
sedangkan Silla garuk garuk kepalanya yang sudah lepas dari hijabnya menyadari kebodohannya ia ikut tertawa bersama teman teman yang lainnya
"kalian sudah pulang??"
tanya Aisyah masuk sudah berganti pakaian pondok memakai kemeje panjang selutut dan sarung ciri khas anak pesantren
"udah baru aja pulang "
jawab Silla dan Anna yang hampir bersamaan
Aisyah ikut merebahkan tubuhnya disamping teman temannya
"kamu pulang jam berapa tadi Ais??"
tanya Anna menatap kelangit dinding
"setengah jam an yang lalu lah aku habis dari kamar mandi ternyata aku lagi udzur (menstruasi)"
Aisyah memberitahu
"apa itu udzur??"
tanya Silla yang memang belum tau bahasa tersebut ia pun menoleh kearah Aisyah berada kebetulan Aisyah merebahkan tubuhnya disamping Silla
Aisyah tersenyum memahami temannya yang satu itu karna masih tergolong baru dan dengan sifat cuek dengan urusan orang lain
"udzur itu menstruasi datang bulan Sill kalau bahasa santri ya udzur"
Aisyah menjelaskan Silla pun mengangguk tanda paham
"Ais kamu tau tidak kalau Gus Fatih ngajar dikampusku??"
ucap Anna pada Aisyah ia ingin membuat temannya kepo dan penasaran
"tau"
jawab Aisyah biasa saja karna memang dia sudah tau
"kirain belum tau, gak asik ah kamu Ais"
Anna gagal membuat Aisyah penasaran ia pun cemberut memonyongkan bibirnya
Aisyah terkekeh dengan tingkah temannya yang satu ini
"kamu tau darimana coba kalau dia ngajar dikampus ku??"
tanya Anna yang mala penasaran dan ingin kepo
Aisyah mala tertawa mendengar pertanyaan Anna yang kekihatan sekali penasaran
"kasih tau gak ya??"
ledek Aisyah menggoda
Anna langsung memicingkan matannya kearah Aisyah karna bikin orang penasaran posisi Anna sudah duduk karna kesal dengan Aisyah yang menggodanya
"Ais"
rengek Anna kemudian Aisyah tertawa sebelum memberitahunya
"Sill kamu juga penasaran gak?? darimana aku tau Gus Fatih ngajar dikampusmu??"
tanya Aisyah penasaran karna Silla tidak seantusias Anna
"gak peduli"
jawab Silla datar Aisyah lemas karna tidak berhasil mengerjai temannya yang satu lagi
"udah ah gak usah peduliin Silla Ais dia emang gitu gak mau kepo, cepetan cerita"
Anna tidak sabar ingin segera mendengar cerita Aisyah
Aisyah menghela nafas terlebih dahulu sebelum bercerita tapi Anna sudah protes tidak sabaran
akhirnya ia pun menceritakan yang terjadi
"tadi saat aku lagi mau ngasih tugas tugas kelas ke ustadz Azmi tiba tiba ponselnya bunyi diatas meja yang bertuliskan Gus Fatih akhirnya aku kepo dong pura pura periksa gitu terus aku dengar tu remang remang suara merdu Gus Fatih tapi masih terdengar jelas tanya ustadz Azmi punya waktu tidak mau minta jemput gitu terus ustadz Azmi ok gitu doang gak lama dia pamit mau ke universitas kamu. gitu ceritanya, ya aku tau dari situlah gimana sih, makanya aku gak penasaran lagi"
ungkap Aisyah santai Anna mendengarkan dengan serius Silla hanya diam saja tetap cuek bebek
"aku mandi dulu ya bentar lagi asar"
pamit Silla mengambil pakaiannya untuk ganti dikamar mandi ia pun berlalu dari kamarnya menuju kamar mandi
"jadi gitu ceritanya?? pantesan kamu tau kirain tau darimana, aku mau mandi juga ahh, ntar habis asar udah mulai ngaji gak mau telat"
Anna pun ikut menuju kamar mandi setelah mengambil pakaian ganti
dikamar tinggallah Aisyah yang sedang udzur dan teman yang lain sedang mengantri mandi dan juga lagi datang bulan
"Ros darimana kamu kok baru kelihatan"
Aida bertanya karna sejak tadi ia juga tidak melihat Rosita
"aku habis dari dhalem bantuin ummah bikin kue tadi dipanggil suruh bantuin ya sudah aku kesana ini aku dibawain kue nya buat kita makan, mana yang lain kok gak kelihatan??"
