Unrivaled Warrior Legend

Unrivaled Warrior Legend
Ep. 8. dua master dunia persilatan


__ADS_3

Sudah satu bulan lamanya Yuan Zhao tinggal di Sekte makam kuno, ia perlahan membiasakan diri dengan udara dingin sekte tersebut, selain itu Yuan Zhao juga mengalami perubahan pada tubuhnya, seperti wajahnya yang semakin bersinar, otot-ototnya yang terbentuk indah. Semua itu karena Yuan Zhao diam-diam melatih tubuhnya tanpa sepengetahuan Shao Lung, ia juga diam-diam berlatih semua jurus yang ada di Sekte makam kuno.


"Bibi."Ucap Yuan Zhao saat memasuki ruangan tempat Shao Lung sering bersemedi (Bertapa).


Shao Lung yang sedang duduk menyilang di atas batu, perlahan membuka matanya dan melihat ke arah Yuan Zhao.


"Yuan. ada apa?."Tanya Shao Lung.


"Aku ingin menunjukkan sesuatu kepada bibi!."Ucap Yuan Zhao.


"Kau ingin menunjukkan apa?."Tanya Shao Lung.


"Ayo ikut aku bi!."Yuan Zhao berjalan menuju pinggiran sungai yang ada di sebelah sekte Makam Kuno.


"Kau ingin menunjukkan apa Yuan?."Tanya Shao Lung setelah mereka sampai di pinggiran sungai.


Yuan Zhao tersenyum."Bibi lihat saja!."Ucapnya lalu melompat ke atas air.


Keseimbangannya sangat stabil, pijakannya bahkan tidak menimbulkan gelombang pada air.


Shao Lung terkejut, tapi Shao Lung mencoba tetap bersikap biasa, ia ingin melihat sejauh apa latihan Yuan Zhao.


Kemudian Yuan Zhao membuat sebuah gerakan yang sangat halus dan lembut, udarah di sekitarnya menyatu dalam ayunan tangan Yuan Zhao. Perlahan air sungai terangkat membentuk pusaran di udarah, lalu tiba-tiba selendang yang terlilit di tubuh Shao Lung langsung melesat menghantam pusaran air tersebut.


BAMMM!!


Pusaran air tersebut hancur dan melesat seperti puluhan anak panah ke arah pepohonan.


BAM! BAM! BAM!


Puluhan pohon besar langsung terbelah dan meledak menjadi puing-puing kecil.


Shao Lung terkejut, matanya melebar seketika. 'ini- ini jurus Selendang sutra putih yang sudah sempurna' Batin Shao Lung.


Yuan Zhao melompat dan berdiri di depan Shao Lung.

__ADS_1


"Bibi. bagaimana?, aku sudah menguasai jurus Selendang sutra putih kan?."Ucap Yuan Zhao dengan senyum yang merekah.


Shao Lung menatap Yuan Zhao dengan tatapan yang sulit di artikan."Yuan. bagaimana kau melakukan itu?."


Yuan Zhao tersenyum."Sangat mudah. Alirkan tenaga dalam pada kedua telapak tangan, lalu buat gerakan selendang sehalus mungkin agar udarah di sekitar kita dapat menyatu dengan gerakan yang kita buat. setelah semua udarah sudah terkumpul dengan sempurna, maka lepaskan dengan satu tarikan nafas. tapi maaf ya bibi, aku tidak punya selendang, jadi aku pinjam selendang bibi untuk mengalirkan udarah yang aku kumpulkan!."Tutur Yuan Zhao.


Shao Lung tersenyum lalu mengusap-usap kepala Yuan Zhao. Yuan Zhao seketika membeku di tempat, ia terkejut dengan perlakuan Shao Lung kepadanya, belum lagi senyuman manis yang terpancar dari bibir Shao Lung, membuat Yuan Zhao tidak bisa berkedip walau sedetik.


Shao Lung yang menyadari kecanggungan itu, segera menghentikan kegiatannya lalu membalikkan badannya membelakangi Yuan Zhao, entah kenapa ia juga merasa aneh.


"Hari sudah sore. sebaiknya kita kembali ke makam!."Ucap Shao Lung lalu terbang meninggalkan Yuan Zhao.


Yuan Zhao merebahkan tubuhnya di padang rumput yang luas."Hahhhh!."Menghela napas. "Bibi cantik sekali. tapi kenapa bibi belum menikah yaa?."Ucap Yuan Zhao. Ia terkikik geli membayangkan kecanggungan yang terjadi di antara mereka.


