Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
takut jatuh


__ADS_3

"apa itu makanan untuk kita makan??"


tanya Silla tangannya menunjuk piring pirang yang tertata rapi


Aisyah dan lainnya mengangguk pasti


"ayo ambil piringnya lalu makan katanya lapar ayo"


Rania menarik tangan Silla dan mengambilkannya piring menyerahkannya ke Silla


"sudah makan jangan nangis memang begini tinggal dipesantren nanti juga kamu akan terbiasa sendiri kok dulu aku juga sama kayak kamu Sill nangis kejer mala tapi lama lama juga terbiasa sekarang mala betah malas pulang kerumah, nanti kamu akan terbiasa kok ayo makan"


bujuk Anna menghapus air mata Silla yang menangis menatap piring yang hanya berisikan nasi oseng oseng kangkung dan tempe goreng


"mau aku suapin Sill??"


Aisyah menawarkan Silla menggeleng dan akhirnya ia pun memakan makanannya sambil menangis


***


keesokan harinya


"Silla kamu mau cari kampus tidak?? mau jurusan apa?? mau bantu aku cari??"


Aisyah menawarkan


"boleh bentar ya aku siap siap dulu"


ucap Silla lalu ia pun berdandan agak heboh karna mau mencari kampus bersama temannya


"ayo aku udah siap"


Silla siap dengan penampilannya memakai gamis yang sudah disiapkan mamanya dirumah


"Sill kamu mau nglenong?? dandananmu kayak badut gitu, ini apa ini bedak sekarung kamu tuang semua, hapus cepat ganti polos aja"


perintah Aisyah yang melihat dandanan Silla yang terlalu tebal


"apaan sih ini udah cantik kok dan ini baju yang paling seksi tau masak aku ke kampus pake sarung lagi nanti yang ada melorot dijalan malu aku gimana sih"


protes Silla tidak terima dandanannya dikatai badut


"make up nya ketebalan itu Sill disini tidak boleh pake begituan cepetan ganti semuanya kalau gak aku seret nih kamu masuk lagi kedalam"


ancam Aisyah


"iya iya bawel"


Silla kesal tapi nurut ia pun masuk kembali mengambil gamis yang longgar dan menghapus make upnya Silla terpaksa tidak memakai make up apapun lagi ia keluar memakai gamis longgar dan dan tanpa make up diwajahnya keluar dengan wajah ditekuk karna terlalu banyak peraturan dipesantren baginya


"udah ayo berangkat"


ucap Silla sewot


mereka berdua pun berjalan bersama sampai parkiran Aisyah naik duluan ke sepeda motor yang akan dikendarainya


"ayo Sill"


perintah Aisyah menepuk nepuk motor matic buntutnya


Silla syok dengan apa yang akan mereka kendarai


"ki kita naik ini ke kampus Ais??"


tanya Silla masih menganga menatap motor buntut didepannya


"iya udah ayo gak usah banyak bawel ini helm nya pake biar gak ketilang polisi"


ucap Aisyah memberikan helmnya pada Silla ia masih mematung didepan motor tidak mau beranjak


"kelamaan"


akhirnya Aisyah pun turun kembali dan memakaikan helmnya dikepala Silla dan menariknya agar memboceng dibelakang


"pegangan kalau takut jatuh Sill"


canda Aisyah ia sengaja mengerjai Silla dengan melajukan motornya ia tertawa melihat Silla ketakutan dan memeluknya dengan erat


hahahha


"kamu lucu Sill ok ok aku tidak akan ngebut lagi, apa kamu tidak pernah naik motor sebelumnya??"


