
Melati mala kesal dengan Rani bukannya membelanya mala membela Silla bahkan meminta maaf atas nama Melati dan menariknya kembali kamarnya
"Ran apaan sih mala belain mereka"
protes Melati kesal ia benar benar tidak terima dengan Rani
"sudah Mel gak baik cari ribut sama mereka, biarkan daja kita juga kadang sama kayak mereka lepas kontrol ketawa besar mereka pun gak pernah negur kita jadi biarkan saja yang penting gak ganggu kita aja"
Rani menenangkan agar Melati tidak emosi kembali
"aku tu kesel sama Silla yang sok kecantikan itu tambah lihat Rosita yang miskin itu, mereka semua seperti perangko dimana ada Silla disitu ada gengnya suka tebar pesona"
Melati mengeluarkan unek uneknya kesal menganggap Silla suka tebar pesona
"memang dia cantik kok Mel wajar kalau dia banyak yang naksir, apalah daya kita yang tidak cantik dari pabriknya, sudahlah yang penting kan Silla gak pernah macam macam dan gak ganggu kita"
Rani menengahi
Melati mala semakin kesal sangking kesalnya ia sampai menghentak hentakkan kaki
dikamar UMI ZAENAB
Silla tidak kala kesal dengan teman kamar sebelah yang selalu sinis bila melihatnya
"mau dia tu apa sih?? apa coba ngatain kita begitu, kesel aku"
Silla memukul mukul bantal sebagai pelampiasan Rosita dan Anna mengelus ngelus bahunya untuk menenangkannya
"sabar Sill, sudah biarkan saja dia emang begitu orangnya, sudah ya anak mama jangan marah marah lagi tambah jelek nanti"
Aisyah mencoba menggodanya agar reda kekesalannya
"auk ahh, Ros kayaknya aku gak sekali dia ngatain kamu begitu, kenapa kamu diam saja seharusnya kamu balas biar mulutnya gak lemes begitu"
Silla mengingatkan ia kesal dengan mulut Melati yang sudah merendahkan orang lain
"sudah gak papa kok, kan memang aku miskin Sill jadi ya sudahlah aku gak mau cari masalah menghindar lebih baik"
jawa Rosita lembut ia masih sempat mengukir senyuman agar tidak kelihatan sakit hati dikatai miskin oleh Melati
"ya allah Ros kamu baik baik sih, coba aku cowok atau aku punya kakak cowok mau deh aku jadiin kamu keluarga"
Silla memeluk Rosita seperti kakak sendiri Rosita dan yang lainnya pun balas memeluk dan mereka saling berpelukan seperti teletubies
"jujur sebenarnya aku kesel juga sih dengan mulutnya tapi mau bagaimana lagi aku malas meladeninya Sill, gak ada untungnya juga, dia emang orangnya begitu ngiri lihat orang lain seneng"
Aisya mengeluarkan unek uneknya yang selama ini ia pendam
ia tau bahwa melati orang kaya bahkan lebih kaya darinya jadi Aisyah sendiri tidak berani melawan dan lebih memilih menghindarinya
"maklum anak sultan"
Anna menimpali yang dianggukan Azizah dan teman lainya
"emang sekaya apa dia??"
tanya Silla penasaran
"setahuku sih kaya doang gitu, cuma gak tau dia sekaya apa, dia sendiri yang bilang dia kaya dia sering bangga banggain orang tuanya"
Aida ikut membuka bicara Silla manggut manggut mengerti perkataan temannya
"sudah mbak jangan cari gara gara sama dia ya??"
