
motor Azmi semakin menjauh dari pandangan Anna
Silla masih memeluk erat takut terjatuh
"Sill udah sampai nih ayo turun"
motor mereka sudah sampai parkiran kampus
"Sill udah ayo"
Anna melepaskan pelukan Silla yang erat tersebut
"udah sampai kampus nih meluk aja nanti aku dikira lesbi ogah banget"
protes Anna kesal
"maaf Ann habisnya aku takut naik motor jadi ya gitu deh"
ucap Silla cengengesan Anna menggeleng menarik tangannya memberitahukan ruang kelasnya
"ini kelasmu Sill, kelas ku ada disana"
Anna memberithu menunjuk arah kekelasnya Silla mengangguk mengerti dan Anna pun meninggalkannya
Silla masuk kekelasnya melihat begitu banyak teman sebayanya dikelas yang sama ada yang berhijab ada pula yang tidak memakai hijab
"enaknya gak pake hijab ya bisa tebar pesona gitu jadinya aku bentuknya kayak gitu kesel sih tapi gimana lagi udah peraturannya"
Silla menggerutu sendiri dengan nasibnya yang berbalik
dia pun mencari bangku yang kosong untuk tempat duduknya
"halo boleh duduk sini??"
Silla meminta izin
"boleh boleh silahkan"
ucp salah satu temannya
"namaku Senja kamu siapa??"
teman yang tadi mempersilahkan duduk memperkanalkan diri menjabat tangannya
"aku Silla"
Silla membalas jabatan teman barunya yang bernama Senja
"kamu juga ikut jurusan ini??"
tanyanya basa basi Silla mengangguk mengiyakan
"semoga kedepannya kita bisa beteman dengan baik dan akrab ya??"
ucap Senja Silla mengangguk tersenyum
"kamu tinggal dimana?? sepertinya kamu bukan orang sini??"
Senja memperhatikan dari atas sampai bawah Silla
"hehehe aku tinggal dipesantren"
jawab Silla cengengesan
"oh pantas semoga betah ya dipesantren, sebenarnya aku juga pengen nyantri sih tapi ya dana tipis"
Senja mengutarakan isi hatinya Silla mendengarkan apa yang dikatakan teman barunya tersebut dan mereka pun mengobrol bersama hingga dosen tiba dan mulai pelajarannya
"Silla"
panggil Anna dibalik pintu Silla pun menoleh kearah sumber suaranya
"ayo ngantin??"
Anna melambaikan tangannya mengajak kekantin
"ya bentar bawel"
jawab Silla memasukkan buku bukunya kedalam tasnya
"Nja mau gabung ke kantin gak?? biar tambah ramai"
ajak Silla Senja pun mengangguk mengikuti Silla
"Ann kenalin kenalin temen baruku namanya Senja, Senja ini teman pondokku namanya Anna, dia baik banget loh sama aku"
Silla memuji Anna
"apaan sih ada ada saja"
prptes Anna
"Anna anak ekonomi "
ucap Anna memperkenalkan diri berjabat tangan
"Senja anak desain"
Senja membalas jabatan tangan Anna lalu mereka pun menuju kantin bersama sama
**
dibalik sudut ruangan para dosen Azmi tersenyum cengengesan teringat Silla yang memeluk temannya begitu erat baginya dia sangat lucu
"aku belum mengembalikan buku hariannya nanti malam aku harus mengembalikanya"
gumam Azmi ia pun menuju kelas untuk mengajar
hingga jam istirahat Azmi memutuskan untuk menulis surat untuk Silla yang akan diselipkan di dalam buku diarynya
**
siang setelah jam pelajaran terakhir Silla dan yang lainnya selesai memutuskan pulang Anna dengan setia menungguinya didepan kelas ia tau Silla belum tau daerah Jogja dan takut nyasar
"Anna"
panggil Silla tersenyum melihat temannya menunggunya dengan setia
"udah selesai??"
tanya Anna
"kelar semuanya"
jawab Silla mengangkat tangannya
"ayo pulang"
ajak Anna menarik tangan temannya
"An apa gak bisa kita main bentar gitu?? masak langsung pulang kepondok??"
