Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
ongol ongol dan lupis


__ADS_3

Azmi pun terkesiap dengan senggolan dari Ilham lalu ia pun berdehem sebelum memulai menjawabnya


"ehem, maaf ustad saya sempat tidak fokus"


ucap Azmi agak salah tingkah karna kepergok sedang memerhatikan santriwati yang tampil


Ilham haya diam saja melihat Azmi salah tingkah


lalu ia pun menilai penampilan Kamar UMI ZAENAB dan berlanjut menampilkan perwakilan dari kamar yang lainnya yang belum tampil


hati Silla dan para rombongan dag dig dug serr setelah selesai tampil takut ada kesalahan yang tidak mereka sadari saat menampilkannya


"mbak ada yang salah gak ya tadi bacaannya??"


tanya Azizah yang kebetulan ikut tampil


"insayallah gak kayaknya Zah, tadi aku juga ikut nyimak kok gak ngerasa ada yang salah"


jawab Silla yang memang menyimak teman temannya yang membaca kitab berjanjen atau nazzar


Azizah pun menghela nafas lega mendengar jawaban Silla


"Sill kamu keren banget sayangku"


puji Rosita yang mencubiti kedua pipi Silla dengan gemas


"sakit Ros"


Silla mengusap usap pipi yang dicubit Rosita


"ngomong ngomong tadi ada yang salah gak ya pas aku nyanyi eh maksudnya sholawatan soalnya baru pertama kali sholawatan biasanya juga ngepop"


Silla cengengesan bercampur khawatir ada kesalahan saat ia menampilkannya


Rosita dan yang lainnya mengacungkan dua jempolnya sebagai jawabannya


Silla langsung tersenyum lega


"alhamdulillah kalau gak ada yang salah"


ucap Silla dan yang lainnya yang ikut tampil hampir bersamaan


"kita lihat nanti hasilnya ya anak anak, berdoa saja semoga hasilnya sesuai harapan"


ucap Ismi selaku ketua kamar ia pun ikut degdegan dengan penampilan yang dibawakan teman teman sekamarnya


"aminnnn"


ucap semuanya


tidak lama pun acara selesai dilanjutkan keesokan harinya


**


setelah semua santri selesai menampilkan bakat masing masing pengumuman pun juara pun diumumkan


semua santiwan santriwati deg degan penasaran akan nilai penampilannya dan siapa yang akan menjadi juara dalam lomba tersebut


kali ini dipimpin oleh alfatih yang mengurus pengumuman tersebut tidak lupa ia menyebutkan nilai nilai penampilan para peserta yang tampil semua


para santri tampak semakin penasaran akan hasilnya saat anak pemilik pondok membuka suaranya


"untuk kamar SITI KHOTIMAH para juri memberikan nilai 90"


Fatih menyebutkan salah satu kamar santriwati tersebut sebelumnya ia sudah menyebutkan kamar yang lainnya


semua santri bertepuk tangan akan hasil dari kamar tersebut


"untuk kamar UMI KULSUL para juri memberikan nilai 89"


ucap Fatih kemudian


semua santri pun memberikan tepuk tangannya kembali


"kayaknya kamar kita belom disebut ya Ros??"


Aisyah memberikan komentar Rosita dan yang lainnya pun menganggukkan kepala setuju dengan ucapannya


"apa lupa ya??"


lanjut Silla ia khawatir sendiri teman teman yang lain pun merasa khawatir yang sama dengan Silla


"huss kita berdoa saja anak anak semua kita tidak dilupakan dan membawa penghargaan kebanggaan para orang tua"


Ismi menyemangati melihat temannya mengkhawatirkan penampilan grupnya sendiri


"ayo semangat semangat usaha tidak menghianati hasil"


Ismi menyemangati mengangkat tangannya agar yang lain pun bersemangat


mereka pun mengangguk tersenyum kembali


"dan yang terakhir kamar UMI ZAENAB dengan nilai..."


ucap Fatih membuat semua santri yang mendengarkan semakin dag dig dug campur aduk penasaran akan hasilnya


