
Tuuuuutttttt!!!!
Kapal raksasa itu perlahan sandar di pelabuhan besar kekaisaran Shong, kapal yang terdiri dari 7 lantai itu menjadi pusat perhatian semua orang.
Mereka berkerumun untuk melihat keindahan dan kecantikan kapal tersebut.
"Tuan Zhao. Kini sudah sampai di pelabuhan Kekaisaran Shong."Ucap Minghao.
Saat ini mereka berada di lantai paling atas kapal, mereka berdiri memandangi kota besar Kekaisaran Shong.
"Hum. Ibu kota kekaisaran Shong memang sangat modern, budayanya jauh di atas Kekaisaran Shang."Ucap Yuan Zhao.
"Terimakasih atas pujiannya Tuan Zhao. Kalau begitu aku akan turun ke bawah untuk membantu awak kapal memindahkan barang-barang kami!."Ucap Minghao.
Yuan Zhao mengangguk dan Minghao berjalan menuruni tangga meninggalkan Yuan Zhao seorang diri di atas sana.
Di lantai bawah, para awak kapal tampak sibuk memindahkan barang-barang penting keluar dari kapal.
Minghao juga ikut membantu mereka memindahkan barang, di luar kapal sudah ada kereta kuda yang akan mengangkut barang-barang tersebut menuju kediaman keluarga Hao.
Dari lantai paling atas, Yuan Zhao melihat tiga orang pria menunggangi kuda dan bergerak mendekati kapal.
Penampilan ketiga pria tersebut seperti seorang seorang ahli seni bela diri.
'Orang-orang ini' Batin Yuan Zhao. Ia merasa terusik dengan kehadiran ketiga pria tersebut.
Sementara itu di luar kapal, Minghao sedang memasukkan kotak berisi emas hasil dari penjualan sumber daya ke dalam kereta kuda.
Tiba-tiba terdengar suara tapak kuda mendekati dirinya, Minghao menoleh ke arah datangnya suara tapak kuda itu.
Sontak bola mata Minghao melebar, ia sangat kenal dengan ketiga pria yang sedang bergerak ke arahnya.
Mereka adalah Bian Cheung,Dun Ming,Gong Fai.
Ketiga pria itu adalah pendekar menengah yang bekerja di bawah perintah keluarga Ran, keluarga bangsawan yang memiliki pengaruh besar terhadap dunia pemerintahan.
Hampir setiap hari Tuan muda dari keluarga Ran mengutus ketiga pendekar menengah itu untuk menyita hasil dari penjualan para pedagang, jika para pedagang menolak maka mereka akan di pukuli sampai mati.
"Minghao. atas perintah dari Tuan muda Huanran, kau harus menyerahkan hasil penjualanmu kepada kami!."Ucap Gong Fai si pria bertubuh kekar berkepala botak dengan kapak besar di punggungnya.
"Ahhh. Tuan Gong Fai, Tuan Bian Cheung, dan Tuan dun Ming. mari masuk ke dalam dan kita bicarakan!."Ucap Minghao berusaha bersikap sopan.
Gong Fai, Dun Ming, Bian Cheung saling pandang di satu sama lain kemudian mereka melihat ke arah Minghao.
"Baik!" Ucap Gong Fai memiliki mereka bertiga, karena ia paling tertua di antara mereka.
Minghao pun membawa mereka bertiga ke dalam kapal untuk berbicara.
Mereka berempat duduk di kursi dengan arak mahal yang tersedia di atas meja.
"Jadi begini Tuan Gong Fai. Aku menjual hasil dari sumber daya yang aku tanami sendiri di tanah keluargaku, aku mengeluarkan banyak uang untuk menghasilkan sumber daya yang berkualitas, kemudian aku juga mengeluarkan banyak biaya selama pengantaran barang ke Wilayah Kekaisaran Shang, dan itu semua aku lakukan tanpa bantuan pemerintah. Jika hasil dari penjualanku di ambil maka bukanlah itu akan membunuh mata pencarianku?."Tutur Minghao menjelaskan.
