
mata Fatih terkejut mengetahui bahwa ibunya yang memberitahu Silla ia pun menghela nafas pasrah
"pantes tatapannya begitu ternyata ada yang ngasih tau toh, ya sudahlah mau bagaimana lagi"
batin Fatih dalam hati
"gak papa Umi, mungkin Fatih yang memang keterlaluan, nanti Fatih dan ustadz Azmi akan meminta maaf pada gadis itu, gak enak lihat tatapannya yang begitu"
ucap Fatih nelangsa menatap lurus kedepan
"ya sudah, maafkan Umi ya Nang??"
Umi Siti mengelus pundak anak laki lakinya Fatih mengangguk dan Umi Siti pun keluar kamar anaknya untuk memasak sarapan pagi
dikamar asrama putri Silla bersandar ditembok duduk dengan menahan emosi bercampur malu
"Sill kenapa tadi kamu kayak gimana gitu lihat ustadz Azmi dan Gus Fatih, gak sopan tau bagaimana pun juga kan mereka ustadz idola kita Sill??"
Anna ikut duduk bersama Silla sempat melihat tatapan mereka saat bertemu
"gak papa kesel aja"
jawab Silla cuek
"hey gak usah cuek bebek gitu dong sayang, wajar mereka ngetawain kamu karna kamu itu lucu banget"
Anna mencubit pipi Silla dengan gemas
"tau ah, masih kesel aku dengan perlakuan mereka berdua"
Silla manyun
"ya sudah gak papa jangan ngambek terus sayang aku rindu tingkah lucumu itu"
rayu Anna menghibur temannnya tersebut Silla pun tersenyum dirayu dan kembali ceria seperti biasa
"aku mau tidur lagi aja ah mumpung libur"
pinta Silla kemudian menggelar kasur lantai untuk merebahkan tubuhnya Anna dan yang lainnya mengangguk kompak karna mereka pun ingin menyantaikan diri dengan tidur kembali selagi belum bertemu kegiatannya berikutnya
jam sembilan pagi perut Anna keroncongan meminta diisi ia pun bangun tidak lupa membangunkan teman yang lainnya untuk sarapan bersama
"Sill ayo bangun?? makan yuk laper nih"
Anna menggoyang goyangkan tubuhnya agar Silla bagun dari tidurnya
Silla pun bangkit duduk ia mengucek matanya mengumpulkan nyawanya yang bergenap terkumpul
"Sill ayo makan, lapar"
Anna mengulanginya lagi mengajaknya untuk sarapan
"jam berapa sekarang Ann??"
tanya Silla
"jam sembilan Sill, ayo??"
rengek Anna tangannya yang satu membangunkan teman yang lainnya untuk mengambil jatah sarapannya
"jam berapa Ann, perutku udah demo"
celetuk Aisyah menepuk nepuk perutnya sambil cengengesan
"jam sembilan Ais, ayo ambil sekarang bareng bareng"
perintah Anna ia bangkit duluan dan menarik tangan Silla dan Aisyah membantunya agar mau bangun
"Ros ayo ambil makan sekarang"
ajak Anna yang melihat Rosita masih enggan bangun dari tidurnya
Silla pun duduk kembali dan menggoyang goyangkan tubuh Rosita pelan ia syok melihat wajah temannya pucat dengan cepat Silla meletakkan tangannya kening Rosita memeriksanya
"ya allah kamu demam Ros"
ucap Silla saat sudah memeriksanya Anna dan Aisyah pun ikut memeriksa Rosita dengan cara yang sama dengan Silla
"iya, panas "
jawab Aisyah yang dianggukan kepala Anna
"aku ambilin makan dulu ya Ros tunggu sini dulu"
perintah Silla khawatir mereka pun turun mengambil nasi masing masing dan untuk Rosita dan teman yang disuruh menemaninya tidak lupa membelikan obat demam dikoperasi pondok setelah menitipkan Rosita pada salah satu teman kamarnya
"Sill kamu yang beli obatnya dikoperasi biar aku yang ambilin makan kalian semua kita makan dikamar saja bareng bareng"
saran Aisyah yang dianggukan kepala Silla mereka pun berpencar membagi tugas masing masing, Silla langsung bergegas menuju koperasi atau kantin pondok untuk membeli obat dan air mineral untuk Rosita
