Unrivaled Warrior Legend

Unrivaled Warrior Legend
Ep. 17. Rencana penangkapan


__ADS_3

Sorak-sorak dari para penonton semakin terdengar keras ketika pertarungan dua pendekar muda semakin memanas.


Beberapa kali keduanya terhempas ke belakang saat pukulan mereka saling berbenturan.


"Ada apa?. bukannya kau ingin mengalahkan aku?. kenapa sekarang kau terlihat kesulitan?."Tanya Yuan Zhao dengan nada mengejek.


"Sialan kau!."Teriak Jao Rao sambil mempercepat tempo serangannya.


Yuan Zhao menepis serangan Jao Rao sambil bergerak mundur secara teratur. Gerakannya sangat rapi dan terpola, ia tidak menunjukkan penurunan sedikitpun.


Setiap gerakan Yuan Zhao hampir tidak memiliki celah, menghindar dan menepis. Benar-benar sangat rapi.


Sementara itu, Jao Rao mulai menunjukkan penurunan, gerakannya yang semula cepat dan berbobot perlahan melambat seiring dengan stamina yang terkuras habis.


dalam beberapa gerakan, Yuan Zhao melihat adanya celah pada serangan Jao Rao, dan hal itu tidak Yuan Zhao sia-siakan.


Yuan Zhao menangkap pergelangan tangan Jao Rao lalu bergerak ke depan untuk mempersempit jarak mereka, lalu ia mendaratkan dua pukulan ke bagian dada Jao Rao.


Bag!


Bug!


Jao Rao tersentak dan mundur beberapa langkah ke depan, namun Yuan Zhao kembali memangkas jarak mereka kemudian mendaratkan pukulan telak di wajah Jao Rao.


Bag!!


Jao Rao seketika oleng, keseimbangannya goyah karena mendapatkan serangan telak di bagian wajah.


Yuan Zhao tidak berhenti. Ia langsung menyerang tulang rusuk Jao Rao sebanyak 2 kali berturut-turut lalu mengakhirinya dengan tendangan memutar yang mendarat telak di wajah Jao Rao.


Bag!!


Jao Rao langsung terpental dan jatuh di luar arena.


Semua orang terkejut, baik itu penonton, guru-guru besar bahkan kaisar sekalipun terdiam.


mereka seolah-olah terhipnotis oleh gerakan Yuan Zhao yang begitu rapi, pelan namun pasti.


Plok! Plok! Plok!


satu per satu suara tepuk tangan terdengar, lalu detik berikutnya berubah menjadi tepuk tangan yang sangat meriah dari para penonton.


"Anak itu. siapa namanya tadi?."Tanya Kaisar.


"Yun Zao Yang Mulia!."Jawab Luhan Jong.

__ADS_1


"Humm. Yun Zao, dia anak yang berbakat. aku ingin dia masuk ke dalam Akademi kemiliteran!."Ujar Kaisar.


"Tapi Yang Mulia. dia adalah murid sekte Makam Kuno!."Ucap Luhan Jong.


"Benar. tapi dia tidak ada hubungannya dengan anak bernama Yuan Zhao itu!."Ucap Kaisar.


Sementara itu, Jao Rao tidak bisa menerima kekalahannya. Jao Rao bangkit dan berniat menyerang Yuan Zhao dari arah belakang.


"Jangan coba-coba!."Shen Rui tiba-tiba muncul dan berdiri di hadapan Jao Rao.


Jao Rao terlihat kesal, ia meninggalkan arena pertarungan dengan wajah malu.


"Sudah aku bilang kan. kalau pria itu sangat hebat!."Ucap Jingmi sambil memamerkan senyuman indahnya.


"Cih. aku jauh lebih hebat!."Ujar Jay Chou memutar bola mata malas.


Yuan Zhao membungkuk hormat ke arah Kaisar lalu berjalan turun dari arena pertarungan.


Yuan Zhao merasa senang karena telah memberi pelajaran kepada Jao Rao.


...----------------...


Pagi telah berganti sore, kompetisi pendekar muda putaran kedua baru saja berakhir. 10 peserta sudah melaju ke babak selanjutnya dan akan bertarung di putaran ketiga yang akan di adakan lima hari mendatang.


Semua orang kembali kepada aktivitas mereka masing-masing, begitupun Yuan Zhao yang juga segera beranjak menuju Sekte Makam Kuno.


"Ternyata kau memiliki wajah yang sangat tampan!."


