
Setelah Jang Wei memutuskan untuk mengeluarkan Yuan Zhao, semua murid sekte menghina Yuan Zhao, menyalahkan dia atas kekalahan yang mereka terima pada kompetisi beberapa hari yang lalu.
Di depan pintu sekte, Yuan Zhao berdiri memandangi bangunan-bangunan Sekte Gerhana, matanya terasa panas dan Yuan Zhao kembali menjatuhkan air mata, dengan langkah berat, Yuan Zhao berjalan meninggalkan sekte Gerhana, tempat ia di besarkan hingga ia mencapai umur 14 tahun, banyak kenangan indah yang ia dapatkan dari sekte Gerhana, meski terkadang ia juga mendapatkan hinaan dari murid-murid lain, tapi Yuan Zhao tidak masalah untuk itu, selama ia bisa terus bersama dengan Jang Wei, Yuan Zhao tidak perduli dengan orang lain.
Tapi hari ini, ia harus melangkahkan kakinya keluar, entah kemana lagi ia akan pergi?, Yuan Zhao tidak mengenal siapapun, semua itu karena ia tidak pernah sedikitpun menginjakkan kakinya keluar dari halaman Sekte.
Sepanjang perjalanan, Yuan Zhao terus melihat orang-orang yang sedang makan di warung kedai, melihat mereka, Yuan menjadi lapar, ia ingat bahwa ia belum makan apapun hari ini.
Tapi Yuan mengurungkan niatnya, ia menahan rasa laparnya dan terus melanjutkan perjalanannya, sebab manamungkin Yuan Zhao singgah di warung kedai itu, sementara ia tidak punya uang sepeserpun.
Kini Yuan Zhao sudah sangat jauh dari kota, saat ini ia berada di dalam hutan, Yuan Zhao terlihat lemas, wajahnya pucat, itu karena ia belum makan sedikitpun.
saat sedang berjalan, Yuan Zhao tiba-tiba melihat buah mangga yang sangat banyak, matanya berbinar-binar seperti melihat emas.
Dengan cepat ia mengambil ranting pohon dan melempar buah mangga tersebut.
"Ummm. rasanya enak!."Ucap Yuan Zhao sambil terus memakan buah mangga tersebut.
Karena terlalu banyak makan mangga, Yuan menjadi haus, Yuan mencari-cari aliran air sungai yang mungkin saja ada di dalam hutan itu.
"Akhirnya ketemu juga!."Ucap Yuan Zhao senang karena menemukan sebuah sungai di dekat bukit.
Karena terlalu bersemangat Yuan Zhao langsung saja berlari dan melompat ke dalam sungai tersebut.
"Apa ini?. kenapa seperti ada yang menarikku?."Yuan Zhao menjadi panik karena dirinya seperti tertarik masuk ke dalam dasar sungai.
Yuan Zhao berjuang sekuat tenaga untuk bisa mencapai permukaan, tapi tenaganya tidak cukup kuat hingga pusaran air sungai tersebut menelan seluruh tubuhnya.
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!." Yuan Zhao memuntahkan air sungai yang sangat banyak, ia baru saja sadar setelah terseret masuk ke dalam pusaran air yang menariknya hingga ke dasar sungai.
"Aku di mana?."Ucap Yuan Zhao sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat.
Gua yang gelap dan dingin, serta bebatuan yang berbentuk runcing menempel di langit-langit gua.
__ADS_1
Yuan Zhao bangkit dan berjalan menelusuri Gua tersebut, berharap ia bisa menemukan jalan keluar.
Namun semakin jauh ia masuk ke dalam Gua, ia semakin tidak merasakan adanya tanda-tanda jalan keluar, bahkan udarahnya semakin terasa dingin.
"Apa itu?."Yuan Zhao mengerjap-ngerjapkan matanya. siapa tau apa yang di lihatnya salah, tapi kotak itu masih bersinar terang di atas bongkahan batu.
Yuan Zhao berjalan mendekati kotak tersebut, dari jarak dekat, kotak tersebut mengeluarkan cahaya keemasan yang memantul di dinding-dinding Gua, di bagian atas kotak tersebut tertulis sebuah ukiran kuno.
Yuan Zhao menjadi semakin penasaran, ia perlahan membuka kotak tersebut.
