
Di dalam hutan, tampak pertarungan besar sedang terjadi, dentuman dan hempasan angin mewarnai pertarungan tersebut, Suara gemuruh menyambar bersama kilatan cahaya di udarah.
Empat pendekar besar bersatu melawan seorang anak berumur 14 tahun. Serangan terus berdatangan dari segala sisi, Yuan Zhao berusaha sekuat tenaga menghadapi serangan dari keempat pendekar besar.
"Pukulan Dewa suci!."Teriak Hao Xiang sambil melesatkan pukulan penuh cahaya ke arah Yuan Zhao.
Yuan Zhao tidak sempat berfikir, ia dengan cepat melindungi dirinya dengan jurus selendang sutra perawan.
Tranggg!!!
Pukulan dewa Suci berbenturan dengan jurus selendang sutra perawan hingga menimbulkan suara dentuman yang dasyat.
dari arah belakang Liu Zhang melesat lalu mendorong kedua telapak tangannya ke depan dada."Tapak bulan Suci."Ucapnya.
Segera, energi besar berbentuk dua telapak tangan melesat ke arah Yuan Zhao.
Banggg!!!
Yuan Zhao terhempas ke udarah dengan jurus selendang sutra perawan yang menghilang bersama udarah.
saat di udara Yuan Zhao kembali di kejutkan oleh Jang Wei yang tiba-tiba melesat ke arahnya sambil menebaskan pedangnya.
"Jurus 10 tebasan Gerhana!!."Ucap Jang Wei sambil menebaskan pedangnya ke arah Yuan Zhao.
Pedang Jang Wei membawa sebuah energi merah yang tipis dan menyilaukan mata.
Srettt!!!
Tebasan Jang Wei merobek kulit tubuh Yuan Zhao di susul sembilan tebasan lainnya yang sukses penciptaan luka yang sangat fatal pada tubuh Yuan Zhao.
Setelah terkenal sepuluh tebasan secara beruntun, Yuan Zhao terpental dan jatuh menghantam tanah dengan sangat keras.
"Ini belum selesai!."Seketika Li Ning sudah berdiri di hadapan Yuan Zhao.
"Jurus Cakar Roh!!."Ucap Li Ning lalu puluhan Roh berjubah hitam dengan kuku-kuku tajam keluar dari dalam tubuh Li Ning dan melesat ke arah Yuan Zhao.
'Gawat. kuku-kuku Roh itu beracun tapi kenapa aku tidak bisa mengeluarkan seluruh tenaga dalamku' Batin Yuan Zhao.
"Arrrrggghhh!!!."Yuan Zhao berteriak keras saat puluhan Roh tersebut mencakar tubuhnya tanpa ampun.
__ADS_1
"Puuffft!!."Yuan Zhao memuntahkan darah segar, wajahnya memucat sering dengan darah yang mengalir dari luka-luka sobekan pada tubuhnya, kemudian Yuan Zhao perlahan menutup kedua matanya dengan tubuhnya yang tidak lagi menunjukkan pergerakan.
Li Ning tersenyum lalu melompat dan berdiri di sebelah Liu Zhang, Jang Wei dan Hao Xiang.
"Tidakk!!!."Jingmi berlari dan memeluk tubuh Yuan Zhao dengan mata berkaca-kaca.
Jingmi baru saja menetapkan Yuan Zhao sebagai pujaan hatinya, ia mengagumi Yuan Zhao sejak pertama kali melihatnya bertarung di kompetisi pendekar muda, sejak saat itu, ia menjadi penasaran dengan sosok Yuan Zhao yang tertutup topeng, dan saat ia akhirnya bisa melihat wajah Yuan Zhao secara langsung serta berbicara dengannya, tidak di sangka Yuan Zhao akan berakhir di tangan keempat pendekar besar.
Sementara itu Shao Lung yang sedang berlari tiba-tiba menghentikan langkahnya, netra matanya tertuju ke arah tubuh kaku di depan sana.
"Yuan Zhao!!."Shao Lung berlari dan mendorong Jingmi yang sedang terisak, kemudian ia membawa Yuan Zhao ke dalam pangkuannya.
"Tidak. ini tidak mungkin terjadi!."Shao Lung berkata dengan bibir yang bergetar, air matanya tumpah, ia menangis sesenggukan.
