Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
bentar lagi KUA buka


__ADS_3

dengan malu malu Khadijah menghampiri Silla dan teman temannya tapi ia juga penasaran tentang Silla yang berhasil membuat kakaknya Azmi memperhatikannya secara diam diam


Silla dengan senyuman merekah melambaikan tangan kearah Khadijah untuk bergabung bersamanya Khadijah pun membalas senyuman tersebut dan berjalan kearahnya


"kamu lambain tangan ke siapa Sill?? "


Anna yang melihatnya pun penasaran akan tingkah Silla


"itu temen baru kita Ann aku suruh gabung sama kita saja biar banyak teman"


Silla memberitahu mata dan senyuman masih kearah Khadijah


"halo"


sapa Khadijah sudah didepan semuanya ia pun tidak lupa menyamili para orang tua yang ikut bergabung bersama Silla satu persatu


"kita belum kenalan ya?? namaku Silla??"


Silla memperkenalkan dengan menjabat tangannya dengan senyuman manis


"Khadijah"


ia pun membalas jabatan tangan Silla dengan senyuman tidak kalah manis


"Anna"


ia pun ikut memperkenalkan dirinya begitu juga dengan Rosita dan Khadijah pun menyambut uluran tangan mereka dengan senang hati


"dimana keluargamu kenapa tidak diajak kesini biar bisa ngerumpi para emak emak dan bapak bapak"


Silla cengengesan mempertanyakan orang tua Khadijah


"masih bersama abang, biarkan saja gak papa kok"


jawab Khadijah ikut cengengesan


mereka pun mengangguk dan mengobrol bersama dengan canda dan tawa


"kamu datang kapan?? dikamar mana??"


tanya Rosita yang sama tidak tau bahwa Khadijah adik dari Azmi


mereka pun mengangguk tanda juga mempertanyakan hal yang sama dengan Rosita


"aku cuma nengokin abang aku disini"


jawab Khadijah tersenyum canggung


"owchh, abang ya berarti santri putra dong ya, siapa nama abangmu Dijah??"


tanya Anna penasaran Rosita ikut penasaran dengan sosok kakaknya sedangkan Silla tidak begitu peduli dengan siapa kakak Khadijah tersebut Khadijah dapat melihat ekpresi wajah penasaran teman barunya tersebut


"kebiasaan deh kamu Ann kepo sama santri putra udah kayak emak emak komplek aja kamu "


cetus Silla cengengesan karna Anna suka kepo dengan urusan orang lain


"biarin soalnya aku penasaran Sill Khadijah cantik begini pasti kakaknya ganteng bingit, siapa tau Sill mau jodohin aku kekakaknya??"


Anna tertawa dengan kalimatnya sendiri yang diikuti yang lain Khadijah pun ikut tertawa


"abangku namanya Azmi, dia ngajar disini"


Khadijah memberitahu sontak saja mereka pun berhenti tertawa dan diam mencerna apa yang diucapkan Khadijah


Khadijah bingung dengan perubahan ekpresi mereka


"kenapa??"


tanyanya


"Dijah kamu adiknya ustadz Azmi??"


tanya Anna memastikan Khadijah pun mengangguk tersenyum


"iya ustadz Azmi kakak kandungku"


Khadijah memberitahu kembali hubungan mereka


"Silla Silla calon adik iparmu, Ros adiknya ustadz tamfan kita ini Ros??"


Anna memberitahu dengan menepuk nepuk Rosita dan Silla Khadijah hanya diam memerhatikan mereka yang masih bengong


Rosita mengangguk setelah ia menemukan ada kemiripan dari wajah Khadijah dengan Azmi yang dimana Rosita menatap lekat Khadijah


"apaan sih, gak lucu tau, gak usah jodoh jodohin aku dengan siapapun, kesel aku"


protes Silla tidak terima teman temannya suka main jodoh jodohin ke siapapun


"siapa tau jodoh Sill, diaminin napa"


