Unrivaled Warrior Legend

Unrivaled Warrior Legend
Ep. 22. Siapa kau sebenarnya?


__ADS_3

Yuan Zhao berjalan mendekati Shao Lung, mata birunya bersinar terang kala terkena pantulan cahaya bulan.


"Yuan. matamu?."Ucap Shao Lung.


Perlahan sinar mata Yuan Zhao meredup lalu berubah menjadi manik mata coklat.


"Bibi."Ucap Yuan Zhao.


"Berhenti. Jangan mendekat!"Ucap Shao Lung, ia merasa asing dengan Yuan Zhao.


"Bibi. ada apa denganmu?."Tanya Yuan Zhao.


Shao Lung menatap Yuan Zhao lekat-lekat, ia berusaha menggabungkan Yuan Zhao yang di kenalinya dengan Yuan Zhao yang bertarung melawan keempat pendekar besar.


Mata yang bersinar terang itu, apa itu?, Yuan Zhao seolah-olah tidak memiliki titik buta saat bertarung, matanya seolah-olah dapat membaca segala serangan, tentu saja itu sudah berada di luar batas wajar seorang anak seusia Yuan Zhao, bahkan Shao Lung tidak pernah melihat kekuatan yang seperti itu sebelumnya.


Bisa menguasai keempat jurus inti sekte Makam Kuno masih bisa Shao Lung wajari, ia berfikir mungkin Yuan Zhao adalah anak yang sangat berbakat, tapi hari ini, Yuan Zhao menunjukkan kekuatan aneh dan tidak lazim. Tidak, Shao Lung tidak mengenal Yuan Zhao yang sekarang.


"Siapa kau sebenarnya?."Tanya Shao Lung dengan suara yang sedikit meninggi.


Yuan Zhao tersentak melihat Shao Lung tiba-tiba berkata dengan suara tinggi kepadanya.


"Bibi."


"Jawab!."


Yuan Zhao menunduk dengan nafas berat, pandangannya kosong, ia memikirkan kebohongan yang sudah ia lakukan kepada Shao Lung. Apa wanita itu akan memaafkannya? setelah semua kebohongan yang ia perbuat.


"Yuan Zhao jawab aku!."Teriak Shao Lung.


Jingmi yang melihat perdebatan kedua orang itu sedikit mengerutkan keningnya. 'Apa ini? kenapa mereka terlihat seperti sepasang kekasih?. tapi tidak mungkin, Yuan Zhao dan Shao Lung kan murid dan guru!.' Batin Jingmi.


"Melihatmu seperti ini membuat aku teringat dengan kisah guruku."


Shao Lung mulai menceritakan kisah tentang Nona Xia.


Saat itu Xin Xia berusia 20 tahun, dia adalah wanita yang sangat cantik, parasnya menyerupai seorang dewi. Xin Xia menciptakan sebuah jurus bernama 'persik abadi', jurus itu adalah jurus yang membuat penggunanya tidak akan pernah mengalami penuaan, seseorang yang menggunakan jurus tersebut akan selalu awet mudah.


Tapi jurus itu juga memiliki kelemahan, yaitu wanita yang telah kehilangan kesuciannya tidak akan pernah bisa menggunakan jurus tersebut.


Suatu hari Xin Xia bertemu dengan seorang anak laki-laki yang tersesat di hutan, karena merasa kasihan, Xin Xia membawa anak laki-laki itu ke Makam dan menjadikannya seorang murid.


Lambat laun anak laki-laki itu mulai dewasa, dia tumbuh menjadi pria tampan, karena tinggal di dalam Makam berdua mereka akhirnya saling jatuh cinta


Hingga suatu hari Xin Xia akhirnya menyerahkan kehormatannya kepada laki-laki yang pernah menjadi muridnya tersebut. Xin Xia kehilangan kesuciannya juga jurus persik abadi, tapi Xin Xia tidak menyesal, karena dia mencintai laki-laki itu dan begitupun sebaliknya.

__ADS_1


Tapi ternyata laki-laki itu menghianatinya setelah laki-laki itu berhasil menguasai jurus Selendang Rubah sutra putih.


Laki-laki itu menikah dengan seorang wanita bangsawan dan meninggalkan Xin Xia seorang diri di Makam.


Xin Xia sangat kecewa dan juga sakit hati, karena tidak mampu menahan rasa sakit hatinya, Xin Xia akhirnya melompat ke dasar jurang untuk mengakhiri hidupnya.


Tapi dewa berkata lain, Xin Xia di selamatkan oleh seorang pria bernama Ruy Li dan membawanya ke lembah tanpa cinta.


Di sana Ruy Li melamar Xin Xia untuk menjadi istrinya dan Xin Xia menerimanya, tapi di hari pernikahan mereka, Laki-laki yang telah mengkhianati Xin Xia kembali datang untuk membawa Xin Xia pergi.


Ruy Yi tidak bisa menerima itu, merekapun bertarung untuk menentukan pemenangnya, hasilnya laki-laki itu tewas di tangan Ruy Li, tapi sebelum kematiannya, laki-laki berkata kepada Ruy Li bahwa Xin Xia sudah tidak suci lagi.


Ruy Yi menjadi sangat marah dan mengusir Xin Xia dari lembah tanpa cinta.