Melly mengingatkan
"tergantung"
jawab Silla santai seperti dipantai
mereka pun menghela nafas pasrah dengan Silla yang tidak mau mengalah begitu saja mereka tau karakter Silla yang tidak mau ditindas orang lain
"udah ah gak usah bahas mereka malas aku, kita ngemil lagi"
Silla mengakhiri menghibah teman kamar sebelah dan berlanjut bercanda bersama sekamar dengan permainan seperti anak kecil dan Silla pun menikmati permainan tersebut karna belum pernah memainkannya sama sekali
***
keesokan paginya seperti biasa semua santri disibukkan dengan kegiatan masing masing seperti belajar dan mengajar
"Sill gimana jadi beli motornya??"
tanya Anna ditengah perjalanan menuju kampus mereka
"katanya gak boleh Ann suruh nebeng kamu aja gitu soalnya udah banyak motor disini jadi gak dibolehin"
Silla memberitahu karna kemarin saat orang tuanya berkunjung sempat membahasnya dengan pengurus pesantren dan Silla
"ohh ya sudah kita boncengan aja terus gini Sill biar aku ada temennya juga, kalau kamu ingin belajar nanti aku ajarin deh biar bisa gantian boncengannnya"
Anna menawarkan
"aku takut nanti motormu mala hancur Ann untuk mengajariku"
ucap Silla cengengesan dibelakang Anna
"kenapa?? yang namanya belajar ya pasti ada jatuhnya lah Sill udah biasa paling juga lecet lecet dikit gak masalah"
Anna memberi pengertian agar Silla tidak minder
__ADS_1
"mending kalau lecet Ann kalau sampe masuk rumah sakit kan gak lucu Ann, soalnya dulu aku pernah belajar nyetir mobilnya nyungslep dan berakhir dirumah sakit"
Silla menceritakannya sambil terkekeh teringat jaman masih nakal nakalnya
"serius Sill?? masak sampe segitunya??"
tanya Anna sontak matanya melotot menghentikan motornya untuk memastikannya
Silla mengangguk sambil tersenyum manis tanpa malu
"ayo jalan lagi, makanya aku mau minta beliin aja jadi nanti kalau motorku hancur kamu gak nangis, apa lagi motormu buntut begitu nanti mala tambah ancur kalau aku yang make"
lanjut Silla tertawa lepas yang diikuti Anna sepanjang perjalanan mereka berdua mengobrol dan bercanda bersama tanpa disadari telah diperhatikan dua motor yang dikendarai Fatih dan Azmi yang sedang melintas bersama dan tidak sengaja bertemu dijalan mereka berdua hanya memerhatikan dari jarak yang tidak terlalu jauh tidak terlalu dekat hingga Silla dan Anna tidak menyadari keberadaan keduanya motor Azmi sampai lebih dulu karna kampus tempatnya mengajar lebih dekat daripada tempat Fatih mengajar
motor Anna tiba diparkiran mahasiswa lebih dulu dari perjalanan hingga sampai kampus mereka berdua tidak melihat Fatih yang berada dibelakangnya karna asik mengobrol bersama Fatih pun cuek tidak mempermasalahkan santrinya yang tidak hormat atau tidak menyapa karna tau mereka tidak melihatnya ia pun tidak berniat menampakkan dirinya karna menghindari pandangan lawan jenis
sampai kampus Anna dan Silla berpisah masuk kelas masing masing seperti biasanya
"Sill tugas mu udah selesai belum??"
tanya Senja saat mereka sudah berada dikelas
"alhamdulillah udah dong, kenapa?? jangan bilang kamu belum??"
tuduh Silla penuh selidik menatap tajam Senja yang cengengesan tanpa dosa
"tau aja, pinjem punyamu ya biar cepet selesai"
pintanya Silla pun menghela nafas pasrah dan menyetujuinya
dikampus Aisyah belajar ia bersama teman teman lainnya termasuk Melati dan Rani tapi mereka tidak dekat bahkan saling cuek satu sama lain walaupun tinggal bersama dipesantren Aisyah lebih dekat dengan teman luar pesantren
"Dea entar nebeng motormu sampe bengkel ya De motorku dibengkel soalnya"
ucap Aisyah dengan satu teman yang juga satu pesantren tapi beda kamar dengannya walau tidak terlalu dekat tapi lumayan akrab daripada dengan Melati yang agak sombong
"ok Ais, tapi Ais mau nanya katanya tadi malam Silla berantem sama Melati ya?? kenapa?? gak biasanya mereka berantem??"
tanya Dea kepo ia dengar dari teman lainnya yang kebetulan lewat dan cerita dengannya
"ya biasa De mulut Melati gak bisa dikondisikan jadi Silla ya begitu"
jawab Aisyah santai
"apa Melati menghina Silla??"
tanyanya lagi Aisyah menggeleng
"terus??"
