
Silla semakin kesal karna Anna main tebsk tebakan
"kalau gak mau kasih tau ya sudah gak papa entae juga tau sendiri"
ucap Silla masih kesal Anna tertawa menutup mulutnya agar tidak keluar suaranya
"ngambekkk ngambekkk, ya udah aku kasih tau jangan pingsan ya atau kejang siapa pemilik suara merdu tadi "
jawab Anna cekikikan Silla diam saja sudah tidak mood bahas suara adzan tersebut
"sini aku kasih tau yang adzan barusan ustadz Azmi merdukan suaranya??"
Anna memberitahu dengan berbisik ditelinga Silla
Silla pun reflek mendengarkannya dengan serius kala Anna menyebut nama Azmi ia pun terkejut dengan mulut menganga tiba tiba jantungnya langsung berirama dangdut ria sebisa mungkin Silla menenangkan jantungnya takut ketahuan Anna karna dia ada didekatnya dan akan mendapatkan ledekan dari Anna dan teman yang lain
"jantung sialan kenapa kamu begini sih jangan sampai aku malu karna kamu "
batin Silla dalam hatinya ia mengeluh dengan hatinya yang tidak bisa melihat sikon
"dah tau kan sekarang?? di inget inget jangan sampai lupa"
selesai berbisik Anna cekikikan melihat wajah Silla yang merona
"lah kenapa tu wajah, ehemm tambah meleleh kan kamu Sill?? jantungmu pasti lagi sholawatan"
ledek Anna yang sudah hafal temannya yang satu ini ia cekikikan ingin lebih menggoda Silla
"kenapa mukamu gitu Sill, makin terpesona sama pemilik suara adzan ini ya??"
Rosita yang tadi sempat mendengarkan percakapan temannya pun ikut meledeknya
hihihihi
Rosita dan Anna tertawa dengan dengan wajah Silla malu malu meong tapi wajahnya ditekuk yang menandakan kalau wajahnya sedang memakai mode kesal
"mau tau juga siapa yang sholawatan??"
tanya Anna masih dengan nada meledek ia masih cekikikan dengan Rosita
"gak"
jawab Silla cepat ia kesal kenapa yang jadi bahan ledekan selalu dia tapi tidak bisa marah dengan teman temannya
setelah iqomah semua santri pun melakukan sholat berjamaah hingga selesai dan berlanjut kegiatan selanjutnya seperti biasa
"ayo Sill jangan sampai kamu yang paling terakhir nanti ketakutan lagi kejadian kemaren keulang lagi, kan malu"
perintah Aisyah karna Silla selalu yang paling terakhir berangkat dan pulang mengaji
Silla hanya cengengesan menanggapinya karna memang benar adanya
"dan ini udah aku siapin buku dan kitabnya kamu pasti nanti awut awutan nyarinya, sengaja aku siapin biar gak kelamaan"
lanjut Aisyah gemas Silla sering berantakin buku dan pakaian sendiri hanya karna menaruh barangnya sembarang hingga susah dicari
"terima kasih mommy love you "
jawab Silla manja cengengesan ia senang temannya selalu perhatian dan sayang dengannya walau kadang suka menggodanya
"ehem ehem aku masih normal Silla masih ingin menikah dengan yang normal dan idaman juga "
Aisyah berdehem pura pura tegas
Silla tertawa dengan wajah yang pura pura tegas Aisyah mereka pun tertawa bersama
"ayo ahh telat nanti"
ajak Aisyah yang diikuti yang lainnya masuk kekelasnya untuk mengaji
**
"malam ini siapa yang ngajar??"
tanya Aisyah yang lupa jadwalnya
"Gus Fatih"
jawab Rosita sambil menyiapkan buku dan kitabnya
Aisyah mengangguk dan menyiapkannya
"yang mana kitabnya Ros?? kalau yang ngajar Gus Fatih??"
