Unrivaled Warrior Legend

Unrivaled Warrior Legend
Ep. 1. Di keluarkan dari Sekte


__ADS_3

"Pusatkan tenaga dalam pada telapak tangan!. Serang dengan pukulan angin lalu tutup dengan dua kali pernafasan!."


Guru besar sekte Gerhana terus memberi arahan kepada muridnya yang sedang bertarung di atas arena. Karena pertarungan itu adalah pertarungan yang sangat penting bagi Sekte Gerhana.


"Jang Wei. apa kau tidak bisa diam dan menyaksikan saja?. Aku yakin muridmu itu pasti akan bertahan?."Guru Li menyinggung secara halus.


Sekte Gerhana dan Sekte bulan Giok adalah musuh bebuyutan, mereka selalu memperebutkan posisi pertama di dunia persilatan. Hari ini dua sekte itu kembali di pertemukan dalam kompetisi mencari sekte nomor satu di dunia persilatan, melihat kecemasan Jang Wei, Li Chung tidak bisa berhenti tersenyum.


Sementara itu di atas arena yang di saksikan oleh seluruh ketua Sekte, terlihat dua murid sedang bertarung sekuat tenaga, mereka sama-sama memegang tanggung jawab besar, sebab hasil dari pertarungan ini akan menjadi penentu kompetisi.


Kedua murid itu adalah Jao Rao dan Yuan Zhao. Jao Rao adalah murid terbaik di Sekte bulan Giok sementara Yuan Zhao adalah murid terbodoh di Sekte Gerhana.


Sebenarnya Jang Wei tidak ingin Yuan Zhao bertarung di putaran terakhir, sebab ia masih belum percaya dengan kemampuan Yuan Zhao, tapi karena Yuan Zhao memaksa, Jang Wei terpaksa mengizinkan.


Di atas arena, Jao Rao terlihat mendominasi pertarungan, setiap pukulannya membawa tenaga dalam yang besar, gerakannya hampir tidak bisa di lihat.


Yuan Zhao terus tersudutkan, bibir dan hidungnya mengeluarkan darah segar karena terus mendapatkan pukulan telak dari Jao Rao.


'Aku harus menang!. ini demi kehormatan Sekte dan harga diriku, aku tidak ingin di hina lagi ataupun di sebut sebagai murid yang tidak berguna' Batin Yuan Zhao.


Jao Rao berjuang sekuat tenaga untuk tetap berdiri di atas arena, walaupun hasilnya sudah terlihat sangat jelas bahwa Jao Rao lebih unggul di banding dirinya.


"Sampai kapan kau akan bertahan?. sudahlah, lebih baik kau menyerah saja!."Ucap Jao Rao dengan wajah sombongnya.


"Tidak. aku akan melawanmu sampai akhir!."Tegas Yuan Zhao.


"Baik. kalau begitu terima ini!."Ucap Jao Rao sambil melesat ke arah Yuan Zhao.


Kedua tangan Jao Rao di kepal bersamaan dengan tenaga dalam yang meledak dari dalam tubuhnya dan menyatu di kedua kepalan tangannya. Kepalan tangan Jao Rao di aliri tenaga dalam yang besar.


Yuan Zhao memasang sikap waspada, ia juga mengeluarkan tenaga dalamnya lalu memusatkannya ke telapak tangannya.

__ADS_1


"Pukulan bulan Giok!!."Teriak Jao Rao sambil melesatkan kedua tinjunya ke arah Yuan Zhao.


"Tapak suci Gerhana!."Teriak Yuan Zhao lalu menabrak pukulan Jao Rao dengan telapak tangannya.


Bam!!!


Pukulan Jao Rao dan Yuan Zhao saling bertemu dan menciptakan suara dentuman yang keras, lalu detik berikutnya Yuan Zhao terpental dan menghantam kursi-kursi yang ada di bawa arena pertarungan.


Li Chung tersenyum penuh kemenangan, ia menatap ke arah Jang Wei yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Guru Jang. murid anda telah kalah dan muridku yang menang, itu artinya Sekte bulan Giok adalah sekte nomor satu di dunia!."Ujar Li Chung tersenyum penuh kemenangan.


Jang Wei menatap tajam ke arah Li Chung, ia tidak bisa mengatakan apapun karena memang muridnya sudah terbukti kalah.


Jao Rao bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar dari Aula dengan wajah kesal, di susul para murid dari Sekte Gerhana serta Yuan Zhao yang di bantu oleh beberapa murid.


