Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
kelulusan sekolah


__ADS_3

disebuah sekolahan sekolah menengah keatas terdapat siswa siswi barbagai macam karakter. dari yang pendiam sampai yang susah diatur.


disudut bangku ruangan yang paling pojok terdapat gadis cantik nan imut yang bernama Naysilla meydina Wirawan sedang berceloteh bersama teman sekelasnya saat jam kosong pelajaran.


"Sill bentar lagi kan lulus. kamu mau nerusin dimana??"


taya Anisa teman sepergaulan Silla yang akrab dengannya sering bermain bersama


"aku sih pengennya kuliah luar negeri Nis seengaknya Amerika atau London gitu. minimal ya singapure lah, tapi tau sendiri lah orang tua aku gimana"


Silla mengeluh ia sangat ingin kuliah diluar negeri tapi kedua orang tuanya menginginkan dia tinggal dipesantren dan berkuliah difakultas biasa


"iya sih mungkin dia gak pengin jauh dari kamu, secara kamu kan anak mami ya gak guys."


Rania meledek teman lainnya menertawakan Silla yang dicap anak mami


"kalau aku sih disini aja kali ya takut kena semprot minta aneh aneh sama ortu tau lah mommy ku gak mau kalau aku jauh jauh darinya kadang aku kesel banget sih tiap keluar dikit ditelponin mulu kan jadi malu aku sama kalian"


Siska ikut mengeluh ia merasa bernasib sama dengan Silla yang katanya anak mami anak yang manja


"ya namanya juga anak cewek gimana lagi hahhahaha"


ledek Anisa tertawa diikuti teman temannya


mereka sering ngerumpi mengobrolkan segala hal dari yang tidak penting sampai yang penting kala ada waktu senggang


"woi ada pak Budi ayo anteng anteng anteng"


Roy memberitahu kedatangan guru killernya yang bernama Budi santoso yang terkenal galaknya minta ampun disetiap jam pelajarannya tidak ada seorang anakpun yang berani bermain main dengan guru tersebut


dan mereka pun mulai duduk rapi karna guru tersebut masuk kekelas


"selamat siang anak anak??"


ucap pak budi menyapa semua muridnya dengan ramah


"siang pak"


jawab semua murid murid yang ada dikelas dengan kompaknya lalu memulai pelajaran yang diterangkan oleh gurunya hingga jam selesai


"pelajaran selesai kalian bisa pulang tapi ada pemgumuman dengarkan ya??"


murid murid pun mendengarkan pengumuman tersebut dengan serius


"tiga hari lagi pengumuman kelulusan kalian semua siap siap ya??"


pak Budi memberitahu akan kelulusan murid muridnya


"siap pak"


jawab anak anak serempak.


setelah pak Budi berlalu dari kelasnya pun mereka bersorak gembira karna sebentar lagi akan lulus sekolah dan akan menjadi seorang mahasiswa mereka semua benbicanf merencanakan cita cita mereka masing masing hingga waktunya pulang


"Sis jadi gak ngemall nya??"


tanya Rania pada temannya karna tadi mereka sempat merencanakan bermain bersama jalan jalan ke mall


"jadi dong gimana sih nonton kan?? "


Silla yang menjawab


"iya lah film horor ya atau yang action action gitu biar seru jangan yang romantis bosenn"


Anisa menimpali


"sipppp. ayo guys OTW. gaskenn."


