
Hari ini di aula tempat kompetisi pendekar muda di adakan, semua peserta baru saja menyelesaikan putaran pertama. Para penonton berangsur-angsur keluar dari aula karena pertandingan telah usai dan akan di lanjutkan besok. begitupun Yuan Zhao yang juga segera pulang karena takut Shao Lung mengawatirkannya.
Di dalam hutan Yuan Zhao melepas topengnya lalu berjalan menelusuri jalan setapak yang terhubung ke sekte Makam Kuno.
Di perjalanan, Yuan Zhao di hadang oleh Li Chung dan murid-murid dari sekte bulan Giok.
"Guru. aku mengenalnya, dia adalah Yuan Zhao mantan murid sekte Gerhana." Ucap Salah seorang murid kepada Li Chung.
"Ohh. jadi kau adalah Yuan Zhao, tidak aku sangka murid bodoh dan lemah sepertimu bisa mengalahkan Liao Zhang dengan begitu mudah!.'Ujar Li Chung.
"Tidak udah banyak bicara. sekarang katakan, apa yang kau inginkan?."Tanya Yuan Zhao.
"Sederhana saja. aku ingin kau mengundurkan diri dari kompetisi pendekar muda, karena Jao Rao harus keluar sebagai pemenang."Tutur Li Chung.
Li Chung adalah orang yang haus akan ketenaran dan kekuasaan, ia akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang dia inginkan, karena itulah ia harus memastikan bahwa Yuan Zhao tidak akan menghalangi jalan muridnya Jao Rao untuk menjadi pemenang.
Yuan Zhao tersenyum menyeringai."Kenapa?. apa kau takut murid kesayanganmu itu akan kalah melawanku?."Ucap Yuan Zhao.
"Meski kau memiliki bakat seni bela diri yang unik. tapi.. muridku Jao Rao tetap lebih unggul darimu. aku hanya tidak ingin bila ada yang menghalangi jalannya untuk memenangkan kompetisi."Ucap Li Chung.
"Jika kau percaya dengan kemampuan muridmu itu. kenapa tidak panggil dia ke sini dan bertarung satu lawan satu denganku. jika aku kalah maka aku akan mengundurkan diri dari kompetisi pendekar muda, dan jika aku menang maka Jao Rao harus mengundurkan diri dari kompetisi pendekar muda."Tutur Yuan Zhao.
"Hahahaha." Li Chung tertawa jahat. "Jao Rao akan bertarung denganmu. tapi setelah kau tidak memiliki tangan dan kaki!."Ujar Li Chung.
Yuan Zhao tersenyum sinis."Meski aku tidak punya tangan dan kaki. Jao Rao tetap bukan lawan sebanding denganku!."Ucap Yuan Zhao.
Wajah Li Chung berubah serius."Kau Sepertinya sangat percaya dengan kemampuan mu. aku sudah berbaik hati untuk tidak membunuhmu di sini. aku hanya ingin kau mengundurkan diri dari kompetisi pendekar muda, tapi sepertinya kau lebih memilih mati!."
"Semua orang pasti mati. entah itu kau ataupun aku, tidak ada yang tau. Tapi untuk sekarang, Sepertinya aku masih ingin bersenang-senang di dunia ini!."Ucap Yuan Zhao dengan polosnya.
"Hahahaha."Li Chung tertawa terbahak-bahak, kemudian wajahnya berubah serius."Bunuh dia!."Ucapnya.
Segera semua murid sekte bulan Giok menyerang Yuan Zhao dengan kemampuan terbaik yang mereka miliki.
__ADS_1
Yuan Zhao bergerak menghindari serangan-serangan yang datang kepadanya sambil sesekali melirik ke arah Li Chung.
Yuan Zhao menahan tebasan salah satu murid lalu mendaratkan pukulan keras di wajah murid tersebut.
Bag!
Murid itu terpental dan jatuh di hadapan Li Chung, kemudian Yuan Zhao segera bergeser ke kiri untuk menghindari serangan murid lainnya, lalu ia mendaratkan tendangan memutar ke wajah murid tersebut.
Bangg!
