
"Bibi. kalau begini terus aku bisa kehabisan nafas!."Keluh Yuan Zhao karena sejak tadi Shao Lung tidak sedikitpun melepaskan pelukannya.
Shao Lung tersadar, ia melepaskan pelukannya lalu menatap Yuan Zhao. tatapannya terlihat sendu.
Yuan Zhao terkejut, ia baru pertama kali melihat Shao Lung seperti itu.
"Bibi."
"Yuan Zhao. ayo pulang!."Ucap Shao Lung.
"Maaf. tapi kalian tidak akan pergi kemana-mana."Suara Liu Zhang terdengar dari arah belakang.
Shao Lung menatap tajam ke arah empat pendekar besar itu."Siapapun yang menghalangi kami, maka aku akan membunuhnya."Ucap Shao Lung dingin.
"Cih. memangnya siapa kau ha?. beraninya kau berbicara sombong terhadap kami!."Ucap Hao Xiang kemudian ia melesat ke arah Shao Lung.
Shao Lung tidak bergeming, ia menatap dingin Hao Xiang yang sedang melesat ke arahnya.
Hao Xiang membalut kepalan tangannya dengan energi yang menyilaukan mata lalu mengarahkan pukulannya kewajah Shao Lung.
"Pukulan dewa Suci!!."Ucap Hao Xiang.
Saat pukulan itu hampir menyentuh Shao Lung, tiba-tiba sebuah ekor Rubah putih keluar dari balik tubuh Shao Lung dan menghantam kepalan tangan Hao Xiang.
Bangg!!!!
"Arrrrggg!!!.."Hao Xiang terpental dan jatuh menghantam tanah dengan keras.
Apa?
Semua orang terkejut, kecuali Liu Zhang yang memang sudah pernah bertarung melawan Shao Lung. Ia bahkan sudah kehilangan murid kesayangannya karena memaksakan diri untuk menghadapi Shao Lung.
"Ekor Rubah putih. Jangan-jangan.."Li Ning mencoba untuk menebak.
"Iya. itu adalah jurus legendaris milik Nona Xia. Jurus Selendang Rubah sutra putih!."Ujar Liu Zhang.
"Liu Zhang. jadi wanita itu yang kau maksud memiliki jurus selendang Rubah sutra putih. kenapa kau tidak memberitahu aku!."Kesal Hao Xiang karena Liu Zhang tidak memberitahunya sehingga ia sudah berani menyerang Shao Lung tanpa perhitungan.
"Aku hanya ingin tau sesuatu!."Ucap Liu Zhang.
"Sesuatu apa yang ingin Tuan Zhang ketahui?."Tanya Jang Wei.
"Jurus Selendang Rubah sutra putih adalah jurus terlarang yang membutuhkan tenaga dalam 100 hingga 400 Lingkaran, bagi seseorang yang belum mencapai tingkat Grand Master maka menggunakan jurus itu akan sangat beresiko, pertama penggunanya akan mengalami penurunan tenaga dalam hingga menutup aliran inti Chi, yang kedua orang itu akan kehilangan seluruh ilmu seni bela dirinya."Tutur Liu Zhang menjelaskan.
"Puuffft!!."Shao Lung tiba-tiba memuntahkan darah segar.
"Bibi!."Yuan Zhao terkejut dan menjadi panik.
"Bibi. apa yang terjadi?."Tanya Yuan Zhao.
"Entahlah. tubuhku terasa sakit!."Ucap Shao Lung lemas.
"Hahahaha!. Ternyata dugaanku benar. Wanita ini sudah kehilangan ilmu seni bela dirinya!."Ucap Liu Zhang tersenyum penuh kemenangan.
Apa?
Yuan Zhao terkejut, ia menatap Shao Lung dengan perasaan khawatir.
__ADS_1
"Yuan Zhao. maaf, tapi aku tidak bisa lagi melindungimu!."Ucap Shao Lung putus asa.
Yuan Zhao menggelang."Tidak. Bibi tidak perlu melindungiku. Aku yang akan melindungi Bibi!."Ucap Yuan Zhao.
"Jang Wei. Habisi mereka berdua!."Ucap Liu Zhang.
Jang Wei tampak ragu, ia bingung harus melakukan apa. Sebenarnya ia tidak ingin membunuh Yuan Zhao, tapi Yuan Zhao telah melakukan kesalahan dan sebagai pendekar besar dunia persilatan, Jang Wei tentu harus menghukum perbuatan Yuan Zhao.
"Jang Wei!."Ucap Liu Zhang sedikit meninggikan suaranya.
Jang Wei tidak punya pilihan, ia langsung menyerang Yuan Zhao tanpa ragu.
"Heyaaaaa!!!."Jang Wei mengayunkan pedangnya ke arah leher Yuan Zhao.
Tebasan pedang Jang Wei membawa aurah merah pekat yang tipis dan menyilaukan mata.
Jingmi menahan nafasnya ketika pedang bertenaga itu akan menebas leher Yuan Zhao, begitu juga dengan Shao Lung, ia berusaha untuk melindungi Yuan Zhao namun terlambat, pedang itu sudah melewati dirinya.
Tapi Yuan Zhao tiba-tiba menghindari serangan tersebut.
Apa?
Semua orang terkejut, sebab dari jarak yang sangat dekat, seharusnya Yuan Zhao tidak mungkin bisa menghindari tebasan pedang tersebut.