protes Silla
"gak bisa harus langsung kembali kepondok sudah peraturannya kalau tidak kena hukuman kita Sill gak mau aku dihukum"
ucap Anna menolak ajakan Silla
Silla cemberut bibirnya manyun
"ayo cepet pulang"
Anna menarik tangan Silla menuju parkiran
"An tumben bawa temen?? bening lagi??"
celetuk teman sejurusan Anna yang bernama Bobby
Anna dan Silla hanya diam saja tidak menanggapinya sorot mata Bobby mengundang maksiat bagi Anna dan Silla walaupun Silla baru masuk pesantren tapi Silla tau sorot mata baik dan tidak baik
"Cantik kenalan dong?? kamu juga santri sama seperti Anna ya?? jangan sombong kayak Anna dong nanti gak punya teman"
goda Bobby dan teman yang lainnya
Silla hanya diam saja tanpa menanggapinya ia terburu buru membonceng motor Anna
Anna pun dengan cepat melajukan motornya agar tidak diganggu lagi
__ADS_1
Bobby dan teman temannya hanya tertawa melihat dua wanita yang digodanya kabur
"tadi itu siapa An genit gitu merinding lihatnya hiiii"
Silla sampai bergidik ngeri sambil memeluk erat
"udah gak usah dipikirin gak penting, kalau dia deketin kamu hindari saja jangan diladeni kalau perlu pergi, ngerti gak??"
Anna memberitahu Silla untuk berhati hati
Silla hanya mengangguk tanda mengerti
tidak lama pun mereka sampai dihalaman pondok Anna memarkirkan motornya ditempat penyimpanan motor yang sudah disediakan pondok Silla pun turun dari boncengannya
"aku mau rebahan ah"
Silla berjalan duluan tidak menunggu Anna yang sedang memarkirkan motornya
"Sill tungguin dong gimana sih temen gak ada akhlak kamu ya ninggalin aku sendiri"
Anna mengatai karna ditinggal sendirian
"kamu lama An aku ingin cepat rebahan"
ucap Silla akhirnya berhenti melangkah dan menunggu Anna berjalan bersama
"bentar lah"
Anna memasukkan kontak motornya didalam tas
"Ann apakah aku minta kirimin motor aja kali ya biar aku juga punya motor, motormu dan Aisyah buntut gitu aku takut boncengnya"
protes Silla
"emang kamu bisa naik motor??"
cibir Anna pada Silla
Silla garuk garuk kepalanya yang tidak gatal sambil cengengesan
"kamu ajarin lah gimana sih"
Silla tidak mau kalah
"ogah banget ngajarin kamu entar jatoh lecet nangis"
cibir Anna juga tidak mau mengalah
"gak nangis kok beneran ajarin aku ya An ya ya??"
Silla memohon
Anna menahan tawa melihat Silla memohon padanya padahal ia hanya bermaksud bercanda
"apa bayarannya??"
Anna semakin mengejainya
"kamu maunya apa??"
tanya Silla
"hmm apa ya??"
Anna pura pura berfikir Silla dengan polosnya menunggu jawaban Anna
hahahaha
Anna langsung tertawa terbahak bahak dengan kepolosan Silla
"ya kali aku minta upah entar aku ajarin kalau kamu siap"
ucap Anna mencubit pipi Silla dengan gemas
"kirain, nanti aku bilang papa dulu ya An"
pinta Silla semangat
"sipp"
"wahh enaknya rebahan"
Silla sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur lantainya
"h'em memang paling enak rebahan"
Anna pun ikut merebahkan tubuhnya disamping Silla
tidak lama Aisyah pun pulang
"assalamualaikum"
Aisyah mengucap salam kala masuk kamarnya yang ditempati banyak teman sebayanya
"waalaikum salam"
jawab Silla dan Anna kompak
"kalian udah pulang??"
tanya Aisyah pun ikut merebahkan tubuhnya disamping Silla kini Silla berada ditengah tengah Anna dan Aisyah bagaikan ikan pindang yang berjejer
Silla dan Anna mengangguk kompak
"cie kompakan mentang mentang satu kampus"
ledek Aisyah
mereka berdua cengengesan bersama
"Rosita belum pulang??"
tanya Silla yang sedari pagi tidak melihatnya
"pulang kemana??"