tanya Aisyah menahan tawa


"iya aku gak pernah naik motor biasanya naik mobil kadang pake supir"


jawab Silla jujur ia memang tidak bisa naik motor dan tidak pernah menaikinya


"kenapa gak naik mobil aja sih Ais kan lebih enak naik mobil gak kepanasan juga"


keluh Silla ia mengelap keringatny yang keluar


"gak boleh lah Sill dikasih motor aja udah alhamdulillah gak usah banyak protes deh"


ucap Aisyah


Silla manyun Aisyah cekikikan melihat Silla manyun dikaca spion


tidak lama pun mereka sampai dikampus Aisyah menjelaskan jurusan jurusan kampusnya dan mengajak berkeliling sekitar kampus


"kamu kuliah disini Ais??"


tanya Silla


Aisayah mengangguk pasti


"kenapa jurusannya menjurus keagamaan semua"


protes Silla karna tidak menemukan jurusan yang ia inginkan


"kamu mau jurusan apa??"


tanya Aisyah penasaran


"pengennya sih model, aku ingin jadi model internasional tapi gak boleh sama papa, jadi aku ingin ambil jurusan desainer aja, dimana kampus yang ada jurusan itu??"


tanya Silla yang tidak tau kampus dikota Jogja


"ya sudah ayo aku antar kesana aku tau kampus itu, tapi sebelumnya kamu yakin akan masuk jurusan itu Sill gak mau masuk kampus sini saja kita jadi bisa bareng terus"


Aisyah memberi saran


"ogah aku ingin desainer aja"

__ADS_1


keputusan Silla sudah bulat


akhirnya mereka pun menuju kampus yang diinginkan Silla setelah setuju mereka pun pulang kepesantren tersebut


***


seminggu telah berlalu Silla sudah mulai terbiasa dengan kehidupannya dipesantren walau kadang ia sering menangis dan kadang ingin nekat kabur setelah melihat halaman yang gelap gulita ia pun mengurungkan niatnya karna takut


"Ais apa gak bisa menu makanannya diganti ganti gitu?? kita makan kangkung udah seminggu ini loh aku hampir muntah memakannya dengan menu yang sama terus"


Silla mengeluh karna setiap hari dengan menu yang sama hingga ia pun tidak selera makannya


"sabar besok paling ganti Sill, ya begini namanya juga dipesantren harus dibiasakan"


Aisyah menasehati ia tau Silla tidak nafsu makan karna menu yang sama setiap hari ia pun dulu juga merasakan hal yang sama dengan Silla


"tapi aku bosen"


keluh Silla lagi


"gak papa kita makan sama sama jadi enak"


Anna menghibur


"kamu sudah hafalan belum?? jangan santai santai ustad Azmi kalau udah nyangkut pelajaran dia akan tegas tau gak, walaupun dia orang yang sopan tapi juga dingin mending kamu urus hafalan dari pada meratapi nasibmu yang begini"


celetuk Rosita mengingatkan


yang dianggukan kepala semuanya


Silla menghela nafas pasrah ia juga harus mengembalikan kitab miliknya


setiap hari meratapi nasibnya ia sampai lupa mengembalikan yang bukan miliknya


malam pun tiba usai sholat magrib mereka mengikuti pelajaran pondok dan memang jadwalnya ustad Azmi yang mengajar setiap ba'da Magrib Silla pun memutuskan untuk mengembalikan kitab milik Azmi tersebut tidak lupa ia menyelipkan surat permintaan maafnya


saat giliran Silla menghafal ia pun mengembalikan kitab kepada Azmi yang diselipkan dibalik baju sedari tadi aga tidak ketahuan teman teman yang lain


Azmi terkejut kala ada orng yang melempar pelan dipaha yang tertutup sarung tersebut karna posisi Azmi sedang duduk dikursi untuk guru mengajar tapi Azmi cepat bisa tenang dan ia pun menoleh barang yang dilemparnya


"oh ternyata kitab ku kirain gak akan dikembalikan"


batin Azmi ia tersenyum dengan kenekatan Silla


Silla diam saja ia tetap menghafal hafalannya sampai selesai baru ia kembali ketempat duduknya dan bergilir dengan temannya yang lain


usai mengajar seperti biasa Azmi kembali kekantornya ia belum sadar ada surat terselip didalamnya sampai menjelang tidurnya baru ia pun memeriksa kitab tersebut


