
Suara riuh penonton terdengar di dalam Aula, mereka begitu antusias untuk segera menyaksikan kompetisi yang mempertemukan para pendekar muda.
Suara riuh penonton berhenti ketika seorang pria tampan naik ke atas arena, wajahnya yang tampan mampu memikat hati para wanita.
"Perkenalkan. namaku Shen Rui. aku akan membimbing jalannya kompetisi pendekar muda pada hari ini."
"Aku akan menjelaskan peraturan yang berlaku di kompetisi pendekar muda. peraturannya ada tiga, yaitu jika peserta keluar dari arena pertarungan, maka dia di nyatakan kalah, yang kedua, bila peserta di mengalami luka parah dan tidak bisa melanjutkan pertarungan, maka dia di nyatakan kalah. yang terakhir, peserta bisa mengaku kalah saat bertarung atau sebelum bertarung!."Tutur Shen Rui.
Kemudian Shen Rui mulai memanggil dua peserta yang akan bertarung di putaran pertama.
Perserta kali ini adalah Zu Bong dari sekte Kabut Suci melawan Han Li dari Sekte Harimau biru.
Dari kursi peserta, Yuan Zhao menatap fokus kedua peserta yang sedang beradu kekuatan di atas arena.
Keduanya tampak gesit dan pandai dalam memainkan senjata mereka masing-masing, baik gerakan ataupun kecepatan, mereka berdua terlihat sama.
Mereka saling bertukar serangan, serta memamerkan jurus andalan dari sekte mereka masing-masing.
Suara gesekan dua pedang berserta percikan bunga api mewarnai pertarungan sengit mereka.
Sampai akhirnya Han Li kecolongan satu gerakan dan membuat ia terkena pukulan di bagian wajah.
Bag!!
Han Li terpental dan jatuh di luar arena pertarungan. Suara tepuk tangan menyambut kemenangan Zu Bong.
Kompetisi terus berlanjut, banyak di antara mereka telah berguguran dan banyak pula yang berhasil lolos ke babak selanjutnya.
Para penonton semakin banyak berdatangan dan memenuhi aula tempat kompetisi itu di adakan.
...----------------...
Di tempat lain. Shao Lung baru saja terbangun, ia menatap mangkuk berisi sup daging yang Yuan Zhao masakan untuknya semalam.
Shao Lung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan mencari keberadaan Yuan Zhao.
Ia mencari-cari keberadaan anak kecil yang beberapa hari ini telah merawatnya. Shao Lung ingin menanyakan sesuatu, sesuatu tentang kejadian yang menimpa mereka kemarin, di mana Liu Zhang dan Liang Wu datang untuk menjemput Yuan Zhao dengan dalih bahwa Yuan Zhao telah membunuh Guru Song.
Meski sulit untuk di percaya, tapi Shao Lung mulai merasa sedikit curiga dengan Yuan Zhao.
mungkinkah ada yang Yuan Zhao sembunyikan?
Atau Yuan Zhao memiliki kembaran dan kembaran itu yang membunuh Guru Song?
Shao Lung tidak akan bisa tenang sebelum mendapatkan jawaban dari mulut Yuan Zhao secara langsung.
Tapi tunggu dulu! kemana anak itu?
Shao Lung telah berkeliling di sekitaran Sekte, tapi ia tetap belum menemukan Yuan Zhao.
...----------------...
__ADS_1
Kembali ke aula. di sana Jao Rao baru saja lolos ke babak selanjutnya, ia berhasil mengalahkan Huang Zhong dari sekte Zuanzhen dengan sangat mudah.
Para penonton semakin mengidolakan dirinya, menurut mereka, Jao Rao adalah kandidat kuat yang akan keluar sebagai juara.
dari kursi peserta, Jay Chou berdiri dan berjalan menuju arena pertarungan, kali ini ia berhadapan dengan seorang murid dari sekte pengemis suci.
Jay Chou menatap tongkat kayu yang ada di tangan Yun Lee, ia terkekeh.
"Apa menurutmu tongkat kayu itu bisa melukaiku?."Tanya Jay Chou dengan nada mengejek.
"Cih. sombong sekali kau, aku ingin lihat apa mulut besarmu itu sepadan dengan kemampuanmu!."Ujar Yun Lee.
Jay Chou memicikkan matanya."Kau akan tau sebentar lagi!."Ucapnya dengan wajah dingin.
"Mulai!!."Teriak Shen Rui.
Yun Lee langsung melesat ke arah Jay Chou sambil mengayunkan tongkat kayunya.
Jay Chou tampak tenang, ia hanya bergerak sedikit ke samping untuk menghindari tongkat yang melesat ke arahnya.
dalam beberapa gerakan, Jay Chou memilih untuk menghindar saja tanpa melakukan penyerangan, membiarkan Yun Lee menyerangnya dengan semua kemampuannya.
