Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
mendadak lemas


__ADS_3

mama Silla gemas dengan anaknya yang dikasih tau hanya diam saja tanpa respon apa pun ia juga mengerti kesedihan anak gadisnya yang harus hidup berubah demi masa depannya


tidak lama mobil mereka pun sampai dipelataran halaman pondok mereka pun turun begitu juha dengan Silla walaupun mukanya ditekuk ia masih patuh


ia melihat begitu banyak santriwan santriwati berlalu lalang menuju kemasjid pekarangan pondok


"assalamualaikum"


ucap Wirawan mengetuk pintu rumah pemilik pondok


"waalaikum salam mari masuk pak sebentar saya panggilkan abah dulu"


ucap wanita paru baya yang bernama Siti Khadijah istri dari Abdul Rahman pemilik pesantren tersebut


Wirawan dan keluarganya pun masuk dan duduk lesehan khas pesantren mereka menunggu abah sang pemilik pesantren dengan anteng


Silla melihat sekeliling rumah pemilik pondok tersebut


"suasananya tenang kan sayang"


ucap papa Silla yang melihat anaknya celingukan melihat sekeliling rumah tersebut


"iya sih tenang karna sepi pa makanya hawanya tenang, pa yakin aku disuruh kesini aku takut gak betah pa?? apa kita pulang aja pa??"


rengek Silla ia tidak betah dan mengecewakan ayahnya


"kamu pasti betah sayang, mungkin pertama tidak akan betah tapi lama lama pasti betah kamu anak papa satu satunya yang tersayang"


papa Silla memberi pengertian pada anaknya agar tidak minder


sebenarnya dihati kecilnya pun tidak tega membiarkan anaknya harus serba keterbatasan tinggal dipesantren karna selama ini Silla yang terbiasa dengan kehidupan mewah dan serba bebas tapi ia tau dan sadar bahwa keputusannya ini untuk kebaikan putri semata wayangnya juga


"assalamualaikum pak bu"


sapa kyai Abdul Rahman tersenyum menyambut kedatangan keluarga Wirawan ia ikut duduk lesehan bersama mereka bertiga


"waalaikum salam"


jawab Warawan sekeluarga


"begini pak kyai saya ingin memondokkan putri saya agar kelak menjadi wanita saleha"


Wirawan mengutarakan niat kedatangannya sang kyai pun mengangguk angguk mengerti karna ia tau setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi anak sholeh saleha


"ya pak saya mengerti terima kasih bapak dan ibu telah memercayakan saya untuk bisa mendidik putri anda insyallah, kami akan mendidiknya sebaik mungkin"


ucap kyai tersebut lalu ia pun meminta satri yang lewat untuk memanggilkan salah satu pengurus santriwati yang akan menuntun Silla kepesantren


setelah berbincang bincang agak lama Silla pu dijemput salah satu santriwati yang dipanggil pak kyai untuk menemani Silla selama dipondok


"moggo mbak ikut saya kedalam"


ucap pengurus santriwati yang bernama Maria


sebelum ikut dengan Maria Silla memeluk kedua orang tuanya karna akan berpisah selama berbulan bulan lamanya


"pa apa gak bisa dirumah saja pa"


rengek Silla menangis memeluk papanya ia tidak ingin berpisah dengan ayahnya


"tidak bisa sayang kamu nurut ya nak papa dan mama akan jenguk kesini kok setiap sebulan sekali tapi pak kyai juga sudah menjelaskan kan?? kamu anak papa yang pintar kamu pasti bisa"


papa Silla memberi semangat anaknya ia memeluk membelai lembut kepala anaknya dengan penuh kasih sayang


"papa janji ya akan kesini??"


pinta Silla melepas pelukan papanya ia mengelap imgusnya menggunakan kemeja yang dipakai papanya


Wirawan mengangguk pasti ia tersenyum pada anak manjanya


Silla pun beralih ke mamanya ia pun memeluk sang mama yang melahirkan dan membesarkannya memberikan kasih sayangnya