Anna mengambil nampan besar untuk membawa nasi mereka kekamarnya sedangkan Aisyah mengambil nasi dan menunggu nampan dari Anna
selesai semuanya mereka pun langsung bergegas kekamar mereka Silla tidak lupa mengambil gayung yang sudah diisi air dan waslap untuk mengompres Rosita
karna Silla lebih cepat dari Anna dan Aisyah saat mereka berdua datang Silla sedang mengopres Rosita dan duduk menemaninya bersama teman yang lainnya
"ayo kita makan dulu Sill nanti gantian suapin Rosita"
ajak Anna menyerahkan sepiring nasi yang sudah terisi lauknya
Silla hanya mengangguk menerima piring miliknya dan Rosita ia menyuap nasinya sendiri dan bergantian menyuap Rosita
"kamu makan saja Sill, aku nanti saja makannya"
ucap Rosita lemas setelah menyuap nasi yang disodorkan kemulutnya oleh Silla, ia duduk menyandarkan tubuhnya ketembok dinding
"kita makan sama sama Ros biar enak ya, habis ini minum obat biar cepat sembuh"
jawab Silla dengan telaten menyuapi Rosita dan makan sendiri
__ADS_1
Anna dan yang lainnya mengangguk membenarkan ucapan Silla
"kalau belum turun juga panasmu, nanti periksa saja ke rumah sakit terdekat aku takut kamu kenapa napa Ros, jangan sakit ya??"
Silla menatap sendu temannya sambil menyuapinya
Rosita tersenyum dengam bibir pucatnya walau tak enak makan ia memaksakan untuk menguyah dan menelan makanannya agar cepat sembuh dan tidak terlalu banyak merepotkan teman temannya, melihat perjuangan teman temannya ada yang menjaganya mengambilkan dan menyuapinya makan dan membelikannya obat serta merawatnya membuat Rosita terharu dengan semua perhatian teman temannya
"ini obatnya Ros, minum dulu ya sayang"
Silla menyerahkan obat dan air mineral yang ia beli kepada Rosita setelah selesai makan Rosita pun menerima dan meminum obatnya
"jangan langsung tidur ya Ros kamu baru makan soalnya, biarkan makananmu turun dulu baru tiduran lagi"
perintah Aisyah mengingatkan karn ia tau orang sakit lebih nyaman tiduran daripada duduk duduk Rosita mengangguk mengerti
Silla melanjutkan mengompres kening Rosita setelah mengganti air yanf bersih lagi Anna membereskan makanan mereka mengembalikan ketempat asalnya Aisya membantu memijit kaki Rosita agar lebih enakan yang dibantu Azizah memijit kaki yang satunya lagi
Rosita menitikkan air mata harunya karna teman teman temannya mau merawatnya yang sedang demam
"kenapa kamu nangis, jangan nangis dong Ros??? apa ada yang sakit ditubuhmu Ros??"
tanya Silla dengan mata berkaca kaca ia hampir ikut menangis
"terima kasih ya teman teman kalian perhatian sama aku"
ucap Rosita mengelap air matanya dengan selimut yang menutupi tubuhnya yang sedang berbaring dikasur lantai
"kita kan teman Ros?? iya gak Sill??"
Aisyah meminta pembelaan dari Silla dan yang lainnya mereka pun mengangguk semangat
"jangan sungkan mbak Ros kalau ada apa apa pasti kita bantu ya kan mbak mbak??"
Azizah ikut menimpali tangannya masih bergerak memijit kaki Rosita
mereka pun mengangguk kompak tersenyum
"Sill ada yang nanyain kamu Sill"
ucap Anna setelah kembali dari bawah
Silla dan yang lainnya mengerutkan alisnya heran
"siapa??"
tanya Silla penasaran
"banyak, Azzam, Sultan, Taufik, ustadz Zaki, ustadz Ilham bahkan sampai ustadz Azmi yang menanyakan apa yang terjadi padamu Sill, banyak penggemar kamu ya Sill"
ledek Anna mencubit pipi temannya tersebut yang lain tersenyum menanggapinya
"cie cie mbak Silla banyak penggemarnya?? mau pilih yang mana nih??"
