Unrivaled Warrior Legend

Unrivaled Warrior Legend
Ep. 4. kemarahan guru Song


__ADS_3

"Jadi kau tersesat?. kenapa bisa?."Tanya Nenek.


Yuan Zhao menyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa aneh sudah berbohong.


"Anu-itu. Aku, aku mencari ayahku. iya aku sedang mencari ayahku!."Yuan Zhao kembali berbohong.


"Ayahmu?."Nenek tampak ragu.


"Iya. jadi ayahku datang ke sini untuk mencari tanaman herbal, tapi sudah dua hari dia tidak kembali, karena khawatir aku pun menyusulnya dan akhirnya tersesat!."Ucap Yuan Zhao mengarang cerita.


"Oh jadi begitu. ya sudah, sekarang kamu istirahat saja. besok Nenek akan membantu mencari ayahmu!."Ujar nenek.


"Te-terimakasih nek!."Ucap Yuan Zhao tersenyum kaku.


...----------------...


Keesokan harinya, Yuan Zhao terbangun, ia turun dari ranjang usang itu lalu berjalan mencari keberadaan Nenek, hari ini Yuan Zhao akan mengatakan yang sebenarnya, ia tidak enak bila terus-terusan berbohong.


"Nenek!."Yuan berteriak sambil mencari keberadaan Nenek, tapi ia tidak menemukannya di manapun.


"Mungkin Nenek keluar untuk mencari kayu bakar!."Ucap Yuan Zhao kemudian ia berjalan masuk ke dalam hutan.


"Nenek!!."Yuan Zhao berteriak sepanjang jalan mencari keberadaan Nenek.


Yuan Zhao berjalan semakin jauh ke dalam hutan, saat sedang berjalan, Yuan Zhao melihat dua murid dari sekte Zuanzhen sedang menarik paksa dua orang gadis yang usianya sama dengan Yuan Zhao masuk ke dalam Gua.


"Ehh. bukanya mereka dari sekte Zuanzhen?. kenapa mereka terlihat seperti orang jahat."Ucap Yuan Zhao.


Yuan Zhao segera melesat dan berdiri di depan mulut Gua, dari tempat Yuan Zhao berdiri ia bisa mendengar jelas apa yang mereka bicarakan di dalam Gua.


"Lepaskan aku!."Teriak anak gadis itu.


"Jangan sentuh aku!."Teriak gadis yang satunya.


"Tenang saja. kau akan menikmatinya nanti!."Ujar murid Zuanzhen.


"Iya. aku akan melakukannya dengan lembut!."Ucap Murid Zuanzhen yang satunya.


"Cih!."Yuan Zhao berdecak, ia merasa jijik dengan sikap murid Zuanzhen itu, bukanya mereka adalah seorang pendeta yang menganut ajaran Buddha, lalu bagaimana bisa mereka melakukan hal sekeji itu?. Yuan Zhao tidak habis pikir di buatnya.


Dengan langkah cepat Yuan Zhao melesat masuk ke dalam Gua tersebut.


Di dalam Gua ,Yuan Zhao tiba-tiba datang dan mendaratkan tendangan keras di wajah murid Zuanzhen itu.


Bag!!


Murid Zuanzhen itu terpental menghantam langit-langit Gua.


Yuan Zhao refleks membalikkan tubuhnya karena melihat sesuatu yang akan merusak mata polosnya.

__ADS_1


Karena paham dengan sikap Yuan Zhao, gadis itu segera menurunkan kembali bajunya menutupi bagian sensitifnya.


"Tolong selamatkan adikku!. dia ada di dalam sana!."Ucap Gadis tersebut.


Yuan Zhao mengangguk dan segera melesat masuk lebih jauh ke dalam Gua.


Di dalam sana murid Zuanzhen itu masih berusaha menahan kedua tangan gadis itu yang terus saja memberontak.


Yuan Zhao langsung saja menendang perut murid Zuanzhen itu hingga ia terpental menghantam dinding-dinding Gua.


Gadis itu terkejut dan refleks memeluk tubuh Yuan Zhao.


"Terimakasih. hiks! hiks! hiks."Gadis itu menangis sambil memeluk Yuan Zhao.


"Hei sudah. Sudah, kau aman sekarang!."Ucap Yuan Zhao menenangkan gadis itu.


"Ayo kita keluar dari sini!."Yuan Zhao memegang tangan gadis itu lalu membawanya keluar dari Gua.