"kamu yang anteng disini ya nak mama sama papa akan selalu mendoakanmu sayang"


mama Silla menangisi anak gadisnya ia juga tidak bisa berbuat apa apa karna sudah keputusan suaminya


"ya ma, mama dan papa harus selalu jaga kesehatan ya?? aku gak mau kalian sakit terus gak jenguk aku disini"


rengek Silla manja pada sang ibu


Clarissa tersenyum melihat tingkah anaknya yang manja


"ya sayang kamu hati hati disini dibetah betahin ya mama dan papa pulang dulu udah sore"


pamit mama Silla mereka pun melambaikan tangan Silla melihat mobil papanya semakin menjauh dari pandangannya


"ayo mbak masuk kekamar yuk"


ajak Maria


Silla pun menurut ikut bersama Maria menuju kawasan santri putri Maria juga membantu membawakan barang Silla


"nama kamu siapa mbak?? namaku Maria pengurus disini"


Maria memperkenalkan diri sambil berjalan ke arah kamarnya


Silla menengok ke arahnya


"namaku Silla mbak"


jawab Silla


tidak lama mereka pun sampai dikamar yang akan ditempati oleh Silla


"nah Silla ini kamar kamu semoga kamu betah ya baik baiklah bersama teman teman barumu yang akur ya"


pinta Maria yag dianggukan Silla lalu Maria pun pamit pergi meninggalkan Silla agar Silla bisa berkenalan dengan teman yang lain


"hay Aisyah kamu siapa namanya??"


tanya salah satu teman baru Silla yang bernama Aisyah


"aku Silla"


jawab Silla


lalu Silla pun berkenalan dengan teman yang lainnya


Silla membereskan baju bajunya di lemari yang sudah disediakan oleh pesantren ia terkejut mendapati kitab yang ia ambil tidak sengaja waktu dimall saat itu


"ini kan kitab yang waktu itu ketuker sama punyak orang itu kenapa ikut kesinj segala sih heran aku"

__ADS_1


batin Silla dalam hati ia kembali menata baju bajunya ke lemari yang dibantu Aisyah dan Anna teman satunya lagi hingga selesai


"Sill bentar lagi ada kegiatan Jala Jala kamu ikut juga ya"


Aisya memberitahu kegiatannya


"dipondok ada acara jalan jalan wahhh asik jadi gak boring deh mau mau mau"


Silla salah tangkap Jala Jala yang ia dengar jalan jalan Aisyah menganggukan saja tanpa memberitahu yang sebenarnya ia tau pasti santri baru akan salah tangkap dengan kegiatan satu itu jadi ia mendiamkan saja batinnya toh nanti akan tau dengan sendirinya


"tapi kamu harus pake kayak gini, cepet ganti"


perintah Aisyah menunjuk pakeannya sendiri Anna mengangguk tanda mengiyakan


"harus ya pake begituan??"


tanya Silla yang tidak tau anak pesantren


Aisyah Anna dan teman lainnya yang ikut nimbrung mengangguk kompak


Silla mengehela nafas ia kesal harus berpakaian yang tidak ia tau cara pakainya


"tapi aku gak tau gimana cara pakenya??"


Silla bingung menenteng sarung yang ia pegang


"pasti bisalah ayo bajumu juga ganti gak boleh ketat gitu"


tegur Rosita satu satu teman yang ikut nimbrung


"what harus banget??"


Sila tidak terima


Aisyah dan teman temannya mengangguk kompak kembali Silla menganga dengan apa yang harus ia hadapi sekarang berpakaian serba tertutup serba longgar dan memakai hijab


"ok ok gimana caranya aku belum tau"


Silla pasrah dengan hidupnya saat ini yang harus beebalik dengan kehidupannya beberapa jam yang lalu


Aisyah mengajarinya dan ikuti Silla memakai sarungnya tapi salah ia mala tertawa melihat memakai sarung salah


hahahhaha


teman teman barunya pun ikut tertawa setelah melihat sarung Silla yang salah


"bukan gitu Sill itu mah cara pake santri putra"


Anna memberitahu berhenti tertawa


lalu Aisyah pun mengajarinya lagi sampai Silla bisa walaupun belum rapi seenggaknya Silla sudah bisa cara memakainya


"nanti kalau melorot gimana Ann"


tanya Silla yang khawatir sarungnya melorot dan jadi tontonan banyak orang


"benerin lagi lagi lah"


jawab Anna dengan entengnya


"kalau banyak orang malu lah Ann, ada solusi biar gak melorot??"