Aisyah balik bertanya karna bingung
"kampus"
jawab Silla yang tidak tau bahwa Rosita bukan mahasiswa
"kampus??"
Anna mengernyitkan heningnya bingung
"Rosita tidak kuliah Silla dia hanya lulusan SMA aja disini hanya mondok saja tidak lanjut kuliah"
Aisyah memberitahu
"hahh kirain kuliah sama kayak kita, ternyata tidak ya??"
ucap Silla baru mengerti Anna dan Aisyah mengangguk bersama dengan kompak
"kenapa gak lanjut?? ekonimikah??"
tanya Sillah penasaran Anna dan Aisyah mengangguk kembali membenarkan ucapan Silla
"kenapa kalau masalah ekonomi Sill??"
tanya Anna ingin mengetahui pendapat Silla tentang kekayakan
"ya gak papa cuma kan sayang gitu kalau gak lanjut kuliah takutnya nyari kerja susah"
jawab Silla
"tapi mau gimana lagi faktor ekonomi"
jawab Anna
"he'em"
Silla dan Aisyah kompak mengangguk
tidak lama adzan asar berkumandang mereka pun bergegas mengambil wudhu dan menuju masjid pondok begitupun dengan Silla ia sudah terbiasa dengan kegiatan pondok tersebut
menjelang kegiatan pelajaran magrib seperti biasa Silla dan temannya berangkat mengaji usai jamaah sholat magrib
__ADS_1
kelas selalu heboh kala para pengajar belum hadir dan memulai pelajarannya apa lagi kala ustad Azmi sedang berjalan semua santriwati pasti akan memerhatikanntnya lewat jendela kelas tidak luput dari kelas dimana Silla dan lainnya belajar saat akan sampai diambang pintu mereka pun mulai berhamburan menduduki bangku masing masing menunggu pelajaran dimulai
"assalamualaikum waroh matullah hiwabarokatuh"
ucap ustad Azmi mengucap salam kala masuk kekelas
"waalauikum salam warohmatullah hiwabarokatuh"
jawab para santri serempak lalu memulai pelajarannya
saat pelajaran selesai beruntung Silla yang paling akhir ia menjatuhkan buku harian Silla tepat didepannya
"hey Silla bukumu jatuh"
Azmi pura pura memberitahu buku Silla jatuh agar tidak curiga
Silla pun reflek menengok kebawah ia terbelalak melihat buku diarynya ada didepan mata
ia pun mengambil dan melotot ke Azmi yang menurutnya tidak sopan mengembalikan bukunya dilantai
"dasar tidak sopan"
umpat Silla kesal ia pun langsung berlalu tanpa mengucap terima kasih bukunya telah kembali
"kamu kenapa Sill tiba tiba mukamu ditekuk gitu??"
tanya Anna yang melihat perubahan Silla
"lihat pocong gila"
jawab Silla ketus ia berjalan cepat meninggalkan teman temannya
Azmi yang melihat Silla kesal hanya tersenyum geleng geleng kepala karna dirinya dikatai pocong gila
usai sholat isya' berjamaah semua santri melanjutkan jegiatan kembali dan kebetulan untuk hari ini jawdal Azmi mengajar ba'da isya' dikelas Silla usai pelajaran Azmi kembali menjatuhkan kertas Silla beruntung Silla menyadarinya dan langsung mengambil kertas tersebut ia membacanya sambil berjalan dibelakang teman temannya
"tidak baik ngatain guru ngaji sendiri pocong gila dan maaf dengan cara ini tidak akan ada yang curiga buku harianmu ditanganku sekali lagi terima kasih sudah mengembalikan kitabku"
isi surat kertas yang dijatuhkan Azmi untuknya
setelah membacanya Silla ia menoleh kanan kiri takut Azmi melihatnya lalu meremas kertas tersebut dan membuangnya ketempat sampah Silla pun melanjutkan kembali langkahnya karna masih ada satu mata pelajaran
"Sill ayo ngapain sih kamu"
tegur Rosita menunggunya dibelakang
"gak papa kok ayo"
mereka pun berjalan berdampingan
"hari ini siapa yang ngajar Ros??"
