
Keesokan harinya, Yuan Zhao terbangun dari tidurnya, di sebelahnya terlihat Shao Lung masih tertidur pulas.
Yuan Zhao memandangi wajah cantik bagai bidadari itu, kulit putih dan mulus beserta dua bibir kecil berwarna merah. Sungguh, Yuan Zhao masih belum bisa percaya bahwa ada wanita secantik ini di dunia. Bahkan saat tertidur pun wanita itu masih sangat cantik.
"Ahh. apa yang kau pikirkan Yuan Zhao?. dia adalah bibimu, bagaimana bisa kau berfikiran seperti itu!."Yuan memukul kepala karena sudah berani memikirkan hal yang menurutnya tidak wajar.
Setelah itu, Yuan Zhao mengambil mangkuk dan mengisinya dengan sup daging yang ia buat semalam, kemudian ia berlalu pergi menuju hutan. Terlalu lama tidak tinggal di dalam sekte membuat Yuan Zhao bosan.
Setelah lama berjalan, Yuan Zhao akhirnya sampai ke desa terdekat. Yuan Zhao memandangi keramaian desa dari atas pepohonan.
Yuan melompat dan berjalan berkeliling desa untuk menghilangkan kebosanannya, saat sedang berjalan, Yuan Zhao melihat keramaian di dalam kediaman keluarga bangsawan.
"Ada apa itu?."Yuan Zhao berjalan mendekati kerumunan.
Dari balik kerumunan, Yuan Zhao melihat ada dua orang pria yang sedang bertarung di dalam sebuah aula.
"Di dalam ada apa ya tuan?."Tanya Yuan Zhao kepada pria dewasa yang ada di sebelahnya.
"Di dalam sedang di adakan kompetisi pendekar muda!. Para tetua dari lima sekte teratas juga turut hadir."Ucap Pria dewasa tersebut.
'Lima Sekte teratas. berarti, Guru Jang Wei juga hadir di sana' Batin Yuan Zhao.
Yuan Zhao terlihat gembira, ia merasa senang bisa bertemu dengan orang yang sudah ia anggap sebagai pengganti kedua orang tuanya itu.
Tapi kegembiraannya sirna saat Yuan Zhao teringat kata-kata Jang Wei ketika mengusir dirinya dulu.
"Ah. dia pasti tidak akan senang melihat kedatanganku!."Ucap Yuan Zhao, kemudian ia berbalik hendak keluar dari kerumunan, tapi tiba-tiba rombongan seorang pria berjalan dan menabrak dirinya.
"Minggir!!."Ucap pria tersebut sambil mendorong Yuan Zhao agar menyingkir dari jalanya.
Yuan Zhao terlihat kesal mendapatkan perlakuan seperti itu."Apa kau tidak punya sopan santun?."Ucap Yuan Zhao kesal.
pria itu berhenti dan berbalik menatap Yuan Zhao."Kau?."Pria itu terkejut.
Yuan Zhao mengeriyit."Jao Rao."
"Jao Rao. apa kau mengenal anak ini?."Tanya pria yang ada di sebelah Jao Rao.
"Tentu saja. dia adalah Yuan Zhao, murid paling bodoh di Sekte Gerhana."Ucap Jao Rao.
"Ohh. jadi ini yang namanya Yuan Zhao, tidak heran kalau dia begitu bodoh. lihat saja penampilannya."Ucap pria tersebut menghina gaya berpakaian Yuan Zhao yang terlihat kuno.
"Sudah. ayo kita pergi!. nanti kita bisa terlambat karena berurusan dengan pria bodoh ini!."Ujar Jao Rao lalu melangkah masuk ke dalam Aula bersama para murid dari Sekte bulan Giok.
"Cih. sombong sekali dia!."Ucap Yuan Zhao kesal.
"Hei. menyingkir dari jalanku!."
__ADS_1
Suara seseorang kembali terdengar dari arah belakang. Yuan menjadi Sangat kesal karena sejak tadi orang-orang terus memperlakukannya dengan buruk.
Yuan Zhao berbalik dan membentak pria tersebut."apa kau tidak melihat jalan lain hah?."Ucap Yuan Zhao dengan nada tinggi.
Pria itu terkejut."Yuan Zhao."Ucapnya.
Yuan Zhao mengeriyit, baru saja ia bertemu dengan Jao Rao dan membuat dirinya kesal, sekarang ia kembali bertemu dengan dua pria yang paling ia benci.
"Tidak aku sangka ternyata kau masih hidup!. aku kira kau sudah mati kelaparan di luar sana!."Ucap Jay Chou.
