
"ya Umi demam mbak Silla yang menemani dan merawatnya"
salah satu santri menjawab dengan sopan sambil mencium punggung tangan pemilik pondok tersebut
Umi Siti mengangguk mengerti lalu naik keatas untuk melihat keadaan Rosita tapi terhenti mendengar pecakapan Silla dan Rosita didalam kamarnya ia pun akhirnya menguping sebentar
"Sill kamu juga istirahatlah masak kamu ngompres mulu gini"
ucap Rosita masih lemas ia tidak mau temannya ikut sakit karna merawatnya
"gak papa Ros aku mala senang, aku takut kamu kenapa napa, jangan tinggalin aku ya??"
pinta Silla dengan tatapan sendu menatap sahabatnya yang terbaring
"kita kan teman mungkin kita akan berpisah kalau kita nikah masing masing"
Rosita memberi pengertian
"iya aku tau tapi kalau bisa walau nikah kita tetap berteman Ros"
rengek Silla manja Rosita tersenyum lemah
"insyallah"
jawab Rosita
"tadi kamu seneng banget ya dijengukin aa' cie cie walau bentar sih"
ledek Silla menjawil hidung Rosita
Rosita tersenyum walau lemas
"terus kamu seneng gak dikasih banyak jajan sama Azzam dan yang lainnya??"
Rosita masih kuat untuk meledek Silla walau dalam keadaan lemah
"kesel iya Ros tega banget Anna jadiin aku kambing hitam tapi mayan lah dapat jajan gratis"
Silla cengengesan tangannya memeras waslap digayung dan meletakkan waslapnya dikening Rosita kembali
"sayang bukan aku yang dikasih jajan ya Sill??"
keluh Rosita terkekeh ia menyadari tidak secantik Silla dan sepopuler dia
"yang penting udah dijenguk Gus Fatih kan??"
Silla kembali meledeknya Rosita tersenyum dengan bibir pucatnya
Umi Siti menghela nafas
"ternyata Rosita yang naksir Fatih dan Fatih mala jatuh cinta sama Silla, cinta segitiga ternyata"
batin Umi Siti dalam hati ia menggelengkan kepalanya dengan tingkah remaja jaman sekarang
"assalamualaikum"
ucap Umi Siti mengetuk pintu kamar Umi Zaenab yang ditempati Silla dan kawan kawan
"waalaikum salam"
jawab Silla membuka pintunya dan mempersilahkan Umi Siti masuk dengan sopan
"Ros masih panas??"
tanya Umi Siti memeriksa kondisi Rosita
"cuma demam kok Umi gak papa"
jawab Rosita sopan
"nanti sore kalau masih panas periksa kedokter ya nduk dan kamu nduk temani dulu Rositanya gak usah ikut kegiatan gak papa, kamu sudah sholat belum??"
tanya Umi Siti pada Silla
"alhamdulillah sudah Umi, insyallah nanti saya temani Rosita periksa kedokter Umi"
jawab Silla sopan
"ya sudah, Umi pamit dulu assalamualaikum"
pamit Umi Siti dan keluar dari kamar Umi Zaenab setelah mendapat balasan salam dari Silla dan Rosita
"ehem ehem cie cie calon bumer sampe nyamperin, adudududududu ahayyyy"
Silla meledek ia menoel noel pipi Rosita yang tersenyum lebar walaupun lemas dan nyeri menyerang
tidak lama Anna dan yang lainnya pun kembali
"untuk menyiapkan kitab dan buku untuk kegiatan yang akan dimulai disiang hari saat libur sekolah alias hari minggu
"jagain baik baik ya sayang, cepet sembuh ya Ros??"