Gong Fai, Dun Ming, Bian Cheung tersenyum mendengar penjelasan Minghao, mereka merasa lucu.
"Hei Pak tua. apa kau berusaha bernegosiasi dengan kami?."Dun Ming tersenyum mengejek.
"Tujuan kami adalah mengambil hasil penjualanmu, kami tidak perduli dengan dirimu ataupun mata pencarianmu itu."Ujar Bian Cheung.
"Sebaiknya kau segera menyerahkan hasil penjualanmu itu, atau kami akan membakar kapal besarmu ini!."Ancam Gong Fai.
Minghao menghela nafas kasar, ia sudah tau bahwa tidak ada gunanya berbicara dengan orang-orang seperti mereka, bagi mereka kehidupan orang lain tidaklah penting, selama mereka memiliki kekuasaan dan kekuatan mereka akan selalu menindas orang yang lemah.
"Ayah!."Lin Mei tiba-tiba datang dan menghampiri Minghao.
Minghao menjadi panik."Sayang, apa yang kau lakukan di sini?, cepat pergi!."Ucap Minghao.
Gong Fai. Bian Cheung dan Dun Ming melirik ke arah Lin Mei, melihat wajah cantik serta tubuh Lin Mei yang menggoda, mereka langsung tersenyum penuh napsu.
"Wah. Tuan Hao, ternyata kau memiliki Putri yang sangat cantik."Ucap Gong Fai sambil berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Lin Mei.
"Mau apa kau?."Tanya Lin Mei panik, ia berjalan mundur ke belakang.
__ADS_1
"Ahhh..Tuan Gong Fai, Putriku masih kecil, tolong lepaskan dia, aku akan segera memberikan hasil penjualanku kepada kalian!."Ucap Minghao memohon.
Gong Fai mengabaikan ucapan Minghao, ia terus berjalan mendekati Lin Mei dengan tatapan tajam penuh nafsu.
Lin Mei sangat ketakutan melihat tatapan Gong Fai, pria itu seperti ingin menelannya hidup-hidup.
"Kemari cantik!."Ucap Gong Fai sambil menjilati bibirnya.
Lin Mei merasa jijik, ia melirik ke arah atas, di sana Yuan Zhao sedang berdiri menatap pemandangan ibu kota kekaisaran Shong.
Tanpa pikir panjang, Lin Mei segera berlari menaiki tangga dan menghampiri Yuan Zhao.
"Yuan Zhao."Ucap Lin Mei dengan nafas yang memburu.
Yuan Zhao melirik ke arah Lin Mei kemudian ia kembali menatap pemandangan kota.
"Ada apa?."Tanya Yuan Zhao singkat.
"Tolong aku!."Lirih Lin Mei, sebenarnya ia enggan untuk meminta bantuan Yuan Zhao, tapi karena situasinya mendadak jadi ia tidak punya pilihan lain.
Yuan Zhao terlihat tenang, pandangannya fokus ke arah depan.
"Berdiri di sampingku!."Perintah Yuan Zhao.
Lin Mei menggangguk kemudian ia segera berdiri di samping Yuan Zhao sambil menatap ke arah tangga.
Detik berikutnya Gong Fai datang dengan senyuman penuh napsu, ia seperti seorang singa yang akan memaksa seekor kelinci kecil.
"Kemarilah gadis kecil!."Ucapnya sambil berjalan mendekati Lin Mei.
"Yuan Zhao!."Lirih Lin Mei dengan tatapan memohon, sementara tangannya terus memeluk lengan kekar Yuan Zhao.
Gong Fai mengabaikan keberadaan Yuan Zhao, ia berjalan dan menggerakkan tangannya untuk meraih Lin Mei.