"Wah.Yuan Zhao, sebaiknya kau jangan mengemis di sini. Karena kau akan membuat malu sekte Gerhana, biar bagaimanapun, kau kan mantan murid sekte Gerhana!."Ucap Liao Zhang.
"Aku bukan pengemis!."Tegas Yuan Zhao.
"Lalu?."Jay Chou menaikkan sebelah alisnya.
"Pencuri. hahaha!."Liao Zhang melanjutkan perkataan Jay Chou sambil terkekeh.
Yuan Zhao menjadi semakin kesal, ingin sekali dia memukul mulut kotor Liao Zhang itu.
"Sudah Liao Zhang. tidak usah perdulikan dia, kita harus fokus untuk kompetisi."Ucap Jay Chou kemudian mereka berdua berlalu melewati Yuan Zhao.
Yuan Zhao menatap sinis punggung Jay Chou dan Liao Zhang yang sedang berjalan memasuki aula.
'Lihat saja. akan aku buat kalian menyesal!' Batin Yuan Zhao.
"Permisi. aku mau mendaftar sebagai peserta kompetisi pendekar muda."Ucap Yuan Zhao.
Panitia itu menatap pakaian Yuan Zhao."Apa kau serius?."Tanyanya.
"Tentu saja. memangnya wajahku seperti sedang bercanda!."Kesal Yuan Zhao.
"Baiklah. siapa namamu?."Tanya panitia itu.
"Yuan Zhao."Jawab Yuan Zhao.
Panitia itu mengangguk lalu menulis nama Yuan Zhao ke dalam daftar peserta.
"Umur?."Tanya panitia itu lagi.
"14 tahun!."Jawab Yuan Zhao.
Panitia mulai mengisi data diri Yuan Zhao.
"Kau dari sekte mana?."Tanya panitia tersebut.
"Sekte Ger-Makam Kuno!."Yuan Zhao hampir saja menyebut Sekte Gerhana.
__ADS_1
"Baiklah. kau boleh bergabung bersama peserta lainnya!."Ucap panitia tersebut.
Yuan Zhao mengangguk dan berjalan menuju para peserta yang sedang duduk di kursi Aula.
Yuan Zhao duduk di kursi sambil menonton pertarungan yang sedang berlangsung, saat sedang menonton, Yuan Zhao tidak sengaja melihat Jang Wei yang juga sedang duduk di kursi para guru.
"Guru!."Gumam Yuan Zhao, ia merasa rindu dengan gurunya itu, pria yang telah membesarkannya.
Tapi pandangannya teralihkan oleh seorang pria tua berjanggut yang sedang duduk di sebelah Jang Wei sambil membisikkan sesuatu ke telinga Jang Wei.
'Sial. itu Sesepuh Zhang. bisa gawat kalau dia tau aku di sini!.' Batin Yuan Zhao.
Yuan Zhao berfikir keras mencari jalan keluar, ia tidak mungkin terlihat oleh Liu Zhang, sudah pasti pria tua itu akan menyerangnya, karena saat ini ia adalah buronan dunia persilatan.
"Aku tau caranya!."Gumam Yuan Zhao. kemudian ia berjalan menuju meja panitia.
"Permisi!."Ucap Yuan Zhao.
"Ada apa lagi?."Tanya panitia itu.
"Hehe. aku lupa, ternyata namaku bukan Yuan Zhao, tapi Yun Zao."Ucap Yuan Zhao.
Panitia itu menggeleng, ia baru pertama kali melihat seorang lupa dengan namanya sendiri.
Panitia itu menulis ulang nama Yuan Zhao.
"Terimakasih!."Ucap Yuan Zhao sambil berlalu.
"Ha. ada-ada saja!."Gumam panitia itu.
Di atas arena, pertarungan tampak seru, para penonton bersorak-sorak saat menyambut petarung andalan mereka.
"Aku akan bertaruh untuk Jao Rao. dia pasti akan keluar sebagai pemenang!."Ucap seorang pria sambil memberikan sejumlah uang kepada seorang anak muda.
"Aku bertarung untuk Jay Chou. ia pasti akan mematahkan leher Jao Rao."Ujar pria lainnya sambil memberikan sejumlah uang kepada anak muda itu.
"Kalau aku akan bertaruh untuk anak yang memakai topeng itu!."Ucap pria bertubuh gemulai sambil menunjuk ke arah Yuan Zhao.
Ya. saat ini Yuan Zhao sedang menutupi identitasnya dengan penutup wajahnya menggunakan topeng.
"Apa kau yakin?."Tanya anak muda itu.
"Tentu saja!."Pria bertubuh gemulai itu tampak yakin dengan pilihannya.
-
-
__ADS_1
-