Unrivaled Warrior Legend

Unrivaled Warrior Legend
Ep. 10. Kekalahan dua master dunia persilatan


__ADS_3

Bangggggg!!!!


Dentuman keras terdengar. Liu Zhang dan Shao Lung sama-sama terseret ke belakang setelah beradu serangan.


Kemudian Liu Zhang kembali melesat ke arah Shao Lung.


Shao Lung menyerang Liu Zhang dengan ekor-ekor Rubah ya, tapi Liu Zhang terlalu cepat hingga serangan ekor Rubah milik Shao Lung hanya menghantam tanah.


Liu Zhang bergerak Zig-Zag untuk mendekati Shao Lung, namun Shao Lung yang tau akan niat Liu Zhang selalu dapat menghentikan gerakan Liu Zhang dengan sembilan ekor Rubah nya.


Shao Lung tidak ingin mengambil resiko dengan membiarkan Liu Zhang mempersempit jarak mereka.


Banggg! Banggg!


Liu Zhang melompat berkali-kali untuk menghindari serangan ekor Rubah Shao Lung, Liu Zhang terlihat kesulitan untuk mencari cara agar mendekati Shao Lung dan melesatkan serangan yang besar, ia hanya bisa terus menghindar sambil mencari celah untuk mendekat.


"Tapak suci!."Ucap Liu Zhang sambil mendorong kedua telapak tangannya ke depan dada.


Segera dua tapak suci yang terbentuk dari tenaga dalam yang besar melesat ke arah Shao Lung.


Shao Lung memicikkan matanya, kemudian menggerakkan salah satu ekor Rubah nya untuk menabrak tapak suci itu.


Banggg!!


Tapak suci hancur berkeping-keping di udarah.


'Sudah kuduga. serangan seperti itu tidak akan mampuh menembus pertahanannya!' Batin Liu Zhang.


Liu Zhang segera melompat ke udarah saat melihat ekor Rubah melesat ke arahnya.


Bangg!!


Ekor Rubah itu menghantam tanah dan menimbulkan getaran pada bumi.


Liu Zhang berpijak di atas salah satu ekor Rubah yang baru saja menghantam tanah, kemudian Liu Zhang menjadikan ekor Rubah tersebut sebagai landasan untuk berlari ke arah Shao Lung.


Shao Lung menggerakkan semua ekor Rubah nya ke arah Liu Zhang.


Shiu!


Shiu!


Shiu!


Liu Zhang terus menghindar sambil mempersempit jarak mereka.


Namun ketika ia sudah semakin dekat, tiba-tiba ekor Rubah lainya melesat dengan sangat cepat ke arahnya.


Liu Zhang tidak punya waktu untuk menghindar, ia meledakkan tenaga dalam yang besar lalu menyelimuti tubuhnya dengan tenaga dalam tersebut.


Bangggg!!

__ADS_1


Pertahanan Liu Zhang hancur, ia terpental dan jatuh menghantam tanah.


Shao Lung tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung mengerakkan sembilan ekor Rubah ke arah Liu Zhang.


Liu Zhang terkejut, ia tidak sempat berfikir, dengan cepat ia membalut tubuhnya dengan seluruh tenaga dalamnya.


Bangggg!!!


Pertahanan Liu Zhang hancur bersamaan dengan dirinya yang terpental hingga puluhan meter.


"Puuffft!!."Liu Zhang memuntahkan darah segar, wajah tersirat rasa sakit yang luar biasa.


"Sial. jurus Rubah sutra putih itu terlalu kuat!!."Ucap Liu Zhang sambil memegang dadanya yang sakit.


Shao Lung tidak tinggal diam, ia kembali melesatkan sembilan ekor Rubah ke arah Liu Zhang.


Mata Liu Zhang membola, ia tidak punya cukup tenaga lagi untuk menghindar atau melakukan pertahanan.


"Guru!!."Tiba-tiba Liang Wu berdiri di hadapan Liu Zhang sambil menyelimuti dirinya dan Liu Zhang dengan tenaga dalam yang besar.


Banggg!!!


Sembilan ekor Rubah menghantam pertahanan Liang Wu, beberapa saat pertahanan Liang Wu cukup kuat, namun detik berikutnya pertahanan Liang Wu langsung roboh dan sembilan ekor Rubah melesat dan menembus tubuh Liang Wu.


"Puuffft!!!."Liang Wu memuntahkan darah segar.


