Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
telpon pakai sendal


__ADS_3

"Anna ayo cepet"


Silla berucap kembali


"apa sih Sill orang lagi cuci mata cogan juga kan mayan nambah stamina gitu biar semangat belajarnya"


celetuk Anna tanpa dosa ia tau Silla gugup melihat ustadz Azmi tapi ia tidak peduli karna ia juga ingin melihat ustadz idolanya dan bisa menggoda Silla


"Anna"


teriak Silla mencubit pinggang Anna karna kesal tidak mau mendengarkan perintahnya


Anna terkejut karna tangan Silla mendarat dipinggangnya dan mencubitnya


untung Anna sudah ahli mengendarai motornya sehingga tidak jatuh dan terjadi kecelakaan akhinya ia pun menuruti perintah Silla untuk jalan agak cepat menghindari Azmi sesuai keinginan Silla


sampai diparkiran kampus Silla dan Anna langsung kekelas masing masing dan mengobrol dengan teman sambil menunggu dosen tiba


**


Anna terkejut melihat siapa yang mengajar hari ini dikelasnya pria tampan tegas dan berwibawa paket komplet yaitu Gus Fatih anak pemilik pondok tersebut


"assalamualaikum semuanya selamat pagi saya dosen baru yang akan mengajar kelas kalian mulai hari ini perkenalkan nama saya Muhammad Al Fatih bisa dipanggil Fatih mohon bantuannya ya teman teman semuanya"


ucap Fatih dengan ramah ia mengajar kampus yang sama dengan Anna dan Silla belajar


"pak masih jombloh gak??"


tanya salah satu murid yang bernama Viona bertanya pada Fatih sambil cengengesan


"alhamdulillah masih jomblo belum dapat jodoh doain ya semoga cepat dapat jodoh"


jawab Fatih ramah


"apaan sih kamu Vio bikin malu aja"


Anna menyenggol lengan Viona yang duduk disebelahnya Anna malu temannya bikin ulah pada dosen baru disini perihal dosen barunya adalah Fatih anak pemilik pesantren tempatnya mununtut ilmu tersebut


"yee sewot aku kan cuma wakilin anak anak Ann gak denger daritadi bisik bisik tetangga gitu"


kilah Viona karna memang teman temannya daritadi berbisik menanyakan status dosen barunya tersebut dan kesempatan untuk mendekatinya juga


"tau ahh nanti saja aku kasih tau kamu"


Anna pasrah tidak peduli dengan temannya


setelah basa basi Fatih pun mulai mengajar Anna menyimaknya dengan serius mata pelajaran yang sedang diterangkan Fatih sambil cuci mata


"menyelam sambil minum air"


batin Anna ia senang dapat melihat Fatih diluar pesantren


saat jam istirahat Anna Viona Silla dan Senja mengobrol dikantin membahas Fatih yang menjadi dosen dikampusya


"yang mana Ann, aku gak tau emang ada ya ustad pesantren kita yang jadi dosen??"


tanya Silla yang sama sekali tidak tau menahu tentang ustadz pesantrennya


"allahu akbar Silla jadi kamu gak tau?? semua santri tau semua Sill termasuk anak anak baru, kenapa cuma kamu doang yang tidak tau heran aku"


kesal Anna karna Silla terlalu lemot menurutnya


"mana ku tau, dan gak mau tau juga sih"


jawab Silla bodo amat


"lah kamu kok sampe gak tau Sill dipesantren kamu ngapain aja sampe gak tau ustad ustad kalian pada ngajar dikampus"


protes Senja heran dengan teman barunya itu Senja mengangguk menyetujui ucapan Viona


saat mereka masuk kampus Senja dan Viona menjadi teman akrab Silla dan Anna dikampusnya


"belajarlah gimana sih masak mau cari jodoh kan dipesantren lucu"


jawab Silla sewot ia memonyongkan bibirnya


"ya kan siapa tau jodohmu atau jodoh kita anak santri mungkin juga ustadz gitu kan lumayan bisa bimbing kita jadi lebih baik gitu kejalan yang lurus apa lagi kayak kamu gitu orangnya perlu bimbingan ektra paket komplet "


Anna menaik turunkan alisnya


"iya kali ada yang mau sama aku yang begini, tau ahh gak usah bahas jodoh jodohan aku mau fokus belajar"


Silla menyudahi lelucon tersebut


Anna dan teman temannya tertawa dengan kesewotan Silla


"orangnya ganteng gak sih Ann??"


