Unrivaled Warrior Legend

Unrivaled Warrior Legend
Ep. 26. Keluarga Hao


__ADS_3

Tak! Tak! Tak!


Suara tapak kuda terdengar di pintu gerbang utama kediaman keluarga Hao.


Sebuah kereta kuda masuk ke dalam halaman rumah dan berhenti di muka pintu.


Semua anggota keluarga Hao berdiri di depan pintu menyambut kepulangan anggota keluarga merek.


Minghao, Lin Mei dan Yuan Zhao keluar dari dalam kereta.


Pandangan Yuan Zhao tertuju ke arah orang-orang yang berdiri di depan pintu sana.


"Paman!."Seorang anak kecil yang imut berlari dan memeluk Minghao.


"Uahhhh.. Keponakan paman sudah besar rupanya!."Ucap Minghao sambil menggendong anak kecil tersebut ke dalam pelukannya.


Lalu seorang wanita paru baya dan seorang pria yang seumuran dengan Minghao berjalan mendekati mereka.


"Ayo masuk Minghao. Lin Hua dan Jia Li sudah menunggu di dalam!."Ucap pria paruh baya itu.


"Bagaimana perjalananmu Lin E'r?."Tanya wanita paru baya itu.


Lin Mei menghela nafas kasar."Melelahkan Bi!."Ucapnya.


Wanita paru baya itu terkekeh, ia seakan sudah hafal dengan sikap Lin Mei.


"Oh iya. ini siapa?."Tanya pria paruh baya itu sambil menunjuk Yuan Zhao.


"Ahhh. maaf aku lupa, perkenalkan dia adalah Yuan Zhao pendekar dari kekaisaran Shang."Ucap Minghao.


"Dan Tuan Zhao. Perkenalkan pria ini adalah Anming saudara laki-laki ku dan ini istrinya Annchi."Tambah Minghao.


Yuan Zhao membalas dengan senyuman.


"Kalau begitu ayo kita masuk!."Ucap Anming.


Mereka pun masuk ke dalam rumah, di dalam rumah mereka di sambut oleh dua wanita cantik, yang satu wanita paruh baya namun masih terlihat cantik dan yang satu adalah seorang gadis remaja yang seusia dengan Lin Mei.


Gadis remaja itu terkejut ketika melihat Yuan Zhao, ia menundukkan kepalanya karena mencoba menyembunyikan wajahnya yang bersemuh merah.


"Minghao!."Wanita paru baya itu memeluk Minghao dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang itu.


"Bagaimana kabarmu sayang?."Tanya Minghao dengan tatapan sendu.


"Aku rindu!."Wanita paru baya itu menyembunyikan wajahnya karena sudah mengucapkan kata yang menurutnya sangat memalukan.


"Hahahaha!."Mereka semua terkekeh kecuali Yuan Zhao yang memang tidak mengerti apa yang mereka tertawakan.


"Oh iya. Perkenalkan dia adalah Yuan Zhao pendekar dari kekaisaran Shang dan Tuan Zhao perkenalkan ini adalah istriku Lin Hua dan ini adalah keponakanku Jia Li."Ucap Minghao.


Yuan Zhao mengangguk sementara Jia Li terlihat malu-malu.


"Cih. tidak usah malu-malu seperti itu, kalau kau suka langsung ajak kenalan saja!."Ucap Lin Mei asal nyelongsor saja tanpa melihat situasi dan kondisi.


"Ih Lin E'r."Jia Li semakin tersipu malu, ia merasa kesal karena Lin Mei berkata seperti itu di depan orang tua mereka, apa lagi ada Yuan Zhao di sana.


Lin Mei mengabaikan lalu menarik kursi dan duduk di sana, yang lain juga ikut duduk di kursi mereka masing-masing.


Para pelayan mulai membawa hidangan mewah dan meletakkannya di atas meja.


"Oh iya. Di mana Guang Lin?."Tanya Minghao karena sejak tadi ia tidak melihat pria tampan itu.


Mendengar Minghao menyebut nama Guan Lin, Lin Mei mendadak kehilangan selera makannya, ia langsung membanting sumpit dan berjalan meninggalkan meja makan.


"Lin E'r!!."Panggil Minghao.


"Sayang sudah biarkan saja!."Ucap Lin Hua menenangkan suaminya itu.