"ada surat"


Azmi menambil surat yang jatuh dari balik kitab tersebut dan membukanya


"maafkan aku ustad yang tidak sengaja menabrakmu dan salah mengambil barangmu dan kembalikan diary ku secepatnya dan jangan coba coba membukanya itu prifasiku"


isi surat dari Silla Azmi tersenyum membaca surat tersebut


"berani sekali kamu ya sama aku yang lain saja pada patuh kamu benar benar aneh"


gumam Azmi berbicara sendiri ia tersenyum dengan kenekatan Silla


dikamar Silla tidur dilesehan yang hanya beralaskan kasur lantai tipis bersama teman temannya


"dia tau tidak ya aku kasih surat, dibaca gak ya?? apa jangan jangan gak dibaca atau diary ku yang udah dibuang kan gak penting baginya diakan cowok awas aja kalau sampai dibuang bukuku aku akan menangis kejer didepannya biar dia kebingungan biar tau rasa"


"Sill kamu kenapa sih heran aku, sempit tau"


tegur Anna yang ada disebelahnya ia merasa terusik dengan Gerakan Silla


"ya ya maaf An aku gak bisa tidur mikirin diaryku"


ucap Silla


Anna terbangun dan menoleh ke Silla yang ikut bangun karna Anna bangun


"diary apa?? aku gak lihat diary di kamarmu?? kamu baru beli ya Sill?? awas hati hati kalau sampai kamu ketahuan surat suratan sama santri lain bisa kena hubuman kamu Sill"


Anna mengingatkan agar Silla tidak macam macam karna ia suka sembrono orangnya


"gak An aduh gimana ceritanya ya"


Silla bingung menjelaskannya ke Anna


"tau ah besok aja kalau diaryku udah dikembaliin sama tu orang baru aku jelasin deh janji jelasin"


ucap Silla mengangkat dua jarinya


"ok ceritain ya, sekarang tidur"


jawab Anna menyuruh Silla untuk tidur karna besok mulai berangkat kuliah masing masing


Silla pun nurut dan ikut merebahkan tubuhnya bersama teman yang lain


sebelum subuh semua santri diwajibkan untuk bagun lebih dulu mengikuti sholat fajar dan menunggu Adzan subuh berjamaah


"ayo bangun bagun bagun"


salah satu pengurus yang bernama Amana mencipratkan air dari gayung kearah semua santri agar cepat terbangun


"ma 10 menit lagi ya ma janji bangun kok"


ucap Silla matanya masih terpejam


"Anna bangunin temannya kebiasaan"


perintah Amana pada Anna yang tidur disebelah Silla


"Sill bangun ayo Sill kena marah nanti, kamu kebiasaan ya kalau dibangunin bilangnya 10 menit terus ayo cepet bangun"


Anna menggoyang goyangkan Silla sampai benar benar bangun


"iya iya ini sudah bangun kok"


akhirnya Silla bangun dan beranjak kekamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka bersama Anna dan Aisyah


"jangan lupa wudhu sekalian"


Aisyah mengingatkan karna Silla sering lupa dan pada akhirnya ia kembali lagi untuk mengambil wudhu


"iya iya bawel, kamu sudah kayak mamaku ya Ais bawelnya minta ampun"


ucap Silla lalu wudhu setelah selesai cuci mukanya


"kamu mau aku jadi mamamu?? kalau mau ok biar tau rasanya emak tiri kayak aku"

__ADS_1


Aisya tertawa lepas membayangkan menjadi mama tirinya Silla


"huss kamu itu tertawanya kayak kuntilanak aja sih"


tegur Rosita yang ada didekatnya


"ogah satu emakku itu saja udah pusing teriak teriak tiap hari kalau subuh aku gak bangun, gak bisa ngembayangin deh punya mama tiri kayak kamu No way amit amit"


jawab Silla selesai wudhu dan melangkah bersama teman teman yang lain mengambil mukena memakainya langsung dan menuju masjid pondok untuk sholat fajar bersama


usai sholat subuh mereka pun bersiap siap untuk berangkat sekolah dan kuliah bagi pelajar yang tidak sekolah akan ikut kegiatan mengaji pagi


"Sill kamu berangkat sama siapa??"


