
Sudah seminggu Yuan Zhao Tinggal bersama nenek, selama tinggal bersama Nenek Yuan Zhao merasakan perhatian yang sangat besar dari Nenek, Yuan Zhao seolah-olah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Nenek. kau sedang apa?."Tanya Yuan Zhao sambil berjalan menghampiri Nenek.
Nenek yang sedang menjahit sebuah kain menoleh ke arah Yuan Zhao.
"Ini. Nenek sedang menjahitkan baju buatmu!."Ucap Nenek.
Yuan Zhao menatap Nenek yang begitu lihai menjahit, sejenak terlintas rasa ingin tau Yuan Zhao terhadap kehidupan Nenek sebelumnya.
"Nenek!."Ucap Yuan Zhao.
"Iya nak ada apa?."Ucap Nenek.
"Apa Nenek punya keluarga?."Tanya Nenek.
Nenek yang sedang menjahit menghentikan kegiatannya.
"Nenek punya seorang anak. dia adalah pendekar yang hebat, tapi dia meninggal saat bertarung melawan Ruy Yi di lembah tanpa cinta."Ujar Nenek.
"lembah tanpa cinta?."Tanya Yuan Zhao, ia belum pernah mendengar nama tempat itu sebelumnya.
"Lembah tanpa cinta adalah lembah yang di tumbuhi oleh bunga-bunga yang indah, udarahnya sangat sejuk, siapapun yang pergi ke tempat itu pasti akan lupa untuk kembali!."Ujar Nenek.
"Lalu kenapa tempat itu di beri nama lembah tanpa cinta?."Tanya Yuan Zhao.
"Karena tempat itu memiliki energi yang mampu membunuh perasaan orang lain, setiap orang yang pergi ke tempat itu pasti akan kehilangan rasa cinta di dalam dirinya!."Ucap Nenek.
Yuan Zhao menganggukkan kepalanya, meski sedikit aneh tapi penjelasan Nenek cukup masuk di akal.
"Lalu Ruy Yi itu siapa Nek?."Tanya Yuan Zhao.
"Ruy Yi adalah penguasa lembah tanpa cinta. dia seorang pria tanpa perasaan."Ucap Nenek.
"Begitu ya. tapi kenapa anak Nenek bisa pergi ke sana dan bertarung dengan Ruy Yi?."Tanya Yuan Zhao.
Nenek menatap jauh ke masa lalu."Saat itu anakku sedang menjalin hubungan cinta dengan seorang gadis cantik bernama Xin Xia. mereka dua orang yang saling mencintai, tapi suatu hari Xin Xia di culik oleh anak buah Ruy Yi dan membawanya ke lembah tanpa cinta. Anakku sangat marah, dia pergi ke lembah tanpa cinta untuk mengambil kembali kekasihnya. Tapi tidak di sangka, Xin Xia telah kehilangan cintanya terhadap anakku, dia menolak anakku dan memilih menikah dengan Ruy Yi. anakku sangat marah, dia menantang Ruy Yi untuk bertarung dan akhirnya anakku mati di setelah tertusuk pedang Ruy Yi."Jelas Nenek.
Yuan Zhao tertegun, ia merasa kasian dengan peristiwa yang menimpah anak Nenek.
"Karena itulah. kau jangan pernah pergi ke tempat itu!."Ucap Nenek.
Yuan Zhao tersenyum lalu memeluk Nenek."Iya Nek. Yuan Zhao tidak akan pergi ke tempat itu, Yuan Zhao akan tetap bersama Nenek!."Ucap Yuan Zhao.
__ADS_1
Nenek tersenyum."Yaa sudah. sebaiknya nak Yuan pergi mencari kayu bakar untuk memasak!."Ucap Nenek.
Yuan Zhao mengangguk lalu berjalan menuju hutan untuk mencari kayu bakar.
Yuan Zhao mengumpulkan kayu bakar yang sangat banyak, lalu Yuan Zhao memikul kayu bakar tersebut di punggungnya dengan sangat mudah.
Di perjalanan pulang, Yuan Zhao melihat seorang Rusa sedang memakan rumput di sekitaran hutan.