Silla bersemangat.


mereka pun berjalan bersama sama menuju mall yang sudah mereka rencanakan bersama


sampai dimall pun mereka bersorak gembira seperti sedang seorang menang lotre


"akhirnya setelah capek capek ujian kelar juga bisa menghirup udara segar"


Rania menghela nafas lega setelah berpusing pusing dengan yang namanya ujian selama seminggu yang sekarang udah usai


"aku juga lega"


jawab Silla yang merasakan hal yang sama dengan teman temannya


"bentar HP ku mana ya?? kok gak ada??"


gumam Silla menghentikan langkahnya mencari cari ponselnya didalam tas sekolahnya


Rania dan Anisa pun ikut menghetikan langkahnya


"tadi taruh mana?? keburu telat nih filmnya"


keluh Anisa tidak sabaran ingin segera nonton bioskop


"udah lah cari sambil jalan aja biar cepat"


gumam Silla suaranya masib terxengar ditelinga tiga sahabatnya tersebut


akhinya Silla mengobrak abrik tasnya sambil berjalan tanpa melihat kedepan


brukk

__ADS_1


tiba tiba tubuh Silla menabrak seseorang tanpa sengaja hingga buku hariannya terjatuh bersama kitab yang dibawa seseorang yang ditabraknya


"aduhh sakit tau gimana sih gak lihat apa aku sibuk nyari HP ku"


cerocos Sillah tanpa menoleh ke orang yang mebabraknya


"maaf mbak sebelumnya mbak kalau jalan lihat lihat biar tau yang nabrak siapa saya juga buru buru"


tegur Azmi dengan ekpresi datarnya


pria tampan berusia 25 tahunan yang bernama Azmi Muammar Abdullah seorang ustad yang banyak diidolakan semua santriwati dan wanita diluaran sana


Azmi memiliki pesona yang luar biasa selain tampan ia juga seorang yang sopan tapi terkenal dingin datar tidak lupa berwibawa tersemat didalam kharismanya


Siilla melotot tidak terima teguran dari Azmi si pria datar tersebut


"tau ahh"


Silla berjongkok mengambil buku yang terjatuh bersam kitab yang tadi dipegang Azmi belahan dadanya terlihat karna Silla masih memakai seragam SMA yang pendek dan ketat rambut panjangnya tergerai indah Azmi menelan savilanya kala melihat isi didalam baju seragam yang dipakai Silla


Silla meninggalkan Azmi yang masih berdiri mematung dibelakangnya tanpa peduli apapun


"astagfirullah astagfirullah"


Azmi beristigfar melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat


ia pun mengambil barang yang jatuh tadi


mereka berdua tidak ada yang merasa dan curiga bahwa barang mereka tertukar satu sama lain


Silla dan teman temannya masuk kedalam bioskop setelah mendapatkan tiketnya dan menunggu pintu dibukakan petugasnya mereka duduk berjejeran menikmati minuman dan cemilan pop corn sambil menunggu filmya mulai


saat Azmi akan membuka kitab yang akan mengisi acaranya di mall tersebut ia menyadari bahwa yang ia ambil bukan kitabnya melainkan sebuah buku diary


"ya allah apalagi ini tadi tidak sengaja menabrak orang sekarang salah ngambil benar benar istimewah hari ini untung aku sudah mempelajari semuanya jadi tidak harus menyimak kitab"


gumam Azmi geleng geleng kepala dengan kecerobohannya


ia pun memulai mengisi acaranya hingga selesai


setelah selesai ia memutuskan untuk langsung pulang kepentren tempat ia mengabdi menggunakan pesawat pribadinya


Silla dan teman temannya yang selesai menonton bioskop pun memutuskan nongkrong dicafe dekat mall tersebut


"Sill tadi loe nabrak siapa?? ganteng bastie auranya ituloh membahana"


celetuk Siska ia kagum dengan ketampanan Azmi


"gak tau"


jawab Silla masih kesal dengan kejadian tadi sekarang temannya mala membahasnya ia semakin tambah kesal


"emang loe gak kenalan Sill?? sayang banget ganteng abis gitu gak diajak kenalan"


"tau ah udah deh gak usah dibahas lagi bikin gak mood aja sih kalian ini bahas gak penting"


