
"Yuan!!."
Shao terus berteriak memanggil nama Yuan Zhao dengan bibir yang bergetar, matanya berkaca-kaca karena menahan tangis.
"Uahhhh!!."Yuan Zhao tiba-tiba muncul di pinggiran sungai lalu beranjak dan berbaring di padang rumput yang luas.
'Sial. tadi itu hampir saja!. beruntung aku sempat membalut tubuhku dengan tenaga dalam, jika tidak, aku bisa saja terbunuh!.' Batin Yuan Zhao.
"Yuan!!."
Yuan Zhao tergeletak, ia bangkit dan menoleh ke arah sumber suara. di sana Shao Lung sedang berlari ke arahnya lalu dengan refleks memeluk tubuhku.
Hangat. itulah yang Yuan Zhao rasakan, namun kehangatan ini berbeda ketika ia berada di dalam pelukan Nenek, kehangatan ini seperti sesuatu yang berbeda.
Shao Lung melepaskan pelukannya lalu menatap Yuan Zhao."Apa kau terluka?."
Yuan Zhao menggelang."Tidak. aku baik-baik saja."
"Syukurlah!."Shao Lung bernafas lega.
Yuan Zhao tersenyum."Bibi mengawatirkan aku ya?."Goda Yuan Zhao.
Shao Lung langsung tersadar. ia buru-buru memasang wajah datar."Tidak. aku hanya takut tidak bisa menepati janjiku kepada Lin Hua!."Ucapnya dingin.
"Ohh aku pikir Bibi mengawatirkan aku!."Yuan Zhao terlihat kecewa.
Shao Lung mengabaikan Yuan Zhao kemudian ia berdiri dan menatap ke arah Li Chung.
Sementara itu, Li Chung saat ini sedang terkejut, ia tidak percaya Yuan Zhao bisa selamat dari pukulan mematikannya.
"Yuan Zhao. kau mungkin selamat dari pukulan pertamaku, tapi kau tidak akan selamat dari pukulan ku yang selanjutnya!."Ucap Li Chung.
Shao Lung berdiri di hadapan Yuan Zhao."Lawanmu adalah aku!."Ucap Shao Lung.
Li Chung terkekeh."Haha. maaf Nona, tapi aku tidak melawan seorang wanita!."Ucap Li Chung.
"Bibi. biar aku saja!."Yuan Zhao membawa Shao Lung untuk berdiri di belakangnya.
"Tapi-."
"Bibi. saat ini kondisi Bibi belum sepenuhnya pulih. Bibi tidak mungkin melawan Li Chung dengan kondisi seperti ini. sudah percayakan semuanya kepadaku!, Bibi duduk saja dan menonton!."Ucap Yuan Zhao.
Shao Lung Menatap manik mata Yuan Zhao."Baiklah. tapi kau harus berhati-hati!."
Yuan Zhao menggangguk."Tentu!."
Yuan Zhao melompat ke sungai dan berdiri di atas air, tatapannya fokus ke arah Li Chung.
"Ayo kita mulai!!."Ucap Yuan Zhao.
Segera Li Chung langsung meledakkan tenaga dalam yang besar dari dalam tubuhnya, air yang di pijaknya menggulung menjadi pusaran.
Tenaga dalamnya meluap-luap bersama hawa panas yang mencekam.
namun Yuan Zhao masih tetap tenang, ia berusaha membaca setiap perubahan yang terjadi pada tubuh Li Chung.
__ADS_1
Li Chung memusatkan seluruh tenaga dalamnya pada satu kepalan tangannya hingga kepalan tangannya bersinar terang seperti bulan.
Kemudian Li Chung melesat membela air dan dalam satu kedipan mata, ia sudah berada di hadapan Yuan Zhao.
"Matilah!."Li Chung melesatkan pukulan ke arah wajah Yuan Zhao.
Saat kepalan tangan itu akan menyentuh wajah Yuan Zhao tiba-tiba sebuah selendang sutra putih muncul dan berputar seperti gasing dan melindungi tubuh Yuan Zhao.
Bammmm!!!!
Ledakan tenaga dalam yang dasyat menghempaskan udarah di sekitar sungai.
Apa?
Li Chung terhempas ke belakang, matanya melebar, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Perlahan selendang yang berputar-putar di sekitar Yuan Zhao berhenti dan melingkar rapi di tubuh Yuan Zhao.
Shao Lung tersenyum. 'Dia telah menguasai jurus selendang kain sutra perawan' Batinnya.