Yun Lee tidak menurunkan intensitas serangannya, ia semakin mempercepat ayunan tongkatnya tanpa jeda, menyerang dari bawah hingga ke tubuh bagian atas Jay Chou.
tetapi Jay Chou selalu dapat menghindari serangan yang datang kepadanya, gerakannya begitu gesit dan lincah, ia tidak mengalami kesulitan sedikitpun dalam menghindari serangan-serangan Jay Chou.
"Apa hanya segini kemampuan mu?."Ucap Jay Chou sambil melompat menghindari serangan Yun Lee.
Jay Chou menghentikan langkahnya lalu menangkap tongkat kayu Yun Lee dengan satu tangannya.
Yun Lee terkejut, ia berusaha menarik tongkat kayu nya, tapi Jay Chou menahannya dengan tenaga dalam.
kemudian Jay Chou melesat dan memukul dada Yun Lee dengan telapak tangannya.
Banggg!!!
Yun Lee terpental dan jatuh di luar arena.
Plok! Plok! Plok!
tepuk tangan meriah menyambut kemenangan Jay Chou, mereka memang tidak pernah meragukan kemampuan murid sekte Gerhana itu.
Jay Chou juga termasuk kandidat kuat yang akan bersaing ketat dengan Jao Rao.
"Selanjutnya. Liao Zhang dari sekte Gerhana melawan Yun Zao dari sekte Makam Kuno."Ucap Shen Rui.
Semua orang menatap heran sosok pria bertopeng yang sedang naik ke atas arena pertarungan.
Mereka sangat mengenal sekte Makam Kuno, itu bukanlah sekte yang biasa menunjukkan diri mereka ke dunia luar. Sekte Makam Kuno cenderung tertutup dan hampir tidak di ketahui keberadaannya. Tapi hari ini untuk pertama kalinya seorang murid dari Sekte Makam Kuno menghadiri sebuah kompetisi besar.
Liu Zhang yang sedang duduk di kursi para guru memicikkan matanya ke arah pria bertopeng itu. Liu Zhang seakan merasakan sesuatu yang familiar.
__ADS_1
"Hei. kenapa kau menutupi wajahmu?. apa karena wajahmu sangat jelek."Ujar Liao Zhang.
"Aku menggunakan topeng karena wajahku sangat tampan. Jika orang-orang melihatnya, takutnya mereka semua akan pingsan!."Ucap pria bertopeng.
"Cih. percaya diri sekali kau!. lihat saja, akan aku robek mulut sombongmu itu!."Ucap Liao Zhang.
"Hahah. takutnya kau tidak akan mampuh!."ujar pria bertopeng.
"Kau meremehkan aku!. aku akan menghajar mu!."Teriak Liao Zhang.
"Mulai!!."Teriak Shen Rui.
Segera Liao Zhang langsung melesat dengan pedang yang terhunus ke depan.
Pria bertopeng tidak bergeming, ia masih berdiri di tempatnya sambil menatap kedatangan Liao Zhang.
"Hiaaaa!!."Liao Zhang mengayunkan pedangnya ke arah leher pria bertopeng.
pria bertopeng bergeser sedikit ke kiri dan tebasan Liao Zhang hanya mengenai udara kosong.
Liao Zhang segera merubah arah serangannya, kali ini ia mengincar tubuh bagian bawah pria bertopeng.
Pria bertopeng bergerak mundur sambil menghindari terbasan Liao Zhang.
Liao Zhang menghentakkan kakinya lalu melompat ke udarah."terbasan gerhana!."Ucapnya.
segera sebuah aurah tipis keluar dari pedang Liao Zhang dan melesat ke arah pria bertopeng.
Pria bertopeng membuat gerakan halus dan lembut lalu melepaskan gelombang angin yang kuat ke arah tebasan Gerhana milik Liao Zhang.
Bammm!!
Tebasan Gerhana tersapu bersih oleh gelombang angin lalu menabrak tubuh Liao Zhang dengan sempurna.
"Puffftt!!."Liao Zhang terpental sambil memuntahkan darah segar.
Para Guru besar terkejut, mereka sontak berdiri dari kursinya. Bukan hanya mereka, tapi semua penonton juga ikut mengangga melihat jurus yang sangat kuat itu.
Suasana hening sesaat hingga salah satu penonton bertepuk tangan lalu di susul tepuk tangan meriah dari semua penonton lainnya.
'Anak itu. dia memiliki tenaga dalam yang kuat' Batin Liu Zhang.
'Siapa anak itu? kenapa rasanya aku seperti mengenalnya?' Batin Jang Wei.
'Sial. anak itu akan menjadi ancaman bagi reputasi sekte bulan Giok. Aku tidak bisa membiarkannya.' Batin Li Chung.
-
-
-
__ADS_1