Silla mayun karna temannya tidak mau berhenti membicarakan Azmi


akhirnya tidak lama Silla pun memutuskan untuk duluan karna moodnya lagi jelek temannya terus membicarakan orang yang ditabraknya beruntung Silla membawa mobil sendiri jadi ia tidak akan kerepotan


sampai dirumah ia disambut mamanya yang bernama clarissa Wirawan dengan senyuman penuh kasih sayang sedangkan papanya yang bernama Wirawan dengan wajah datarnya


"sayang kok manyun gitu sih pulang pulang bentar lagi kan anak mama lulus dan lanjut kuliah"


mama Silla menghibur


mood Silla belum kembali


"gak papa ma cuma capek aja kok"


kilahnya


"Silla setelah wisuda kelulusanmu papa dan mama memutuskan untuk kamu kuliah dan tinggal dipesantren Jogja belajar agama dengan baik, papa gak mau kamu keluyuran tidak jelas terus menerus"


ucap papa Silla dengan tegas


Silla terkejut mendenganr ucapan papanya


"tapi pa aku ingin kuliah diluar negeri pa aku ingin tinggal disana"


Silla merengek


"tidak bisa papa ingin kamu yang terbaik untukmu nak jadinya anak baik ya anak yang bisa membagakan orang tua papa hanya ingin kamu tinggal dipesantren belajar ilmu agama disana jadi anak saleha"


permintaan papa Silla membuatnya bingung dan tidak bisa berkutik sama sekali ia pun pasrah dengan nasibnya yang harus menuruti keinginan orang tuanya


**


wisuda pun telah usai barang barang Silla sudah dibereskan asisten rumah tangganya ia meminta izin ke papanya untuk bertemu teman temannya sebelum keberangkatannya


setelah papanya memberi izin ia pun bergegas berkumpul dengan teman temannya


"loe yakin Sill mau tinggal dipesantren?? gila terus bentuk loe nanti kayak gimana gak bisa dibayangkan seorang Silla jadi santriwati"


Anissa mengomentari Silla ia dan teman temannya tidak menyangka Silla mengambil keputusan itu


"ya mau gimana lagi Nis gue juga gak bisa ngebantah keinginan orang tua gue doain ajalah semoga gue betah disana"


ucap Silla memelas ia tidak menyangkah secepat ini meninggalkan dunia bebasnya bersama teman temannya dan harus hidup penuh aturan disebuah pesantrean

__ADS_1


"pasti kita doain loe Sill jangan lupain kami ya kalau loe udah alim ulama bujuk kita kita untuk ikut tobat kayak loe nantinya"


Rania yang awalnya serius berakhir meledek ia tertawa puas meledek Silla yang diikuti yang lainya


"sotoy loe jahat banget sih kalian tertawa diatas penderitaanku"


keluh Silla meratapi nasibnya yang sebentar lagi akan berubah


"loe gak akan seksi lagi kayak gini dong Sill setelah tinggal dipesantren kan kalau disana harus seeba tertutup"


Siska memberitahu membuat Silla semakin galau membayangkan penampilannya yang tertutup rapat tanpa bisa memamerkan keseksiannya selama ini


"tau ah kalian mala bikin gue tambah gak mood aja kita kesini kan untuk perpisahan gue karna mau pergi jauh dari kalian tega amat kalian nakut nakutin gue gini"


protes Silla cemberut


"iya iya kita cuma bercanda aja kok jangan ngambek sayang gitu amat"


Rania menjawil dagu Silla gemas dengan teman satunya itu mereka sering ledek meledek goda menggoda satu sama lain


walaupun mereka hidup bebas main kemana mana tapi mereka tau batasan dan bisa menjaga diri saling membantu satu sama lain


tidak lama mereka pun berpelukan sebelum berpisah dengan Silla


"sudah siap semuanya nak??"


tanya mama Silla yang sedang dikamar termenung


"sudah ma semuanya sudah diberes beresin sama mbok Suri"


jawab Silla lemas ia masih belum rela berpisah dengan semuanya


"sana mandi gih siap siap mau berangkat sekarang"


perintah mama Silla kemudian ia pun keluar dari kamar sang anak menghampiri sang suami yang sedang duduk manis diruang keluarga


