
Silla pun ikut menunggu orang tuanya datang seperti para santri lainnya
tidak lama orang yang ditunggu pun datang wajahnya begitu senang dan bahagia ia reflek berlaru menghampiri kedua orang tuanya
"mama papa??"
teriak Silla menghamipri mama papanya tidak peduli orang lain memandangnya seperti apa yang ia pikirkan ia senang orang tuanya datang berkunjung Silla langsung memeluk mama papanya dengan erat menumpahkan kerinduannya selama sebulan ini tidak bertemu
"malu Sill udah gede juga dilihatin orang"
tegur Wirawan papa Silla puas memeluk anak gadisnya
"biarin bodo amat pa, aku kangen kalian"
jawab Silla manja lalu mereka pun mencari tempat duduk untuk mengobrol bersama
"papa mama kangen gak sih sama aku?? gak kasih kabar gak apa tanyain kek anaknya lagi apa makannya gimana ini cuek cuek saja kesel aku"
protes Silla tidak tau bahwa sebenarnya papanya selalu menghubungi pihak pesantren untuk menanyakan perkembangan anak gadisnya pada pengurus pondok
"ya kan kamu mondok disini sayang pasti mereka jagain kamu disini buktinya papa kesini kamu baik baik saja, jadi apa yang harus dikhawatirin"
kilah Wirawan papa Silla tidak memberitahukannya
"udah gak usah ngedumel terus ini mama bawain makanan kesukaanmu sayang makan gih"
ucap Clarissa mama Silla membuka kotak makanan yang sengaja ia siapkan untuk anak perempuannya
mata Silla langsung berbinar melihat makanan kesukaannya yang sebulan ini tidak ia rasakan
"wahh pasti enak mama paling the best deh"
puji Silla ia merindukan masakan sang bunda
"suka banget gombalnya"
cibir Clarissa ia mengambilkan makanan untuk suaminya dan anak manjanya tersebut
"ma suapin aja?? aku pengen disuapin mama??"
rengek Silla seperti anak kecil
mamanya pun tersenyum mulai menyuapi anak gadisnya dengan telaten Silla yang disuapi menangis terharu
"kenapa mala nangis sayang katanya minta disuapi mama??"
tanya Clasrissa bingung dengan anak manjanya tersebut
"aku terharu ma aku senang banget mama mau nyuapin aku love you mam aku janji akan jadi anak saleha demi mama papa"
Silla menangis ia berbicara kala nasinya sudah ia telan mama Silla terharu dengan ucapan anaknya
Wirawan diam diam meneteskan air mata harunya tapi ia dengan cepat mengusapnya ia senang anaknya mau berubah
"jadilah anak yang saleha ya nak, bisa mendoakan mama dan papa kelak"
ucap Clarissa sambil menyuapi anaknya menahan air matanya agar tidak keluar
Silla mengangguk sambil mengunyah makanan yang disuap mamanya hingga habis
"pa aku beliin motor ya pa buat berangkat kuliah"
Silla mengutarakan keinginannya
"apa kamu bisa naik motor?? hmm??"