Anna menyemangati Rosita
"jangan sembuh dulu gak papa mbak Ros siapa tau masih ada yang mau ngasih jajan gratis ke kita"
ledek Azizah cengengesan yang lain tertawa mendengar ocehan Azizah
mereka pun bergegas menuju kelas masing masing sedangkan Silla menjaga Rosita dikamarnya ia memilih tidur memeluk temannya tersebut mereka berdua tidur saling berpelukan
***
keesokan harinya Rosita sudah agak mendingan dan mengikuti kegiatan seperti biasanya walau masih lemas tapi ia tidak mau terlalu memanjakan tubuhnya
sehabis berjamaah magrib seperti biasa semua santri belajar dengan jadwal Azmi yang mengajar
ehem
ustadz Azmi berdehem kala Silla melewatinya hendak kembali keasramanya Silla pun akhirnya berhenti dan menoleh kearah suara dehemannya dengan wajah datarnya
"saya minta maaf Silla bukan bermaksud meledekmu tapi karna kamu memang lucu, sekali lagi maafkan saya ya??"
ucap Azmi penuh penyesalan bisa dilihat dari wajahnya Silla pun menghela nafasnya mengatur jantungnya yang sedang dangdutan berhadapan dengan Azmi
"iya gak papa"
jawab Silla datar ia pun kembali melangkahkan kakinya keluar kelas
"tunggu sebentar Sill??"
Azmi menghentikan kembali langkah Silla pas diambang pintu
"ada apa lagi??"
tanya Silla masih datar
"terima kasih sudah mau memaafkan saya"
ucap Azmi tersenyum lega seketika Silla pun membalas senyuman Azmi dan kembali melangkahkan kakinya menuju asramanya
__ADS_1
"masyallah manisnya seyumanmu"
batin Silla cengengesan senyuman Azmi masih terekam jelas di otaknya
sambil berjalan dilorong yang remang remang ia tersenyum seperti sedang kasmaran
Azmi berjalan dibelakangnya dari jarak beberapa meter walau jarak yang sedikit jauh tapi Azmi masih dapat melihat senyuman ceria dari Silla
"tumben senyum senyum gitu?? kenapa?? kesambet genderuwoh??"
ledek Azizah cengengesan
"bau kencur gak usah kepo"
cibir Silla yang berhasil membuat bibir Azizah manyun ia pun tertawa puas melihat wajah kesal dari adik kelasnya tersebut
"kamu gak demam kan Sill??"
Anna menepuk nepuk pipi Silla gemas tidak biasanya ia tersenyum cengengesan sendirian tapa sebab ditambah kembali paling akhir
"aku masih waras dan sehat Ann, gak usah ngeledek deh??"
Silla kesal dengan Anna yang selalu mencurigai dirinya
"heran aja sama kamu biasanya kan kamu pasti ngambek terakhir sendirian tumben ceria seperti pasar mala kan jadi kepo"
Anna terkekeh
"gak papa, gak usah kepo, kebiasaan"
celetuk Silla santai
"ini ada surat dari Firman untukmu katanya"
Aisyah menyerahkan surat dari santri putra yang bernama Firman
Silla mengerutkan alisnya heran tapi menerimanya dan meletakkan surat tersebut didalam lemarinya
"gak mau dibaca sekarang?? mumpung masih ada waktu??"
saran Anna jiwa kepo emak emak rempongnya meronta ronta
"paling kamu penasaran dengan isi tulisan surat itu kan??hmm??"
tuduh Silla yang memang benar tebakannya
"100 buatmu sayang"
Anna tertawa yang diikuti yang lainnya
"nanti saja kita buka bareng bareng, jangan sekarang"
pinta Silla kemudian yang dianggukan kepala teman teman yang lainnya
"kalau sudah dibaca suratnya langsung buang saja Sill takut kena razia pengurus"
Aisyah memingatkan
"siap mommy"
jawab Silla manja tidak lama mereka pun bergegas mengambil wudhu karna adzan isya' berkumandang
malamnya mereka berkumpul bersama didalam kamar setelah semua kegiatan selesai dan mengisi perut masing masing tidak lupa membeli es teh dan beberapa cemilan untuk teman ngerumpinya
Silla pu membukanya perlahan teman teman yang ikut kumpul menunggu dengan rasa penasran masing masing tiba tiba Silla menutup kembali surat yang ia pegang untuk membuat semua temannya penasaran ia pun tertawa melihat semua wajah tegang dan penasaran teman temannya menjadi kesal dengan candanya
perintah Aisyah gemas dengan Silla yang tertawa diatas penasaran teman temannya
"sabar sayang"
ledek Silla terkekeh
raut wajah mereka kembali tegang penasaran akan isi surat tersebut
Silla masih ingin mengerjainya dengan pelan membuka surat tersebut
"Silla cepetan"
perintah Rosita yang angkat bicara ia pun ikut kepo dengan isi suratnya
Silla hanya cengengesan menanggapinya akhirnya surat pun terbuka lebar dan Silla pun membacakan surat tersebut
assalmualaikum wr wb
halo Silla perkenalkan namaku Firman aku kakak kelas difakultas Aisyah, boleh kah aku jadi teman mu juga seperti yang lain??