tanya Aisyah
"kayaknya jadwalnya ustad Ilham deh Ais kalo gak salah"
ucap Rosita sambil berfikir
"siapa lagi itu??"
tanya Silla yang belum tau ustad Ilham padahal sang ustad sering memerhatikannya kala sedang mengajar dikelasnya
"itu loh yang orangnya gak tinggi juga tidak kalah tampan ustad Azmi ya tingginya setara deh sama ustad Azmi"
Anna memberitahu
"kamu itu ya semua ustad dibilang ganteng atau gak kalah ganteng dari ustad Azmi, emang semua ustad disini pada ganteng apa??"
protes Silla
"ya kan emang ganteng matamu aja yang belum kebuka lihat cogan kang santri ganteng gitu kok, lihat deh dengan mata lebar biar kamu tau pesonanya para kang ustad ganteng disini"
Anna tidak mau kalah
"sudah sudah ayo masuk kelas bentar lagi ustad Ilham datang, jangan sampai kita ditegur"
tegur Aisyah pada akhirnya
mereka pun masuk kekelas melanjutkan pelajarannya yang belum usai
"ayo makan jangan nangis lagi Sill lauknya sudah ganti kamu tenang saja"
Rosita memberitahu karna setiap waktu jam makan Silla selalu menangis merengek tidak cocok dengan lauk dipesantren
"apa lauknya Ros??"
Silla antusias karna seminggu memakan lauk yang sama setiap harinya
"katanya sih telor ceplok doang"
jawab Rosita dengan santainya ia yang sudah 6 tahun tinggal dipesantren sudah terbiasa dengan kehidupan pesantren
"doang??"
tanya Silla memastikan
Rosita dan yang lainnya mengangguk kompak
"apa apaan itu kenapa lauknya cuma telur ceplok doang gak ada yang lain"
protes Silla tidak terima
"sudahlah ayo kamu harus terbiasa dengan kehidupan disini Silla"
Aisyah menyeret tangan Silla bersama temannya dikantin mengambil makanan mereka
"ini makananmu ayo makan bareng bareng biar enak gak usah manja"
celetuk Anna menyerahkan satu piring yang hanya ada nasi dan berlaukkan telor ceplok saja
mereka cengengesan melihat wajah melas Silla yang protes akan makanannya
"udah tenang aja kita tambahin kecap biar mantap ini kecapnya"
Rosita menaruh kecap dipiring teman temannya
"tunggu apa itu akan enak??"
tanya Silla yang piringnya ditaruh kecap diatas nasi dan telornya
"dijamin enak percaya deh enak enak"
Aisya menimpali lalu Rositapun menuangkan kecap kepiring Silla secukupnya
yang lain makan dengan lahap kecuali Silla yang ragu untuk memakannya ia belum pernah memakan makanan tersebut jadi baginya itu sangatlah aneh
"ayo makan Sill jangan bengong aja"
tegur Anna karna Silla hanya memandanginya saja
Silla pun akhirnya mau menyuapkan nasi kecap telor ceploknya
"hmm enak juga kirain rasanya akan aneh"
Silla memuji makanannya sendiri
"enak kan?? apa ku bilang ngeyelan banget sih"
Rosita mengunyah kembali nasi yang masih tinggal setengah ya Silla memakan makanannya dwngan kahap baginya pertama kali merasakan nasi kecap telor ceplok
usai makan malam mereka berlanjut memeriksa buku untuk bahan kuliah besok
Silla yang sudah selesai pun teringat diarynya yang tadi dikembalikan Azmi
kertas jatuh dari buku harian tersebut ia pun membacanya
"terima kasih sudah mau mengembalikan kitabku semoga kamu istoqomah dan betah dipesantren ini"
isi tulisan yang didalam selipan buku harian tersebut
selesai membaca Silla pun membuang kembali kertas kiriman dari Azmi dan mulai merebahkan tubuhnya dikasur yang hanya berukurang kurang lebih 5cm tersebut
Aisyah sudah merebahkan tubuhnya sebelum Silla mereka pun mengobrol sebentar lalu terlelap dengan sendirinya untuk menyambut hari esok
***
sebulan telah berlalu waktunya para wali santri atau orang tua santri berkunjung
__ADS_1