Lin Mei menutup matanya saat tangan Gong Fai akan menyentuhnya.
Namun seketika Yuan Zhao berbalik dan mendaratkan tendangan keras di dada kekar Gong Fai.
Bag.
Dun Ming,Bian Cheung dan Minghao datang menyusul Lin Mei.
"Lin E'r!."Ucap Minghao kemudian ia berlari kecil menghampiri Lin Mei.
"Ayah!."Lirih Lin Mei, ia memeluk ayahnya karena ketakutan.
Minghao menatap Yuan Zhao."Terimakasih Tuan Zhao!."Ucap Minghao.
"Hum."Ucap Yuan Zhao kemudian ia kembali menatap kota.
"Hei Minghao. Siapa anak ini? beraninya dia menyerangku!."Geram Gong Fai dengan suara yang meninggi.
"Maaf Tuan Gong Fai, izinkan aku memperkenalkan, dia adalah Yuan Zhao tamu kami dari kekaisaran Shang."Ucap Minghao.
"Dan Tuan Zhao. mereka adalah Gong Fai, Dun Ming dan Bian Cheung, mereka adalah tiga pendekar menengah yang bekerja di bawah perintah keluarga Ran!."Lanjutnya.
"Cih!."Yuan Zhao memasang wajah acuh.
"Ohh. jadi dia berasal dari kekaisaran Shang, aku ingin melihat sebagus apa ilmu bela diri orang-orang Shang!."Ucap Gong Fai tersenyum remeh.
Yuan Zhao berbalik dan menatap ketiga pendekar menengah itu.
"Ilmu bela diri kami sangat rendah, tapi jika menghadapi pendekar seperti kalian, kami hanya memerlukan tiga jurus untuk mencabut nyawa kalian!."Ucap Yuan Zhao.
Lin Mei dan Minghao menatap ke arah Yuan Zhao, mereka tidak menyangka bahwa Yuan Zhao akan mengatakan hal yang menyinggung seperti itu.
"Hahahaha. Tiga jurus, apa aku tidak salah dengar? barusan saja tendanganmu sangat lemah, seperti tendangan seorang wanita!."Ucap Gong Fai tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha. Kakak Gong, mungkin orang-orang Shang belajar ilmu bela diri dari seorang wanita!."Tambah Bian Cheung sambil terkekeh.
"Kakak Gong, Kakak Cheung, biarkan aku mencoba kemampuanku!."Ucap Dun Ming.
__ADS_1
"Baiklah."Ucap Gong Fai kemudian ia beralih menatap Yuan Zhao. "Hei bocah. apa kau berani melawan adik seperguruanku?."Ucapnya dengan sombong.
"Apa dia layak?."Yuan Zhao balik bertanya.
"Hahahah!!."Merek bertiga tertawa terbahak-bahak.
"Ahhh..Tuan Gong Fai, Tuan Dun Ming, Tuan Bian Cheung, tolong maafkan ucapan Tuan Zhao, dia tidak tau apa-apa tentang kalian, sebaiknya kita lupakan saja masalah ini dan aku akan menyerahkan hasil penjualanku kepada kalian!."Ucap Minghao mencoba menengahi. Ia tidak ingin terjadi keributan antara Yuan Zhao dan keempat pendekar menengah itu, apa lagi Yuan Zhao seorang diri melawan tiga pendekar menengah, tentu saja, meskipun Yuan Zhao hebat pada akhirnya juga Yuan Zhao akan kalah. Pikir Minghao.
"Hei pak Tua. Anak itu sudah berani menyerang Kaka pertamaku, kau pikir dengan berkata seperti itu kami akan membiarkan dia lolos?."
"Jangan harap!."Bian Cheung melanjutkan ucapan Dun Ming.
"Bian Cheung. Serang dia!."Ucap Gong Fai.
"Baik."Jawab Bian Cheung kemudian ia melesat ke arah Yuan Zhao.
