
Aula bangsawan kini telah di penuhi oleh seluruh masyarakat desa, sorak-sorak dari para penonton menyambut pembukaan kompetisi pendekar muda putaran kedua.
Para menteri serta kaisar sendiri turut hadir di tempat itu, berbagai nyanyian serta musik-musik tradisional menjadi pembuka kompetisi tersebut.
Putaran kedua kompetisi pendekar muda kali ini memiliki aturan yang berbeda, peserta di larang untuk bertarung menggunakan tenaga dalam, mereka di tuntut untuk bertarung menggunakan kekuatan fisik alami tanpa adanya bantuan tenaga dalam.
Selain itu, pemenang dari pertarungan kali ini di tentukan oleh poin, di mana setiap pukulan yang mengenai musuh secara telak di beri 3 poin, seperti itu sampai waktu yang di tentukan habis.
"Semuanya harap tenang!."
Suara riuh dari para penonton mendadak sunyi ketika Shen Rui mengeluarkan suaranya.
"Hari ini adalah kompetisi pendekar muda putaran kedua. di mana, 20 orang peserta akan memperebutkan posisi 10 besar. peraturan kali ini mengalami perubahan. Perubahannya yaitu, para peserta tidak akan menggunakan tenaga dalam pada saat bertarung. Selain itu, pemenang akan di tentukan dari perolehan poin. Setiap satu pukulan telak di hitung tiga poin sampai seterusnya hingga waktu yang di tentukan usai!."Tutur Shen Rui menjelaskan.
Plok! Plok! Plok!
Tepuk tangan meriah terdengar di aula tersebut.
"Peserta yang akan bertarung adalah...Jingmi dari sekte Seruling emas melawan Jay Chou dari sekte Gerhana."Ucap Shen Rui.
Plok! Plok! Plok!
Tepuk tangan meriah menyambut kedua peserta yang kini menaiki arena pertarungan.
Jingmi dari sekte Seruling emas terlihat begitu cantik, wajahnya yang imut mampu menghipnotis para penonton. Jingmi adalah anak salah satu bangsawan terkenal di desa.
Jay Chou tersenyum melihat kecantikan Jingmi."Cantik sekali. apa kau mau menikah denganku?."
"Aku tidak tertarik dengan pria sepertimu!."Ucap Jingmi.
"Lalu. pria seperti apa yang membuatmu tertarik?."Tanya Jay Chou.
Jingmi melirik ke arah kursi para peserta kemudian ia tersenyum malu.
"Kau tidak perlu tau!."Ucap Jingmi.
"Baiklah. kalau aku mengakahkanmu di sini. maukah kau menjadi kekasihku?."Tanya Jay Chou.
"Tidak. kau mungkin bisa mengalahkan aku. tapi kau tidak akan bisa mengalahkan pria pujaanku."Ujar Jingmi.
"Cih. memangnya siapa dia?."Tanya Jay Chou.
"Dia salah satu perserta kompetisi ini!."Ucap Jingmi.
"Ok. kalau aku bisa mengalahkan pria pujuaanmu itu. maukah kau menjadi kekasihku?."Ucap Jay Chou.
"Itu kalau kau bisa!."Ujar Jingmi.
Tang!!. gendang telah berbunyi pertanda pertarungan sudah di mulai.
Jay Chou dan Jingmi sama-sama melesat dan bertemu di tengah-tengah arena.
__ADS_1
Mereka saling bertukar serangan. Gerakan Jingmi terlihat halus dan lembut sementara Jay Chou terlihat kasar namun bertenaga.
Jingmi bergerak mundur sambil mengimbangi gerakan dan pukulan Jay Chou. Jingmi tampak kesulitan untuk meladeni serangan-serangan Jay Chou.
Beberapa kali Jingmi hampir saja terjatuh karena berusaha menahan pukulan Jay Chou.
"Kau kasar sekali dengan perempuan!."Kesal Jingmi.
"Aku harus mengakahkanmu dan juga pria pujuaanmu itu!."Ucap Jay Chou sambil mempercepat gerakannya.
Jingmi semakin kesulitan mengimbangi kecepatan Jay Chou. Ia bahkan harus terus bertahan tanpa melakukan serangan balasan.
Melihat ada celah dalam pertahanan Jingmi, Jay Chou segera melayangkan pukulan ke arah perut Jingmi.
Bag!.
"Ahh!."Jingmi terhempas beberapa langkah ke belakang.
Jay Chou kembali bergerak untuk menyerang Jingmi.
"Tunggu!. Aku mengaku kalah!."Ucap Jingmi.
Jay Chou menghentikan serangannya."Maaf ya."Ucapnya kemudian beranjak turun dari arena.
di kursi para bangsawan. Kaisar terlihat senang melihat pertandingan antara para pemuda.
