Unrivaled Warrior Legend

Unrivaled Warrior Legend
Ep. 23. Kekaisaran Shong


__ADS_3

Dua tahun kemudian...


Di sebuah perairan yang luas terlihat sebuah kapal besar baru saja sandar di pelabuhan kekaisaran Shang.


Beberapa pria turun dari kapal tersebut dengan puluhan karung gandum berserta kebutuhan pokok lainnya.


Mereka adalah para pedagang dari dinasti Shong, mereka datang membawa sumberdaya alam dari tanah mereka untuk di perjual belikan di wilayah kekaisaran Shang.


Kereta-kereta kuda berjejer rapi di dekat pelabuhan tersebut, lalu para pria mulai memasukkan satu persatu sumberdaya tersebut ke atas kereta.


Seorang pria dengan Zirah full armor berjalan mendekati salah satu pria dari Dinasti Shong.


"Terimakasih atas kiriman Tuan Minghao. Kami atas nama kaisar sangat berterima kasih!."Ucap pria tersebut.


"Sama-sama. semoga kerjasama kita akan selalu berjalan dengan baik. Kalau begitu kami mohon pamit!."Ucap Minghao.


Para pedagang kembali naik ke atas kapal dan berlayar menuju laut lepas.


Sepanjang perjalanan para pedagang itu terus berpesta arak dan bersorak-sorak gembira.


"Ayah-Ayah." Seorang gadis remaja berparas cantik berjan mendekati Minghao sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ada apa Li Mei?."Tanya Minghao.


"Mereka mengangguku ayah. mereka bilang kalau aku akan menikah dengan Guan Lin."Ucap Li Mei dengan nada manja.


Pria paruh baya itu terkekeh."Kenapa tidak sayang. Guan Lin itu anak yang baik hati, dia juga ahli seni bela diri. bukankah dia akan menjadi suami yang baik untukmu!."Ucap Minghao.


"ih. ayah."Lin Mei kesal mendengar ucapan ayahnya, kemudian ia pergi untuk menenangkan dirinya.


Di pinggiran kapal Lin Mei duduk sambil menatap ke arah laut, angin sepoi menium rambut panjangnya hingga menampilkan wajahnya dengan sempurna, putih dan mulus serta mata sehangat cahaya rembulan, sungguh gadis remaja yang sangat cantik.


Perlahan air mata Lin Mei jatuh membasahi pipinya, sungguh ia benar-benar tidak ingin menikah dengan Guan Lin, Lin Mei masih ingin bebas dan menikmati masa mudanya, berlajar ilmu seni bela diri dan berkeliling dunia, itulah impian Lin Mei.


Tapi ayahnya adalah orang yang sangat keras, mereka dari keluarga Hao di wajibkan untuk menikah di usia 16 tahun, itu adalah peraturan yang sudah di tetapkan sejak dulu oleh nenek moyang mereka.


"Untuk gadis yang akan segera menikah. kau Sepertinya terlihat sangat bahagia!."Suara berat dan sedikit dingin terdengar di telinga Lin Mei.


Lin Mei menoleh ke arah pria yang sedang berbaring di pinggiran kapal dengan mata terpejam, wajahnya sangat tampan dan sempurna, bibir merah dan rambutnya yang panjang membuat ia terlihat seperti seorang wanita. Jika pria itu menggunakan pakaian wanita serta menirukan suara wanita, maka Lin Mei pasti akan percaya bahwa pria itu adalah seorang gadis cantik.


'Dia tidur di pinggir kapal. apa dia tidak takut jatuh?.' Batin Lin Mei.


"Siapa kau?."Tanya Lin Mei, ia belum pernah melihat atau bertemu dengan pria itu sebelumnya.


"Kau tidak perlu tau siapa aku. aku hanya minta agar kau tidak menggangu tidurku!."Pria itu berbicara dengan mata terpejam.

__ADS_1


"Apa kau bilang. apa kau tidak punya malu?. kapal ini adalah milik ayahku, jika aku mau kau bisa di buang ke laut!."Ucap Lin Mei panjang kali lebar.


"Hum."Pria itu tersenyum remeh."Memangnya siapa ayahmu?."Ucapnya dengan nada sedikit meremehkan.


"Ayahku adalah Minghao, pedagang paling terkenal di kekaisaran Shong. Selain itu ayahku juga seorang ahli seni bela diri yang paling di takuti, mereka menjuluki ayahku 'Si gila dari selatan'." Ucap Lin Mei memamerkan kehebatan ayahnya.


"Hum. apa ayahmu segila itu?."tanya pria itu dengan nada mengejek.


"Kau-."Lin Mei kehabisan kata-kata, ia semakin kesal melihat sikap sombong pria itu, jika dia adalah orang lain, mungkin saat ini dia sudah berlutut di hadapan Lin Mei karena mendengar nama ayahnya, tapi pria itu malah mengabaikan dan justru seperti menghina.