"dengarkan baik baik ya teman teman semuanya"


ucap Fatih sengaja membuatnya tambah penasaran dengan memasang wajah agak kecewa dan sedih


membuat wajah para santri semakin penasaran dengan melihat ekpresinya


"duhh mengecewakan gak ya itu kok tampangnya meragukan banget"


celetuk Silla semakin penasaran ia takut mengecewakan teman temannya tersebut akan penampilannya


"semoga saja tidak Sill pokoknya menang gak menang bagus gak bagus yang penting kita sudah usaha iya gak teman teman??"


ucap Anna walau penasaran tapi ia mencoba untuk positif


Silla dan yang lainnya pun mengangguk sambil serius menyimak apa yang akan diucapkan oleh Fatih


"ngomong2 walau pake tampang begitu Gus Fatih tetep ganteng ya ustadz Azmi juga gak kalah ganteng tuh??"


Ismi gagal faham dengan memandang Fatih dan ustadz ustadz lainnya


"astagfirrullah ya allah ampunilah hamba mu ini yang melawan orang yang lebih tua dari hamba ya allah"


Silla gemas dengan Ismi karna yang lain tegang ia mala cengengesan memandang ketampanan ustadz sekaligus anak pemilik pesantren tersebut


"bisa gak fokus dulu keacara mbak gak usah mikirin ketampanan orang dulu kesal aku"


ucap Silla memberi komentar sambil manyun manyun


yang lainnya terkekeh melihat Silla kesal


"udah kita fokus pengumuman dulu"


Rosita menengahi sambil mengelus elus punggung Silla agar lebih tenang


"hehehe maaf maaf habisnya ustadz disini pada TANFAN sih sekalian cuci mata deh jarang lihat yang TANFAN berjejer gini bikin seget mata"


Ismi cengengesan mengakuinya


yang lain hanya geleng geleng mendengar ketua kamar tersebut


"maaf ya teman teman sepertinya kalian harus kecewa dengan hasil dari kamar UMIZAENAB teman kalian tersebut"


Fatih masih memasang tampang sedihnya yang lain semakin penasaran dibuatnya


"kamar ZAENAB dengan nilai.."

__ADS_1


Fatih sengaja menjeda ucapannya agar semuanya bertambah penasaran


semua santri melongo menanti lanjutan ucapan dari Fatih mereka menanti nanti hasilnya terutama semua anak anak dari kamar tersebut mereka penasaran dengan hasilnya


Silla dan yang lainnya menarik nafas berharap sesuai harapan mereka


"kamar ZAENAB dengan nilai... 70"


dengan cepat Fatih mengubahnya ia sengaja menyalahkan ucapannya lebih dulu


"salah salah maaf saya ulangi lagi dengarkan ya?? dengan nilai 98"


Fatih membenarkan dengan senyum mengembang yang membuatnya semakin tampan tidak lupa ia selamat dan memberikan tepuk tangan atas keberhasilan kamar UMI ZAENAB tersebut


Silla dan teman teman lainnya yang awalnya agak kecewa pun langsung mengembangkan senyumannya akan keberhasilannya


"Ros kita menang"


ucap Silla memeluk Rosita dan teman teman lainnya pun saling peluk pelukan


"ayo ketua kamarnya dimohon berdiri dan kesini untuk menerima hadiah dari kami"


Fatih mempersilahkan ketua kamar tersebut


Ismi langsung berdiri dengan senyuman mengembang ia bangga dengan usaha penampilan teman teman sekamarnya


"alhamdulillah anak anak mommy kesana dulu ya doakan tidak pinsang didekati sama ustadz ustadz tampan disana"


canda Ismi sangat senang


"semangat mommy"


teman teman sekamar menyemangatinya Ismi pun langsung maju didepan aula menerima hadiah dari para juri dengan senang bahagia


setelah selesai pun ia kembali berkumpul pada teman teman sekarangnya dan tidak lama acara bubar selesai setelah diakhiri dengan doa bersama


"alhamdulillah kita menang"