"Jurus apa itu?."Tanya Li Chung, ia belum pernah melihat jurus yang seperti itu sebelumnya.
"Jurus selendang kain sutra perawan. Jurus yang terbentuk dari tenaga dalam murni yang berfungsi untuk melindungi penggunanya dari segala macam serangan. Jurus ini adalah simbol dari seorang wanita yang menjaga kehormatannya!."Jelas Yuan Zhao. Seolah-olah ia adalah seorang gadis perawan.
"Selendang kain sutra perawan ya. menarik, kalau begitu aku ingin melihat apakah jurus gadis perawan mu itu bisa melindungimu dari seranganku selanjutnya!."Ucap Li Chung.
Li Chung kembali melesat dan menyerang Yuan Zhao dengan pukulan berbalut tenaga dalam yang sangat besar, kepalan tangannya di selimuti sebuah aurah berbentuk kepala macam.
"Pukulan macan bulan!!."Ucap Li Chung sambil melesatkan pukulan ke arah Yuan Zhao.
Tangggg!
kepalan tangan Li Chung tertahan di balik dinding pusaran yang melindungi tubuh Yuan Zhao.
Li Chung berusaha menekan tenaga dalamnya untuk menembus pusaran tersebut.
Sudut bibir Yuan Zhao tertarik membentuk senyuman tipis, kemudian ia memejamkan matanya sambil mengangkat satu tangannya ke atas.
Seketika kain sutra melesat keluar dari dalam pusaran dan berubah menjadi seekor Rubah sembilan ekor. Rubah itu menyerang Li Chung dengan ekor-ekor raksasanya.
Li Chung terkejut. ia segera menarik kembali kepalan tangannya dan membalut tubuhnya dengan seluruh tenaga dalamnya.
Banggggg!!!
Li Chung terseret beberapa meter ke belakang masih dengan tubuh berbalut tenaga dalam.
Kemudian Rubah tersebut kembali berubah menjadi kain sutra biasa dan melesat masuk ke dalam pusaran.
Yuan Zhao menghentikan pusaran yang mengelilingi tubuhnya lalu tersenyum menatap Li Chung."Ada apa?. kenapa kau terkejut?."Ledeknya.
'Sial. Serangan itu benar-benar berbahaya. pertahananku sampai retak' Batin Li Chung.
"Baiklah. sekarang giliranku yang menyerang!!."Ucap Yuan Zhao.
kemudian Yuan Zhao mengerakkan puluhan kain sutra ke arah Li Chung.
__ADS_1
Shiu!
Shiu!
Shiu!
Puluhan kain sutra itu melesat dan membela angin, menciptakan gelombang pada air sungai.
Li Chung segera membalut tubuhnya dengan tenaga dalam yang besar.
Trangg! Tranggg! Trangg!
Puluhan kain sutra terus saja menghantam dinding pertahanan Li Chung hingga menimbulkan keretakan pada dinding tersebut.
Yuan Zhao tersenyum lalu melesat ke arah pertahanan Li Chung.
"Tiga tusukan maut Zuanzhen!!."Teriak Yuan Zhao.
Segera dua kepalan tangan Yuan Zhao terbalut tenaga dalam yang besar dan membentuk runcing.
"Heyaaaaa!!."Yuan Zhao menghantam dinding pertahanan Li Chung.
Banggg!! Banggg!!
Dingin pertahanan Li Chung runtuh, kemudian Yuan Zhao melesatkan pukulan terakhir.
Tsukkk!!!
Pukulan Yuan Zhao menembus tubuh Li Chung.
"Puffftt!."Li Chung memuntahkan darah segar, matanya melebar sempurna, antara percaya dengan tidak bahwa dia telah kalah oleh anak berumur 14 tahun.
"Guru!."Lirih para murid sekte bulan Giok. mereka sedih dan tidak percaya bahwa Guru yang selama ini mereka agung-agungkan bisa di kalahkan oleh Yuan Zhao.
Yuan Zhao menarik kepalan tangannya lalu menendang tubuh Li Chung.
Bag!
Li Chung terpental dan jatuh di pinggiran sungai.
Para murid berlari dan memeluk tubuh kaku Li Chung.
"La-laporkan ke-kejadian ini ke-kepada Za-Zander Ta-tang. Minta di-dia u-untuk membalaskan kem-atian ku."
Setelah mengatakan itu Li Chung menghembuskan nafas terakhir.
Tangis para murid sekte Bulan Giok pecah.
"GURUUUUU!!!."
-
-
-
__ADS_1