tanya Wirawan pada anak gadisnya yang manja ia tau anaknya tidak bisa mengendarai motor roda dua
"nanti aku minta diajarin temenku pa biar bisa gak enak juga kalau nebeng mulu walaupun satu fakultas tapi kan beda jurusan pa"
Silla menjelaskan papanya mengerutkan alis mendengar kata belajar ia tidak yakim dan tidak mau anaknya kenapa napa hanya karna belajar naik motor
"pa"
rengek Silla
"nanti papa izin kepengurus dulu ya sayng boleh tidaknya kalau boleh ya nanti papa belikan"
jawab Wirawan
"jangan yang motor buntut ya pa nanti aku malu yang matic matic aja yang bagusan"
Riques Silla tidak ingim dibelikan motor tua
papa Silla menatap wajah anak gadisnya dengan lama
"sebenarnya apa tujuanmu sayang?? mau pamer atau kuliah?? jangan macam macam ya kamu awas papa hukum kamu"
ancam papa Silla tidak mau kecolongan lagi dengan keinginan anaknya
"gak pa, janji?? Silla janji gak akan melakukan kesalahan lagi kayak dulu pa"
Silla mengangkat dua jarinya dulu Silla pernah meminta papanya untuk dibelikan mobil baru dan papanya pun menurutinya
ternyata hanya buat pamer dan mobilnya kecelakaan bersama anak gadisnya beruntung Silla hanya lecet saja tidak parah seperti teman lainnya sejak saat itu Silla selalu diantar supir dan sang supir pun harus selalu stand bay untuk mengantar putrinya kemana saja dari situlah papanya tau anaknya suka bermain diluar nongkrong kesana kemari membuat orang tua khawatir
"nanti papa tanyakan dulu ya"
jawab Wirawan papa Silla tidak mau memberikan harapan untuk anaknya takut kecewa apa bila tidak bisa memenuhi keinginannya
Silla pun mengangguk mengiyakan
mereka mengobrol bertiga Silla menceritakan aktifitas selama dipesantren termasuk kekonyolannya saat pertama kali masuk papa dan mamanya tertawa dengan tingkah anak gadisnya yang benar benar tidak tau dunia santri
"asik juga sih ma pa tinggal dipesantren banyak teman apa lagi semuanya sayang sayang sama Silla insyallah Silla betah pa ma"
ucap Silla sambil tersenyum ceria yang diaminkan kedua orang tuanya
tidak lama mama papanya pun pamit kembali ke Jakarta
"kamu baik baik disini ya sayang jaga diri kamu hati hati nak, jadilah anak salehanya mama ya??"
pinta Clarissa mama Silla mengelus kepala dan menciumi anak gadisnya Silla sama sekali tidak menolaknya karna memang sudah terbiasa dimanja Silla hanya mengangguk mengerti
giliran papanya yang memeluk anak gadisnya
__ADS_1
"papa pulang sayang baik baiklah disini belajar yang benar ya nak??"
permintaan Wirawan papa Silla pun sama dengan sang istri hanya menginginkan yang terbaik untuk anaknya Silla pun mengangguk mengiyakan
"papa mama juga hati hati ya doakan aku bisa membanggakan mama dan papa"
ucap Silla lalu ia pun mencium punggung tangan kedua orang tuanya tidak lama mereka meninggalkan kawasan pesantren Silla melambaikan tangannya hingga mobil sudah tidak terlihat kembali dan Silla pun kembali kepesantren sambil membawa barang yang dibawakan mamanya untuk cemilan
"mama tau aja aku butuh ini semua"
ucap Silla membuka kantor yang berikan beberapa snak dan lauk untuknya nanti makan bersama teman temannya
"kalian harus sehat sehat ya untukku disini"
ucapnya kemudian menitikkan air matanya walaupun ia masih menginginkan kedua orang tuanya untuk singgah tapi ia tau jam jenguk sudah habis dan dirinya sudah dewasa yang sudah mengerti peraturan
"sudah jangan nangis lagi nanti cantiknya hilang kebanyakan nangis nanti saat ngaji mata kayak panda gak bisa absen ke ustad Azmi dong kan gak seru Sill"
Rosita mencoba menghibur temannya tersebut agar tidak berlarut larut dalam kesedihan ia tau apa yang dirasakan oleh temannya tersebut ia juga dulu merasakannya
Silla hanya mengangguk
"tapi bukan untuk setor muka ke ustad Azmi ya?? aku gak ngefans kayak kalian ya??, biasa aja aku lihatnya"
protes Silla
Rosita kecicikan
"bercanda kali Sill ngefans juga gak papa mau naksir juga gak masalah "
Rosita santai
"Sill kamu gak ngrasa disini sebulan banyak yang naksir kamu??"
ucap Rosita kemudian
"masak?? aku gak ngrasa tu, bodo amat juga sih ya gak mikir yang begituan udah biasa juga"
jawab Silla lebih santai
"apa?? sudah biasa?? berarti kamu dulu juga populer dong Sill??"