"Kak Guan Lin sedang berlatih seni bela diri dengan Tuan Qi."Ucap Jia Li.


"Benarkah?."Anming terlihat bersemangat mendengar putranya berlatih seni bela diri bersama pendekar besar seperti Qi Hiosan.


Begitu juga dengan Minghao, ia begitu gembira hingga tidak bisa berhenti untuk tersenyum.


"Iya. tadi pagi Tuan Qi datang ke sini dan mengajak Kaka Guan Lin untuk latihan bersama!."Ujar Jia Li


"Bagus. jika Guan Lin bisa menguasai jurus-jurus Tuan Qi maka keluarga kita akan aman!."Ucap Anming.


"Sayang sudah makan saja dulu nanti di lanjutkan ceritanya!."Tergur Annchi, sebenarnya ia juga senang mendengar kabar itu, tapi ia tidak mau bereaksi yang berlebihan karena saat ini mereka sedang makan.


Setelah makan para pria duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir teh sementara para wanita sibuk membantu para pelayan membersihkan meja makan serta menyiapkan tempat tidur untuk Yuan Zhao.


Di teras rumah Minghao terus bercerita tentang pertemuannya dengan Yuan Zhao dan juga aksi Yuan Zhao mengalahkan ketiga pendekar menengah yang bekerja di bawah perintah keluarga Ran.


Anming tampak terkejut mendengar cerita Minghao, menurutnya Minghao terlalu melebih-lebihkan, mana mungkin seorang anak berumur 16 tahun bisa memiliki keterampilan ilmu seni bela diri sebesar itu.


Sementara itu Yuan Zhao lebih memilih diam dan menikmati secangkir teh hangat dengan tenang tanpa harus terlibat argumen yang menurutnya tidak penting.


Beberapa jam kemudian Guan Lin datang bersama Qi Hiosan.


"Paman kau sudah datang?."Ucap Guan Lin kemudian ia menyentuh kaki Minghao dan juga kaki Anming.


Pandangan Guan Lin tertuju ke arah Yuan Zhao.


"Paman. dia siapa?."Tanya Guan Lin karena melihat sosok asing di kediaman keluarga Hao.


Sementara itu saat ini Yuan Zhao dan pria tua berjanggut yang berpenampilan seperti seorang pengemis dengan tongkat berwarna hijau di tangannya saling tatap, manik mata mereka seolah menunjukkan rasa penasaran satu sama lain.


"Ahhh. Dia adalah Yuan Zhao pendekar dari kekaisaran Shang."Ucap Minghao.


"Tuan Zhao ini adalah Guan Lin keponakan yang kami ceritakan tadi!."Tambahnya kepada Yuan Zhao.

__ADS_1


Yuan Zhao hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok yang ada di hadapannya.


"Ahhh. Tuan Qi silahkan masuk ke dalam! anda pasti lelah mengajari anakku yang kurang berbakat ini!."Ucap Anming sesopan mungkin.


"Hehe. tidak perlu sungkan, anak anda sangat berbakat Tuan Ming, suatu Kehormatan bisa mengajarinya ilmu seni bela diri!."Ucap Qi Hiosan tersenyum ramah.


Mereka pun beranjak menuju pintu masuk rumah.


"Tunggu!."Guan Lin tiba-tiba menghentikan langkahnya.


Qi Hiosan, Anming, Minghao dan Yuan Zhao berbalik menatap Guan Lin.


"Ada apa Guan E'r?."Tanya Anming.


"Paman bilang kalau Yuan Zhao adalah pendekar dari kekaisaran Shang. Aku baru saja mempelajari tarian dewa pengemis dan aku ingin melihat apakah Yuan Zhao bisa menahan seranganku!."Tantang Guan Lin.


Anming dan Minghao terkejut, mereka tidak menyangka bahwa Guan Lin akan mengatakan hal seperti ini, terutama Minghao, ia sudah pernah melihat satu jurus Yuan Zhao dan menurutnya itu sangat berbahaya, jadi Minghao takut kalau Yuan Zhao akan tersinggung dan menyakiti Guan Lin.


tapi berbeda dengan Tuan Qi Hiosan, ia merasa senang karena Guan Lin menantang Yuan Zhao untuk bertarung, ia memang sejak awal tidak suka dengan sikap Yuan Zhao, apa lagi melihat sikap Minghao yang begitu menghargainya.


