
Di bawa pohon besar, Yuan Zhao memanggang dagin Rusa yang baru saja di buruhnya.
"Ummm. baunya harus sekali!."Ucap Yuan Zhao saat daging rusa tersebut mengeluarkan aroma yang menggugah selera.
Setelah makan, Yuan Zhao bermeditasi di atas pohon besar itu, rambutnya yang panjang tergerai kala tertiup oleh angin.
Yuan Zhao bisa merasakan energi alam yang berada di sekitarnya, ia berniat untuk menyerap energi alam tersebut, tapi sebelum itu ia ingin mengecek sebesar apa tenaga dalamnya.
'Apa?. ini. ini besar sekali.' Batin Yuan Zhao terkejut.
Ia melihat pusaran tenaga dalamnya sebesar 1000 lingkaran, dan anehnya wadah Qi miliknya masih bisa menampung jumlah tenaga dalam yang jauh lebih besar lagi, bahkan seorang pendekar besar pun belum tentu bisa mencapai 500 lingkaran tenaga dalam meski berlatih hingga bertahun-tahun.
Namun ekspresi kegembiraannya berubah serius saat ingatan ketika ia mendapatkan anugerah dari dewa terlintas.
"Temukan sekte Makan Kuno dan pelajari jurus rubah Sultra putih!."
itulah perintah yang Yuan Zhao dapatkan di dalam ingatannya tersebut.
Yuan Zhao perlahan membuka kedua matanya, ia telah menyerap seluruh energi alam yang ada di dalam hutan tersebut.
Tubuhnya semakin terasa ringan dan berisi, serta sedikit berotot.
"Sekte Makam Kuno yaa. baiklah, aku akan mencari sekte itu!."Ucap Yuan Zhao kemudian ia melompat dan mendarat dengan mulus di tanah, setelah itu ia melanjutkan perjalanannya.
Tidak perlu waktu lama, Yuan Zhao telah tiba di sebuah desa kecil yang ramai, di sana banyak kuil-kuil Buddha serta beberapa sekte yang berdiri.
Yuan Zhao berdiri di depan sebuah sekte besar, dari papan nama Sekte tersebut bertuliskan, 'Sekte Zuanzhen'. dari ingatan yang Yuan Zhao dapatkan, Sekte Zuanzhen adalah sekte yang menganut agama Buddha dan juga sangat menjunjung tinggi moral sosial, bahkan sekte Zuanzhen juga adalah tempat para penduduk berdoa ataupun menikah.
"Tidak mungkin ini."Ucap Yuan Zhao kemudian melanjutkan langkahnya.
Saat sedang berjalan, Yuan Zhao tidak sengaja mendengar percakapan orang-orang yang menyebut Sekte Makam Kuno.
"Jadi tuan Lang Bao di usir oleh Nona Lung dari Sekte Makam Kuno!."
"Iya benar. Tuan Lang Bao bermaksud untuk menjadikan Nona Lung sebagai istrinya, tapi Nona Lung menolak dan mengirim puluhan lebah untuk mengusir Tuan Lang Bao."
"Hahahaha. kasian sekali dia ya."
__ADS_1
"Itu karena Lang Bao terlalu percaya diri. Nona Lung itu bukan wanita sembarangan, dia itu wanita yang sangat cantik, mana mau dia dengan Lang Bao yang jelek itu."
Yuan Zhao yang sedang mendengar percakapan mereka memutuskan untuk menghampiri orang-orang tersebut.
"Permisi bibi. tadi saya tidak sengaja mendengar bibi menyebut sekte Makam Kuno, kalau boleh tau, sekte makam kuno itu ada di mana?."Tanya Yuan Zhao ramah.
"Sekte makam kuno itu ada di seberang bukit sana!."Bibi itu menunjuk ke arah bukit yang ada di belakang Sekte Zuanzhen.
"Hei nak. bibi sarankan, kau tidak usah pergi ke sana. orang-orang sekte Makam Kuno itu sangat susah di temukan, hanya para ahli seni bela diri saja yang dapat melihat Gua mereka!."Ujar bibi tersebut. ia merasa bahwa Yuan Zhao adalah anak biasa dan bukan seorang ahli seni bela diri.
