
"Hei pelayan!."
Minghao berteriak memanggil para pelayan yang sedang berjalan menuju kamar Yuan Zhao dengan beberapa hidangan mewah.
"Iya tuan!."Para pelayanan itu berjalan menghampiri Minghao.
"Letakkan hidangan itu di sini!."Perintah Minghao.
Para pelayan meletakkan semua nampan tersebut di atas meja Minghao.
"Panggil Lin Mei ke sini!."Perintahnya kepada para pelayan tersebut.
Para pelayan itu menggangguk lalu berjalan keluar dari kamar Minghao.
Beberapa menit kemudian Lin Mei datang ke kamar ayahnya.
"Ayah. ada apa memanggilku?."Tanya Lin Mei.
Minghao tersenyum."Bawa nampan-nampan itu ke kamar Yuan Zhao, biarkan dia melihat ketulusanmu!."Ujar Minghao.
"Apa?. tidak, aku tidak mau!."Tolak Lin Mei, ia masih sangat kesal dengan sikap sombong Yuan Zhao.
"Sudah. tidak usah membantah, ikuti saja Perintah ayah!."Desak Minghao.
"Tapi ayah!."Ucap Lin Mei dengan nada memelas.
"Cepat lakukan! atau ayah akan menikahkanmu dengan Guan Lin saat kita sampai di kekaisaran Shong!."Ancam Minghao.
Lin Mei terkejut. "Tidak. Tidak, baik aku akan melakukannya!."
Lin Mei dengan cepat mengambil nampan-nampan tersebut dan membawanya menuju kamar Yuan Zhao.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk!."Ucap Yuan Zhao.
Lin Mei berjalan masuk ke dalam kamar Yuan Zhao dan meletakkan nampan tersebut di atas meja.
Lin Mei melirik ke arah Yuan Zhao yang saat ini sedang membaca sebuah kitab.
"Kitab apa yang sedang kau baca?."Tanya Lin Mei.
"Kau tidak perlu tau. Sekarang keluar dari sini!."Ucap Yuan Zhao dingin.
Wajah Lin Mei berubah kesal, ia menghentakkan kakinya ke lantai lalu berjalan keluar dari kamar Yuan Zhao.
"Dasar sombong!."Umpat Lin Mei kesal sambil berjalan menuruni tangga.
Di dalam kamar, Yuan Zhao melirik ke arah nampan berisi hidangan mewah.
__ADS_1
"Hidangan mewah lagi ya."Ucap Yuan Zhao kemudian ia mulai menyantap makanan tersebut.
Setelah makan, Yuan Zhao duduk menyilang di atas tempat tidur lalu memejamkan matanya.
Setelah beberapa menit, Yuan Zhao kembali membuka matanya."Tenaga dalamku kini mencapai 1500 lingkaran tapi aku masih belum bisa menguasai jurus Selendang Rubah sutra putih dengan sempurna."Ucap Yuan Zhao lemas
Yuan Zhao merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ia menjadikan lengannya sebagai bantal, matanya menatap langit-langit kamar.
'Bibi. bagaimana kabarmu sekarang?. apa kau makan dengan baik?' Batin Yuan Zhao.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk!."Ucap Yuan Zhao.
Minghao masuk ke dalam kamar Yuan Zhao kemudian ia duduk di kursi yang ada di sudut ruangan.
"Apa yang membawamu ke sini tuan Hao?."Tanya Yuan Zhao tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.
"Ahh. tidak ada, aku hanya ingin memastikan apakah pelayan kami mengurusku dengan baik!."Ucap Minghao.
"Tentu saja Tuan Hao."Ucap Yuan Zhao.
Yuan Zhao melirik ke arah Minghao, pria paruh baya itu seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Apa kau punya hal lain untuk di katakan kepadaku?."Tanya Yuan Zhao.
"Itu bagus!."Ucap Yuan Zhao.
"Tapi-."Minghao terlihat memikirkan sesuatu.
"Tapi apa?."Tanya Yuan Zhao.
"Tapi di pelabuhan nanti mungkin akan ada sedikit masalah. Tapi Tuan Zhao tidak usah khawatir karena aku dan awak kapalku akan mengatasi semuanya."Ucap Minghao ragu-ragu.
"Bagus!."Yuan Zhao kembali memejamkan matanya.
"Tuan Zhao!."
"Humm."
"Kalau aku boleh tau. sebenarnya sehebat apa seni bela diri mu?."Tanya Minghao.
Yuan Zhao membuka matanya."Tidak hebat!."Ucapnya singkat.