...----------------...


Sore telah berganti malam, sinar rembulan menerangi bukit serta hutan, membuat pantulan cahaya yang indah di dasar sungai.


Di depan sekte Makam Kuno, dua pria berjanggut berdiri menatap Gua yang tertutup oleh bongkahan batu besar.


Sesepuh Zhang mengangguk lalu mengeluarkan suara telepati."Nona Xia. Aku adalah Lui Zhang, pendekar pengembara dari selatan. Aku datang untuk menjemput anak yang saat ini tinggal bersamamu!."


Shao Lung dan Yuan Zhao yang berada di dalam sekte Makam Kuno terkejut mendengar suara telepati yang sangat kuat.


"Bibi. Apa kau mendengarnya?."Tanya Yuan Zhao.


"Iya. sepertinya kita kedatangan seorang pendekar hebat!."Ucap Shao Lung. Kemudian ia berjalan keluar dari dalam Gua di susul Yuan Zhao dari belakang.


Bongkahan batu besar yang menutupi mulut Gua perlahan bergeser bersamaan dengan Yuan Zhao dan Shao Lung yang muncul dari dalam Gua.


"Sepertinya Nona Xia merendahkan dirimu Guru. bisa-bisanya dia mengirim muridnya untuk bertemu dengan orang besar sepertimu!."Ujar Liang Wu.


"Di mana Nona Xia?."Tanya Liu Zhang.


"Guruku sudah meninggal 20 tahun yang lalu!."Ucap Shao Lung.

__ADS_1


"Apa?."Liang Wu terkejut mendengar ucapan Shao Lung.


"Kalau begitu maaf atas ketidaktahuan kami!."Ucap Liu Zhang.


"Tidak apa-apa. jadi apa yang membawa dua pendekar besar seperti kalian ke sini?."Tanya Shao Lung.


"Sebelumnya kami meminta maaf atas ketidak nyamanan yang kami timbulkan. Baru-baru ini, Guru Song pemimpin Sekte Zuanzhen di bunuh oleh seorang anak bernama Yuan Zhao."Ucap Liu Zhang.


Shao Lung terkejut, ia menoleh ke arah Yuan Zhao. Yuan Zhao memasang wajah datar.


"Kalian tau bahwa Guru Song adalah salah satu pendekar yang memiliki pengaruh di dunia persilatan, jadi kematiannya menimbulkan kemarahan bagi para pendekar besar. oleh karena itu aku di utus langsung oleh kaisar untuk membawa Yuan Zhao ke istana agar mempertanggung jawabkan perbuatannya."Tutur Liu Zhang.


Shao Lung terdiam, tatapan matanya kosong, ia tidak bisa mempercayai ucapan Liu Zhang, menurutnya Yuan Zhao adalah anak biasa yang tidak memiliki ilmu seni bela diri yang hebat, hal itu sangat bertolak belakang dengan Guru Song yang namanya sudah terkenal di dunia persilatan. Lalu bagaimana bisa Yuan Zhao membunuh Guru Song.


"Maaf tuan Liu Zhang. tapi Yuan Zhao adalah muridku, aku tidak bisa membiarkan kalian membawanya begitu saja!."Ujar Shao Lung.


Yuan Zhao terkejut mendengar ucapan Shao Lung, wanita itu berani melawan dua pendekar besar dunia persilatan hanya untuk dirinya.


"Nona. aku tidak tau siapa anda, tapi sebagai murid Nona Xia. Maka Nona pastinya tau siapa kami, melawan kami hanya akan merugikan dirimu sendiri!."Tutur Liu Zhang.


"Kalian memang pendekar besar. Ilmu seni bela diri kalian jauh di atasku, tapi..aku sudah berjanji untuk mejaga Yuan Zhao seumur hidupku!."Ucap Shao Lung.


"Benar sekali. janji adalah hutang, aku menghargai itu, tapi karena ini adalah Perintah kaisar. maka maaf kalau aku harus membawa Yuan Zhao secara paksa!."Ucap Liu Zhang, kali ini wajahnya berubah serius.


Shao Lung langsung memasang kuda-kuda bertarungnya, ia sudah sangat siap bertarung.


"Guru. biar aku yang melawannya!."Ucap Liang Wu.


Liu Zhang mengangguk tanda mengiyakan permintaan Liang Wu.


segera Liang Wu melesat dan berdiri di depan Shao Lung.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2