Selama ini Shao Lung selalu bersikap dingin terhadap Yuan Zhao, ia tidak pernah perduli dengan apa yang Yuan Zhao lakukan untuknya, meski ia pernah mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi Yuan Zhao, tapi semua itu karena janjinya kepada Lin Hua, selebihnya, Shao Lung tidak perduli. Shao Lung adalah wanita yang tidak berperasaan, ia hidup seorang diri selama bertahun-tahun, perasaan dan cinta hanyalah omong kosong baginya. Bahkan Shao Lung tidak perduli jika Yuan Zhao pergi dari sekte Makam Kuno dan pulang ketika hari akan berganti malam.
Tapi Yuan Zhao, anak itu selalu memperhatikannya, memikirkan kondisinya serta merawat dirinya di saat ia jatuh sakit, Yuan Zhao selalu tersenyum dan tidak pernah menunjukkan kesedihan apapun.
Hari ini, Yuan Zhao terbaring kaku di pangkuannya dengan tubuh penuh darah, Shao Lung tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis.
"Dia masih sangat muda. Tapi sayang sekali, kehidupannya harus berakhir!."Ucap Liu Zhang.
"Sungguh anak yang malang!."Ucap Li Ning.
"Ini adalah hukumannya. Nyawa di bayar nyawa!."Ucap Jang Wei.
...----------------...
Di dalam sebuah ruangan yang gelap dan sepi, terdengar suara tetesan air yang jatuh menimpa lantai secara terus-menerus.
Di dalam ruangan itu Yuan Zhao terbangun, ia terlihat bingung sekaligus merasa takut.
"Di mana aku?."Gumamnya.
"Kau ada di dalam dimensi ruang dan waktu!."
Yuan Zhao terkejut dan segera berbalik ke arah sumber suara. Di hadapannya berdiri seorang pria tampan dengan jubah keemasan.
"Siapa kau?."Tanya Yuan Zhao.
__ADS_1
"Aku adalah dirimu di masa lalu. namaku Yuan Zhao!."Ucap pria itu.
"Apa?"Yuan Zhao terkejut mendengar ucapan pria itu.
"Kau adalah diriku di masa depan dan aku adalah dirimu di masa lalu. kita kembali di pertemukan karena suatu alasan."Ucap pria itu.
"Alasan?."Tanya Yuan Zhao.
"Ya. alasannya adalah kejadian yang baru saja kau alami. kau melawan keempat pendekar dengan sombong dan percaya diri, kau tidak mengetahui bahwa kekuatan yang kau miliki belum sempurna!."Ucap pria tersebut.
"Belum sempurna. apa maksudnya!."Tanya Yuan Zhao.
"Maksud dari perkataanku adalah kekuatan yang kau dapatkan masih berada pada tahap awal dan belum mencapai kesempurnaan. Kekuatan itu akan meningkat bila kau berhasil menguasai 10 jurus legendaris di dunia."Ujar pria tersebut.
"10 jurus legendaris?."Tanya Yuan Zhao.
"Ya. sepuluh jurus legendaris itu adalah... Selendang Rubah sutra putih. 18 tapak penakluk naga. Ilusi hati. Api abadi. seribu roh. langkah bayangan. tebasan merenggut jiwa. Tapak kesedihan. Empat elemen ying dan yang. kemudian..." Pria itu menggantungkan kalimatnya.
"Kemudian apa?."Tanya Yuan Zhao.
Pria itu tersenyum."Kau akan tau jika saatnya tiba. tugasku di sini untuk memperingatkanmu agar kau tidak terlalu mencampuri urusan dunia persilatan. fokus saja terhadap tujuanmu, karena ada sesuatu yang besar akan datang."Ujar pria tersebut.
"Sesuatu yang besar. apa itu?."Tanya Yuan Zhao.
"Kau akan segera tau. sekarang, kembalilah dan selesaikan pertarunganmu, tapi ingat, saat ini kau tidak bisa menggunakan tenaga dalam dengan jumlah besar!."
Saat ucapan pria itu selesai Yuan Zhao tiba-tiba terbangun dan mendapati dirinya berada di dalam pangkuan Shao Lung.
...----------------...
"Bibi!."Ucap Yuan Zhao.
Shao Lung tergeletak, ia menatap Yuan Zhao yang saat ini sedang menatap ke arahnya dengan wajah bingung.
"Yuan Zhao."Lirih Shao Lung, air matanya kembali tumpah.
-
-
__ADS_1
-