tanya Silla
"yang ini Sill jadwalnya "
jawab Rosita yang sudah selesai mengambil buku dan kitab miliknya
Silla menggut manggut dan mereka pun berangkat bersama
"kok tumben Gus Fatih belum datang biasanya kalau kita baru nemplokin pantat juga udah nongol"
Aisyah celingukan
"paling bentar lagi Ais sabar lah, segitunya mau lihat idola"
sindir Rosita karna memang setiap santri selalu menunggu nunggu ustadz ustadz idaman mereka datang kala jam pelajarannya
Anna dan Aisyah terkekeh dengan tingkah mereka sendiri. berbeda dengan Silla yang selalu cuek dengan siapa yang akan mengajarnya dikelas
tidak lama sang ustad Gus Fatih pun yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga setelah mengucap salam ia pun langsung memulai pelajarannya
saat pelajaran usai dan satri putra pun beranjak kembali ke asramanya dan santri putri menunggu sampai habis santri putra keluar
tiba tiba ada kertas yang dilempar kearah Silla tepat mengenai dadanya ia pun mengambilnya dan menggenggamnya ia belum membukanya
"entar aja deh aku buka dikamar kalau disini bisa ketahuan nanti"
batin Silla ia pun menyembunyikan kertasnya dalam bukunya
setelah semua santri putra sudah habis tak tersisa barulah santri putri yang keluar kelas kembali ke asramanya masing masing biasa Silla yang terakhir sendiri diantara teman temannya
"apa ada yang sakit saat jatuh kemarin??"
tiba tiba Fatih berucap tepat dibelakang Silla
Silla pun mengehentikan langkahnya ia hanya menggeleng dan melangkahkan kakinya kembali
__ADS_1
"tidak ada yang lecet??"
tanyanya lagi sambil melangkah seperti sedang membuntuti istrinya lagi lagi Silla hanya menggeleng dan ia pun mempercepat langkah kakinya karna takut ketahuan teman temannya yang nanti akan menjadi bahan ledekan Fatih hanya menggeleng tersenyum dengan tingkah Silla yang seperti itu yang menurutnya lucu
tiba dikamar seperti biasa mereka bersantai karna menunggu isya' yang tinggal beberapa menit lagi
"Sill tadi ditanyain apa sama Gus Fatih??"
tanya Rosita penasaran ia sempat melihat Fatih berbicara dan Silla hanya menggelengkan kepalanya saja
"gak kok dia cuma nanyain ada yang sakit dan lecet tidak karna kemarin kan aku nabrak dia"
Silla memberitahu
"terus kamu jawab apa??"
tanya Rosita lagi walaupun ia sudah tau tapi masih saja penasaran
Rosita diam diam menyimpan rasa terhadap Gus Fatih walau ia sadar tidak semuanya akan terjadi tapi ia tetap menyimpan perasaanny
"ya hanya geleng geleng aja biar gak banyak ditanya tanyain Ros malas aku banyak pertanyaan, udah pusing sama tugas kuliah dan pondok gak mau ditambah pertanyaan Gus Fatih"
jawab Silla jujur Rosita tersenyum ia tau walau Silla banyak yang naksir dan mengagumi tapi ia selalu cuek anaknya
Rosita tersenyum
tidak lama pun mereka bergegas mengambil wudhu adzan isya' berkumandang dan berlanjut kegiatan berikutnya dengan pelajaran ustad Zaki
semua santri menyimaknya dengan serius begitu pun dengan Silla
tiba tiba saat pelajaran usai ustad Zaki mengajak ngombol pada Silla setelah semuanya tinggal Silla saja
"maaf dek Silla boleh bicara sebentar??"
ucap Zaki Silla pun menoleh ke arah Zaki yang masih berdiri dimejanya
"silahkan ustadz mau bicara apa??"
tanya Silla sopan kepalanya tertunduk
"dek Silla sudah punya pacar??"
tanya Zaki penuh dengan hati hati karna ia tau banyak santri yang berpacaran diam diam apa lagi Silla yang berparas cantik daripada santri yang lain
"tidak, saja belum mau berpacaran, saya ingin fukus kuliah dan pelajaran pondok saja ustadz, apa masih ada yang mau dibicarakan??"