"Wah. Nenek pasti senang kalau aku pulang sambil membawa daging Rusa."Ucap Yuan Zhao.
Kemudian Yuan Zhao mengambil ranting kayu lalu melemparkannya ke arah Rusa tersebut dengan tenaga dalam sedikit tenaga dalam.
Tsukk!!
Ranting kayu itu menembus tubuh Rusa tersebut.
Yuan Zhao pun meletakkan kayu bakar yang sedang di pikulnya lalu berjalan mendekati tubuh Rusa tersebut.
Yuan Zhao mengaliri telapak tangannya dengan tenaga dalam lalu memotong tubuh Rusa tersebut menjadi beberapa bagian, tidak lupa ia juga menguliti kulit Rusa tersebut kemudian meletakkannya di atas tumpukan kayu bakar setelah itu Yuan Zhao memikulnya dan berjalan menuju rumah Nenek.
Sepanjang perjalanan Yuan Zhao terus saja tersenyum, ia membayangkan ekspresi Nenek saat melihat daging Rusa yang ia bawa.
Namun mata Yuan Zhao melebar ketika melihat kobaran api yang membakar gubuk Nenek.
Yuan Zhao melempar kayu bakar beserta daging Rusa tersebut ke tanah lalu berlari menuju gubuk.
Di dalam gubuk, Yuan Zhao melihat Nenek sedang terkulai lemah dengan tubuh penuh luka bakar.
"Nenek!!."Yuan Zhao segera membawa Nenek keluar dari gubuk.
"Nenek aku mohon bertahanlah!."Lirih Yuan Zhao, matanya berkaca-kaca menahan tangis.
"Nak Yuan."Ucap Nenek lemas.
"Iya Nek. Yuan Zhao di sini, Nenek tidak perlu takut!."Ucap Yuan Zhao.
"Ada apa ini?."
Yuan Zhao menoleh ke arah sumber suara.
"Bibi!."Ucap Yuan Zhao.
Shao Lung berjalan menghampiri Nenek, wajahnya datar tanpa ekspresi.
__ADS_1
"apa yang terjadi?."Tanya Shao Lung.
"Aku tidak tau. aku pergi untuk mencari kayu bakar, tapi setelah aku kembali, rumah nenek sudah terbakar!."Ucap Yuan Zhao.
"Nona Lung!."Ucap Nenek, suaranya pelan dan lemah.
"Ada apa Lin Hua?."Tanya Shao Lung.
"Aku punya satu permintaan terakhir. maukah kau mengabulkannya?."Ucap Nenek.
Shao Lung mengangguk."Iya!."Jawabnya.
"Yuan Zhao. to-tolong ja-jaga dia seumur hidupmu!."Ucap Nenek.
Shao Lung terkejut."Seumur hidup?."
Seketika nafas Nenek berhenti berhembus bersama kedua matanya yang tertutup dengan damai.
"NENEK!!!!."Yuan Zhao berteriak memanggil nama Nenek sambil memeluk tubuh kaku yang sudah tidak bernyawa lagi, tangisnya pecah, dadanya terasa sesak.
"Semua orang pasti akan mati. jadi tidak perlu menangis seperti itu!."Ucap Shao Lung.
"Bagaimana bisa bibi berkata seperti itu?."Tanya Yuan Zhao, ia sedikit merasa kesal karena wanita yang tidak berperasaan ini, seolah-olah kematian baginya adalah hal biasa.
"Perasaan yang berlebihan membuat manusia menjadi lemah dan cenderung mengambil tindakan di luar kendali, karena itu penting bagimu untuk mengontrol perasaanmu!."
"Sekarang kau akan tinggal bersamaku. jadi belajarnya untuk mengontrol perasaanmu itu!."Tutur Shao Lung.
'Apa ini? kenapa dia begitu dingin?' Batin Yuan Zhao.
"apa kau mengerti?."Tanya Shao Lung dengan sorot mata tajam.
Yuan Zhao menelan salivadnya dengan kuat."I-Iya. a-aku mengerti!."
"Humm."Shao Lung menyelimuti tubuh Nenek dan Yuan Zhao dengan kain sutra putih lalu membawa mereka menuju Sekte Makam Kuno.
-
-
-
-
__ADS_1
-
-