Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
aku selipkan namamu disetiap doa doaku


__ADS_3

"ihh kamu gak percayaan amat sih Ros"


kesal Silla


"gimana aku mau percaya Sill mana ada setan yang ada jin makanya ngaji yang bener dengerin kata guru"


nasehat Rosita gemas melihat Silla manyun bibirnya msju seperti ikan lohan dan reflek Anna menarik bibir monyong Silla dengan tangannya


"tapi yang ada jin ganteng Ros tu lihat?? mungkin yang Silla lihat bukan setan melainkan jin tamfannn "


Aisya menimpali dengan tertawa renyah lalu duduk karna ustad Azmi datang yang diikuti yang lainnya dan Azmi menahan tawa memulai pelajarannya hingga selesai


saat dikantornya ia langsung tertawa puas melihat wajah Silla ditekut selama pelajaran


***


saat tengah malam Silla ikut sholat tahajut bersama teman temannya yang lain walaupun matanya susah dibuka ia pu memaksanya agar terbuka kebetulan yang mengimami adalah ustad Azmi Silla yang belum tau Azmi yang sedang mengeluarkan suara merdunya masih anteng anteng saja bahkan ia terpesona hanya mendengar suaranya saja mata yang tadinya ngantuk jadi melek terang benderang seperti bulan yang sedang bulat bulatnya


ia sempat punya pemikiran dalam hatinya ingin bertemu dan dihalalkan dengan pemilik suara tersebut


"dimana sendalku kok gak ada sih??"


Silla bingung mencari cari sendalnya yang tidak ketemu ketemu


"kok gak ada sih Sill, kamu lupa narok kali?? tadi kamu tarok mana??"


tanya Aisyah yang ikut mencari sendal Silla Anna dan Rosita juga ikut mencarinya mereka mencari kesana kemari


Ustad Azmi memang akan kembali kekantor kepengurusan pun lewat melintas dan melihat rombongan geng Silla dengan menunduk mencari cari sesuatu akhirnya Azmi pun mendakat untuk menanyakan apa perihal permasalahannya


"kalian sedang apa??"


tanyanya ikut menunduk nunduk seperti Silla karna Azmi bertanya pada Silla


"cari sendal, sendalku ilang, bantuin cari gih"


perintah Silla tanpa menoleh kesumber suara dan tidak sadar ia berbicara dengan siapa Azmi menunrut saja dengan perintah Silla tanpa komplain apapun Aisyah dan teman lainnya akan menegur Silla tapi dihentikan oleh Azmi jarinya mengatupkan kebibir menyuruhnya untuk diam biarkan saja isyarat dari ustad Azmi dan mereka pun mengangguk paham


Azmi ikut mencari sendal Silla dan matanya terkejut saat melihat sendalnya yang ternyata menutupi sendal orang lain karna sendal Azmi terlalu besar hingga sendal yang tertutup sendal Azmi tidak terlihat ia pun mengambil sendalnya dan memakainya


"apa ini sendalmu??"


tanya Azmi menenteng sendal yang tertutup sendalnya


Silla pun menoleh kearah sumber suara ia terlonjak karna ternyata yang bersuara adalah Azmi


"kenapa?? aku bukan setan aku Azmi"


ucap Azmi masih menenteng sendal


Silla hanya mengangguk mengiyakan Azmi mengerutkan keningnya hanya anggukan yang ia dapatkan Aisyah dan yang lainnya hanya menahan tawa dengan keterkejutan Silla dan sekarang mematung ditempat


mereka yakin Silla tidak tau kalau orang yang diperintah olehnya mencari sendal adalah ustad Azmi


"apa ini sendalmu??"