"Ahhh. Guan Lin, Tuan Zhao adalah tamu kita, tidak baik mengajaknya berduel hanya untuk mencoba jurus barumu!."Ucap Minghao.


"Kenapa?. Aku tau orang-orang Shang adalah orang-orang yang lemah tapi mereka tidak mungkin menjadi pengecut bukan?."Ucap Guan Lin seolah-olah merendahkan kemampuan orang-orang dari kekaisaran Shang.


Qi Hiosan tersenyum melihat keberanian Guan Lin, kekesalannya sejak awal sudah terbalaskan.


"Guan E'r!!."Minghao membentak dengan suara yang meninggi.


"Kenapa Paman?. kalau Paman takut aku akan menggunakan satu tanganku!."Ujar Guan Lin dengan sombongnya.


"Guan E'r!!!."Anming mengangkat tangannya untuk menampar wajah Guan Lin. Ia adalah anak angkat dari keluarga Hao, ia bisa hidup hingga sekarang karena kebaikan ayah Minghao, bahkan sekarang ia Keluarga hidup di bahwa perlindungan Minghao, dan sekarang Minghao memiliki seorang tamu sudah tugasnya untuk menyambut Yuan Zhao dengan baik, tapi Guan Lin malah bersikap buruk, Anming tidak bisa terima akan hal itu.


Lin Hua, Annchi, Jia Li dan Lin Mei berlari keluar rumah karena mendengar suara keras Anming.


"Sayang. apa yang kau lakukan?."Ucap Annchi sambil berlari menghampiri Anming.


"Kakak!."Jia Li berjalan mendekati Guan Lin.


sementara Lin Mei bertanya kepada ayahnya.


"Ayah. apa yang terjadi?."Tanya Lin Mei.


Minghao tidak menjawab, ia terlarut dalam pikirannya sendiri.


"Sayang. kenapa kau sangat marah?."Tanya Annchi.


"Anak ini. dia sudah membuat ayah malu, dia mengajak Yuan Zhao berduel hanya untuk mencoba jurus barunya!."Ucap Anming wajahnya terlihat kesal.


"Guan E'r. apa itu benar?."Tanya Annchi.


"Memangnya kenapa ibu?. bukankah dia seorang pendekar, kenapa dia tidak berani menghadapi ku?."Ucap Guan Lin. sebagai seorang pendekar menurutnya berduel itu bukanlah hal yang salah, karena jurus-jurus di ciptakan memang untuk di praktekan bukan?


"Guan E'r!!."Anming mengangkat tangannya dan mengarahkan ke wajah Guan Lin.


Semua orang menoleh ke arah Yuan Zhao, Yuan Zhao berjalan mendekati Guan Lin namun tatapannya tertuju ke arah Qi Hiosan.


"Biarkan dia mencoba!!."Ucap Yuan Zhao dingin. Sebenarnya ia tidak ingin melakukan duel ini, karena ia menghargai Minghao dan Anming, tapi sepertinya Guan Lin benar-benar tidak bisa di tenangkan, jadi dengan terpaksa Yuan Zhao harus turun tangan.


Minghao terkejut."Tuan Zhao-."


"Tidak apa-apa Tuan Hao. pertarungan seperti ini memang sering terjadi di antara para pendekar, anda tenang saja!."Ucap Qi Hiosan memotong ucapan Minghao.


Kemudian merek semua menyingkir dan memberi ruang kepada Yuan Zhao dan Guan Lin.


"Lin E'r. aku takut!."Ucap Jia Li.


"Takut kenapa?."Tanya Lin Mei.


"Aku takut Kaka Guan E'r akan menyakiti Yuan Zhao!."Ucap Jia Li.


Lin Mei terkekeh."Bodoh. justru kau harus khawatir dengan Guan E'r. dia telah melakukan kesalahan besar dengan menantang Yuan Zhao."Ucap Lin Mei sedikit meninggikan suaranya.


Guan Lin yang mendengar ucapan Lin Mei menjadi kesal, ia langsung menyerang Yuan Zhao dengan jurus tarian dewa pengemis.


Gerakan Guan Lin seperti orang yang sedang mabuk berat, keseimbangannya benar-benar tidak teratur, pola serangannya juga sangat berantakan, namun setiap serangannya membawa gelombang tenaga dalam yang besar, gerakannya juga sangat cepat sehingga sulit untuk di tebak.