"kasih tali rafia"


hahahhaha


ucap Aisyah tertawa yang diikuti teman lainnya termasuk Silla mereka sudah akrab saja walaupunasih baru beberapa jam


akhirnya mereka berangkat ke masjid pondok untuk kegiatan rutinan


mereka duduk berjejeran Silla pun demikian para santriwan satriwati duduk anteng sambil membaca kitab yang berwarna kuning dan menyuarakan bacaannya


Silla bingung yang katanya jalan jalan mala duduk dipelataran masjid akhirnya ia pun bertanya sama salah satu temannya yang tadi bersamanya


"Ais katanya mau jalan jalan kenapa mala duduk disini??"


protes Silla


"lah ini Jala Jala, udah dibaca aja kitabnya sudah sampai halaman ini"


Aisyah menunjukkan halaman yang sedang mereka baca saat Silla akan membuka bibirnya untuk protes Aisyah langsung memotongnya


"sudah baca ini gak usah banyak protes"


dengan tegas Aisyah mengucapkanya membuat Silla manyun memajukan bibirnya karna kesal Aisyah yang melihatnya pun hanya tersenyum menanggapinya


selepas kegiatan mereka pun berlanjut sholat asar berjamaah diaula putri sedangkan untuk putra dimasjid pondok


selesai sholat mereka pun mengaji kitab Al Qur'an mulai dari surat pendek bagi yang sudah selesai mereka langsung mandi agar nanti tidak mengantri panjang sama seperti Silla selesai mengaji ia pun bergegas mengambil baju dan menuju kekamar mandi yang sudah diberitahukan Aisyah dan Anna


selesai sholat magrib berjamaah mereka pun usai rutinan setiap hari setiap ba'da magrib


mereka saling mengobrol satu sama lain waktu dikelas sebelum ustad pengajar tiba


"gimana sarungnya udah bisa kan??"


tanya Rosita menahan tawa kala ingat kejadian tadi siang Silla cengengesan dan menunjukkan ke Rosita yang duduk bersama satu bangku


"gini kan??"


tanya Silla masih dengan cengengesannya


"bagus bagus begitu"


ucap Rosita cekikikan


"aku mau duduj sini ah barengan ya??"


pinta Aisyah duduk disebelah Silla


"sempit lah gimana Ais, udah lah aku ngalah aja besok aku duduk bareng Silla ya??"


Rosita mengalah dan duduk dibangku sebelahnya lagi


Aisya dan Silla mengangguk


"assalamualaikum semuanya??"


ucap Azmi ustad yang mengajar dikelas tersebut


mata Silla terbelalak sempurna kala melihat orang yang ia tabrak beberapa waktu lalu disebuah mall saat bermain bersama teman temannya

__ADS_1


"hahh kok ada orang itu disini??"


gumam Silla dalam hatinya


"Sill kenapa?? melamun aja terpesona ya sama ustad Azmi gantengkan?? banyak yang ngefans loh sama dia apa lagi dia juga anak pemilik pesantren dijakarta gimana gimana?? cakep gak cakep gak??"


ucap Aisyah menaik turunkan alisnya ia membanggakan ustad pesantren banyak yang mengidolakan ustad Azmi


"dia ustad disini??"


tanya Silla penasaran


Aisyah mengangguk pasti


Silla menelan savilanya ia benar benar tidak menyangka akan bertemu kembali dikota yang berbeda dan situasi yang berbeda


"mati aku kitab yang gak sengaja ambil masih ditanganku gimana caranya aku ngembaliin kedia"


guma Silla


"kamu kenapa sih Sill?? jangan kamu bilang gak betah disini terus jadi gila ya??"