Anna masih kekeh dengan apa yang ia ucapkan


"ogahh"


jawab Silla cepat yang mengaminkan hanya Rosita dan Khadijah


Khadijah tersenyum melihat tingkah orang orang didepannya tersebut


"udah Dijah gak usah dihiraukan Anna, dia emang begitu"


ucap Silla takut Khadijah salah paham dan tidak enak hati


"gak usah didengarkan ocehan Silla Jah, dia emang gitu, yang penting kita amin aminkan saja"


Anna tertawa meledek Silla yang mukanya langsung manyun seratus delapan puluh derajat selsius


"Anna"


teriak Silla reflek membuat semua orang yang ada didekatnya menoleh kearahnya begitupun dengan orang tuanya


"Silla ada apa?? kenapa teriak teriak begitu gak sopan sayang"


Clarissa mengingatkan anak gadisnya


"gak papa tante, biasa Silla suka teriak teriak anaknya apa lagi kalau ketemu setan Tanfan"


Anna bergurau ia menertawakan Silla begitupun dengan yang lain


orang tua Silla ikut tertawa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak remaja didepannya

__ADS_1


"kalau jodoh, gak akan lari kemana kok, semoga saja berjodoh"


Khadijah menanggapinya dengan senyuman merekah Silla semakin kesal karna tidak ada yang membelanya


Anna dan teman teman lain semakin tertawa puas


tidak lama Umma Salamah ibu dari Khadijah dan Azmi dan menghampiri ia pun menjabat tangan para wali santri yang didepannya dan menyuruh anak gadisnya menyudahi mengobrol dengan yang lain karna akan segera pulang


"Dijah ayo nak bentar lagi akan pulang"


Umma Salamah mengingatkan


"Dijah pamit pulang ya?? jangan lupain aku??kapan kapan kalau aku datang berkunjung kesini lagi kita ngobrol lagi??"


Khadijah ia pun mengangguk menurut dan berpmitan pada Silla dan yang lainya tidak lupa ia menyamili satu persatu para wali santri yang ada didekatnya


"hati hati Dijah"


jawab Silla dan yang lain dengan kompak mereka tersenyum senang bisa mengobrol dengan salah satu anggota keluarga ustadz idaman mereka


"Anna bikin malu aja sih kamu, nanti kalau Dijah salah paham gimana kan aku gak enak"


protes Silla manyun kembali setelah Khadijah sudah menghilang dari pandangan mereka


Anna dan Rosita cengengesan


"gak papa Sill, Khadijah wanita yang saleha kok sama kayak abangnya pasti tidak akan suudzon"


Anna menenangkan agar tidak kena semprot Silla yang dibantu Rosita Silla menghela nafas pasrah menyerah dengan tabiat teman temannya yang suka seenaknya sendiri tidak lama para wali santri berpamitan satu persatu termasuk dengan orang tua Silla


"papa pulang dulu ya sayang, yang pinter istiqomah saleha ya sayangnya papa mama"


Wirawan mengelus lembut kepala anak gadisnya dengan penuh kasih sayang


Silla mengangguk manja


Silla mengantar kedua orang tuanya sampai kemobil dan mencium punggung keduanya sebelum mereka kembali kejakarta


setelah mobil orang tuanya pun menjauh Silla kembali keteman temannya untuk kembali kekamar bersama sama


"Ros keluargamu gak kesini??"


tanya Silla yang belum terlalu tau tentang keluarga teman satunya tersebut


Rosita menggeleng tersenyum kecut


"mungkin mereka sibuk Sill makanya tidak datang, gak papa yang penting aku selalu doain mereka yang jauh disana semoga sehat dan panjang umur agar kalau ada waktu bisa jengukin aku disini seperti kalian"


Rosita masih menyunggingkan senyumannya walaupun yang sebenarnya dihatinya ada rasa iri terhadap teman teman yang lain selalu dikunjungi keluarga apalah dayanya yang hanya keluarga sederhana dan bukan orang terpandang seperti teman teman yang lainnya


"sabar ya Ros, ayo kita keatas sekarang ya?? tinggal saja Anna dan Aisyah mereka masih sama keluarganya"


Silla menggandeng Rosita melangkah bersama sambil membawa jajanan yang diberikan orang tuanya


setelah sampai kamarnya Silla dan Rosita merebahkan tubunya tidak lama Anna dan teman teman yang lain pun masuk dan ikut dan merebahkan tubunya seperti ikan pindang dan melupakan jajanan yang dibawa orang tua masing masing