Senja kepo tingkat dewa


Viona yang menjawabnya dengan mengacungkan dua jempolnya


mata Senja berbinar ia tertarik dan penasaran ingin melihat dosen baru tersebut


"apa lagi ustadz Azmi hmmm gak kalah ganteng kayak artis korea Cha Eunwo kalian tau kan artis korea itu ?? dia dosen tapi sayangnya dia ngajar dikampus Aisyahh coba kalau disini kan aku tambah seneng lihat dosen ganteng satu lagi"


keluh Anna membayang Azmi mengajar dikelasnya tangan Anna ditaruh dikedua pipinya dan menopang meja


"serius kamu Ann ada ustda yang ganteng dosen juga??"


tanya Viona bersemangat empat lima Anna mengangguk pasti Silla cuek bebek

__ADS_1


"berarti sayang banget ya kenapa gak ngajar kesini saja biar aku tambah betah gitu, disini dosennya aki aki gak bisa menyegarkan mata"


celetuk Viona cengengesan ia mulai mengagumi Gus Fatih yang tampan tersebut


Silla cuek bebek tidak menghiraukan rumpiannya


ia fokus dengan laptopnya yang menyala jari lentiknya menari nari diatas keyboard


"Sill kenapa sih fokus banget gitu udah lah tugasnya nanti saja sekarang kita ngerumpi dulu"


tegur Senja yang heran melihat Silla selalu sibuk dengan laptopnya dan nyuekin temannya


"bentar kalau aku gak selesaiin disini mau nyelesein dimana?? dipondok?? kalau udah masuk pondok langsung dikejar kejar sama kegiatan disana jadi aku harus pintar pintar membagi waktu mulai sekarang biar aku cepat lulus"


curhatan Silla tangannya masih sibuk diatas keyboardnya


"iya sih memang kadang aku juga pusing bagi waktunya, aku jugalah selesain tugas ku biar gak mumet dipondok"


Anna ikut ikutan mengeluh waktunya


akhirnya mereka sama sama membuat tugas dikantin sesekali bercanda berasama dan berbagi ilmu sampai jam istirahat berakhir dan memulai pelajaran hingga usai


[Ann aku tunggu dikantin ya sambil jajan]


pesan dari Silla untuk Anna


Silla selesai lebih dulu ketimbang Anna jadi ia memutuskan untuk menunggunya dikantin kampus sambil menikmati es teh dan cemilannya


setengah jam menunggu akhirnya yang ditunggu datang juga


"Sill dari tadi ya nunggunya??"


tanya Anna yang muncul tiba tiba datang menghampirinya dan ikut duduk bersamanya


"mayan setengah jam yang lalu lah"


jawab Silla santai seperti dipantai Anna menyuap kentang goreng cemilan Silla yang dia pesan


"bu es teh satu ya??"


Anna meminta es teh pada ibu kantin


"njeh, ditunggu bentar ya nduk"


jawab ibu kantin tersebut dengan ramah dan berlalu membuatkan pesanan yang diminta Anna setelah mendapatkan anggukan dari Anna


"hahhh tegas juga tu dosen, kirain bakalan lemah lembut ternyata tidak kalah tegas dari ustadz Azmi Sill"


keluhan Silla terhadap Fatih


"yang namanya dosen ya tegas Ann mana ada dosen lembek menyek menyek gimana sih"


"iya juga sih tadi aku sempat heran lihat cara ngajar dia tu tegasnya minta ampun Sill, gimana ya gimana ya apa aku pindah haluan aja ke ustadz Azmi aja gak usah pake Gus Fatih??"