Setelah kotak itu sepenuhnya terbuka, tiba-tiba sebuah cahaya keemasan melonjak keluar dan menambarak tubuh Yuan Zhao.
"Arrrrggghhh!."Yuan Zhao berteriak dengan keras saat cahaya keemasan itu perlahan masuk ke dalam tubuhnya. Yuan Zhao sampai terangkat ke udarah karena dahsyatnya energi Yang terkandung di dalam cahaya keemasan itu.
Seketika Yuan Zhao mendapatkan sebuah ingatan yang belum pernah ia alami sebelumnya, ingatan itu seolah-olah terjadi ribuan tahun yang lalu, "Arrrrggghhh!."Yuan Zhao semakin merasa kesakitan saat puluhan ingatan berubah jurus-jurus hebat masuk ke dalam pikirannya dan menjadi pola ingatan yang jelas.
Lalu samar-samar sebuah suara terdengar di telinga Yuan Zhao.
"Aku serahkan seluruh kekuatanku kepadamu, Yuan Zhao. Nasib manusia di masa depan sepenuhnya ada di tanganmu."
...----------------...
Di tempat lain, gerombolan pemuda berdiri di depan mulut Gua yang besar.
"Nona Lung!. aku Lang Bao dari sekte lembah kabut datang secara langsung untuk melamarmu menjadi istriku!."Ucap Lang Bao penuh percaya diri.
"Pulanglah!. aku tidak akan menikah dengan siapapun!."Suara lembut dan indah terdengar dari dalam Gua.
"Tapi Nona Lung. kau tidak akan menyesal jika menikah denganku. Aku adalah ahli pedang nomor satu di dunia!."Ucap Lang Bao.
"Pulanglah!."Lagi suara lembut itu terdengar.
Lang Bao masih berdiri di tempatnya, ia tidak akan pergi sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan.
__ADS_1
Namun tiba-tiba puluhan lembah keluar dari dalam mulut Gua dan menyerang Lang Bao berserta anak buahnya.
"Lari! Lari!." Ucap Lang Bao sambil berlari meninggalkan Gua tersebut di susul para anak buahnya.
...----------------...
"Uhmm!."Yuan Zhao perlahan membuka matanya, ia mengangkat tangannya ke atas untuk menutupi sinar matahari yang menyilaukan.
Kemudian Yuan Zhao bangkit dan melihat bahwa dirinya berada di pinggiran sungai tempat ia terseret sebelumnya.
"Aduh. lapar sekali!."Ucap Yuan Zhao sambil memegangi perutnya.
Yuan Zhao memilih untuk meminum air sungai terlebih dahulu, saat sedang minum Yuan Zhao melihat pantulan wajahnya di air.
"Wajahku kenapa bisa setampan ini!."Ucap Yuan Zhao terkejut.
Sebenarnya tidak ada yang berubah dari wajahnya, hanya saja kulitnya lebih putih dan terang, serta aurahnya menjadi semakin pekat, rambutnya juga lebih tebal dan panjang, kini ia terlihat seperti seorang gadis. beruntung rahangnya tegas serta suaranya sedikit berat, jika tidak maka orang akan mengira bahwa Yuan Zhao seorang wanita.
setelah selesai minum dan mengangumi wajah tampannya, Yuan Zhao bergegas mencari hewan buruan, dari jarak yang sangat jauh, Yuan mendengar suara langkah hewan, dengan cepat Yuan Zhao melesat membela angin dan terbang dari pohon ke pohon, ilmu meringankan tubuhnya benar-benar stabil, Yuan Zhao bahkan bisa melayang di udara selama beberapa menit, untuk ahli seni bela diri biasa, bertahan di udara satu menit saja adalah hal yang mustahil untuk di lakukan.
"Di sana kau rupanya!."Ucap Yuan Zhao sambil melihat ke arah Rusa yang sedang makan di ladang rumput yang luas.
Yuan Zhao yang saat ini berada di atas pohon menggerakkan telapak tangan kanannya dan mendorongnya ke depan dada.
Seketika sebuah pusaran angin keluar dari telapak tangan Yuan Zhao dan melesat menghantam Rusa tersebut.
Rusa itu langsung jatuh dan mati begitu saja.
Yuan Zhao tersenyum."Kekuatan dewa benar-benar hebat."Ucapnya dengan bangga.
-
-
__ADS_1
-