tuduh Aisyah


"apaan sih gak segitunya juga kali"


Silla kesal


Aisyah cengengesan


Silla bingung harus menghadapi ustad Azmi selanjutnya bagaimana ia masti syok dan kaget dengan pertemuan yang tidak diduga itu


"Sill jangan melamun terus itu ustad udah ngoceh pelajaran itu"


tegur Aisyah yang daritadi hanya diam saja melihat kedepan


Silla pun tersadar ia mulai fokus walaupun hatinya masih campur aduk tidak jelas


begitupun dengan ustad Azmi yang terkejut melihat Silla berada dipesantren tempatnya mengajar tapi Azmi lebih bisa mengendalikan keterkejutannya dibanding Silla yang benar benar kentara


selesai mengajar pun Azmi langsung berlalu dari kelasnya ia pun kembali kekantornya bersama ustad ustad lain


"cantik juga pake hijab"


gumam Azmi berjalan menuju kantornya ia sekilas meliriknya hanya ingin memastikan benar tidaknya perempuan yang bertabrakan dengannya waktu di mall waktu itu


ia pun tersenyum menggeleng dengan tingkahnya sendiri memuji seorang wanita


"udah selesai Mi??"


tanya salah satu ustad yang bernama Zaki ia juga tidak kala tampan dari Azmi, Zaki juga mengajar dipesantren yang sama dengan Azmi


"udah staz ustad juga baru selesai??"


Azmi balik bertanya


"iya baru saja masuk sebelum ustad Zaki masuk"


jawab Zaki


tidak lama pun adzan isya' berkumandang semua santri putri san putra dan para ustad pun berjamaah bersama sama


kali ini yang mengimami Azmi


"allah hu akbar"


suara Azmi menggema diruangan masjid


deh


darah Silla berdesir kala mendengar suara merdu Azmi yang menenangkan hatinya tapi sayang Silla tidak tau Azmi yang memiliki suara tersebut


"ayo Sill kita ada jadwal pelajaran lagi nih dua pelajaran"


Anna memberitahu mengangkat dua jarinya


"whatt?? lagi??"


Silla terkejut begitu banyak kegiatan didalam pondok belum mengurus kuliahnya nanti Silla bertambah pusing


Anna dan Rosita mengangguk Aisyah mengambil buku serta kitab yang akan dipelajarinya nanti


"aku gak mau berangkat dulu ya capek dari tadi ngaji mulu"


protes Silla manyun


"mana bisa begitu semua santri yang ada disini ya harus mengikuti pelajaran dan peraturan lah Sill tidak ada kecuali"


Rosita memberitahu Anna dan Aisyah mengangguk mengiyakan


hahh


"capek pengen rebahan pengen makan lapar"


keluh Silla


"sabar sayong setelah pelajaran ini selesai kita kekantin makan"


Aisyah memberitahu


"lama dong Ais aku lapar pengen makan"


keluh Silla lagi ia benar benar kelaparan belum makan karna tadi hanya makan siang saja biasanya ia akan mengemil segalanya yang ia inginkan


teman temannya cengengesan melihat wajah melas Silla


"udah ayo"


Aisyah menyeret Silla dan Rosita membawakan kitab serta buku untuk mencatatnya nanti


dipelajaran kali ini pun Silla masih bertemu Azmi karna memamg jadwalnya Azmi mengajar setelah Azmi datang ia pun memulai pelajarannya dan para murid murid mencatat apa yang dijelaskan oleh Azmi begitupun dengan Silla yang juga mencatatnya setelah disuruh Anna mencatat


"ayo makan katanya lapar?? gak usah manyun tambah jelek tau"


ledek Aisyah setelah menyimpan buku dan kitabnya selesai pelajaran


"ayo"


Silla semangat karna ia memang lapar ingin mengisi perutnya


saat dikantin Silla kembali ternganga melihat kantin yang banyak piring yang hanya berisikan nasi dan berlauk tempe oseng oseng kangkung saja ia pun mendadak lemas bila harus makan yang ia lihat

__ADS_1


__ADS_2