Anna dilema menginginkan yang mana Silla mala bingung dengan apa yang dimaksud dengan Anna


"maksudnya Ann aku gak mudeng omonganmu"


celetuk Silla bingung


"wkwkwk kamu sudah tau bahasa gak mudeng sekarang ya Sill padahal pas masih baru kamu sama sekali gak ngerti arti bahasa itu"


ledek Anna pada temannya gemas sama anak kota yang sangat gaul seperti Silla


"woeee kenapa aku ditinggal sih Ann tega banget, udah dosen ganteng matanya melotot gitu lagi jadi agak takut aku, jadi ngefans gak ya??"


Vio ikut mengeluh seperti Anna


"itu dia Vi aku juga bingung mau ngidolain ustadz Azmi aja apa sama Gus Fatih ya?? aku juga bingung soalnya??"


Anna mengeluh kembali pada sahabatnya


"menurutmu gimana Sill?? ustad Azmi apa Gus Fatih??"


tanya Anna pada Silla yang sibuk didepan laptopnya


"terserah kamu gimananya gue bodo amat"


jawab Silla cuek bebek


"ahh kamu gak asik, dimintain pendapat juga, gantengan mana ya?? kayak sih gantengan ustadz Azmi tapi Gus Fatih juga ganteng"


keluh Anna kembali Silla memutar bola matanya jengah dengan Anna Viona terkekeh dengan Silla yang tidak peduli


"emang ustadz Azmi tu wajahnya kayak apa sih??"


tanya Viona kepo karna dia belum pernah mengenal ustadz Azmi secara langsung hanya mendengar ceritanya saja dari Anna


"ganteng bestie ya gak Sill ??"


Anna menyenggol bahu Silla hingga Silla salah mengetik di keyboardnya dan akhirnya ia pun menghapus yang salah dan menulisnya kembali


"seberapa gantengnya Sill?? "


tanya Viona penasaran ia ingin tau banyak tentang ustadz pesantren yang katanya tampan tampan dan sholeh Viona sering dengar dari luar tentang ustadz ustadz ganteng dipesantren tempat Anna dan Silla menuntut ilmu


"tau ahh, gak mikir ganteng yang penting aku cepat lulus biar bisa keliling dunia hidup bebas merdeka hahaha"


Silla tertawa diakhir kalimatnya ia benar benar tidak peduli dengan ketampanan para ustadz ustadz dipesantrennya walaupun ia sebenarnya juga ngefans dengan ustadz Azmi tapi ia juga gengsi mengakuinya dan ia selalu menepis perasaannya karna ia sadar tidak pantas untuknya


"ah kamu gimana sih Sill healing doang yang kamu pikirin"

__ADS_1


protes Anna ia heran dengan teman satunya yang tidak peduli dengan ustadz tampan didepan matanya padahal semua santriwati begitu mengagumi ustadz ustadz tersebut bahkan ada yang rela dijadikan istri yang keberapa tapi berbeda dengan Silla menurut Anna Silla terlalu cuek dan tidak seantusias teman lainnya yang mengagumi ustadz terang terangan


"daritadi aku gak lihat Senja Sill kemana dia??"


tanya Anna yang baru menyadari personilnya kurang satu matanya pun menoleh kesegala arah mencari keberadaan Senja


"dia udah pulang daritadi jadi mau nyari dimana gak bakalan ketemu"


ucap Silla matanya masih fokus dilayar laptop


"pulang yuk es tehku udah abis nih"


Anna mengajak pulang teman temannya karna mereka sudah nongkrong setengah jam yang lalu Silla menutup laptopnya dan mengiyakan


mereka pun berjalan bersama menuju parkiran motor


"gila itu pak Fatih sama siapa Ann ganteng bingit oh so sweet"


Viona melihat keberadaan Azmi bersama Fatih reflek Anna dan Silla pun menoleh karna Viona menunjuk nunjuk dimana Fatih dan Azmi berada


"nah itu dia yang namanya ustadz Azmi Vi ganteng gak ganteng gak?? so pasti ganteng kan??"