oh iya katanya kamu lagi sakit ya syafakillah ya
tolong balas suratku
Firman
Isi surat dari Firman yang Silla bacakan untuk teman temannya mereka semua mendengarkan dengan serius seperti murid sedang mendengarkan penjelasan dari gurunya
"udah selesai??"
tanya Azizah penasaran
"udah ini kalau mau lihat"
Silla menyerahkan surat yang tadi ia baca ke Azizah
Azizah pun deng cepat menerimanya dan membaca bersama dengan teman temanya yang penasaran akan isi suratnya
"kok gini doang isinya??"
protes Aida membolak balikkan kertas tersebut yang dianggukan yang lainnya
"ya allah masak surat harus panjang lebar sih heran aku, namanya juga perkenalan ya dikit doang lah tulisannya"
Silla tidak menerima demo akan isi suratnya
"gak ada gombalan gombalan gitu kek biar greget kan biar jadi meleleh"
celetuk Tiara cengengesan
"emang kamu pikir skripsi yang harus banyak dan berlembar lembar"
balas Silla ikut cengengesan bersama teman teman lainnya
"besok besok suruh yang nulis surat untuk kasih pantun atau gombalan gombalan disetiap suratnya saja"
lanjut Silla tertawa menggeleng
"mau balas gak suratnya??"
tanya Aisyah penasaran
"gak usah gak penting juga"
__ADS_1
jawab Silla cepat dan cuek
"balas ya mbak aku ingin lihat isi surat mu dan balasan selanjutnya"
rengek Aida manja
"kamu aja yang balas Ai"
Silla gemas dengan adik kelas satu kamar tersebut
"masak aku yang balas kan kamu yang dikirimi suratnya, kalau aku yang dikirimi surat sudah pasti aku balas langsung mbak"
jawab Aida dengan entengnya
"tapi sayang selama dua tahun disini gak ada yang ngirim surat ke aku"
lanjutnya sedih yang berhasil membuat seisi kamar tertawa dengan tingkahnya
"coba saja aku cantik seperti kamu mbak Silla pasti aku populer kayak kamu dan pasti banyak yang mengirim surat padaku"
Aida berceloteh
"tapi sayang aku gak secantik kamu mbak Silla jadi iri deh"
Aida masih mengoceh panjang kali lebar
"jangan ngiri berat Ai, mbak Silla kan emang udah cantik dari pabriknya, yang penting kamu pintar pintarlah merawat badanmu biar cantik seperti mbak Silla"
Aisyah mengingatkan
"jangan perutmu terus yang kamu rawat Ai, badan juga perlu dirawat agar kelihatan cantik dan menarik"
Anna mengimbuhi
"gak usah sedih adikku, kamu cantik kok, cuma masih bau kencur jadi lelaki belum tertarik sama kamu, nanti kalau sudah lulus sekolah pasti ada yang naksir kamu, tenang saja ya??"