tanya Rosita celingakan mencari teman teman sekamarnya
"Silla dan yang lain ngantri mandi bentar lagi kan asar terus ngaji, daripada ngantrinya nanti gitu sih mereka bilang"
Aisya menyuap kue yang dibawa Rosita
"enak Ros kuenya"
puji Aisyah Rosita tersenyum mendapatkan pujian dari Aisyah teman sekamarnya
tidak lama Silla dan Anna pun muncul dengan rambut yang sudah dibalut dengan handuk dikepalanya
"Ros daritadi kok gak kelihatan aku kan kangen pengen dimanja kamu"
__ADS_1
ucap Silla manja dengan Rosita
Silla memang lebih manja dengan Rosita karna Rosita orang yang penyabar dan perhatian
"habis dari dhalem bantuin ummah bikin kue, ni kuenya makan gih enak loh"
Rosita menawarkan dengan senang hati Silla dan Anna memakan kue yang dibawakan Rosita
"semenjak mondok aku kayak orang rakus kalau lihat makanan"
curhat Silla sambil mengunyah kuenya
"telen dulu baru ngomong nanti keselek kamu Sill"
tegur Rosita
"siap mami"
jawab Silla manja setelah menelan kuenya mereka pun sama sama tertawa
"habisnya jarang jarang makan enak gini, padahal kalau dirumah makanan apapun aku malas kadang mala membuangnya dengan cuma cuma, sekarang makanan apapun berarti banget buat aku"
Silla melanjutkan curhatannya yang membuat teman teman yang lai tertawa yang mendengarkannya
"kamu tau gak Silla sejak kamu datang kesini kamar ini jadi rame penuh tawa ya jadi heboh lah pokoknya sejak ada kamu"
celetuk Aida yang lainnya mengangguk membenarkan ucapan Aida sambil mengunyah kuenya
"oya?? gimana ceritanya??"
tanya Silla penasaran ia heran apa darinya yang istimewah
"kamu tu konyol apapun diketawain diobrolin baikin orang gak spaneng gak sepi"
Aisyah memberitahu setelah menelan kuenya
memang sejak kedatangan Silla semua kamar UMI ZAENAB kamar yang ditempati Silla Anna dan teman lainnya menjadi rame karna Silla orang yang ceria dan gak kaku teman teman yang lain juga suka dengan Silla yang menggemaskan menurut mereka
**
setelah sholat asar berjamaah semua santri langsung mengaji Al Qur'an dan berlanjut kegiatan mengaji amstilati atau kitab kuning untuk para pemula atau santri baru seperti Silla yang baru mau dua bulan berada dipesantren tersebut
selesai kegiatan karna Silla sudah mandi sambil menunggu magrib berkumandang Silla dan yang lainnya mengisi waktu untuk menghafal untuk disetoran seminggu dua kali yang akan disetorkan kegiatan sehabis magrib dan asar
setelah jamaah magrib seperti biasa Silla paling terakhir berjalan karna ia benar benar lelet dan pemalas saat berjalan dilorong yang agak gelap tiba tiba tubuh Silla merinding emang dasarnya Silla penakut orangnya
Silla melihat bayangan hitam dan besar ia pun semakin ketakutan dan ia berlari menuju kelasnya tanpa sadar ia menabrak seseorang yang gagah tinggi besar karna jalanan yang gelap ia pun tidak melihat orang yang ia tabrak Silla mala berteriak kencang hingga seluruh santri yang dekat dengan kejadian pun keluar
"SETANNNN"
teriak Silla masih terduduk dilantai dan menutup wajahnya dengan kitab yang ia pegang
pria yang tertabrak hanya diam saja masih berdiri hendak menolong tapi Anna Aisyah dan Rosita yang mengenal suara Silla pun langsung datang menghampirinya setelah mendengar teriakan Silla