Ismi masih tidak menyangka bisa meraih juara pertama


"alhamdulillah Is berkat usaha teman teman"


jawab Rosita ikut senang walau ia tidak ikut tampil tapi ia bangga kamarnya bisa merai juara


"pertahankan ya anak anak berkat usaha kalian semangat kalian kita bisa menang"


Ismi memeluk semua teman temannya


"alhamdulillah, baru kali ini kita juara utama biasanya kita selalu kalah wkwkwk"


Anna berkomentar yang dianggukan lainnya


Silla melongo


"whatt baru pertama kali?? emang sebelumnya gimana???selalu kalah gitu??"


tanya Silla kaget


"hehehe iya Sill dulu pernah sih juara tapi juara 3 selain tu kita kalah teros"


Aisyah cengengesan menjelaskannya diikuti yang lainnya yang sudah lama tinggal dipesantren beda dengan Silla yang tergolong anak baru


Silla tepuk jidatnya yang ia kira kamarnya selalu meraih juara ternyata hanya dua kali mendapatkan juara


"ya sudah kita mulai semangat lagi sekarang kita harus bisa bikin bangga orang tua kita"


Silla menyemangati


***


"selamatnya Silla atas keberhasilan kamar kalian, saya bangga melihat penampilanmu"


tiba tiba Fatih dari belakang dari jarak kurang lebih satu meter memberikan selamat pada Silla yang sedang berjalan sendirian yang akan menuju kekantin kampus


jawab Silla singkat setelah menoleh kesumber suara tersebut dan ia pun langsung melanjutkan kembali setelah menjawabnya


Fatih hanya tersenyum melihat tingkah cueknya ia pun kembali keruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai


"lama banget kamu Sill??"


protes Senja yang menunggunya dikantin bersama yang lainnya


"maaf kebelet banget tadi harus diplongin dulu lah biar aman"


ucap Silla yang tadi sempat pamit ketoilet kemudian ia pun duduk dan langsung menyeruput es teh digelas yang tadi sempat minta Anna pesankan


"segernya emang es teh yang paling mantap"


ucap Silla lagi ia pun mengambil gorengan dan tidak lama bakso pesanannya pun ikut datang mendukungnya agar cepat mengisi perutnya


"jangan pedes pedes entar sakit perut lagi baru nyaho"


Senja mengingatkan


"iya nih demen banget sama yang pedes pedes"


Anna ikutan mengomentari


"tenang aja aman kok"


ucap Silla setelah memasukkan bakso kedalam mulutnya


yang lain hanya menggeleng geleng saja dengan tingkah satu temannya


"Ann tadi kamudah dikasih selamat ya sama Ustadz Fatih??"


tanya Silla setelah menelan baksonya


"gak tu tadi dia diam aja tuh dikelas, emang dia ngasih selamat gitu kekamu??"


tanya Anna penasaran


Silla hanya menganggukan kepalanya


seketika jiwa kepo Anna dan yang lainnya pun langsung bangkit


"terus terus???"


ucap Anna dan Senja hampir bersamaan


"terus apanya??"


tanya Silla sambil memakan baksonya satu persatu


"ya itu memberi selamat buatmu??"


ucap Anna yang dianggukan Senja


mereka berdua menunggu jawaban Silla karna Silla masih mengunyang baksonya


"ya terima kasih lah apa lagi emang kalo dikasih ucapan selamat"


jawab Silla dengan cueknya


"iya terus habis itu??"


tanya Anna lagi


"udah itu doang langsong otw sinilah orang lapar"


jawab Silla dengan santainya

__ADS_1


Senja dan Anna menghela nafas kecewa


"kenapa sedih gitu??"


tanya Silla menatap dua sahabatnya


"kirain kalian ngobrol apa gitu aku kan penasaran"


ucap Senja ia memakan kerupuk yang tadi sempat ia ambil dari toples


"lagian kalian itu kepo banget sih, udah deh gak usah bahas dia lagi malas aku"


Silla kembali menyantap baksonya sampai habis


**


"Ann mampir ke ATM bentar ya An uang ku nipis"


pinta Silla saat mereka menuju parkiran kebetulan mereka sudah selesai dengan mata kuliah masing masing


"aku jugalah mau ambil sekalian uangku juga tinggal 50rb wkwkwk"


Anna terkekeh sambil memperlihatkan dompetnya ke Silla


mereka pun tertawa bersama menertawakan dompet mereka yang tinggal 50rb saja


setelah sampai di ATM dekat pesantren meraka pun mengambil uang masing masing dan melanjutkan perjalanan bersama menuju pesantren


"sayang kalian udah pulang??"