Tanya Anna


"gak tau An soalnya Ais kan beda sama aku mungkin berangkat sendiri"


jawab Silla


"berangkat sama aku aja kita satu kampus kok"


Anna memberitahu


Silla terkejut mendengar ucapan Anna bahwa mereka satu fakultas


"masak kok kamu gak bilang sama aku An tega bener kamu sama aku kita beneran temenan gak sih An??"


Silla cemberut memonyongkan bibirnya kesal


"sengaja biar jadi kejutan kamu sayang"


Anna mencolek dagu Silla


"tau ah kesel aku"


jawab Silla masih cemberut


"ayo mau berangkat gak?? ini hari pertama loh??"


ajak Anna sudah berdiri


"iya iya"


jawab Silla pun ikut berdiri dan mengikuti langkah Anna


"An kamu ambil jurusan apa??"


tanya Silla penasaran


"ekonomi, aku dengar dengar kamu ambil jurusan desainer ya Sill??"


Anna bertanya balik


Silla mengangguk


"ntar kalau aku nikah kamu bikinin gaun pernikahan yang bagus ya untukku gratis"


canda Anna


"ntar kalau aku udah sukses aku gratisin tapi kalau lagi merintis jangan kayaknya aku minta bayaran tekor dong aku tapi ok deh papaku orang kaya jadi gak masalah kayaknya"


jawab Silla menanggapinya dengan serius


"canda kali Sill, kasian kamunya kalau minta gratis nanti Rosita dan Aisyah bisa ngiri minta gratisan lagi sama kamu"


celetuk Anna


"gak masalah, buat teman apa sih yang gak yang penting persahabatan"


ucap Silla tersenyum


"kamu emang the best deh Sill walaupun ngeselin kalau nangis"


Anna cengengesan


"tau ah, tapi thank ya kalian semua mau jadi temanku yang ngeselin ini aku sayang kalian"


Silla memeluk Anna dari samping didepan motor yang akan mereka kendarai


"pakai motor ini??"


tanya Silla saat sudah melepaskan pelukannya


Anna mengangguk pasti


"emang mau pake apa lagi?? kemarin aku diceritain Aisyah lucu kamu Sill, aku gak akan ngebut kayak dia kok santai aja ayo naik"


perintah Anna memakai helmnya


Silla pun ikut memakai helmnya dan duduk dijok belakang ia memeluk Anna seperti ia memeluk pacarnya sangat erat


"meluknya juga gak segitunya juga kali Sill aku masih normal dan waras"


ucap Anna karna Silla memeluknya dengan sangat erat


"aku takut jatuh Ann, pliss biarkan saja aku begini gak usah mikirin orang lain mandang gimana yang penting aku gak jatuh"


Silla memohon karna ia benar benar takut terjatuh dari motor


Anna tertawa dengan kondisi Silla yang takut


"gara gara Ais nih bikin kamu trauma aja"


ucap Anna yang dianggukan kepala Silla sambil memeluknya


Anna masih menertawakan Silla


"kenapa Ann??"


tanya Azmi yang kebetulan lewat mengajar


"gak papa stad ini cuma dia belum biasa aja naik motor jadi masih takut jatuh"


Anna memberitahu Azmi mengangguk mengerti sedangkan Silla tidak memperdulikan siapa yang berbicara dengannya ia masih sibuk memeluk Anna takut terjatuh


"ya sudah kalau begitu saya duluan hati hati bawa motornya kasian yang dibelakang"


Azmi mengigatkan


"baik ustad"


jawab Anna patuh

__ADS_1


__ADS_2