mereka melewati orang yang menabrak Silla tersebut
"maaf Gus"
"Silla Sill ini aku Ais"
panggil Aisyah Silla langsung memeluk Aisyah dengan erat ia ketakutan sampai gemetar karna ia pikir benar benar melihat setan beneran hingga ketakutan
"Ais aku lihat setan Ais takut banget tinggi besar item, aku gak mau mondok Ais aku takut ketemu setan lagi"
rengek Silla masih dipelukan Aisyah
"gak ada setan Sill ada ada saja kamu, ayo ngaji"
ajak Aisyah hendak melepaskan pelukan Silla tapi Silla menolaknya ia masih memeluk Aisyah dengan erat
Fatih terkekeh dalam hatinya ia berkata
"lucu banget ni anak masak aku dikira setan"
Farih geleng geleng kepalanya dengan tingkah Silla
"gak ada Sill ayo ngaji"
Aisyah masih membujuknya
Silla pun melepaskan pelukannya dan menunjuk arah ia menabrak Fatih yang ia kira setan beneran
"itu setannya Ais masih berdiri disitu aku takut"
Silla memeluk kembali Aisyah masih mengira Fatih setan
"astagfirullahal adzim Silla itu Gus Fatih masak kamu tuduh setan gimana sih"
ucap Aisyah setelah menoleh kearah yang Silla tunjuk dan melihat Fatih masih berdiri sambil cengengesan melihat tingkah Silla
Silla pun melepaskan pelukannya kembali
" setan Ais"
Silla masih bersikukuh tiba tiba ustadz Azmi pun datang
"ada apa ini kok bergerombol gini??"
tanya Azmi yang lewat mau mengajar kelas Silla dan lainnya
Silla hanya diam saja tidak berani menoleh ke Azmi atau pun ke Fatih
"maaf ustadz ini Gus Fatih dikira setan"
ucap Aisyah memberitahu Fatih langsung tertawa
"ya allah lucu sekali kamu itu ya neng masak saya dikira setan hanya karna pake sarung hitam koko hitam peci hitam begini"
Fatih tertawa setelah mengatakannya
__ADS_1
Silla pun bangun bersama Aisyah dan melihat lewat orang yang berbicara barusan
"ngomong kek kalau bukan setan kenapa diam saja bikin orang takut aja"
Silla mengusap air matanya dan berlalu melewati Gus Fatih dan tiba tiba Silla menginjak kaki Gus Fatih tanpa ragu dan malu atau pun takut karna kesal
aaooww
keluahan Fatih tidak dihiraukan Silla yang hendak masuk kekelasnya
"maaf Gus saya permisi dulu assalamualaikum"
pamit Aisyah dan yang lainnya mengikuti dibelakangnya
"galak juga dia ya"
Gus Fatih geleng geleng kepalanya
"ayo ustadz mau ngajar apa mau disini saja biar nanti dikira setan lagi sama santri yang tadi"
ledek Fatih cengengesan begitupun dengan Azmi yang ikut cengengesan dan geleng geleng kepalanya
sementara dikelas Aisyah dan Anna menegur Silla karna lancang mengatai setan dan mal nekat nginjak kaki sang Gus idaman mereka
"Sill gila kamu ya masak Gus Fatih kamu katain setan diienjek lagi kakinya bener bener deh"
Anna tepuk jidat dengan kelakuan temannya tersebut Aisyah dan Rosita cengengesan menanggapinya
"biarin abisnya ngeselin banget masak udah nabrak diam aja , aku makin takut bilang kek kalau dia itu manusia jadi aku gak akan teriak dan ketakutan mala diam aja kan makin horor akunya"
keluh Silla masih tidak terima ia kesal dengan Fatih bukannya menolongnya mala diam saja semakin membuatnya tambah ketakutan dan nangis kejer