Murid itu terpental menghantam pepohonan. setelah itu Yuan Zhao berlari menuju pinggiran sungai yang terletak di sebelah sekte Makam Kuno. Para murid sekte Bulan Giok beserta Li Chung juga melesat mengejar Yuan Zhao.
Yuan Zhao melompat dan berdiri di atas air dengan keseimbangan yang sempurna.
Beberapa murid yang mencoba mengikuti Yuan Zhao harus berakhir dengan tercebur ke sungai karena tidak menguasai ilmu meringankan tubuh dengan baik.
"Hahaha. Hei apa kalian datang ke sini untuk mandi?."Ledek Yuan Zhao.
"Dasar bocah sialan. sini kau!."Kesal para murid karena Yuan Zhao seolah-olah sedang mempermainkan mereka.
Sementara itu Li Chung langsung mengambil tindakan dengan melompat ke atas air dan berdiri di depan Yuan Zhao. Keseimbangan Li Chung sama bagusnya dengan keseimbangan Yuan Zhao. Mereka berdua saling bersitatap dengan sorot mata tajam.
Li Chung segera mengeluarkan tenaga dalamnya dan melapisi kepalan tangannya dengan tenaga dalam tersebut lalu melesat ke arah Yuan Zhao.
Whusss!!
Pukulan bertaga itu hampir saja mengenai Yuan Zhao, beruntung ia segera bergeser dan terhindar dari serangan mematikan itu.
Yuan Zhao bergerak mundur untuk menjaga jarak dari Li Chung, ia tau bahwa Li Chung adalah tipe petarung jarak dekat, karakternya sama dengan Liu Zhang.
Sementara itu Li Chung terus bergerak mendekati Yuan Zhao, ia membungkus kepalan tangannya dengan tenaga dalam yang besar, agar setelah ia memiliki jarak yang dekat dengan Yuan Zhao, ia akan langsung melesatkan pukulan mematikannya.
Sambil menjaga jarak, Yuan Zhao membuat gerakan lembut dan halus, perlahan udarah di sekitarnya menyatu dengan ayunan tangannya, kemudian air sungai di sekitar Yuan Zhao meluap naik dan membentuk sebuah pusaran di udarah. Detik berikutnya selendang sutra putih keluar dari balik kehampaan dan menghantam pusaran air tersebut.
__ADS_1
Pusaran air tersebut terbelah dan melesat ke arah Li Chung seperti ribuan tombak.
Li Chung terkejut dengan serangan mendadak itu, ia dengan cepat meledakkan seluruh tenaga dalamnya dan membalut seluruh tubuhnya dengan tenaga dalam tersebut.
Bangg!! Banggg! Banggg! Banggg!
ribuan tombak air menghantam pertahanan Li Chung hingga menimbulkan suara dentuman yang keras. Namun pertahanan Li Chung masih terlalu kokoh untuk serangan seperti itu.
"Jurus yang bagus. tapi itu masih belum cukup!."
Setelah menyelesaikan ucapannya, Li Chung langsung melesat dan dalam sekejap sudah berada di hadapan Yuan Zhao.
Li Chung membalut kepalan tangannya dengan tenaga dalam yang besar lalu memukul ke arah Yuan Zhao.
Banggg!!!
Yuan Zhao terpental dan masuk ke dalam sungai.
"Yuan Zhao!!."Teriak Shao Lung sambil berlari ke arah sungai.
Saat ini, Shao Lung tidak bisa menggunakan ilmu seni bela diri karena tenaga dalamnya masih belum stabil, semua itu karena ia memaksakan diri menggunakan jurus Rubah sutra putih yang memang memerlukan tenaga dalam yang sangat besar.
Semua orang terpaku melihat bidadari bergaun putih dengan selendang sutra putih yang melingkar di tubuh indahnya, wajahnya yang putih dan mulus menggambarkan kekhawatiran yang luar biasa.
"Cantik sekali!"
"Apa dia Dewi dari istana dewa langit?."
Semua orang bertanya-tanya dengan sosok yang tiba-tiba berlari ke pinggiran sungai sambil memanggil nama Yuan Zhao. Bahkan Li Chung juga tidak bisa mengedipkan matanya walau sedetik.
-
-
__ADS_1
-