Silla menghiburnya memeluk adik kelas tersebut penuh kasih sayang karna Silla terlahir anak tunggal tidak mempunyai kakak atau pun adik jadi saat tinggal dipesantren ia juga senang dapat teman banyak yang seperti saudara ditambah Silla seorang yang penyayang pada orang lain membuat orang sekitarnya gampang akrab dengannya
***
beberapa minggu telah berlalu Rosita demam hanya dua hari dan setelahnya sembuh total dan bisa mengikuti kegiatan kegiatan pesantren seperti biasanya
"besok sambangan yesss"
ucap Azizah kegirangan karna semua wali santri akan mengunjungi anak masing masing hari dimana semua santri dan wali santri menunggu nunggu kedatangannya
"yeee ayah sudah datang"
Azizah melompat lompat saking senangnya keluarganya menunggu dibawah
"sudah sana samperin orang tuamu Zah mala jingkrak jingkrak rak genah"
celetuk Silla ia pun ikut senang orang tua temannya datang berkunjung
"ya mbak"
jawab Azizah tersenyum ceria ia pun langsung bergegas turun menemui orang tua dan keluarganya
"kita nunggu sama sama orang tua kita disini ya??"
celetuk Anna yang juga sedang menunggu kedatangan keluarganya mereka pun yang belum bertemu keluarganya mengangguk kompak dan tersama sama dengan kelakuan masing masing
"Sill jadi minta dibeliin motor sama papamu??"
tanya Anna karna Silla belum cerita selanjutnya lagi
"gak tau nanti aku tanya papa jadi gak biar nanti aku tanyain"
jawab Silla santai
"emang kamu bisa naik motor Sill??"
tanya Aisyah sedikit meledeknya Silla langsung manyun seratus delapan puluh derajat selsius
Anna dan lainnya tertawa melihat Silla ngambek
"nanti kan aku bisa minta diajarin kamu dan yang lainnya Ais, gimana sih?? emang kalian gak mau ngajarin aku??"
tanya Silla kesal
"ya allah anakku sayang jangan ngambek gitu dong, entar mommy ajarin ya jangan khawati??"
goda Aisyah tertawa puas
"mbak aku turun dulu ya keluargaku sudah dibawah"
pamit Aida lalu ia pun bergegas turun setelah mendapat anggukan semua temannya
satu persatu temannya turun untuk menemui keluarga masing masing begitupun dengan Silla yang kegirangan melihat dari kejauhan mobil orang tuanya masuk dipekarangan pesantren
"mama papaku udah datang ayo turun sambil ngobrol sama mama papaku dan menunggu keluarga kalian"
ajak a
Silla Aisyah dan yang lainnya pun mengangguk dan ikut turun bersama Silla
"mama papa???"
teriak Silla seperti anak kecil yang merindukan kedua orang tuanya
mama dan papanya yang baru saja menutup pintu mobilnya pun menoleh mendengar teriakan putrinya tersenyum senang dan menghampiri putri semata wayangnya
"masyallah anak mama cantik sekali"
ucap mama Clarissa mama Silla
Silla dengan cepat mencium punggung mamanya menciumi wajah mamanya dan memeluk menumpahkan segala kerinduannya selama tidak bertemu mama dan papa Silla terharu dan bahagia melihat anaknya ceria
setelah melepaskan pelukan mamanya Silla pun beralih mencium punggung papanya dan memeluknya penuh kerinduan sang papa tidak kalah membelai kepala anak kesayangannya dengan penuh kasih sayang
Silla tidak peduli dengan pandangan orang lain yang melihatnya masih seperti gadis manja
Aisyah dan teman lainnya yang melihat terharu bercampur gemas dengan tingkahnya mereka menggeleng karna Silla tidak melihat situasi
"kamu betahkan sayang disini??"
tanya papa Silla setelah melepaskan pelukannya
Silla mengangguk semangat
"aku betah papa sayang, disini banyak teman baik baik juga orangnya aku senang pa, terima kasih ya pa ma"
ucap Silla menggandeng lengan papa mamanya berjalan ke aula yang sudah disediakan pihak pesantren untuk pengunjung
papa dan mama Silla tersenyum penuh haru walau anaknya terbilang sangat manja tapi penurut tidak banyak membantah
"pa ma kenalin ini teman teman sekamara aku namanya Aisyah Anna dan Rosita"
Silla memperkenalkan teman temannya pada kedua orang tuanya saat sudah duduk diaula tersebut tidak lupa Aisyah dan teman temannya mencium punggung tangan kedua orang tua Silla dengan sopan
__ADS_1