Yuan Zhao tersenyum."Terimakasih atas sarannya Bi. kalau begitu saya pamit!."Ucap Yuan Zhao kemudian ia berjalan menuju bukit yang ada di belakang sekte Zuanzhen.
Sepanjang perjalanan, Yuan Zhao tidak merasakan adanya marah bahaya, bahkan hutan tersebut memberikan kenyamanan dari tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga yang bermekaran di batang pohon.
Tapi ada satu hal yang membuat Yuan Zhao merasa aneh, ia sudah berkeliling hutan sejak tadi tapi ia belum menemukan apapun.
"Hei nak. bibi sarankan, kau tidak usah pergi ke sana. orang-orang sekte Makam Kuno itu sangat susah di temukan, hanya para ahli seni bela diri saja yang dapat melihat Gua mereka!."
tiba-tiba ucapan bibi yang membicarakan soal sekte makam kuno terlintas di pikiran Yuan Zhao.
penglihatan Yuan Zhao berubah seperti sebuah infra merah, segala jenis kehidupan berwarna merah, sementara benda mati berwarna hitam, penglihatan Yuan Zhao dapat menembus segala sesuatu dalam jarak pukulan kilo, ini adalah jenis jurus yang tidak di miliki oleh orang lain kecuali para dewa.
"Di sana rupanya!."Ucap Yuan Zhao ketika melihat warna merah berbentuk manusia sedang bergerak di dalam sebuah Gua yang menyerupai bongkahan batu besar.
Mata Yuan Zhao kembali berubah seperti semula, kemudian berjalan dan berlari di depan sebuah batu besar raksasa.
"mengagumkan!."Ujar Yuan Zhao merasa kagum dengan cara orang-orang dari sekte makam kuno menyembunyikan keberadaan mereka.
"nak. apa yang sedang kau lakukan di situ?."
Suara seorang mengejutkan Yuan Zhao, ia dengan cepat berbalik ke arah sumber suara.
Di sana seorang wanita tua bertongkat sedang berdiri sambil memandang ke arahnya, Yuan Zhao mengalihkan pandangannya ke arah tumpukan kayu bakar yang ada di punggung wanita tua tersebut.
"Nenek. kenapa kau memikul kayu sebanyak ini?."Ucap Yuan Zhao sambil berjalan menghampiri nenek tersebut.
"Sini biar aku saja nek?."Yuan Zhao mengambil tumpukan kayu bakar dari punggung nenek tersebut lalu memikulnya.
__ADS_1
Nenek itu tersenyum."terimakasih nak!."Ucap nenek tersebut.
"Sama-sama nek. oh iya, nenek tinggal di sini?."Tanya Yuan Zhao.
Nenek itu berjalan dan Yuan Zhao mengikutinya dari belakang.
"Iya. nenek tinggal di sekitar sini!."Ucap nenek itu
"Sendirian?."Tanya Yuan Zhao.
"Iya!."Jawab nenek itu.
Yuan Zhao terkejut tapi ia tidak ingin mempermasalahkannya, padahal di usia yang sudah tua seperti itu, seharusnya nenek itu menjalani kehidupan yang senang.
Yuan Zhao dan Nenek akhirnya sampai di rumah gubuk yang kecil, Yuan Zhao meletakkan kayu bakar tersebut lalu masuk ke dalam rumah gubuk itu bersama sang nenek.
Yuan Zhao merasa kasian dengan kondisi rumah gubuk itu, sangat sempit dan tidak terawat, serta banyak sarang laba-laba di langit-langit rumah.
"ini. minumlah!."Ucap nenek sambil meletakkan segelas teh di atas meja.
"Terimakasih nek!."Ucap Yuan Zhao kemudian ia meneguk teh itu sampai habis, karena Yuan Zhao memang sedang kehausan.
"Jadi nama kamu siapa nak?."Tanya nenek.
"Yuan Zhao. nenek bisa memanggilku Yuan."Ucap Yuan Zhao.
"Baiklah nak Yuan. jadi apa yang sedang kau lakukan di depan batu besar itu?."Tanya nenek.
Yuan Zhao terdiam, entah kenapa ia merasa tidak perlu mengatakan tujuannya kepada siapapun.
"Aku. aku tersesat nek!."Ucap Yuan Zhao berbohong.
-
-
-
__ADS_1