
"Hiaaaa!!."Liang Wu melesat membela angin dan menyerang dengan telapak tangan yang ia buat seperti cakar.
Whusss! Whusss! Whusss!
Shao Lung bergerak menghindari serangan Liang Wu, lalu Shao Lung mengerakkan dua buah selendang sutra yang melilit tubuhnya ke arah Liang Wu.
Liang Wu terus bergerak menghindari selendang sutra tersebut, tapi selendang sutra itu seperti bernyawa, mereka terus bergerak menyerang Liang Wu.
Liang Wu menghentakkan kakinya ke tanah lalu melompat ke udarah.
Di udarah, Liang Wu mendorong kedua telapak tangannya ke depan dada."Tapak Angin!!."Ucap Liang Wu.
Segera sebuah gelombang angin berbentuk dua telapak tangan melesat ke arah Shao Lung.
Shao Lung membuat gerakan yang lembut dan halus, lalu Shao Lung mendorong kedua tangannya ke depan."Selendang sutra putih!."Ucapnya.
Dengan cepat dua selendang yang terlentang di udarah langsung melesat dan menabrak dua gelombang angin berbentuk telapak tangan itu.
Bammm!!!
Benturan dua tenaga dalam yang besar menimbulkan suara dentuman yang keras, udarah terhempas menyapu dedaunan dan ranting-ranting pohon.
Liang Wu kembali berpijak di tanah."Hebat. kau bisa menahan tapak angin ku. murid Nona Xia memang tidak bisa di remehkan!."Ujar Liang Wu.
"Baiklah. kalau begitu, aku akan lebih serius!."Lanjutnya lalu meledakkan tenaga dalam yang dahsyat. Udarah kembali terhempas dan menumbangkan pepohonan di sekitar Liang Wu, Tenaga dalamnya mengudara dan mengeluarkan sinar kehitaman yang pekat.
Shao Lung terkejut, ia mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak. Shao Lung tau bahwa Liang Wu sudah berada pada fase Master, tingkatan tinggi pada ilmu seni bela diri.
"Liang Wu. segera selesaikan ini!."Ujar Liu Zhang.
"Baik Guru!."Jawab Liang Wu. segera ia mendorong kedua telapak tangannya ke depan dada."Tapak Angin Suci!!."
Segera sebuah gelombang angin berkumpul dan membentuk dua telapak tangan yang berukuran besar, lalu Liang Wu menghentakkan telapak tangannya.
Shiu!!
Dua telapak tangan raksasa melesat ke arah Shao Lung, membelah angin dan meretakkan tanah.
Shao Lung langsung membuat gerakan lembut dan halus, setiap gerakannya membuat dua selendang sutra berputar mengelilingi tubuhnya seperti gasing.
__ADS_1
BAMMM!!
Telapak tangan raksasa menabrak pusaran selendang yang memutari tubuh Shao Lung.
Dua kekuatan besar itu saling bergesekan menimbulkan suara gemuruh pada langit, telapak tangan raksasa terus berusaha menghancurkan pusaran angin yang Shao Lung ciptakan.
Melihat hal itu, Liang Wu kembali melesatkan gelombang angin berbentuk telapak tangan ke arah Shao Lung hingga menimbulkan suara dentuman yang keras.
Shao Lung mulai kesulitan menahan telapak tangan raksasa itu, suara selendang yang sobek mulai terdengar di telinga Liang Wu.
"Menyerah saja Nona. sampai kapan kau akan bertahan, hentikan pertarungan ini dan biarkan kami membawa Yuan Zhao!."Ucap Liang Wu.
"Tidak. Yuan Zhao tidak akan kemana-mana, baik aku atau Yuan Zhao telah berjanji untuk tetap bersama seumur hidup!."Tegas Shao Lung.
Mata Yuan Zhao melebar mendengar ucapan Shao Lung, wanita itu rela mengorbankan nyawanya demi menjaga Yuan Zhao agar tetap berada di sisinya.
"Bibi. tidak apa-apa, biarkan aku ikut bersama mereka!."Ujar Yuan Zhao.
"Tidak!. kau sudah berjanji kepadaku. kau akan tetap di sini bersamaku!."Tegas Shao Lung.
Shao Lung memejamkan kedua matanya, lalu perlahan dua buah selendang sutra yang memutari tubuh Shao Lung mengeluarkan cahay putih yang menyilaukan mata, bahkan tubuh Shao Lung juga ikut bercahaya.