"Karena kejadian itu. guruku berpesan kepadaku agar tidak percaya kepada laki-laki. Jadi sekarang katakan kepadaku! siapa kau sebenarnya dan apa tujuanmu?."Ucap Xin Xia dengan mata berkaca-kaca.


Yuan Zhao menghela nafas kasar.


"Aku Yuan Zhao mantan murid sekte Gerhana, aku anak yatim-piatu, tujuanku ke sini adalah untuk mempelajari jurus selendang Rubah Sultra putih!."Ucap Yuan Zhao jujur, wajahnya datar tanpa ekspresi.


"Apa?. tidak, aku tidak akan mengajarimu!."Tegas Shao Lung.


"Kau tidak perlu mengajariku. aku bisa melatihnya sendiri."Ucap Yuan Zhao datar kemudian ia berjalan menuju Makam.


Shao Lung berlari dan berdiri di hadapan Yuan Zhao sambil.


"Hahahaha."Yuan Zhao tertawa jahat. "Kau tidak akan bisa menghentikan aku!!."Tegasnya dengan tatapan bengis.


Shao Lung merinding ketika melihat tatapan Yuan Zhao, ia seperti melihat seorang monster yang haus akan kekuasaan dan kekuatan.


"Aku akan menghentikanmu walaupun harus bertaruh nyawa!."Ucap Shao Lung.


"Baiklah. kalau itu permintaanmu, aku akan dengan senang hati mengabulkannya!."Ucap Yuan Zhao dingin.


Shao Lung menitihkan air matanya, ia tidak menyangka ternyata Yuan Zhao bisa sejahat itu.


Yuan Zhao langsung melesat ke arah Shao Lung dan melepaskan tiga pukulan maut Zuanzhen.


saat pukulan Yuan Zhao akan menyentuh tubuh Shao Lung tiba-tiba sembilan ekor Rubah keluar dari dalam tubuh Shao Lung dan menyerang Yuan Zhao.


Yuan Zhao terkejut, ia tidak menyangka bahwa Shao Lung masih bisa menggunakan jurus selendang Rubah Sultra putih.


"Mata dewa terbuka!."Ucap Yuan Zhao.


Segera bola mata Yuan Zhao berubah menjadi biru terang.

__ADS_1


Yuan Zhao menatap sembilan ekor Rubah yang melesat ke arahnya dengan gerakan lambat.


Kemudian Yuan Zhao dengan mudahnya menghindari serangan-serangan tersebut sambil mempersempit jaraknya dengan Shao Lung.


Shao Lung terus bergerakkan ekor-ekor Rubahnya untuk menghentikan pergerakan Yuan Zhao.


Tapi Yuan Zhao tidak memiliki titik buta, ia selalu dapat membaca serangan Shao Lung dan menghindar di waktu yang tepat.


kini Yuan Zhao sudah berada di hadapan Shao Lung, ia melompat dan membuat sebuah gerakan yang halus dan lembut, udarah di sekitarnya menyatu dalam ayunan tangan Yuan Zhao.


Saat Yuan Zhao sedang mengumpulkan tenaga dalam untuk menyerang Shao Lung dengan jurus selendang kain sutra, tiba-tiba ekor Rubah lainya yang tersembunyi di dalam tanah melesat ke arah Yuan Zhao dengan sangat cepat.


Yuan Zhao melihat ekor Rubah itu yang bergerak dengan kecepatan slow motion, kemudian ia memutar tubuhnya dan serangan tersebut tidak mengenainya.


Sambil berputar Yuan Zhao mendorong kedua telapak tangannya ke depan.


Whusssss!!!


Gelombang angin membelah tanah dan udarah lalu melesat ke arah Shao Lung.


Shao Lung terkejut, ia dengan cepat menggerakkan sembilan ekor Rubah untuk melindungi dirinya, namun Shao Lung seketika merasakan sakit pada tubuhnya.


"Puffftt!!."Shao memuntahkan darah segar, jurus selendang Rubah Sultra putih menghilang bersama udarah, kini ia berdiri bebas tanpa pertahanan dan akan segara tersapu oleh gelombang angin yang Yuan Zhao ciptakan.


Yuan Zhao memicingkan matanya, kemudian ia mendorong kedua telapak tangannya ke depan.


Whussss!!!


Gelombang yang sangat besar melesat dengan cepat ke arah jurus selendang kain sutra.


Tranggg!!!


Dua gelombang angin tersebut saling berbenturan lalu berubah arah menghantam pepohonan di belakang Shao Lung.


Shao menatap tajam ke arah Yuan Zhao."Kenapa kau menyelamatkanku?."Teriaknya dengan kesal.


Yuan Zhao menatap dingin tanpa ekspresi lalu berkata."Aku ingin kau tetap hidup dalam rasa bersalah karena telah mempercayaiku. Jadilah lebih kuat lima tahun ke depan saat aku datang menemuimu kau bisa memiliki kesempatan untuk membunuhku."


Kemudian Yuan Zhao berjalan melewati Shao Lung.


"Dan juga."Yuan Zhao menghentikan langkahnya. "Mulai hari ini kau bukan lagi guruku dan aku bukan muridmu, kita tidak punya ikatan apapun lagi, jadi kau bisa membunuhku tanpa rasa bersalah!."Lanjutnya lalu melesat meninggalkan Shao Lung.


Selepas kepergian Yuan Zhao, Shao Lung memegang dadanya lalu menangis sesenggukan."Yuan Zhao. Hiks.. Hiks..Hiks..."


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2