Minghao menghela nafas kasar, tampak guratan kekecewaan di wajahnya.
"Hanya cukup untuk melawan 50 atau mungkin 100 orang!."Lanjut Yuan Zhao.
Wajah Minghao kembali bersemangat."Benarkah?."Ucapnya.
__ADS_1
Yuan Zhao bangkit lalu duduk di pinggir ranjang sambil menatap ke arah Minghao.
"Tuan Hao Sepertinya sangat tertarik dengan ilmu seni bela diri ku?."Ucap Yuan Zhao.
"Ahhh..bisa di bilang seperti itu, sejak dulu aku memang selalu mengagumi orang-orang yang memiliki bakat seni bela diri yang tinggi, seperti Tuan Qi 'pemimpin Sekte pengemis suci' Tuan Jun Hui 'penguasa benua persik'. Tuan Kun Jiazhen Si 'racun barat' dan Tujuh serigala Zuanzhen."Ujar Minghao.
Yuan Zhao menaikkan sebelah alisnya, ucapan Minghao sedikit menarik perhatiannya, nama-nama yang baru saja di ucapkan oleh Minghao Sepertinya orang-orang yang sangat terkenal di dunia persilatan kekaisaran Shong.
"Apa nama-nama yang baru saja kau sebutkan adalah nama orang-orang yang memiliki ilmu seni bela diri yang tinggi?."Tanya Yuan Zhao.
Minghao menggangguk."Tentu saja Tuan Zhao. Mereka adalah penguasa dunia persilatan, Tuan Qi Hiosan terkenal dengan jurus '18 penakluk naga'. Tuan Jun Hui terkenal dengan jurus 'ilusi seruling bambu'. Tuan Kun Jiazhen terkenal dengan jurus 'Sembilan tapak beracun' lalu ketujuh murid Zuanzhen yang terkenal dengan jurus gabungan 'Serigala Zuanzhen'."Tutur Minghao menjelaskan.
"Menarik!."Ucap Yuan Zhao dengan sudut bibir yang tertarik membentuk senyuman menyeringai, target Yuan Zhao kali ini adalah Qi Hiosan pemilik jurus 18 penakluk naga.
"Baiklah Tuan Hao. Sekarang tujuan kita adalah mencari keberadaan Qi Hiosan pemilik jurus 18 penakluk naga!."Ucap Yuan Zhao.
"Hah?.. Kenapa tuan ingin mencari Tuan Qi?."Tanya Minghao heran sekaligus penasaran.
"Bukankah Tuan Hao penasaran dengan ilmu seni bela diri ku. Jika aku bertemu dengan Qi Hiosan, maka aku akan berduel dengannya dan Tuan Hao akan melihat sebagus apa ilmu seni bela diri ku!."Ujar Yuan Zhao.
Wajah Minghao terlihat ragu."Tapi Tuan Hao. Tuan Qi pemimpin sekte pengemis suci bukanlah orang sembarangan, dia adalah pilar sekaligus tokoh penting di dunia persilatan, kemampuannya sangat hebat, takutnya...."Minghao menghentikan ucapannya karena takut menyinggung perasaan Yuan Zhao.
"Tuan Hao takut aku akan kalah?."Tanya Yuan Zhao.
Minghao menganggukkan kepalanya dengan kaku.
"Hahahah. Ini akan menarik Tuan Hao, kau pasti akan menyukainya!."Ucap Yuan.
Minghao hanya bisa membalas dengan senyuman kaku.
Sementara itu di balik pintu kamar Yuan Zhao, Lin Mei baru saja mendengar percakapan antara Yuan Zhao dan ayahnya.
"Cih. Sombong sekali dia! Aku yakin setelah bertemu dengan pendekar Qi dia akan langsung membungkuk meminta ampun!."Ucap Lin Mei lalu berjalan meninggalkan tempat tersebut.
Kapal besar terus bergerak memasuki perairan kekaisaran Shong, pulau yang besar dan luas mulai terlihat dari pandangan.
Kapal-kapal nelayan serta rumah-rumah panggung yang berdiri di pinggiran laut menghiasi keindahan tempat tersebut.
Dari kejauhan tampak beberapa prajurit Shong sedang berdiri menunggu kedatangan kapal pedagang milik Minghao.
Di antara para prajurit tampak seorang pria tampan dengan pakaian bangsawan duduk di atas kuda sambil tersenyum licik.
"Akhirnya mereka datang juga!!."Ucap pria tersebut.
-
-
-
__ADS_1