"lagi apa anak gadis kita ma??"


tanya Wirawan yang mendapati istrinya habis dari kamar putrinya


"mama suruh mandi kita berangkat sekarang, kata papa berangkat sekarang??"


protes istrinya duduk disamping suaminya


"iya ma"


Wirawan mengiyakan


"pa apa papa yakin dengan masukin Silla dipesantren bisa bikin dia jadi lebih baik?? mama kasian dengannya pa selain itu juga dia gak pernah kelewat batas kok"


bujuk istrinya yang tidak tega putrinya tinggal jauh darinya


"ini sudah keputusan papa ma kalau sampai Silla jatuh kepergaulan bebas papa gagal menjadi seorang ayah melindungi anaknya"


papa Silla menatap lurus membayangkan putri tersayangnya hancur akibat pergaulan bebas


"mama ngerti pa ya sudah kalau begitu mama juga ikhlas melepaskan Silla sipesantren"


mama Silla tersenyum dan ia pun bangkit untuk bersiap siap menuju ke Jogja yang dijanjikannya


setiap perjalanan wajah Silla terlihat murung dan tidak bertenanga membayangkan dirinya hidup dikalangan pesantren dan harus berpakaian serba tertutup tidak bisa memarkan lekuk tubuh seksinya padahal cita cita Silla ingin menjadi model internasional yang sukses dikenal bayak orang tapi kini impian tersebut sia sia karna dirinya harus masuk pesantren menuntut ilmu


"papa sudah bilang sama pihak pesantren sayang nanti kamu akan dicarikan kampus yang tidak jauh dari pesantren dan kamu bisa mengambil jurusan sesuai keinginan kamu"


papa Silla memberitahu seketika wajah Silla langsung sumringah ia senang bisa mengambil jurusan sesuai keinginannya


"pa aku ingin sekolah model pa"


ucap Silla mengatakan keinginannya


papa Silla langsung menghentikan mobilnya kaget dengan apa yang dikatakan anak gadisnya


"apa kamu waras Silla dipesantren ambil jurusan model, model kosidah maksudmu??"


tanya Clasrissa mama Silla


"ma aku ingin jadi model ma please"


Silla memohon


"Silla denger ya sayang di Jogja gak ada jurusan model sayang mungkin kalau kami ingin jadi desainer pasti ada kamu bisa membuatkan pakaian untuk calon calon model atau model internasional sekalipun kamu namamu sudah dikenal"


Wirawan papa Silla memberi pengertian agar anaknya tidak kecewa dengan penolakannya


"tapi pa??"


rengek Silla ia kesal karna keinginannya ditolak oleh kedua orang tuanya


"sayang nurut ya?? demi kebaikan kamu nak?? mama juga gak suka kalau kamu jadi model harus pakai baju baju terbuka nak, nurut ya sayang"


mama Silla masih mencoba membujuk ia tau bahwa anaknya kecewa tapi apalah daya ia sendiri tidak suka dengan profesi model yang sering ia dengar model selalu berpakaian terbuka terkadang ada juga model yang main serong dengan atasannya karna ingin jadi terkenal ia takut anak gadisnya akan seperti itu


"kamu bisa ambil manapun yang penting bukan model papa gak suka dan gak setuju sayang"


ucap Wirawan papa Silla tegas


"ya ampun bapakku kalau masalah itu emang bener bener tegas bener aku jadi taku"


batin Silla ia terdiam kembali pikirannya bercabang kemana mana

__ADS_1


"sayang jangan murung terus kamu harus senyum tidak lama lagi sampai dipesantren tempatmu nanti, yang akur sama teman ya sayang janga musuhan harus saling bantu membantu ya sayang, ingat itu Silla"


mama Silla gemas dengan anaknya yang dikasih tau hanya diam saja tanpa respon apa pun


__ADS_2