mereka tertawa melihat Silla makin kesal hingga bibirnya manyun sekian senti dan teman temannya tertawa tau betapa kesalnya dia terlihat dari manyunannya yang panjang
tiba tiba ustadz yang mengajar mereka pun datang yaitu ustadz Azmi
"assalamualaikum semuanya"
ucap Azmi pada santriwan santriwati yang akan diajarkan olehnya
mereka pun duduk kebangku masing masih
dan menjawab salam beliau
lalu melanjutkan pelajaran hingga selesai
seperti biasa Silla paling terakhir karna mencari bolpen miliknya yang entah terlempar oleh temannya kemana
"mana sih kok gak ketemu, tau ah entar beli aja deh daripada pusing"
gumam Silla ia tidak tau bahwa masih ada orang dikelasnya tersebut saat hendak berdiri ia kaget dengan Azmi yang berdiri didepannya hingga Silla terduduk kembali jantungnya deg degan karna ketakutan ditambah Azmi yang diam diam ia kagumi bertambah tidak beraturan saja
"saya bukan setan jangan takut, saya hanya menunggumu saja karna saya tau kamu takut gelap dan sepi jadi saya tunggu sampai kamu keluar dengan aman dan tidak lari lagi"
ucap Azmi memberitahu ia memang sengaja menunggu karna sering melihatnya ketakutan dan selalu lari saat sendirian ditinggal yang lain
Silla hanya mengangguk sambil mengatur jantungnya yang sedang olahraga ringan ia pun berdiri sendiri tanpa ditolong Azmi ia pun berjalan melewati Azmi
"terima kasih"
ucap Silla lirih ia pun berjalan yang diikuti Azmi dari jauh karna Silla sempat menoleh kebelakang dua kali memastikan Azmi masih berjalan dibelakangnya
akhirnya Silla tau kalau Azmi sering melihatnya lari larian saat ditinggal teman temannya dan ketakutan sendiri kalau gelap
Azmi tersenyum mendengar kalimat terima kasih dari Silla
"Sill lari lagi kamu?? ngos ngosan gitu "
tanya Aisyah heran dengan Silla yang selalu main lari larian
" lari pala loe, kenapa sih aku ditinggal terus, kesel aku untung ustadz Azmi nemenin aku walau jaraknya bermeter meter jadi aku gak perlu lari larian lagi dan ketakutan seperti biasa "
keluh Silla kesal dengan temannya yang selalu meninggalkannya
Aisyah cengengesan
"cie cie Silla kita lagi ngebanggain ustadz Azmi ni ye, udah besar ya Silla kita"
ledek Aisyah menepuk nepuk bahu Silla dan menol hidung mancung Silla
"apaan sih"
Silla semakin sewot karna teman teman yang lainnya ikut meledek
"adududududuh Cilla cayang"
Rosita mencubit kedua pipi Silla dengan gemas
"sakit tau"
keluh Silla masih manyun
tidak lama adzan isya' pun berkumandang semua santri bergegas mengambil wudhu dan menuju masjid pondok
sampai dimasjid semua santri menata sajadahnya dengan rapi Silla masih anteng mendengarkan betapa merdunya suara adzan tersebut
"Ann siapa yang adzan ya suara merdu banget bikin adem"
celetuk Silla tiba tiba Anna memicingkan matanya lalu tersenyum nakal menatap Silla
Silla yang sudah hafal gerak gerik teman temannya pun begidik
"ada aroma meledek nih pasti"
cibir Silla kesal karna temannya pasti akan meledeknya
"suudzon mulu lu sama temen, heran aku"
Anna memicingkan matanya lalu cekikikan karna tebakan Silla tepat sasaran
__ADS_1
"tau aja mau godain kamu, kasih tau gak ya?? kasih tau gak ya??"
Anna mencolek colek dagu Silla