"enaknya rebahan untuk libur ya ngajinya jadi agak bebas"


celoteh Aida yang sudah PW merebahkan tubuhnya diatas lantai dingin tanpa kasur lantai


Silla dan yang lainnya hanya terkekeh mendengar celoteh Aida


tanya Aisyah kepalanya menoleh kearah Aida karna sebelahan


"kue mbak sama lauk lauk tadi, nanti saja ya bagi baginya masih pager nih"


Aida malas bergerak


"ya entar aja aku juga lagi mager nih"


jawab Aisyah yang juga malas bergerak ia pun menoleh ke Rosita Anna dan Silla yang sejak tadi tidak bersuara dan mendapati mereka tertidur pulas


"lah udah anteng mereka mentang mentang gak ada kegiatan, aku juga ikutan ah biar seger"


Aisyah pun ikut memejamkan matanya bersama yang lain yang diikuti Aida juga memejamkan matanya


karna hari kunjungan semua kegiatan libur semua santri beserta ustadz ustadzahnya mereka pun bersantai ria didalam pesantren termasuk Silla ia baru bangun setelah mendengar adzan magrib berkumandang ia langsung bergegas mengambil wudhu dan sholat berjamaah bersama yang lainnya


"Sill kamu belum mandi??"


tanya Rosita yang duduk bersama


Silla nyengir menampakkan giginya


"nanti saja setelah sholat Ros"


Silla cengengesan


"nanti mandi bareng ya biar gak terlalu antri soalnya banyak yang belum mandi termasuk aku dan kamu"


Rosita tertawa kecil yang diikuti Silla


"ngerumpi apa sih?? gak ngajak ngajak??"


protes Aisyah yang ada disebelah Rosita


"kepo"


Silla mengangkat tangannya menutup lima jarinya lalu membuka kelima jarinya sambil berkata ia cengengesan dengan pengalaman bahasa gaul anak anak pesantren jaman sekarang


"ehmmm udah pinter dia sekarang yang begituan"


ledek Aisyah terkekeh


"yo toh"


jawab Silla ia kelepasan tertawa hingga semua orang pun menoleh ke arahnya


"maaf"


sesal Silla yang medapatkan tatapan tajam para santri lain Umi Siti yang mendengarkan pun hanya menggeleng maklum dengan sikap santriwatinya yang satu tersebut


Rosita dan Aisyah tertawa menutup mulutnya agar tidak kelepasan seperti Silla


Silla pun ikut tertawa menutup mulutnya akan kelakuannya yang kadar tanpa sadari


tidak lama pun iqomah semua santri melaksanakan sholat magrib berjamaah hingga selesai


"tungguin napa aku lagi nyari sendalku Ros, kemanalah sendalku itu kenapa gak ada"

__ADS_1


gerutu Silla ia mencari cari sendalnya yang belum ketemu Rosita menggelengkan kepalanya karna Silla selalu teledor menaruh sendalnya sembarangan


"masih belum ketemu Sill??"


tanya Rosita ikut berjongkok mencari sendal Silla


yang belum ketemu


"belum lah"


jawabnya ia sibuk mencari cari sendalnya


tiba tiba Azmi pun muncul dan mengambil sendalnya sendiri Silla nampak terkejut melihat sendalnya ada dibawah sendal Azmi dan Azmi pun tidak menyadarinya ia dengan tanpa bedosa bertanya Silla


"cari sendal ya??"


Azmi melihat Silla berjongkok dengan mata melotot ia tau pasti sedang mencari sendalnya


"iya sendalnya ketindih sendalmu makanya aku nyari nyari gak ketemu"


jawab Silla ketus matanya masih memandang sendalnya yang tadi tertindih dengan wajah juteknya


Azmi terlonjak mendengar ucapan Silla


"maaf saya gak tau kalau sendalnya tertindih punyaku"


sesal Azmi tidak enak hati melihat wajah juteknya


"awas aku mau ambil sendalku"


ucap Silla ia pun mengambil sendalnya dan pergi tanpa pamit atau salam dengan Azmi