Azizah ikut meledeknya seketika teman teman yang lain mengerubuni mereka karna kekepoannya sudah meronta ronta
Silla pun kebingungan dengan teman sekaramarnya betkumpul seperti orang hendak berdemo
tanya salah satu temannya yang bernama Faizah mewakili teman yang lain
semuanya menunggu jawaban Silla dengan terus menatapnya lekat
"apaain kalian semua, bubar kasihan Rosita pengap kalau kalian semua tidak kasih cela untuknya bernafas"
tegur Silla mengalihkan pembicaraan agar tidak membahasnya
"ehem ngelesss ngelesss, pinter ya kamu ngelesnya??"
ledek Aisyah menoel noel pipi Silla
"udah deh gak usah bahas begituan, kasih ruanf buat Rosita biar gak engap"
jawab Silla kesal mengusir teman temannya agar bubar demi Rosita dan dirinya terhindar dari pertanyaan pertanyaan tidak jelas tersebut akhirnya mereka pun bubar tapi masih menunggu jawaban darinya
"emang semua manusia manusia itu tanya apa Ann??"
tanya Aisyah penasaran
"cuma apa Silla sakit kenapa beli obat?? sakit apa?? perlu antar periksa kedokter?? bilang gitu, so sweet kan Ais Silla"
celetuk Anna tersenyum meledek
Silla diam saja tangannya masih mengompres kening Rosita dengan telaten tidak mau mendengarkan ocehan teman temannya
"siapa yang tanya begitu Ann??"
Aisyah semakin penasaran dengan apa yang terjadi diluaran sana
"semuanya, mereka semua perhatian banget tau gak Sill sama kamu, duh senangnya dikagumi banyak cowok ganteng ganteng"
Anna membayangkannya sambil cekikikan Silla masih tidak menanggapinya
"terus kamu bilang apa?? kasih tau gak??"
Aisyah masih kepo ia menunggu jawaban dari Anna yang sedang tersenyum senyum menghalu
" ya aku jawablah lah sama Azzam, Sultan, dan Taufik, Silla cuma demam biasa gak papa gak sah khawatir gitu, terus nih mereka kasih jajanan banyak banget nih kan lumayan buat cemilan kita semua"
Anna tertawa setepah menceritakannya ke Silla Aisyah dan lainnya yang mendengar mereka pun ikut tertawa kecuali Silla memasang tampang kesalnya karna ia dijadikan kambing hitam untuk mendapat jajanan gratis dari santri putra
"mbak Anna aku boleh minta gak??"
tanya Azizah
"nih yang ini buat kalian dibagi teman yang lain ya??"
pinta Anna menyerahkan kantong kresek berwarna hitam yang berisikan banyak jajanan
Azizah pun menerimanya dengan senyuman mengembang dan membaginya dengan teman yang lain
__ADS_1
"yang itu dari siapa??"
tanya Aisyah ia mengambil jajanan dari kresek lain yang masih didepan Anna
"itu dari Azzam agak banyak makanya biarkan mereka yang makan, lah yang ini agak sedikit sedikit dari Sultan dan Taufik buat kita makan bersama dibagi juga"
Anna memberitahu sambil menunjukkan ke Silla dan Aisyah mereka pun tertawa bersama Rosita pun ikut tertawa walau lemas dan pucat
"sabar Sill anggap aja rejeki kan lumayan dapat jajanan gratis dari orang lain"
Rosita menghibur, Silla hanya diam saja tidak menanggapinya
"kalau para ustadz ustadz TANFAN tanya apa Ann??"