Ismi menyambut kepulangan Anna dan Silla tidak lupa memeluk keduanya


"tumben dah pulang mb Ismi?? gak boloskan??"


tuduh Silla penuh selidik


"yee enggaklah pas kebetulan aja selesai lebih cepat, durhaka kalian sama mommy curiga aja sih"


canda Ismi memonyongkan bibirnya pura pura ngambek


Silla dan yang lainnya hanya tertawa dengab bibir monyong Ismi


"kirain gitu pusing banyak afalan pondok dan tugas seambrek dari kampus"


ledek Anna


"enggaklah insyallah masih kuat walau beban berat"


Ismi terkekeh dengan ucapannya sendiri


"harus kuat dong yang penting masih bisa cuci mata sama ustadz ustadz ganteng"


Silla menaik turunkan alisnya lalu tertawa bersama


tidak lama Rosita masuk dan mengucapkan salam pada teman temannya yang ada didalam kamar


"assalamualaikum??"


ucap Rosita masuk


"waalaikum salam"


jawab semua yang ada didalam


"lagi asik tertawa apa coba q gak diajak"


Rosita tersenyum pada teman temannya tidak lupa ia membuka bungkusan yang ia bawa dari luar


"ini lagi ketawain bebas berat mbak Ismi"


Azizah menberitahu sambil tertawa yang diikuti lainnya


"bawa apa kamu Ros??darimana baru nongol aja??"


tanya Anna karna melihatnya


"habis bantuin Umi Siti belanja sekalian dibeliin ini kita makan bareng bareng"


jawab Rosita setelah bungkusannya dibuka dan memakannya bersama teman temannya


"apa ini namanya?? tapi enak"


tanya Silla yang tidak tau nama makanannya


"ini ongol ongol namanya Sill ini lupis, enak kan??"


Ismi memberi tahu


Silla mengangguk


"tapi namanya lucu, yang penting enaklah hahaha"


ucap Silla tertawa


"telen dulu biar gak keselek"


Rosita mengingatkan


Silla hanya nyengir kuda dan kembali melahapnya bersama teman temannya sampai habis tak tersisa


"assalamualaikum"


Aisyah mengucap salam baru pulang dari kampusnya


"waalaikum salam"


jawab semuanya kompak


"ya abis aku gak dikasih"


keluh Aisyah lemas tidak kebagian makanan tradisional yang teman temannya makan


"telat pulang mb Aisy jadi kehabisan, anda belum beruntung"


keletuk Azizah tertawa diikuti yang lainnya


Aisyah pura pura memasang tampang sedihnya membuat teman temannya tertawa akhirnya Aisyah merebahkan tubuhnya kecapekan setelah pulang kuliah


Silla ikut merebahkan tubuhnya setelah selesai memakan makanan trasional tersebut


"mbak Ismi tumben dah pulang??"


tanya Aisyah sambil rebahan


"alhamdulillah pulang cepet Ais bisa nyantai deh bentar"


jawab Ismi


"bentar lagi juga kita ada kegiatan lagi mbak apanya yang nyantai"


Aisyah mengingatkan


"setidaknya kita bisa bernafas dikitlah Ais sebelum kegiatan lagi"


"emang mbak Ismi gak pernah bernafas?? aneh"


celetuk Afifah ikut nimbrung


"kan biasanya mbak Ismi hanya bernafas setiap hari senin dan kamis Fah"


Silla tertawa meledek Ismi

__ADS_1


maaf ya teman teman baru lanjut nulisnya soalnya baru selesai BLK


__ADS_2