Yuan Zhao mencoba untuk tetap tenang, ia berusaha menepis semua serangan Guan Lin.


Dari segi penglihatan semua orang, Yuan Zhao tampak kesulitan menghadapi jurus tarian dewa pengemis, bahkan Yuan hanya bisa terus bertahan tanpa mengeluarkan serangan balasan.


Ia seperti orang yang tertekan, kakinya terus bergerak mundur demi terhindar dari serangan bawah Guan Lin.


Minghao, Anming, Lin Hua, Annchi merasa bangga dengan berkembang ilmu seni bela diri Guan Lin.


Tapi tidak bagi Qi Hiosan, sebagai seorang pendekar besar dan pencipta jurus tarian dewa pengemis, ia tentu sangat mengenal jurus tersebut, meski Guan Lin belum sepenuhnya menguasai jurus tarian dewa pengemis tapi seharusnya jurus tersebut sudah bisa mengalahkan pendekar menengah hanya dalam tiga gerakan, tapi saat ini, Guan Lin sudah hampir mengeluarkan seluruh gerkan tarian dewa pengemis, namun masih belum bisa mengenai tubuh Yuan Zhao.


Sementara itu, Jia Li dan Lin Mei merasa khawatir dengan kondisi Yuan Zhao.


Jia Li takut Yuan Zhao akan terluka, sementara Lin Mei berharap agar Yuan Zhao bisa mengalahkan Guan Lin agar ayahnya tidak lagi membanggakan Guan Lin lalu membatalkan perjodohan mereka.


Di hadapan mereka, Guan Lin terus menyerang dengan kekuatan penuh, karena merasa sejak tadi serangannya tidak juga membuahkan hasil, Guan Lin langsung menggunakan gerakan terakhir jurus tarian dewa pengemis.


Guan Lin menelentangkan kedua tangannya, lalu memutar dengan cepat, kecepatannya semakin bertambah hingga seluruh udarah menyelimuti tubuhnya dan membentuk pusaran angin yang dasyat.


"I-itu..Itu Pusaran dewa pengemis Suci!!."Ucap Minghao terkejut.


"Apa?."Anming juga tak kalah terkejutnya dari Minghao.


Semua orang menahan nafas saat Guan Lin melesat ke arah Yuan Zhao dengan pusaran yang sangat dahsyat itu. mereka semua merasa bahwa Guan Lin tidak sedang melakukan duel biasa tapi berniat membunuh Yuan Zhao.


"Guan E'r berhenti! Kau bisa membunuhnya!!."Teriak Anming.

__ADS_1


"Tuan Qi. lakukan sesuatu!."Ucap Minghao, ia berharap Qi Hiosan bisa menghentikan serangan Guan Lin.


"Maaf Tuan Hao. tapi Pusaran dewa pengemis Suci tidak bisa di hentikan, jurus itu hanya bisa di perlambat atau di arahkan ke tempat lain!."Ucap Qi Hiosan.


"Kalau begitu tolong arahkan ke tempat lain. Nyawa Tuan Zhao berada dalam bahaya!."Ucap Minghao.


"Maaf tuan Hao. tapi saat ini kondisiku sedang tidak stabil, aku tidak bisa menggunakan tenaga dalam yang besar!."Ucap Qi Hiosan mencari alasan.


Semua orang terkejut, mereka menjadi panik karena nyawa Yuan Zhao tidak bisa di selamatkan.


Sementara itu di depan sana Guan Lin dengan tubuh berbalut pusaran angin dasyat berlari ke arah Yuan Zhao, ia memang berniat untuk mengakhiri nyawa Yuan Zhao.


Satu sudut bibir Yuan tertarik membentuk seringai kecil.


'Cih. mau membunuhku! sayang sekali kau melakukan kesalahan besar!' Batin Yuan Zhao.


Yuan Zhao membalut kedua lengannya dengan selendang kain sutra lalu membuat gerakan dengan pola berlawanan dengan jurus selendang kain sutra.


Segera puluhan kain sutra muncul dan berputar seperti gasing di sekitar Yuan Zhao, putaran itu semakin cepat hingga membentuk pusaran angin yang jauh lebih besar dari Guan Lin.


Mata semua orang seketika membola, tubuh mereka bergetar melihat pusaran angin raksasa itu, bahkan pusaran angin Guan Lin terlihat seperti mainan di hadapan pusaran raksasa tersebut, mereka bahkan tidak bisa bernafas walau sedetik.