'Bagaimana bisa' Batin Jang Wei.
"Apa?."Jang Wei terkejut ketika melihat bola mata Coklat Yuan Zhao berubah menjadi menjadi bola biru yang bersinar terang.
Jang Wei kembali mengayunkan pedangnya ke arah Yuan Zhao, mencoba untuk tidak memberi jeda pada setiap serangannya.
Namun Yuan Zhao dengan tenang berhasil menghindari serangan Jang Wei dengan mudah kemudian ia menangkap pergelangan tangan Jang Wei.
Semua orang terpaku, pandangan mata mereka tertuju ke arah bola mata Yuan Zhao yang bersinar terang.
Tatapan Yuan Zhao terlihat dingin dan bengis, datar dan tanpa perasaan.
"Tiga pukulan maut Zuanzhen!."Ucap Yuan Zhao lalu mendaratkan tiga pukulan beruntung di dada bidang Jang Wei.
Bag!
Bag!
Bag!
Jang Wei terhuyung ke belakang dan mengeluarkan darah segar di sudut bibirnya.
Yuan Zhao menggerakkan tangannya dengan lembut dan halus lalu mendorongnya ke depan."Selendang kain sutra!!."Ucap Yuan Zhao.
Segera gelombang angin menyapu Jang Wei dan mementalkan hingga beberapa meter.
detik berikutnya sebuah energi besar berbentuk dua kepalan tangan melesat ke arah Yuan Zhao.
"Selendang sutra perawan!!."Ucap Yuan Zhao.
Tranggg!!!
Dua energi berbentuk kepalan tangan tersebut hancur saat berbenturan dengan pusaran angin yang melindungi tubuh Yuan Zhao.
__ADS_1
Yuan Zhao menoleh ke arah samping, di sana Li Ning sedang melesat ke arahnya lalu menyerangnya dengan kuku-kuku tajam yang beracun.
Whusss! Whusss! Whuss!
Yuan Zhao dengan santai menghindari serangan-serangan Li Ning, kemudian ia mendaratkan tendangan tepat di wajah Li Ning.
Bug!!
Li Ning terhempas ke belakang. Li Ning mencoba untuk mengeluarkan jurus Cakar Roh, tapi Yuan Zhao langsung menyerangnya dengan jurus selendang kain sutra.
Brukkkk!!!
Li Ning terpental menghantam pepohonan.
Kemudian dari arah depan, Liu Zhang melesat dan melepaskan pukulan berbalut tenaga dalam yang besar ke arah Yuan Zhao, pukulan tersebut meledak-ledak membela udarah, sangat cepat dan sulit untuk di lihat oleh mata.
Dari penglihatan Yuan Zhao, gerakan Liu Zhang tampak lambat dengan seluruh tenaga dalam yang berpusat pada kepalan tangannya.
'Cih. dia ingin membunuhku dengan satu serangan!.' Batin Yuan Zhao.
Yuan Zhao menggerakkan tubuhnya ke samping membiarkan Liu Zhang meluncur bebas ke depan sana.
Brukkkkk!!!!
Pukulan Liu Zhang menghancurkan bongkahan batu besar hingga berkeping-keping.
Liu Zhang terlihat kesal, ia meledakkan tenaga dalam yang sangat besar lalu mendorong telapak tangannya ke depan dada.
"Berhenti!!!."
Teriakkan seseorang menghentikan Liu Zhang, semua orang menoleh ke arah sumber suara.
Di sana puluhan prajurit berkuda dengan Zirah full Armor berjejer rapi, lalu seseorang dengan mahkota di kepalanya keluar dari barisan sambil menunggangi kuda putih.
"Yang Mulia!!."Semua orang membungkuk hormat, kecuali Yuan Zhao dan Shao Lung.
Liu Zhang, Li Ning, Jang Wei dan Hao Xiang berjalan menghampiri Kaisar lalu menundukkan kepalanya.
"Yang Mulia. Maaf membuat anda menunggu!. kami akan segera menangkap pembunuh itu!."Ucap Liu Zhang.
"Tidak perlu!. Dia bukan pembunuh jadi berhenti menyerangnya!."Tegas Kaisar.
Li Ning, Liu Zhang, Jang Wei dan Hao Xiang terkejut mendengar ucapan Kaisar.
"Yang Mulia. Maaf atas kelancangan hamba, tapi bisakah Yang Mulia menjelaskan!."Ucap Liu Zhang.
"Jenderal Lee baru saja melaporkan hasil penyelidikannya, dalam penyelidikannya dia menemukan ratusan gadis remaja yang di culik oleh anak buah Wang Song, lalu laporan berikutnya adalah Li Chung telah berkhianat, dia bekerja sama dengan Jendral Zander Tang untuk menyerang istana!."Tutur Kaisar.
"Bajingan itu!."Umpat Hao Xiang.
"Sekarang kalian semua kembali ke desa, berikan undangan kepada semua pendekar dunia persilatan bahwa aku mengundang mereka untuk membicarakan sesuatu yang penting."Perintah Kaisar.
"Baik Yang Mulia!."Ucap mereka berempat kemudian melesat meninggalkan tempat tersebut.
Kaisar melirik sekilas ke arah Yuan Zhao setelah itu ia berlalu bersama pasukan berkudanya.
-
__ADS_1
-
-