...----------------...


"Yuan Zhao. telah mempermalukan Sekte Gerhana!."


Jay Chou dan Liao Zhang benar-benar tidak bisa menerima kekalahan yang baru saja mereka terima, sebagai murid paling berbakat di Sekte Gerhana, Jay Chou dan Liao Zhang telah menunjukkan kebolehan mereka dengan memenangkan dua pertarungan awal, tapi sayang sekali, usaha mereka sia-sia karena tiga pertarungan terakhir sekte Gerhana terus mengalami kekalahan termasuk Yuan Zhao sebagai penentu juga harus berakhir dengan kekalahan.


Jang Wei tampak termenung, terlihat sebuah kekecewaan besar dari guratan wajahnya.


"Guru!. semua ini salah Yuan Zhao, andai saja dia tidak sok menjadi pahlawan dan membiarkan Jong Hyun yang bertarung di putaran terakhir, mungkin kita tidak akan malu seperti ini. dan posisi kita sebagai Sekte nomor satu tidak akan tergeser."Ujar Jay Chou.


Jay Chou sangat kesal dengan keputusan gurunya yang membiarkan Yuan Zhao bertarung di putaran terakhir, padahal mereka masih memiliki Jong Hyun salah satu murid terbaik di Sekte Gerhana.


"Guru. aku minta guru mengeluarkan si bodoh itu dari sekte!. agar sekte Gerhana tidak akan lagi menanggung malu seperti ini!."Saran Liao Zhang.


Jang Wei berfikir dengan keras, ia menimbang-nimbang ucapan dari kedua muridnya itu, benar sekali, sebagai guru besar dari sekte Gerhana, Jang Wei sudah sangat malu, belum lagi nama baiknya akan tercoreng karena kekalahan yang menurutnya sangat memalukan.

__ADS_1


Tak lama Yuan Zhao datang ke ruang Jang Wei, terlihat wajahnya masih di penuhi luka lebam.


"Guru!."Yuan Zhao membungkuk hormat kepada Jang Wei.


Liao Zhang dan Jay Chou membuang muka, mereka tidak sudi melihat Yuan Zhao yang sudah mempermalukan Sekte Gerhana.


"Yuan Zhao. ikut aku!."Ucap Jang Wei sambil berjalan menuju halaman belakang sekte.


Yuan Zhao mengikuti langkah gurunya hingga mereka berdua sampai di halaman belakang yang luas dan sejuk.


"Yuan Zhao. tolong maafkan guru!."Ucap Jang Wei.


"Guru. kenapa guru meminta maaf?. guru tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku!."Ucap Yuan Zhao.


"Yuan Zhao. Guru tidak bisa lagi mempertahankanmu agar tetap tinggal di sekte Gerhana!."Ujar Jang Wei.


Yuan Zhao terkejut, matanya melebar mendengar ucapan gurunya itu.


"Tapi kenapa guru?."Tanya Yuan Zhao.


"Kau telah melakukan kesalahan besar karena kalah di putaran terakhir. dan kesalahan itu tidak bisa di maafkan, oleh karena itu, aku mengeluarkanmu dari sekte Gerhana!."Ucap Jang Wei.


"Guru tolong maafkan aku!."Yuan Zhao berlutut di hadapan Jang Wei.


Jang Wei menggeleng."Tidak. guru tidak bisa memafkanmu. pergilah, mulai hari ini kau bukan lagi bagian dari sekte Gerhana."Ucap Jang Wei.


Deg!


Bagai di sambar petir, Yuan Zhao terkejut mendengar ucapan gurunya, sejak kecil ia hidup sebatang kara, Sekte Gerhana adalah rumah bagi dirinya dan Jang Wei sudah ia anggap sebagai pengganti kedua orang tuanya, ia menggap Jang Wei adalah seorang penyelamat karena menolong dirinya ketika hidup terlunta-lunta di jalanan, tapi hari ini, pria yang ia anggap sebagai pengganti kedua orang tuanya itu mengusirnya dari Sekte, lalu? kenapa lagi ia harus pergi?, ia tidak punya siap-siap di luar sana.


"Guru!."Lirih Yuan Zhao, air matanya pecah.

__ADS_1


Jang Wei mengabaikan Yuan Zhao dan berjalan melewatinya.


"GURUUUUU!!!!."


__ADS_2