Aisyah masih kepo
"para ustadz ya aku jawab jujur lah kalau Rosita yang sakit Silla bantu beli obat gitu doang ya kali aku ngibulin para ustadz TANFAN itu bisa hancur reputasi aku"
jawab Anna santai
"terus dia jawab apa setelah tau Rosita yang sakit??"
tanya Aisyah jiwa kekepoannya semakin liar
"ohh syafakillah buat Rosita, gitu doang udah aku pun pamitlah takut lama lama berhadapan dengan para ustadz TANFAN itu, takut jantungku gak kuat"
Anna terkekeh dengan apa yang ia ucapkan sendiri yang lainnya pun tertawa mendengar ucapan terakhir Anna
"kenapa gak sekalian kamu bilang para ustadz kalau aku yang sakit Ann siapa tau bisa dapat buah gratis banyak, cari dosa jangan nanggung nanggung sekalian biar impas "
celetuk Silla kesal reflek ia menekan kening Rosita hingga airnya pun menetes membasahi bantal dan sekitarnya
"Sill basah semua nih Sill"
keluh Rosita menahan tawanya yang lain menertawakan Sill yang mempunyai pikiran seperti itu Silla tidak menghiraukan keluhan Rosita yang bantalnya basah karna ulahnya sendiri
"ogah ngibulin para ustadz bisa kena TAKZIR aku Sill, belum berani"
Anna cekikikan melihat wajah kesal Silla
"udah sayong jangan marah marah cepat tua loh gak cantik"
goda Anna memeluk Silla yang masih kesal dengannya ia pun memasukkan jajan kemulut Silla agar tidak kesal lagi
"enak kan sayong??"
ledek Anna karna Silla mengunyah makanan yang ia masukkan kemulutnya
"enaklah orang ini jajanan kesukaanku"
jawab Silla sewot setelah menelannya
yang lainnya tertawa
Silla mengganti bantal Rosita yang basah dengan bantalnya yang kering sedangkan bantal yang basah dijemur ditempat yang panas meminta tolong Azizah untuk menjemurnya
"mbak ayo beresin semuanya ada Gus Fatih datang masuk kesini"
Azizah memberitahu yang lainnya panik mereka membereskan kamar yang berantakan dan mengabil hijab masing masing karna biasanya bila didalam kamar mereka selalu melepaskan kerudungnya agar ridak kepanasan
tidak lama Fatih pun masuk dan menghampiri kamar Umi Zaenab kamar yang ditempati Silla dan yang kawan kawan
"assalamualaikum"
jawab Fatih diambang pintu ia tidak masuk kedalam
"waalaikum salam ustadz Gus Fatih"
jawab mereka serempak begitu pun dengan Silla walau wajahnya masih dingin melihat Fatih
"katanya ada yang sakit?? siapa??"
tanya Fatih sopan nan lembut seperti es serut
"Rosita Gus hanya demam saja kok Gus"
Aisyah yang menjawab pertanyaan Fatih
Fatih pun mengangguk melihat Rosita yang terbaring dikasur lantai
"apa sudah periksa kedokter??"
tanya Fatih kembali karna tidak melihat ada bungkus obat disana
"belum Gus, tapi sudah minum obat paracetamol, nanti kalau masih demam akan kami periksakan kerumah sakit terdekat"
jawab Aisyah sopan
"ya sudah kalau begitu, suruh istirahat saja ya tidak usah mengikuti kegiatan dulu sebelum sembuh, dan salah satu dari kalian tolong jaga gak usah ikut kegiatan gak papa, saya permisi assalamualaikum"
perintah Fatih ia tersenyum melirik Silla sekilas lalu kembali kebawah untuk memberitahukan pengurus putri agar membawanya berobat bila panasnya tidak juga turun
semua seisi kamar bernafas lega setelah Fatih berlalu
"masyallah senyumnya mbak manis melebihi madu"
puji Tiara teman sekamar
"he'em, gak akan diabetes kan ya??"
celetuk Azizah ia terkekeh dengan perkataannya sendiri
"kamu kali diabetes"
cibir Anna mengusap kepala Azizah adik kelasnya yang sekamar mereka pun tertawa bersama sambil menjaga Rosita
adzan dhuhur berkumandang mereka semua bergegas mengambil wudhu dan mukena menuju aula putri untuk melaksanakan sholat jamaah dhuhur yang dipimpin Umi Siti
Silla lebih memilih sholat dikamar sambil menjaga Rosita bila memerlukan bantuannya
__ADS_1
"nduk katanya mbak Rosita sakit??"
tanya Umi Siti pada salah satu santriwatinya setelah selesai sholat