Dea mengerutkan alisnya bingung
Dea memberitahu informasi yang ia dengar dari temannya
"ya gitu deh biasa Melati sok berkuasa kayak dia aja yang paling kaya, dia gak sadar bahwa Silla lebih kaya darinya, hanya Silla gak sok kayak dia yang selalu membanggakan kekayaan orang tuanya"
cibir Aisyah pada Melati ia benar benar tidak suka dengan sifat Melati yang sombong dan pilih pilih teman
"emang gitu sih orangnya Ais, mau gimana lagi, padahal kita satu kampus tapi tidak pernah bertegur sapa dengannya dipondok pun biasa cuek cuek aja"
jawab Dea jujur karna memang mereka seperti orang asing bila bertemu dengan Melati dimana pun berada
"tapi Silla beneran kaya Ais?? tapi kok dia biasa aja ya mala dekat sama anak anak lain sering nyapa satu sama lain gitu, gak sombonglah, aku juga sebenarnya pengen deket dengannya tapi malu takut dikatain cari muka biar ikut terkenal kayak dia"
lanjut Dea ia memang ingin dekat dengan Silla dan yang lainnya
"siapa yang ngatain gitu De?? emang kalau dekat dengan kami cari muka??"
tanya Aisyah penasaran mendengar ucapan Dea bisa sampai dikatain cari muka
"gengnya Melati lah Ais dia bilang begitu aku sama Sulis jadi minder pengen dekat dengan kalian, takut kena nyinyiran, secara Silla itu terkenal dikalangan santri putra, taulah nanti pasti tanggapannya gimana"
Dea menjelaskannya secara rinci Aisyah mengangguk paham akan pikiran teman teman yang lain tentang Silla
"ya gak usah digubris biasa kan emang sih Melati begitu orangnya yang penting kita gak ngusik dia beres kan??"
tanggapan Aisyah dengan entengnya
"gak usah diambil pusing De kalau mau gabung ya gabung aja, Silla baik kok orangnya"
lanjut Aisyah meyakinkan Dea agar dekat dengan semuanya
Dea pun mengangguk mengerti tidak lama jam pelajaran pun dimulai
dijam istirahat Silla dan lainnya dikantin untuk menikmati minuman dan cemilan kantin sambil membuka laptopnya
tiba tiba imail masuk dari Rania teman SMA Silla ia pun melotot kegirangan kala membuka imail tersebut Rania memamerkan gambarnya yang sedang kuliah dilondon impian mereka bersama
{pengen gak pengen gak pasti pengen dong}
isi tulisan pesan dari Rania tidak lupa memasang imojo tertawa banyak sekali untuk memamerkan Silla
Silla pun langsung cemberut manja
{pamer pamer awas aja lu kalau ketemu}
balasan imail dari Silla ia memasang emoji ngambek yang banyak lalu mengirimkannya kesahabat SMA nya tersebut
{harus dong harus dong, gimana kabarmu cantik?? semoga jadi wanita sholeha ya?? kami merindukanmu sayang }
__ADS_1
balasan dari Rania
Silla tersenyum terharu ternyata bukan hanya dirinya yang merindukan mereka teman lainnya pun merindukannya Silla menyeka air matanya yang tanpa sadar menetes kepipinya
{ aku juga merindukan kalian sehat sehat ya kalian semua, doakan aku jadi wanita saleha agar bisa menggurui kalian}
balasan Silla yang disertai emoji tertawa kocak
tiba tiba Anna dan Senja nongol disamping Silla dan ikut membaca imail dari teman Silla tersebut
"cantik, siapa dia Sill??"