Yuan Zhao terkejut, ia segera menoleh ke arah sumber suara. Di hadapannya, Jingmi sedang menatapnya dengan wajah bersemuh merah.


"Kau mengikutiku!."Ucap Yuan Zhao.


"Ti-tidak. aku tidak mengikutimu!."Bantah Jingmi.


"Kalau kau tidak mengikutiku. Lalu apa yang kau lakukan di sini?."Tanya Yuan Zhao.


"Aku hanya-"


Shiu!!


tiba-tiba sebuah tenaga dalam berbentuk bola melesat dari balik pepohonan.


"Awas!!."Teriak Yuan Zhao sambil menarik Jingmi ke arahnya.


Brukkk!!

__ADS_1


tenaga dalam tersebut meledakkan pohon besar dan menciptakan suara dentuman yang keras.


"Apa kau baik-baik saja?."Tanya Yuan Zhao, saat ini ia berada di atas tubuh Jingmi.


Jingmi menelan salivadnya dengan kuat karena melihat wajah tampan Yuan Zhao, apa lagi tatapan mata coklat Yuan Zhao, benar-benar sangat mempesona.


"I-Iya!."Jingmi menjawab dengan bersusah payah.


'Ya dewa. Apa aku sedang bermimpi?.' Batin Jingmi.


"Yun Zao. jangan melawan dan ikut kami!."


Yuan Zhao menoleh ke arah rombongan pria yang baru saja keluar dari pepohonan, mereka adalah Liu Zhang (si pendekar pengembara), Li Ning (si gadis beracun), Hao Xiang (Si Singa buas dari selatan) lalu Jang Wei (Penguasa Sekte Gerhana.). Keempat orang ini adalah para pendekar besar dunia persilatan.


"Yuan Zhao!."Jang Wei terkejut melihat anak yang akan mereka jadikan sandra ternyata Yuan Zhao.


"Oh. jadi anak ini adalah Yuan Zhao!."Ucap Liu Zhang, sebelumnya ia sudah pernah melihat Yuan Zhao, namun karena penglihatannya kurang jelas terlebih saat itu hari sudah malam, jadi Liu Zhang tidak dapat mengenali Yuan Zhao dengan baik.


"Jadi anak ini yang sudah membunuh Tetua Song dan Li Chung?."Tanya Li Ning.


"Benar. bukan hanya itu, gurunya Nona Shao Lung telah membunuh muridku Liang Wu."Ujar Liu Zhang.


"Hummm. aku jadi penasaran, sebenarnya sekuat apa anak ini?."Ucap Hao Xiang.


"Jadi namamu sebenarnya bukan Yun Zao tapi Yuan Zhao?."Tanya Jingmi sambil menatap Yuan Zhao yang saat ini sedang menatap dingin ke arah para pendekar besar di hadapannya.


Yuan Zhao mengabaikan pertanyaan Jingmi lalu berdiri menatap keempat pendekar besar itu."Jadi kalian datang ke sini untuk membunuhku?."Suara Yuan Zhao terdengar dingin.


"Yuan Zhao. sebaiknya kau jangan melawan kami!. serahkan dirimu dan terima hukumanmu!."Ucap Liu Zhang.


"Cih. apa kalian ingin tau kenapa aku membunuh Guru Song dan Guru Li Chung?."Ucap Yuan Zhao.


'Jadi. Yuan Zhao benar-benar membunuh mereka!.' Batin Jang Wei.


Sejak awal memang Jang Wei tidak percaya bahwa Yuan Zhao lah yang telah membunuh Li Chung dan Guru Song, karena Jang Wei sangat tau kemampuan muridnya itu, apa lagi, Yuan Zhao adalah anak yang baik hati.


Tapi saat melihat kebenarannya sekarang, Jang Wei tidak bisa untuk tidak percaya dengan kenyataan.


"Katakan!."Ucap Hao Xiang.


"Guru Song telah diam-diam mengurung para gadis di bawah umur untuk di perjual belikan kepada para bangsawan, selain itu, hampir setiap harinya, Guru Song memerintahkan anak muridnya untuk menculik gadis-gadis remaja sementara itu, Li Chung, telah diam-diam membuat konspirasi untuk menghancurkan semua sekte yang ada di kekaisaran Shang, dia berkonspirasi dengan jendral dari kekaisaran Yin yaitu Zander Tang."Tutur Yuan Zhao menjelaskan.


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2