"Jay Chou Sepertinya sangat berbakat yaa Luhan Jong?."Tanya kaisar.
Luhan Jong mengangguk."Tentu saja Yang Mulia. Jay Chou adalah murid paling berbakat yang di miliki Sekte Gerhana."Ucap Luhan Jong.
Shen Rui memanggil perserta selanjutnya."Selanjutnya. peserta yang akan bertanding adalah..Jao Rao dari sekte Bulan Giok dan Yun Zao dari sekte Makam Kuno."
Plok! Plok! Plok.
Tepuk tangan meriah kembali terdengar di aula tersebut.
"Makam kuno?. bukannya itu adalah tempat anak bernama Yuan Zhao tinggal?."Tanya Kaisar.
"Benar Yang Mulia. apa perlu aku menangkap murid dari Sekte Makam Kuno itu?."Ucap Luhan Jong.
"Tidak. biarkan dia bertanding terlebih dahulu, setelah itu bawa dia di hadapan ku!."Ucap Kaisar.
"Baik Yang Mulia!."Ucap Luhan Jong.
Yuan Zhao dan Jao Rao berjalan naik ke atas arena pertarungan.
Para penonton terlihat sangat antusias, mereka tidak sabar melihat pertarungan antara kandidat yang di gadang-gadang akan keluar sebagai juara melawan perserta yang di juluki kambing hitam.
Dari kursi para Guru. Liu Zhang berbisik di telinga Jang Wei.
"Setelah kompetisi ini berakhir. Kaisar meminta kita untuk bergerak menuju Sekte makam kuno untuk menangkap Yuan Zhao dan gurunya Shao Lung. Hari ini kita sangat beruntung, karena murid dari sekte Makam Kuno itu akan kita jadikan sandra."Bisik Liu Zhang.
__ADS_1
"Apa kaisar tau hal ini?."Jang Wei balas berbisik.
"Tidak. kita akan merahasiakan ini dari kaisar. setelah pertandingan ini selesai. tangkap anak dari sekte Makam Kuno itu lalu jadikan dia sandra!."Ucap Liu Zhang.
"Apa itu perlu?."Tanya Jang Wei.
"Tentu saja. Nona Lung itu menguasai jurus rubah Sultra putih. menghadapinya tanpa rencana akan sangat berbahaya!."Ujar Liu Zhang.
"Baiklah."Ucap Jang Wei.
Kembali ke atas arena, Yuan Zhao dan Jao Rao sedang bersiap-siap untuk melakukan pertarungan.
"Aku akan mengalahkanmu di sini!."Ucap Jao Rao.
Yuan Zhao mengangkat sebelah alisnya."Apa kau yakin?."
"Aku adalah Jao Rao. murid yang tidak pernah terkalahkan, mengalahkan orang rendahan sepertimu sangatlah mudah. bahkan Sekte mu saja tidak terkenal!."Ujar Jao Rao.
Yuan Zhao tersenyum dari balik kain hitam yang menutup mulutnya.
Dangg!!
Gendang berbunyi tanda pertandingan sudah di mulai.
Jao Rao dengan cepat melesat dan melepaskan dua pukulan beruntung ke arah Yuan Zhao.
Yuan Zhao mengerakkan kepalanya dan pukulan Jao Rao melenceng di udarah.
Jao Rao kembali melepaskan serangan lanjutan, kali ini serangan datang dari kaki sebelah kanannya yang melayang ke arah tubuh bagian bawa Yuan Zhao.
Yuan Zhao menangkis serangan Jao Rao dengan kaki kanannya. Lalu Yuan Zhao memutar dan melayangkan tendangan terbang ke arah wajah Jao Rao.
Jao Rao terkejut, ia segera melompat ke belakang untuk menghindari serangan tersebut.
"Kenapa mundur?."Ledek Yuan Zhao.
"Diam kau!."Jao Rao kembali melesat dan menyerang Yuan Zhao dengan pukulan serta tendangan secara brutal.
Yuan Zhao masih tetap tenang menangkis dan menghindari serangan-serangan Jao Rao.
"Jao Rao memang hebat!."Ucap salah seorang peserta yang melihat pertarungan Yuan Zhao dan Jao Rao
"Jao Rao tidak hebat. pria itu yang seperti menganggap enteng Jao Rao!."Jingmi tiba-tiba bersuara.
"Apa maksudmu?."Tanya peserta itu.
"Hmmm. coba kau lihat, pria itu masih tetap tenang dan santai menghadapi Jao Rao yang sudah mengeluarkan semua kemampuannya. Jika pria itu mau, dia bisa saja mengalahkan Jao Rao dengan mudah!."Tutur Jingmi.
Jay Chou yang mendengar ucapan Jingmi menjadi kesal, ia tidak suka bila Jingmi memuji-muji pria lain.
-
__ADS_1
-
-