tanya Anna memuji foto gambar perempuan dilayar laptop milik Silla
"kepo"
cibir Silla ia menyeka air matanya kembali dan tersenyum pada Senja dan Anna
"jangan nangis dong sayang ada aku disini"
Anna menghibur ia memeluk Silla dari samping
begitu pun dengan Senja yang ikut memeluk Silla
"ya disini ada kalian yang menyayangiku disana juga ada temanku juga yang menyayangiku, aku sayang kalian semua"
ucap Silla terharu memiliki teman teman yang sangat menyayanginya
"siapa dia??"
tanya Anna lagi mengulangi pertanyaannya
"dia teman SMA ku namanya Rania sekarang kuliah dilondon bersama yang satunya lagi yang bernama Anisa, dulu kami berempat sepakat mau kuliah disana tapi sayang papa melarangku dan menaruhku disini dan alhamdulillah bertemu kalian"
Silla menceritakannya
Anna dan Senja mengangguk mengerti
"yang satunya lagi kemana katany empat itu dua satu kamu kan?? yang satunya lagi??"
tanya Senja karna Silla tadi bercerita empat orang sedangkan yang digambar laptopnya hanya dua
"Siska kuliah dijakarta dia sama kayak aku manja, dia dilarang kuliah jauh, hanya aku Rania dan Anisa yang jauh"
Silla tersenyum bercerita tentang teman gengnya semasa SMA
"ohhh, temenmu cantik cantik ya Sill, pantas kamu juga gak kalah cantik gini"
puji Senja ia Silla tersenyum mendengar pujian dari Senja teman kuliahnya
"alhamdulillah"
jawabnya penuh syukur diberi kencantikan oleh allah yang maha esa dan kuasa
"kalau Silla emang udah cantik dari sononyo, bapak ibunya aja cantik dan ganteng pastilah anaknya gak akan kalah, gen unggulan"
celoteh Anna ia cengengesan mengungkapkan apa yanga ada diotaknya
mereka pun tertawa mendengar ocehan Anna
tidak lama jam istirahat pun berakhir mulai pelajaran berikutnya hingga selesai
"tumben ni anak lama bingit"
keluh Silla ditempat parkiran menunggu Anna datang dan pulang bersama
Senja mengangguk mengiyakan ia menemani Silla sampai Anna dan keluar dari kampus bersama
"iya tumben, mungkin belum selesai kali Sill"
Senja menduga duga
"mungkin"
jawab Silla ia pun mengobrol dengan Senja sambil menunggu Anna datang
tiba tiba Santi kakak angkatannya yang sempat adu mutut dan jotos dengan Silla datang menghampirinya dengan berkacak pinggang
"hey Silla kamu kenapa ngrayu Arif dan Aris hahh?? apa kamu gak puas dengan pak Fatih??"
tuduh Santi pada Silla ia tidak terima yang dulunya Arif mengejar ngrjarnya sekarang mala jadi cuek dengan dirinya mala menjauhinya
Silla pun bangkit dan berdiri
"Arif siapa?? apa maksud dari mulutmu itu ngatain aku gak puas dengan pak Fatih, lagian siapa juga pak Fatih kenal aja gak"
jawab Silla santai ia tidak ingat dengan nama Fatih
Senja tepuk jidat dengan kelakuan Silla yang lupa akan Fatih Gusnya dipesantren
mata Santi dan dua temannya melotot kesal dengan Silla seolah tidak penting permasalahannya
"gak usah amnesia kamu Sill??"
tuduh Santi kesal ia kira Silla hanya berpura pura lupa agar menghidarinya
"siapa yang amnesia, lu kali gila, gak kenal juga nyalahin aku, heran aku, sana pergi jangan ganggu aku kalau gak mau muka make up tebalmu luntur"
usir Silla cuek ia pun ikut berkacak pinggang menantang kakak angkatannya
__ADS_1