Minghao segera menarik Lin Mei menjauh dari Yuan Zhao karena takut akan terkena serangan.
"Heyaaaaa!!!."Teriak Bian Cheung sambil melepaskan pukulan ke arah Yuan Zhao.
Yuan Zhao tetap tenang, ia bergeser sedikit dan pukulan Bian Cheung menghantam udarah kosong.
Bian Cheung bergerak memutar dan melayangkan tendangan ke arah Yuan Zhao.
Yuan Zhao mengangkat kakinya dan menendang kaki Bian Cheung yang akan mengenai tubuhnya.
Tapi Bian Cheung tidak berhenti, ia terus menyerang Yuan Zhao, sementara itu Yuan Zhao terlihat sangat tenang menepis serangan-serangan Bian Cheung.
Bian Cheung menjadi kesal karena semua serangannya tak juga membuahkan hasil, ia mundur beberapa langkah ke belakang lalu membuat sebuah pola gerakan, lalu sebuah energi berbentuk bola terkumpul di kedua tangan Bian Cheung, setelah itu ia mendorong kedua tangannya ke depan."Bola api!!."Ucap Bian Cheung.
Segera energi berbentuk bola api melesat ke arah Yuan.
"Tuan Zhao hati-hati!."Teriak Minghao.
Yuan Zhao tersenyum melihat bola api yang melesat ke arahnya, kemudian ia membuat sebuah gerakan halus dan lembut, semua udarah berkumpul di setiap ayunan tangannya, setelah itu ia mendorong kedua telapak tangannya ke depan dada.
Whusssss!!!
Gelombang udarah yang sangat besar menghancurkan lantai kapal lalu melesat dan menghantam energi bola api Bian Cheung.
Bammmm!!!
Energi api tersebut hilang bersama gelombang angin yang menyapu Bian Cheung hingga terpental ke laut.
Semua orang terkejut terutama Dun Ming dan Gong Fai, mereka bergetar melihat jurus yang sangat besar itu.
"Lari!. Dia seorang pendekar besar!."Ucap Gong Fai kemudian mereka berdua berlari meninggalkan kapal dengan perasaan takut.
Setelah kepergian Gong Fai dan Dun Ming, Minghao dan Lin Mei menatap Yuan Zhao dengan perasaan kagum.
"Tuan Zhao. Terimakasih banyak atas bantuanmu, aku merasa sangat beruntung bisa melihat jurus tingkat tinggi seperti itu!."Ucap Minghao.
"Itu bukan apa-apa. Tapi bagaimana dengan kapalmu? sepertinya aku tidak sengaja merusaknya!."Ucap Yuan Zhao merasa tidak enak karena sudah merusak lantai kapal Minghao.
"Hahaha. Itu bukan masalah penting Tuan Zhao, kami masih memiliki cukup uang untuk memperbaiki kapal, sekali lagi aku ucapkan terima kasih banyak!."Ucap Minghao. Minghao melirik ke arah Lin Mei.
Lin Mei yang mengerti dengan maksud lirikan ayahnya menghela nafas berat.
"Te-terimakasih!."Ucap Lin Mei dengan wajah yang memerah kemudian ia berlari meninggalkan Yuan Zhao dan Minghao karena malu.
Yuan Zhao mengerutkan keningnya, ia bingung dengan sikap Lin Mei.
"Hahaha. Putriku itu memang seperti itu, ia sangat pemalu bila berhadapan dengan seorang pria yang di sukainya!."Ucap Minghao sekenanya.
Yuan Zhao mengeriyit."Maksudnya?."
"Hahaha. Aku hanya bercanda, kalau begitu ayo kita turun ke bawah karena sebentar lagi kereta akan datang untuk membawa kita ke kediaman keluargaku!."Ujar Minghao.
Yuan Zhao mengangguk kemudian mereka berdua turun ke lantai bawah kapal.
-
__ADS_1
-
-