"Aku akan melaporkanmu kepada ayahku!."Ketus Lin Mei kemudian ia menuruni tangga dan berjalan menghampiri ayahnya.


"Ayah. Ayah!."Ucap Lin Mei.


Minghao yang sedang minum bersama anggota menoleh ke arah Lin Mei.


"Ada apa lagi sayang!."Tanya Minghao lembut.


"Pria yang tidur di atas itu menghinamu ayah. dia bilang kau adalah orang gila!."Ucap Lin Mei dengan polos.


Para anggota awak kapal terkekeh mendengar ucapan Lin Mei.


"Wah tetua Hao. sepertinya kau memiliki anggota yang diam-diam meremehkan dirimu!."Ucap Wang Chunying, ia adalah saudara Minghao, ia memiliki rasa iri terhadap Minghao tapi ia tidak berani menunjukkannya secara terang-terangan.


Wang Chunying memutar bola mata malas.


Minghao dan Lin Mei pun berjalan menuju lantai atas kapal, seperti yang di katakan Lin Mei, pria itu berbaring di pinggiran kapal dengan mata terpejam.


Minghao yang melihat hal itu sedikit terkejut, karena hanya para ahli seni bela diri saja yang bisa melakukan hal tersebut. Jika orang biasa mencoba untuk melakukan itu, maka ia akan berakhir dengan terjatuh ke laut.


"Siapa kau?."Tanya Minghao.


"Aku bukan siapa-siapa. Karena kapal ini searah dengan tujuanku, maka tidak ada salahnya menumpang bukan?."Ucap pria itu.


"Kapal ini adalah milikku. aku yang menentukan siapa yang boleh berada di kapal ini!."Ujar Minghao.


Pria itu membuka matanya, ia berbalik lalu duduk menghadap Lin Mei dan Minghao.


Manik mata coklatnya menatap tajam dengan wajah datar tanpa ekspresi.


"sebagai seorang pedagang. Ucapanmu terlalu tinggi tuan Hao."Ucap pria itu.


"Hahahaha. Kau benar-benar tidak tau sedang berbicara dengan siapa anak muda!."Ucap Minghao, kini wajahnya berubah serius, manik matanya menyelang tajam.


"Aku tau sedang berbicara dengan siapa. Orang paling gila dari selatan bukan?."Kata pria itu dengan nada mengejek.

__ADS_1


"Ayah. dia sudah berani menghinamu."Ucap Lin Mei.


Minghao tersulut emosi, rahangnya mengeras, tubuhnya di selimuti aurah mengerikan.


"Aku akan merobek mulutnya!."Geram Minghao sambil melesat dan melayangkan pukulan ke arah pria tersebut.


Pria itu tersenyum kemudian ia bergeser dan membiarkan pukulan Minghao melewati dirinya, setelah ia mendaratkan tiga pukulan beruntung ke dada bidang Minghao.


Bag!


Bug!


Bag!


Minghao terhempas dan jatuh tersungkur ke lantai.


"Ayah."Lin Mei menghampiri ayahnya dan membantunya untuk berdiri.


"Pukulan yang sangat cepat!. Jurus apa itu?."Tanya Minghao dengan wajah terkejut sekaligus menahan sakit.


"Tiga pukulan maut Zuanzhen." Ucap pria tersebut.


"Apa?."Minghao terkejut, ia sangat kenal dengan jurus itu.


"Beruntung aku tidak memukulmu dengan seluruh kekuatanku. Jika aku melakukannya, mungkin sekarang kau sudah mati!."Ujar pria tersebut.


"Te-terimakasih Pendekar muda. tolong maafkan aku karena sudah berani bersikap tidak sopan kepada anda!."Ucap Minghao sambil membungkukkan badannya.


"Ayah!."Lin Mei mencoba untuk protes.


"Tidak masalah!."Ucap pria tersebut sambil membaringkan tubuhnya di pinggiran kapal.


"Ahhh.. Pendekar muda. kalau boleh tau, siapa nama anda?."Tanya Minghao dengan nada sesopan mungkin.


"Yuan Zhao. Kau bisa memanggilku Yuan. Mulai hari ini kau akan mengantarkan aku ke manapun yang akan menjadi tujuanku!."Ucap Yuan Zhao.


"Tentu saja pendekar muda!."Ucap Minghao dengan senang hati, Minghao adalah orang yang sangat mengagumi pendekar hebat, ia rela melakukan apapun demi bisa berteman dengan mereka, hari ini dia bertemu dengan seorang pendekar yang masih sangat mudah, tentu saja ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.


Apa lagi kekaisaran Shong adalah tempat yang sangat keras, bagi mereka yang tidak memiliki ilmu seni bela diri yang kuat akan selalu tertindas, selama ini Minghao selalu tunduk di bawah perintah para pendekar hebat, hingga ia merelakan kebahagiaan putrinya, tapi dengan adanya Yuan Zhao, Minghao berharap kehidupan mereka akan aman.


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2