Azmi bertanya kembali untuk yang kedua kalinya Silla mengangguk mengiyakan sambil menahan malu


ia malu ternyata yang bertanya tadi adalah ustadnya yang parahnya lagi ia memerintah sang ustad untuk mencarikan sendalnya yang belum ketemu itulah yang bikin Silla semakin malu dan mematung ditempat


Azmi pun menyerahkan sendal yang ia temukan ditumpukan sendalnya sendiri Silla menerimanya dengan malu malu meong Azmi yang melihatnya malu tersenyum tipis Silla salah tingkah


"te terima kasih ustad maaf tadi tidak tau kalau yang mengajak bicara adalah ustad maaf saya tidak sopan"


ucap Silla menerima sendalnya dari ustad Azmi


"ya tidak apa apa, sana masuk tidur lagi"


perintah Azmi menahan tawanya ia ingin tertawa dengan tingkah Silla tapi takut kena marah oleh yang ditertawakan akhirnya ia pun menahannya sampai Silla menghilang dari pandangannya Silla mengangguk dan langsung melarikan diri sambil sendalnya ditenteng karna sudah tidak tahan lagi menahan rasa malu didepan ustad tersebut


Azmi tertawa kecil menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Silla yang menurutnya unik tersebut


"andai kamu halal untukku pasti udah aku apa apain hmm"


batin Azmi dalam hati lalu ia pun mematung setelah menyadari ucapannya barusan beristigfar berkali kali


disebuah lorong menuju kamar santriwati setelah jauh dari pandangan ustad Azmi Silla mulai diledek teman temannya


"cie cie ehem ehem yang lagi dibantuin nyari sendal sama Aa' senengnya"


Rosita meledek Silla tangannya sibuk mencolek colek dagu Silla yang manyun


"duh senengnya, dag dig dug serr nih jantung aye bang "


Aisyah ikut meledek memeluk Silla dan mendengar debaran jantung Silla yang cepat itu


"apasih siapa dag dig dug"

__ADS_1


kilah Silla sewot ia langsung melarikan diri dari teman temannya yang terus meledeknya


sebenarnya jantung yang berdisco tersebut kala melihat senyuman Azmi yang membuatnya terpesona tapi ia enggan mengakuinya


"jantung sialan kenapa sampai ketahuan sih bikin malu aja"


gerutu Silla dalam hatinya ia benar benar malu ketahuan teman temannya


sampai dikamar ia pun meletakkan mukenanya dan merebahkan tubuhnya di kasur lantai yang kini adalah tempat ternyaman untuknya


"Sill tega amat kamu neng masak ninggalin kita sih??"


protes Anna ia pura pura kesal padahal ia masih ingin melanjutkan menggoda Silla yang merah merona nan manyun bibirnya dimaju majuin


"tau ahh kalian nyebelin banget sih, aku malas ingin rebahan"


sungut Silla ia menutup seluruh tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan selimut


Anna dan yang lain terkekeh geleng geleng kepalanya


"Aku peluk ya sayang jangan lupa mimpiin aku"


ledek Aisyah memeluk Silla yang tertutup selimut


"apaan sih Ais aku tidur"


ucap Silla sewot ia membuka selimutnya sampai kepundaknya ia masih manyun seperti ikan lohan


"sini aku peluk sayang bobok bareng"


ledek Aisyah lagi pelukannya semakin erat ia benar benar gemas dengan teman satunya itu


"aku sesak Ais?? kalau mati hantuku akan gentayangin kamu"


ancam Silla akhirnya ia pun memeluk Aisyah dan bersama teman teman yang lain tidak lama pun terlelap dengan sendirinya hingga subuh berkumandang mereka dibangunkan pengurus pondok putri diciprat cipratkan air ke wajah semua santri yang masih belum mau membuka matanya bahkan ada yang diusapkan kewajahnya agar cepat terbangun begitulah kehidupan didalam pesantren bila membangunkan santriwatinya


setelah santri bangun mereka bergegas mengambil wudhu dan kemasjid untuk sholat fajar dan sekalian sholat subuh berlanjut mengaji yang dibimbing oleh pak kyai Ansor selaku pemilik pondok pesantren tersebut


ada yang matanya menyimak apa yang disampaikan pak kyai ada yang manggut manggut menahan kantuk ada yang colek colek agar temannya tidak mengantuk dan lain lain agar tidak kena hubungan bila ketahuan tidur beraneka ragam macam bentuk santri bila mendengarkan saat kegiatan sehabis subuh tersebut


selesai kegiatan semua santri mengantri berebut untuk mandi karna disibukkan kegiatan sekolah masing masih begitupun dengan Silla yang sudah mulai terbiasa dengan kegiatan kegiatan pesantren termasuk mandi bersama berdua atau bertiga dalam satu kamar mandi mempercepat waktu berangkat kuliah


"Sill kunci motor ustad Azmi belum dikembaliin, nanti dikembalikan ya??"