-Di kediaman keluarga Ran-


"Nyonya. anda harus segera keluar dari sini!."Ucap seorang pelayan.


"Kenapa?."Tanya wanita paru baya dengan pakaian bangsawan itu.


"Kota ini akan segera tersapu oleh pusaran angin raksasa!."Ujar pelayan tersebut.


Apa?


Wanita paru baya itu terkejut, mereka segera berlari keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Di luar tampak riuh oleh para penduduk yang berlarian ke sana kemari sambil menenteng barang-barang berharga mereka.


Kemudian wanita paru baya itu melihat ke arah atas.


Tak jauh dari tempatnya berdiri, tampak pusaran angin raksasa berbentuk tornado sedang menggulung hingga menembus langit.


pusaran angin tersebut tidak bergerak, namun orang-orang khawatir kalau pusaran angin itu akan berjalan dan menyapu seluruh kota.


-Di kediaman keluarga Hao-


Beberapa bangunan telah habis tertelan oleh pusaran raksasa yang Yuan Zhao ciptakan.


Semua orang bergetar, tubuh mereka merosot ke tanah.


Guan Lin yang melihat itu menjadi takut, ia menghentikan langkahnya lalu membatalkan jurus pusaran dewa pengemis Suci.


"Tuan tolong maafkan aku!!."Guan Lin membungkuk dengan air mata, ia menyesal karena telah berani menyinggung Yuan Zhao.


Yuan Zhao perlahan menghentikan jurusnya.


udarah kembali tenang, orang-orang yang berlarian di luar sana juga berhenti, suasana yang menegangkan kembali seperti semula.


Yuan Zhao mengabaikan Guan Lin yang sedang membungkuk di hadapannya, kemudian ia melihat satu persatu wajah orang-orang yang sedang melihatnya dengan rasa takut, setelah itu tatapannya bertemu dengan Qi Hiosan.


Qi Hiosan menatap Yuan Zhao dengan tajam, ada rasa benci dan juga takut, tapi ia menyembunyikan semua itu dengan wajah dinginnya.


"Tuan Hao. aku pamit!."Ucap Qi Hiosan setelah itu ia berlalu meninggalkan kediaman keluarga Hao.


Minghao berlari dan bersujud di hadapan Yuan Zhao.


"Tolong maafkan Guan Lin Tuan Zhao. dia tidak bermaksud menyinggung mu!."Ucap Minghao.


'Menyinggung?. dia berusaha membunuhku bodoh' Umpat Yuan Zhao dalam hati.


"Hahahaha."


Semua orang terpaku melihat tawa Yuan Zhao, mereka menjadi semakin takut.


"Berdirilah!."Yuan Zhao membantu Minghao untuk berdiri.


"Aku hanya menakut-nakuti keponakanmu!. jadi kau tidak usah khawatir!."Lanjut Yuan Zhao.


"Benarkah?."Guan Lin bangkit dan berdiri menatap Yuan.


"Siapa yang menyuruhmu berdiri?. cepat bersujud!!."Bentak Minghao.


"Tidak apa-apa Tuan Hao. bukankah tadi aku sudah bilang, bahwa aku hanya sedang menakut-takuti dia!."Ucap Yuan Zhao.


"Cih. menakut-nakuti tidak perlu sampai membuat semua orang takut!."Ketus Lin Mei dengan polosnya.


"Lin E'r!."Bentak Lin Hua tapi suaranya masih terdengar lembut.


"Apa?. aku tidak salah, ini semua karena ulah Guan E'r. Beruntung kita semua tidak mati karena ulahnya!."Ucap Lin Mei kesal sambil mengerucutkan bibirnya, dan membuat ia semakin terlihat imut.


Yuan Zhao yang melihatnya tidak bisa menahan tawa, menurutnya Lin Mei sangat lucu.


"Hahahaha!."Yuan Zhao tertawa terbahak-bahak.


"Diam!!."Bentak Lin Mei.


Yuan Zhao sontak menghentikan tawanya karena terkejut, tingkah Yuan Zhao membuat ia terlihat lucu.


"Hahahaha!."Semua orang tertawa terbahak-bahak karena drama yang di ciptakan oleh Lin Mei dan Yuan Zhao.


Merekapun melupakan kejadian yang baru saja terjadi.


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2