Anna ikut nimbrung dari luar terdengar suara Silla yang sedang berbicara
Silla hanya mengangkat bahunya
"pantes kamunya biasa biasa aja gak gimana mana gitu, kamu populer banget ya waktu di SMA??"
tanya Aisyah pun ikut ikutan ngerumpi ia membawa kantong kresek besar berisikan jajanan tradisional yang dibelikan mamanya ditoko langganannya
"disana mah populer semua gak heran lah"
Silla memberitahu
"ah gak asik kamu Sill kita udah dengerin serius serius gini jawabanmu gitu doang kecewa aku"
protes Anna yang sedari tadi ingin mendengarkan kepopulerannya semasa di SMA
"ya aku harus cerita gimana?? orang gitu doang kok"
jawab Silla heran
tebak Anna yang melihat ekpresi bingung Silla
"tau aja aku gak pernah makan kayak ginian"
Silla cekikikan dan mengambil makanan yang dibuntal daun pisang dan memakannya yang didalamnya berisikan pisang ditengahnya
"ini makanan apa namanya enak rasanya??"
tanya Silla penasaran karna ia memang belum pernah makan makanan tradisional
"ini namanya nagasari Sill, enak kan??"
tanya Anna pun ikut memakannya dan yang lainnya
Silla mengangguk mengiyakan
"terus yang ini apa??" kok bentuknya beda??"
tanya Silla lagi penasaran karna melihat bungkusan dari daun pisang tapi beda bentuknya
"ini namanya poci dalamnya ada kelapa parut yang berwarna coklat tapi manis terbuat dari tepung ketan, enak loh"
Anna menjelaskan panjang lebar makanan yang bernama poci tersebut
"coba ahh"
Silla langsung mengambil jajanan yang bernama poci tersebut dan memakannya setelah jajanan yang bernama nagasari habis dilahapnya
"sok sok"
jawab Anna dan yang lainnya
"guys aku dibawain snak sama makanan sama nyokapku buka yuk apa aja isinya aku juga belum lihat"
ucap Silla bergantian membuka yang barang yang sempat dibawakan oleh mamanya
"wahh sushi Sill??"
Anna memberitahu membuka kotak yang berisikan sushi makanan jepang
"sama apa lagi ini banyak guys macam macam makanan"
Aisyah menimpali membuka kotak yang lain
"ini ikan apaan Sill kok bentuknya begini??"
tanya Rosita yang ikut membuka kotak yang lain
"ohh salmon Ros"
jawab Silla santai karna ia sudah terbiasa dengam makanan luar negeri tersebut
"enak gak?? halal gak??"
__ADS_1
tanya Rosita ragu
"dijamin halal"
jawab Aisyah lalu menyuapkan salmon kedalam mulut Rosita ia tau keluarga Rosita orang yang sederhana jadi makan salmon tidak akan mereka makan karna harganya yang mahal tidak sesuai perekonomiannya
"gimana enak gak??"
tanya Aisyah menaik turunkan alisnya
"itu masakan mamaku loh enak kan?? mamaku jago banget masak aku senang kalau mama yang masak"
Silla menceritakan dan memuji mamanya dengan antusias
"ayo ah makan bareng bareng yuk"
ajak Silla kemudian ia memakan makanan yang dibawa mamanya bersama teman temannya
"besok besok mamamu suruh bawa beginian ya Sill enak masakan mamamu"
Anna berceloteh setelah menelan makanannya
Silla mengacungkan jempolnya tanda setuju
**
waktunya setoran hafalan pada ustad Azmi saat pelajaran ba'da magrib
Silla pun berhafalan dengan lancar ia reflek berjingkrak jingkrak karna berhasil menghafal
teman temannya melotot padanya karna menurutnya tidak sopan didepan gurunya sedangkan Azmi hanya berdehem yang sebenarnya menahan tawa karna kekonyolan murid satunya tersebut tapi dikiranya teguran untuk Silla untuk menjaga sopan santun
"maaf ustad"
ucap Silla malu dengan kelakuannya Azmi hanya mengangguk sambil menahan tawa
"Sill gila ya kamu didepan ustad Azmi Sill kamu itu"
Anna menggeleng gelengkan kepalanya dengan tingkah sahabatnya
"ya maaf gak sengaja, reflek Ann, kebiasaan soalnya"
Silla cengengesan dengan tingkah konyolnya
lalu mereka pun melajutkan pelajarannya setelah selesai setoran hafalan
selesai mengajar ustad Azmi seperti biasa keruangan kantornya sebentar untuk memeriksa jadwalnya kembali ia tersenyum sendiri kala teringat tingkah Silla yang konyol tersebut
"kenapa ustad?? kesambet setan cinta senyum senyum gitu??"