Anna melapor dan membawa kunci motor milik ustad Azmi


jawab Silla cuek tidak peduli ia memakai sepatunya


"kan aku suruh kamu yang ngembaliin Sill"


protes Anna yang memang disuruh ngembaliin kunci milik ustad Azmi


"ya udah sini aku yang mengbaliin"


Silla menengadahkan tangannya meminta kunci motornya untuk mengembalikan ke sang pemiliknya ia pun beranjak karna melihat Azmi melangkah menghampirinya ia tau Azmi sedang akan meminta kuncinya dan mengembalikan kunci milik Anna


"ini kunci motornya stad terima kasih sudah minjemin kemarin"


Silla menyerahkan kuncinya ke Azmi jantungnya dag dig dung tidak karuan sekuat tenaga ia berusaha tenang setenang mungkin


"ya terima kasih, ini kuncinya kemarin sudah saya servis jadi sudah bisa dipakai kembali "


Azmi menerima kunci miliknya dan menyerahkan kunci milik Anna ke Silla tidak lupa tersentyum manis melihat Silla yang memakai gamis warna hijau Wardah dan hijab senada wajahnya yang hanya memakai sedikit bedak dan lip balm tipis tidak mengurangi kecantikannya pada dasarnya Silla memang cantik dari pabriknya


"terima kasih ustad"


Silla menerima kunci milik Anna dan membalikkan badannya untuk menghampiri sahabatnya dan berhenti menoleh ke Azmi yang hendak beranjak kemotor yang terparkir dihalaman parkiran kawasan pesantren putri


"ustad terima kasih tadi sudah membantu menemukan sendal saya"


lanjut Silla dengan senyuman tidak kala manis dari Azmi dan langsung berlari menuju Anna yang sudah menunggunya


Azmi mematung sejenak terpesona dengan senyuman Silla yang nenurut laki laki sangat manis melebihi gula dan madu


"cantik"


batin Azmi melihat punggung Silla yang agak berlari menuju temannya yang sudah menunggunya


"astagfirullah"


gumam Azmi ketika sadar perbuatannya ia pun geleng geleng dengan kelakuannya sendiri dan menaiki motornya untuk berangkat mengajar ke kampus termpatnya berbagi ilmu


"ustad tunggu sebentar"


tiba tiba gus Fatih anak dari kyai Ansor pemilik pesantren tersebut memanggil saat Azmi hendak menstater motornya


"ya Gus?? ada perlu kah sama saya??"

__ADS_1


tanya Azmi sopan dengan anak pemilik pondok tersebut


Fatih lebih muda 2 tahun dengan Azmi mereka berdua pernah kuliah bersama di Kairo walaupun beda angkatan tapi mereka sering bersama sampai Azmi lulus lebih dulu


"maaf stad sebelumnya bisa minta tolong sebentar antarkan saya ke kampus?? mulai hari ini saya akan mengajar kekampus sebelah kampus anda mengajar"


Fatih meminta tolong dengan sopan


"ah ya Gus silahkan tapi naik motor gak papa kan?? bonceng belakang sini"


jawab Azmi mensetujui Fatih


Fatih mengangguk dan berangkat bersama berboncengan dengan Azmi


**


sedangkan dipelataran Anna yang menunngu Silla melihatnya ngos ngosan seperti dikejar kejar pengurus disuruh mengaji saja


" kenapa Sill?? kok ngos ngosan gitu?? emang diapain sama ustad Azmi sampe segitunya??"


tanya Anna penasaran melihat keringatnya bercucuran padahal mereka hanya berjauhan hanya melihatnya saling berdiri saja dan Silla yang berlari menghampirinya


"ayo ah berangkat sekarang"


Silla tidak menjawab pertanyaan Anna mala menyuruhnya cepat berangkat Anna pun tidak protes dan mereka melangkah bersama


