudah merebut Monalisa dari aku. Seharusnya Monalisa adalah istriku. Ibu dari anak-anak ku. Tapi Diky telah merebut Monalisa dariku," terang tuan Ivory. Warsito mengerutkan dahinya saat mendengar cerita masa lalu bos nya itu.


Tuan Ivory menegak minuman beralkohol dengan kadar tinggi. Setelah nya dia kembali menarik batang rokoknya dan mulai menghisapnya dalam. Seolah-olah dia benar-benar merasakan sakit saat wanita yang dia cintainya itu bersama pria lain.


"Kamu tahu, Warsito. Makanya ketika Diky mengorbankan bayinya sendiri sebagai tumbal dan hingga Monalisa jatuh sakit keras, akulah yang merasakan sakit. Sakitnya terasa sekali di sini, Warsito!" jelas tuan Ivory seraya menunjuk ke letak jantung nya. Warsito pura-pura merasakan sedih mendengar cerita dari tuan Ivory.

__ADS_1


"Diky selalu beruntung hidupnya. Memiliki keluarga yang lengkap dengan anak-anak serta istrinya. Setelah meninggal Monalisa, istrinya pun tidak lama kemudian, Diky menikah dengan wanita itu.Sedangkan aku? Hah, sudahlah!" ucap tuan Ivory seperti menyesali nasib dan kehidupan nya.


"Tapi tuan Ivory sudah memiliki semuanya. Jika mau, tuan Ivory bisa membeli banyak wanita-wanita. Tuan Ivory bisa bersenang-senang bukan?" sahut Warsito. Tuan Ivory mengerutkan dahinya. Tatapan matanya tajam ke arah Warsito.


"Mereka hanya menyukai uangku saja, Warsito. Namun aku tidak memiliki seseorang yang benar-benar tulus mencintaiku. Istri yang aku anggap tulus mencintai ku nyata-nyata telah mengkhianati aku setelah menipu ku dengan mengambil hartaku," cerita tuan Ivory.


"Tuan Ivory! Saya akan memanggil Silvi, Ratna, Sari untuk menemani tuan Ivory siang ini. Saya harap, tuan Ivory jangan bersedih karena tuan Ivory bisa membeli kebahagiaan itu dengan uang yang tuan miliki," ucap Warsito yang ikut menenggak minuman beralkohol itu.


Tuan Ivory sudah mulai merah matanya karena sudah banyak minum minuman beralkohol berkadar tinggi itu.


"Baiklah! Bawa mereka untuk ku! Aku ingin melampiaskan kemarahan ku pada mereka, wanita-wanita liar yang hanya menguras uang di dalam dompetku," perintah tuan Diky dengan seringainya.

__ADS_1


Warsito bergegas meninggalkan tuan Ivory dan mulai mencari wanita-wanita yang akan bersedia melayani tuan Ivory di ruangannya.


Tidak menunggu lama, tiga wanita masuk ke dalam ruangan kerja tuan Ivory. Dia adalah sekretaris pribadi, sekretaris dua dan bendahara satu yaitu Silvi, Ratna, Sari. Ketiga nya kompak mengelilingi tuan Ivory yang duduk santai di kursi sofa ruangannya. Canda tawa dan suara cekikikan mereka mulai terdengar. Setelahnya mereka lebih aktif melakukan kegiatan intens daripada bicara. Di ruangan dingin karena AC itu, suasana sedih menjadi hilang dan berubah menjadi kesenangan. Karena Silvi, Ratna, Sari telah menyulap suasana hati tuan Ivory menjadi gembira.


__ADS_2