Rosita terkekeh melihat kejadian tersebut


"ya allah Sill kenapa selalu dibawah sendalnya ustadz Azmi sih sendalmu, pertanda jodoh kayaknya"


Rosita menggoda Silla ia menggelengkan kepalanya gemas dengan Silla yang wajahnya manyun tersebut


"gak usah dibahas males aku"


jawab Silla ketus ia kesal kenapa setiap kehilangan sendalnya selalu tertindih sendal punya Azmi


Rosita masih terkekeh melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang kejadian tersebut yang sudah berulang ulang kali


"kebiasaan kamu mbak Silla selalu yang terakhir"


cerocos Azizah heran melihat Silla selalu yang paling akhir tiap pulang mengaji atau pun sholat Rosita menjawil Azizah agar tidak melanjutkan ocehannya karna wajah Silla masih manyum seperti ikan lohan Azizah pun mengerti arti jawilan tersebut ia langsung diam tidak ingin melanjutkan ocehannya lagi takut kena semprot


"gimana gak kesal tiap aku nyari sendalku ketemunya pasti dibawah sendalnya ustadz Azmi tertindih dengan sendal miliknya, aku nyariin sampai melotot kemana mana ternyata keselip disendalnya"


Silla mengeluarkan kekesalannya yang membuat semua orang menertakannya baginya sebuah hiburan atas kekonyolan Silla


"itu namanya jodoh Sill, no mengelak no ngeyel"


ledek Anna menahan tawanya ia benar benar tidak habis pikir tentang kejadian sendal Silla yang sudah terjadi beberapa kali


"bentar lagi KUA buka nih, apa lagi udah dapat lampu hijau dari sang adik"


ledek Aisyah ia senang menggoda Silla


"so pasti"


Anna menimpali ia tertawa menepuk nepuk pundak Silla yang masih kesal


"tau ahh, aku mau mandi"


Silla mengambil bajunya dan berlalu kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


"katanya mau bareng mandinya??"


protes Rosita masih tertawa


"ya udah cepetan ayo"


jawab Silla masih kesal


dikamar Azmi pun tidak habis pikir kenapa ia selalu ceroboh meletakkan sendalnya diatas sendal Silla yang selalu membuatnya mencari cari sendalnya


"ya allah apa aku ini bikin kesal dia aja, pantas selalu jutek sama aku"


gumam Azmi mengingat ekpresi Silla tadi saat mengetahuinya ia pun terkekeh sendiri dengan dirinya yang teledor akan sendalnya


ia membuka kitabnya untuk tadarus sembari menunggu adzan isya' berkumandang


"wah segarnya keramas"


Silla mengusap usap rambutnya yang basah dengan handuk agar cepat kering karna tidak ada hair dayer dipesantren


"udah Ann cepet mandi keburu dimasukin yang lain nanti kamar mandinya"


Silla mengingatkan


Anna pun mengangguk dan bergegas kekamar mandi setelah mengambil bajunya


seperti biasa hidup dipesantren selalu mengantri dan saling berebut kamar mandi satu sama lain karna kamar mandi terbatas dan terlalu banyak santri yang masuk jadi harus bergiliran


selesai mandi ia pun mengecek tugasnya dilayar laptopnya untuk bahan kuliahnya kedepan


"lagi apa Sill?? serius amat??"


tanya Rosita yang baru saja selesai mandi


"ngecek tugas Ros siapa tau ada yang salah jadi aku bisa benerin sebelum waktunya dikumpulkan"


Silla memberitahu matanya masih fokus kelayar dilayar laptopnya jari lentiknya menari nari di kotak kotak keyboardnya


Rosita ikut menyimak kelayar laptop Silla


"kamu ambil jurusan desainer Sill??"


tanya Rosita yang membaca tugas Silla


"ya Ros kata papa aku disuruh ambil desainer aja"


Silla memberitahu


"lah kenapa?? terus cita citamu apa sebenarnya?? kenapa mala ambil jurusan desainer kalau bukan cita citamu??"


Rosita heran dengan Silla padahal ia orang berada dan bisa sesuka hati mengejar cita citanya tanpa dituntun atau mendapat orang lain

__ADS_1


__ADS_2