Anna membanggakan ketampanan dua makluk yang sedang mengobrol diluar gerbang kampus


Fatih meminta Azmi mengantarkannya pulang karna motor yang akan dikendarai Fatih belum datang akhirnya ia pun meminta Azmi antar jemput sampai motor yang ia pesan datang


"gila beneran itu ustadz dipondok kalian??"


tanya Viona menoleh kearah Silla dan Anna


Silla masih cuek tidak peduli sedangkan Anna mengangguk dengan semangat empat limanya


"ah ustadznya ganteng gitu aku juga bakalan betah kali tinggal dipondokmu Ann, mau ah entar mau bilang ke papa"


Viona tersenyum lebar ia jadi ingin nyantri bersama Anna dan Silla


"ayo ah pulang sekarang, orangnya aja udah pada ngilang juga capek tau berdiri mulu"


Silla menarik tangan Anna untuk cepat pulang Anna pun cengengesan dan tidak marah tangannya ditarik Silla


Anna melambaikan tangan pada Viona dan viona pun membalas lambaiannya dan berlalu menuju angkutan umum Anna dan Silla menuju motornya dan siap untuk pulang


tidak lupa selama perjalanan mereka saling melempar canda dan tawa sampai tempat tujuan


Silla melepas helm miliknya begitupun Anna ia pun melepaskan helm miliknya


tidak sadar mereka berdua sedang diamati oleh Fatih dari kejauhan Fatih memang sudah melihat Silla tadi tidak terlalu ia hiraukan tapi tadi saat tidak sengaja melihatnya di kampus dan dipondok ia pun melihatnya dengan jelas tidak sadar ia pun mengagumi kecantikan keduanya


"cantik"


gumamnya Fatih tersenyum melihat punggung dua wanita yang ia amati sedang tersenyum ceria saat punggung Silla dan Anna pun menghilang ia pun berlalu dan masuk kedalam rumahnya


"kamu sudah pulang Fatih"


ucap umi Siti ibu kandung Fatih tersebut


"iya umi, assalamualaikum"


Fatih mengucap salam ia mencium punggung tangan sang umi


"waalaikum salam, gimana ngajarnya hari ini sayang??"


tanya umi Siti setelah tangannya dicium sang anak tersayang ia pun mengajak duduk anaknya dan menyuruh santri yang membantunya dirumah untuk membuatkan minuman untuk anak tersayangnya


"alhamdulillah umi lancar berkat doa dan ridhonya umi"


gombal Fatih menggoda sang ibu


umi Siti mencubit pinggang anaknya dengan gemas


"alhamdulillah kalau begitu nak"


jawab umi Siti lega


tidak lama minuman ya dia minta pun sudah datang umi Siti menyuruh anaknya untuk meminumnya Fatih menurut dan meminumnya setelah membaca basmalah dan ia pun berlalu kekamarnya untuk berganti pakaian


**


setelah sampai kamarnya Silla dan Anna merebahkan tubuhnya dilantai yang dingin nan sejuk


"wahhh enaknya"


Silla senang rebahan dilantai tersebut begitu juga dengan Anna yang menikmati sentuhan lantai dinginnya sambil menunggu adzan asar berkumandang ia ngerumpi dengan teman yang lain sekamarnya selain Aisyah dan Rosita ada teman yang lain yang suka mengobrol dengannya hanya saja yang paling akrab bagi Anna dan Silla Aisyah dan Rosita


"Rosita kemana Ai??"


tanya Silla pada teman sekamarnya yang bernama Aida tersebut


"gak tau tadi sih ngaji bareng tapi gak tau setelahnya"


Aida memberitahu Aida dan Rosita sama sama hanya lulusan SMA tidak melanjutkan kuliahnya hanya berbeda dengan Rosita yang kendala ekonomi kalau Aida memang malas melanjutkan pendidikannya ia hanya ingin fokus dengan pendidikan agamanya


"Ann coba kamu telpon Rosita"


pinta Silla yang tidak sadar bahwa santri yang tidak kuliah dilarang memakai ponsel


Anna terkekeh dengan otak Silla yang pelupa


"mau telpon pake sendal dilempar kearahnya biar tau kita rindu Rosita??"


ucap Anna tertawa

__ADS_1


__ADS_2