ledek ustad yang bernama Sulaiman yang biasa dipanggil Salman
Azmi hanya tersenyum menanggapinya
"stad katanya ada anak baru yang bernama Silla kalau gak salah benar ya?? ustad Zaki cerita katanya cantik anaknya?? yang mana ya anaknya aku kok gak tau tad??"
Salman kepo
ia ingin tau santri yang sering dibicarakan para santriwan yang lain bahkan ustad lain pun sempat menceritakannya
Azmi hanya diam saja tidak menanggapinya ada rasa tidak enak dihatinya kala tau Salman yang ingin mencari tahu tentang Silla bahkan ustad lain yang sedang membicarakannya tapi Azmi belum menyadari perasaannya tersebut
"gak tau yang mana anak baru kan banyak bukan satu orang saja stad"
kilah Azmi ia tidak ingin Salman membahas Silla
"iya sih katanya anaknya cantik stad makanya penasaran katanya populer gitu"
Salman masih membahasnya ia tidak tau bahwa Azmi sedang tidak enak membicarakan santri tersebut
Azmi hanya diam saja ia pun pergi setelah memeriksa jadwalnya
"ternyata kamu banyak yang naksir juga ya"
gumam Azmi ia lebih memilih kemasjid untuk tadarus qur'an untuk menenangkan hatinya yang sedang resah itu
"Sill gila ya kamu masak jingkrak jingkrak gitu sih didepan uztad Azmi gak malu apa untuk sarungmu gak melorot kalau sampai melorot bisa malu tujuh turunan kamu Sill"
tegur Rosita ia heran dengan temannya yang satu itu sudah dewasa tapi tingkahnya masih seperti anak kecil
"hehehe maaf Ros aku khilaf "
Silla cengengesan
"untung gak melorot ya Ros "
Silla kecicikan sendiri dengan tingkahnya
Rosita dan lainnya hanya geleng geleng kepala dengan kelakuan Silla
mereka pun duduk sebentar sebelum bersiap siap untuk sholat berjamaah
***
keesokan harinya seperti biasa setelah berjamaah subuh semua santri bersiap siap untu melanjutkan kegiatannya pergi kesekolah untuk SMP dan SMA berada didalam pesantren sedangkan untuk kuliah mereka akan keluar pesantren
"udab siap semua belum Sill"
tanya Anna ya sedang mengecek kepeluan kuliahnya ia juga mengingatkan Silla untuk mengeceknya juga agar tidak ada yang tertinggal dah malas untuk kembali lagi kepesantren
"siap semua bestie"
jawab Silla yang sudah mengecek semua mata pelajaran kuliahnya
"jadi kamu bilang papamu untuk dibelikan motor??"
tanya Anna ia sedang memakai sepatunya diteras pesantren
"kemarin sudah ngomong sama papa kata papa harus izin dulu sama pengurus gitu katanya Ann gak tau dibolehin apa enggaknya"
jawab nya apa adanya sesuai apa yang dikatakan sang papa
Anna mengangguk mengerti karna dipesantren memang ada batasannya
"kalau gak diizin gimana Sill??"
__ADS_1
tanya Anna lagi ia penasaran dengan teman manjanya yang satu ini
Silla yang sedang memakai sepatunya pun berhenti dan berfikir sejenak