tanya Silla tegas ia tidak ingin memberi harapan dengan siapapun termasuk ustadz Zaki
"tidak ada lagi, terima kasih dek Silla"
ucap Zaki pada akhirnya
secara gamblang Silla sudah menolaknya sebelum ia menyatakan perasaannya
Silla pun melangkahkan kakinya keluar kelas dan kembali ke asramanya
Zaki menghela nafas
"belum apa apa sudah ditolak duluan"
batin Zaki meratapi nasibnya ia garuk garuk kepalanya yang tidak gatal kemudian melangkahkan kakinya keluar kelas
Silla menoleh kebelakang karna ada bayangan hitam yang sedang berjalan hatinya pun lega kala mengetahui Azmi yang berjalan dibelakangnya dengan jarak beberapa meter darinya
sapa Zaki yang keluar dari pintu
Azmi pun menoleh ke sumber suaranya dan tersenyum
"alhamdulillah ustaz, ustadz juga sudah selesai??"
tanya Azmi berbasa basi mereka berdua berjalan beriringan sambil mengobrol bersama
ustadz Zaki mengangguk tersenyum
sementara dikamar SITI ZAENAB kamar yang ditempati Silla dan teman lainnya
"baru nongol kamu Sill ?? kebiasaan deh kamu tu paling terakhir "
protes Anna ia duduk menunggu grubnya berkumpul dan menuju kantin mengambil makan malam mereka bersama
Silla hanya tersenyum cengengesan menanggapinya
"mau ambil makan gak??"
tanya Silla sambil mengembalikan buku dan kitabnya dilemari miliknya
temannya mengangguk dan bangkit menuju kantin bersama sama
"ini Sill punyamu"
Aisyah menyerahkan satu piring yang sudah ada nasi dan lauknya
Silla pun menerima piring tersebut matanya melotot melihat lauknya ia pun tersenyum girang
"alhamdulillah ayam lauknya"
ucap Silla ia senang dapat lauk ayam goreng dan sayur bening
"alhamdulillah"
teman teman yang lain ikut bersyukur sama seperti Silla mereka pun tersenyum ceria sambil membawa piringnya dan mencari duduk yang kosong diaula
"senengnya makan ayam"
ucap Silla ia langsung memakannya dengan lahap yang lain mengangguk dan menikmati lauk malam ini
"habis ini kita ngaji lagi ayo cepetan biar gak telat"
ucap Aisyah yang dianggukan kepala yang lainnya
selesai makan mereka bergegas mengambil buku dan kitab untuk pelajaran berikutnya
"kali ini siapa ustadznya Sill??"
tanya Aisyah pada Silla
"gak tau"
jawab Silla cuek
__ADS_1
"kebiasaan kamu Sill"
cibir Aisyah gemas dengan Silla yang tidak memperhatikan siapapun yang ngajar
"bodo amat"
jawab Silla masih cuek
"yang ngajar ustadz Ilham Ais, kalau tanya tanya ustadz gak usah tanya Silla dia kan emang gak mau tau, yang penting dia ngaji gitu doang"
ucap Rosita mencibir Silla
"betul itu, aku tu kadang heran denganmu Sill padahal kamu tu ya banyak yang naksir sama kamu tapi kamu masih cuek cuek aja sih Sill??"
tanya Anna penasaran Silla tidak pernah merespon bila di ajak ngobrol tentang pria
yang lain mengangguk membenarkan ucapan Anna
Silla menutup lemarinya selesai mengambil kitabnya yang akan dipelajari beberapa menit lagi
"guys dengerin ya aku kesini mau belajar tidak mau cari jodoh jadi aku gak peduli sama yang namanya cinta cintaan, yang ada diotakku ini adanya cepet lulus kuliah dan pondok biar aku bisa bebas ingin kenggapai cita citaku sebagai desainer internasional hahaha"
Silla tertawa serdiri
"stresss"
cibir Anna dan teman temannya sambil tangannya diletakkan dikening masing masing
"tapi Sill kalau jodohmu ada dipesantren gimana??"