"dua cogan lagi bersama, berasa lihat oppa oppa deh, cuci mata"


ucap Anna sumringah melihat si tampan Azmi dan Fatih naik motor bersama berboncengan


"apa sih An heran aku"


cetus Silla sewot ia heran dengan Anna hanya melihat dua laki laki langsung kesenangan seperti melihat makanan enak yang belum pernah ia makan


"lihat deh Sill, gantengnyaaa duh meleleh deh aku walau cuma lihat mukanya doang juga gak papa deh, makanya aku betah banget disini banyak cogannya ustad semua lagi paket komplet beneran deh dapat semua dunia akhirat"


Anna berbicara sendiri seperti orang yang hampir gila Silla hanya melihat yang dimaksud Anna dari punggung mereka saja karna motor Azmi sudah berjalan menjauh darinya dan Anna


"ayo ah berangkat gak usah kebanyakan halu"


protes Silla menarik tangan Anna agar menuju kemotornya dan segera berangkat ngampus


dimotor Azmi ditanyai Fatih tentang pertemuannya dengan Silla tadi sebelum ia mendekat


**


"tadi santri baru ya stad?? saya tidak pernah lihat sebelumnya "


tanya Fatih penasaran ada yang aneh dengan Azmi saat mereka bertemu biasanya Azmi orang yang menjaga batasan dan pandangan dengan lawan jenis bahkan dia selalu datar dan cuek


"iya Gus dia anak baru paling masih sebulan dua bulanan lah masuk pesantren"


jawab Azmi


"kalau memang naksir langsung khibat saja agar tidak terlalu lama dan menimbulkan dosa nanti keburu diambil orang juga loh"


nasehat Fatih pada Azmi ia sempat melihatnya tersenyum kepada wanita yang bersamanya tadi jarang jarang Azmi senyum pada lawan jenisnya melihanya seperti itu bagaikan moment langka


"dia masih kuliah Gus masih baru masuk tahun ini"


Azmi memberitahu


Fatih mengerti maksudnya ia berfikir mungkin takut mengangguk pelajarannya kalau dia meminangnya sekarang


" selipkan namanya disetiap doamu stad mintalah allah menjodohkan kalian berdua"


ucap Fatih tiba tiba hingga Azmi menghentikan motornya terkejut dengan ucapannya tersebut Azmi pun menolah kebelakang dimana Fatih berada


"kan saya udah bilang tadi perlu saya ulangi perkataan saya ustad Azmi??"


Fatih cengengesan ia tebakannya benar bahwa Azmi menyimpan rasa untuk satri baru tersebut


Azmi diam saja ia melanjutkan perjalanannya mengantantar Gus nya kekampus untuk mengajar seperti dirinya


secara tidak sengaja mereka berpapasan dengan motor yang dikendarai Silla dan Anna


Azmi dan Fatih melihat mereka berdua saling melempar canda tawa terlihat dari raut wajahnya yang ceria Azmi tersenyum melihat keceriaan mereka berdua


Anna dan Silla tidak sadar mereka meliwati motor Azmi dan Fatih tanpa menyapa sama sekali dan sedang memerhatikan mereka berdua yang sedang bergurau


"akan aku selipkan namanya disetiap doa doaku semoga allah menjodohkan kita"


batin Azmi dalam hati ia pun melajukan perjalanannya tepat dibelakang motor Anna


Silla merasa seperti ada yang memerhatikan dirinya ia pun reflek menoleh kebelakang dan terkejut mendapati Azmi menatapnya dengan wajah datarnya pipi Silla merah seperti tomat yang sudah matang saat saling mata mereka bertemu satu sama lain Silla pun akhirnya memalingkan wajahnya ke depan kembali tiba tiba ia membeku tanpa suara karna Azmi memandanginya


"Ann agak cepet napa Ann?? agak ngebut dikit gitu Ann??"

__ADS_1


ucap Silla jantungnya deg deg pyur melihat Azmi ada tepat dibelakangnya dan melihat semua tingkahnya yang cuwawakan tidak jelas


__ADS_2