Mata Liu Zhang membola, tubuhnya bergetar melihat murid kesayangannya memuntahkan darah segar beserta tubuhnya yang di tembus oleh sembilan ekor Rubah.


"Liang E'r."Teriak Liu Zhang sambil memeluk tubuh penuh darah muridnya.


"Gu-Guru!."Liang Wu terlihat pucat, nafasnya memburuh.


Liang Wu menutup kedua matanya dengan damai.


"Liang E'rr!!!."Teriak Liu Zhang histeris.


Liu Zhang menyorot tajam ke arah Shao Lung."Aku akan membalasmu!."Ucapnya kemudian ia memapah tubuh Liang Wu dan melesat meninggalkan tempat tersebut.


Setelah kepergian Liu Zhang, Shao Lung perlahan jatuh ke tanah bersamaan dengan sembilan ekor Rubah yang kembali menjadi selendang sutra.


"Bibi!."Yuan Zhao memapah tubuh Shao Lung lalu membawanya masuk ke dalam sekte.


setelah beberapa jam, Shao Lung akhirnya tersadar.


"Bibi!."Yuan Zhao berjalan mendekati Shao Lung dan hendak naik ke atas tempat tidur.


Tapi Yuan Zhao menghentikan langkahnya karena mendapatkan tatapan tajam dari Shao Lung.


"Hehe. bibi apa kau baik-baik saja!."Ucap Yuan Zhao.


"Hum!."Hanya itu yang keluar dari mulut Shao Lung, kemudian ia kembali memejamkan matanya.

__ADS_1


"Syukurlah. kalau begitu aku pergi dulu."Ucap Yuan Zhao sambil berjalan menuju pintu keluar.


"Mau ke mana!."Tanya Shao Lung sambil menatap ke arah Yuan Zhao.


"Aku mau pergi berburu. Bibi kan lagi sakit jadi harus makan daging!."Ucap Yuan Zhao.


Shao Lung mengangguk."Jangan lama-lama!."Ucapnya sambil memejamkan matanya.


"Siap bibi!."Ucap Yuan Zhao kemudian berlalu meninggalkan kamar tersebut.


Setelah satu jam, Yuan Zhao kembali datang ke sekte sambil membawa daging Rusa yang sudah di potong-potong menjadi beberapa bagian, kemudian ia memanggangnya di atas bara api.


setelah beberapa menit, Yuan Zhao masuk ke dalam kamar Shao Lung sambil membawa satu buah mangkuk berisi sup daging.


"Bibi Ayo makan."Yuan Zhao berniat menyuapi Shao Lung, ia ingin membalas kebaikan Bibinya itu.


"Aku bisa sendiri!."Tolak Shao Lung. kemudian ia mengambil mangkuk tersebut, tapi tiba-tiba dadanya terasa sakit dan Shao Lung hampir saja jatuh ke samping.


Beruntung Yuan Zhao dengan sigap menahan tubuh Shao Lung sambil memegang mangkuk yang hampir saja jatuh ke lantai.


"Aku suapi ya?."Ucap Yuan Zhao dengan nada memelas.


Shao Lung tidak punya pilihan lain, ia terpaksa mengiyakan permintaan Yuan Zhao.


Yuan Zhao pun menyendok sup tersebut lalu mengarahkannya ke mulut Shao Lung.


"Aaa!."Ucap Yuan Zhao.


Shao Lung membuka mulutnya lalu Yuan Zhao memasukkan sendok berisi daging tersebut ke mulut Shao Lung.


"Bagaimana?. apa rasanya enak?."Tanya Yuan Zhao antusias.


Shao Lung tersenyum."Iya, enak. darimana kau belajar memasak?."Tanya Shao Lung.


"Ah. iya ada apa?."Tanya Yuan Zhao, ia tidak mendengar jelas ucapan Shao Lung karena sedang terhipnotis dengan senyuman Shao Lung.


"Kau belajar memasak di mana?."Tanya Shao Lung.


"Ohh. aku pernah tinggal di sekte Gerhana, di sana aku banyak belajar memasak dari para pelayan."Ucap Yuan Zhao.


"Sekte Gerhana?."Tanya Shao Lung.


"Iya. apa Bibi tidak tau, kalau sekte Gerhana adalah Sekte nomor satu di dunia!."Ucap Yuan Zhao.


Shao Lung menggelang."Aku tidak tau soal dunia luar. selama hidupku, aku hanya tinggal di dalam makam dan tidak pernah keluar!."Ujar Shao Lung.


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2