Di luar Gua, mereka sudah di tunggu oleh gadis yang Yuan Zhao selamatkan pertama kali.


"Kakak."Gadis itu berlari dan memeluk kakaknya lalu mereka menangis bersama.


"Terima..ehh di mana dia?."Gadis itu berniat untuk mengucapkan terimakasih kepada Yuan Zhao, tapi Yuan Zhao sudah tidak berada di sana.


...----------------...


Di tempat lain, Yuan Zhao menyeret dua murid tersebut dan melemparkannya di hadapan para murid Zuanzhen.


"Ada apa ini?." Tanya seorang pria tua berjanggut.


Kedua murid itu langsung berlari dan bersujud di hadapan gurunya.


"Guru. anak ini memukuli kami guru!."Ucap salah satu murid tersebut.


'Cih. mau memutar balikkan fakta!.' Batin Yuan Zhao.


Guru Song menatap tajam ke arah Yuan Shao.


"Kenapa kau memukuli muridku?."Tanya Guru Song. Ia tampak tidak suka dengan perbuatan Yuan Zhao yang memukuli muridku.


"Aku tidak memukuli muridmu tanpa sebab?."Kata Yuan Zhao.


"Lalu apa yang muridku lakukan sehingga kau memukuli mereka?"Tanya Yuan Zhao.


"Mereka telah berani melecehkan anak di bawa umur sepertiku!."Ujar Yuan Zhao.


Guru Song terkejut, ia menatap kedua muridnya.


"Apa itu benar?."Tanya Guru Song kepada kedua muridnya.

__ADS_1


"Tidak guru. anak itu berbohong, kami melihatnya merusak patung Buddha guru. kami berusaha menghentikannya tapi anak itu langsung menyerang kami!."Ucap murid tersebut mengarang cerita.


Wajah Guru Song berubah merah padam, rahangnya mengeras, matanya menyelang tajam ke arah Yuan Zhao.


"Beraninya kau!!."Ucap guru song dengan suara yang meninggi.


kedua murid itu tersenyum penuh kemenangan, mereka telah berhasil memutar balikkan fakta.


"Hahhhhh."menghela nafas. "Jadi Kau percaya dengan cerita muridmu?. baiklah terserah padamu!."Ucap Yuan Zhao kemudian ia berbalik untuk beranjak dari sana.


Tapi semua murid Zuanzhen langsung berlari dan menutup pintu keluar sekte.


"Kau sudah memukuli muridku. jangan harap kau bisa keluar dari sini hidup-hidup!."Ucap Guru Song.


Yuan Zhao berbalik menatap Guru Song."Jadi seorang pendeta akan membunuh anak kecil sepertiku?"Ucapnya.


"Kau sudah merusak patung Buddha dan memukuli muridku. perbuatanmu tidak bisa di maafkan kecuali dengan kematian!."Ujar Guru Song.


"Tidak aku sangka ternyata seorang pendeta bisa melakukan hal seperti itu!."Kata Yuan Zhao.


"Iya aku akan membunuhmu dan membuang mayatmu di sungai agar tidak ada orang yang tau!."Ucap Guru Song.


"Wow. aku takut sekali, tolong jangan bunuh aku!."Yuan Zhao berpura-pura ketakutan.


"Terlambat. bunuh dia!."Perintah Guru Song.


Segera semua murid sekte Zuanzhen langsung berlari dan menyerang Yuan Zao.


WHUSSS! WHUSSS! WHUSSS!


Yuan Zhao bergerak dengan gesit menghindari tebasan pedang dari para murid Zuanzhen.


kemudian Yuan Zhao meledakkan tenaga dalam yang sangat besar dari dalam tubuhnya hingga membuat semua murid Zuanzhen terpental beberapa meter.


Guru Song terkejut, ia tidak percaya bila anak kecil seperti Yuan Zhao memiliki tenaga dalam yang sangat besar.


Setelah itu Yuan Zhao melesat ke arah Guru Song dengan kepalan tangan berbalut tenaga dalam yang besar.


Guru Song tidak berani meremehkan Yuan Zhao, ia dengan cepat meledakkan tenaga dalam yang besar dan memusatkannya ke kedua telapak tangannya lalu menyambut kepalan tangan Yuan Zhao.


BAMMM!!!


Udarah terhempas bersama suara dentuman keras saat kepalan tangan Yuan Zhao dan telapak tangan Guru Song bertabrakan.


Guru Song dan Yuan Zhao saling tertahan pada posisi mereka dengan tenaga dalam yang saling beradu.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2