Seketika selendang itu berubah menjadi sembilan ekor rubah berwarna putih dan menghantam Telapak tangan raksasa milik Liang Wu.
BAMMM!!
Apa?
Liang Wu dan Liu Zhang terkejut, mereka tidak menyangka jurus tingkat master bisa di patahkan begitu saja.
Kini Shao Lung terlihat seperti siluman rubah dengan sembilan ekor, paras cantiknya bersinar terang kala terkena cahaya rembulan.
"Ini jurus Rubah sutra putih!!."Ucap Liang Wu dengan mata yang melebar.
Liang Wu sangat kenal dengan jurus tersebut, jurus yang pernah mengguncang dunia persilatan, bahkan seorang Master pun belum tentu bisa menandingi kekuatan jurus Rubah sutra putih.
"Suatu Kehormatan bisa melihat jurus legendaris milik Nona Xia!."Ucap Liu Zhang.
Sebagai seorang pendekar pengembara, ia tentu telah banyak bertemu dengan banyak pendekar besar, bahkan tidak sedikit di antara mereka pernah bertarung dengan Liu Zhang, tapi meskipun begitu, Liu Zhang sangat mengakui kehebatan Nona Xia pemilik sekte Makam Kuno, karena itulah saat pertama kali datang ke sekte Makam Kuno, Liu Zhang berusaha bersikap sopan karena takut menyinggung Nona Xia, tapi setelah mendengar bahwa Nona Xia telah meninggal 20 tahun lalu, Liu Zhang menjadi sangat percaya diri untuk merebut Yuan Zhao tanpa harus melewati pertarungan yang berat.
__ADS_1
Namun tidak di sangka, murid dari Nona Xia tenyata menguasai jurus Rubah sutra putih.
"Liang Wu. mundurlah, dia bukan tandinganmu!."Ucap Liu Zhang.
Liang Wu mengangguk lalu melompat ke belakang, membiarkan gurunya yang turun tangan.
"Nona. aku akan meminta untuk yang terakhir kali, hentikan pertarungan ini dan biarkan kami membawa Yuan Zhao. kami tidak punya masalah denganmu!."Ujar Liu Zhang.
"Sudah aku katakan dari awal. bahwa aku sudah menjadi untuk menjaga Yuan Zhao seumur hidupku!."Ucap Shao Lung.
"Baiklah. kalau begitu, maafkan aku karena melakukan kekerasan!."
Setelah ucapan Liu Zhang selesai, Liu Zhang langsung meledakkan tenaga dalam yang sangat besar, tubuhnya di selimuti aurah kegelapan, pepohonan yang berada di sekitar Liu Zhang langsung layu karena terserap oleh aurah kegelapan tersebut.
Mata Liu Zhang berubah hitam beserta aurah kegelapan yang menjulang tinggi ke atmosfer.
Shao Lung merasakan aurah mengintimidasi dari Liu Zhang, ia memasang sikap waspada.
Sementara itu, Yuan Zhao masih terlihat tenang, tatapannya fokus ke arah Shao Lung, ia sangat tertarik dengan jurus Rubah sutra putih.
Liu Zhang mengepalkan kedua tangannya, lalu melesat ke arah Shao Lung, tanah yang di pijak oleh Liu Zhang hancur dan membentuk sebuah lubang.
Shao Lung mengerakkan ekor-ekor Rubah nya ke arah Liu Zhang, ia mencoba untuk melambat gerakan Liu Zhang yang sedang mendekatinya.
Bangggg!! Bagggg!! Bagggg!!
Liu Zhang sangat cepat melewati serangan ekor-ekor Rubah, gerakannya hampir tidak terlihat oleh mata, ia membuat gerakan zig-zag untuk mengelabui serangan ekor Rubah tersebut.
Dengan cepat Liu Zhang sudah berada di hadapan Shao Lung. Liu Zhang mengepalkan tangannya lalu melesatkan pukulan berbalut tenaga dalam yang sangat besar ke arah Shao Lung.
Shao Lung segera melindungi dirinya dengan sembilan ekor Rubah.
BAMMMMMM!!!!!!
dentuman keras bersama hempasan angin menyapa seluruh area hutan, pepohonan beterbangan di udara.
Liang Wu dan Yuan harus menjadi korban dari sapuan angin tersebut.
-
__ADS_1
-
-