tanya Anna penasaran akan jawaban temannya
"no way aku gak mau menikah sama santri atau ustadz yang ada aku dikasih makan ceramah terus tiap hari malas bikin pusing"
jawab Silla enteng semua temannya melongo geleng geleng kepala dengan isi pikiran temannya tersebut
"kamu gak punya cita cita bersuami ustadz Azmi atau ustadz Ilham atau mungkin Gus Fatih gitu Sill?? dia kan suami idaman paket komplet lagi"
tanya Aisyah
Silla menggeleng dengan cepat menolak ucapan Aisyah
"ya kali mau sama aku yang begini bentuknya Ais aku masih waras belum gila kayak kalian yang mengidam idamkan model begono, aku masih sadar diriku guys gak akan mungkin semua itu, kecuali mungkin kayak Rosita yang kalem idaman banget, dia saleha, pantas mendapatkan suami yang soleh pula seperti ustadz ustadz yang kamu sebutkan tadi "
ucap Silla menerawang ia menatap lurus dan menyadari dirinya tidak dapat disamakan dan dibandingkan dengan santri lain
Aisyah terpanah mendengarkan penuturan Silla yang rada aneh menurut mereka semua
" udah ah ayo ngaji mumpung mood ku lagi ok"
akhirnya Silla menarik teman temannya untuk keluar masuk kelas belajarnya semuanya pun menurut masih bingung isi hati Silla yang sebenarnya
"Sill masih ok kan kamu?? tumben melow gitu, ada apa cerita gih sama kakakmu tersayang ini??"
tanya Aisyah heran dengan sikap Silla
"gak papa, ayo ah jalan aku takut paling akhir lagi"
Silla menarik lengan Aisyah agar berjalan cepat
"assalamualaikum"
ucap ustadz Ilham ia yang mengajar jam malam
"waalaikum salam ustadz"
jawab semua santriwan santriwati dengan serempak
lalu memulai pelajarannya hingga selesai
"Sill kamu ada masalah?? kenapa tadi melow gitu, cerita gih?? aku siap mendengarkan??"
bujuk Rosita
mereka sudah selesai jadwal terakhirnya malam ini dan sedang berada dikamarnya bersantai ria
"eh aku jadi inget kertas tadi deh Ros, bentar aku ambil"
Silla akan beranjak bangun mengambil kertas yang tadi ia dapatkan saat dikelasnya
"kertas apaan??"
tanya Rosita masih tiduran dikasur lantai
"bentar aku cari dulu, soalnya aku juga gak tau kertas apaan Ros"
ucap Silla sambil mengobrak abrik buku bukunya
"nah ini dia Ros"
sambung Silla setelah menemukannya dan mengambilnya
"duduk diluar bentar yuk Ros buka ini biar gak ganggu yang lain"
ajak Silla Rosita pun setuju akhirnya mereka pun duduk diluar kamarnya berselonjor di pagar tembok
Silla membuka dan membaca bersama dengan Rosita
[assalamualaikum Silla perkenalkan namaku Azzam satu kampus dengan Aisyah, bolehkah kita berteman aku tertarik denganmu
tolong dibalas ya
Azzam]
isi tulisan dari santri putra yang mengaku bernama Azzam
"surat cinta ternyata Sill, ayo balas Sill besok lempar ke anaknya atau titip ke Aisyah katanya kan satu kampus dengannya"
ucap Rosita ia tersenyum senang senyumnya meredup saat melihat ekpresi datar Silla ia mala heran biasanya santri putri bila mendapatkan surat cinta bengitu pasti akan senang akan tetapi berbeda dengan Silla ia hanya diam saja bahkan memasang wajah datarnya
"kamu gak senang Sill dapet surat begituan dari santri yang bernama Azzam itu??"
tanya Rosita lembut ia tidak mau temannya tersinggung dengan ucapannya
Silla menggeleng
"terus??"
tanyanya lagi ia bingung dengan Silla yang kadang susah ditebak pikirannya
__ADS_1
"tadi ustadz Zaki tanya aku Ros"
ungkap Silla menatap lurus jalanan yang jauh diluar pesantren tidak terlalu banyak kendaran yang lewat karna hari sudah malam dan sepi