Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
si babang ustadz ganteng


__ADS_3

ucap Senja dengan pendapatnya sendiri karna menurutnya Azmi dan Fatihlah yang lebih ganteng dari pria idaman temannya tersebut


"ish kamu menghancurkan haluku saja Nja"


kesal Silla Senja membanding bandingkan pujaan hatinya dengan orang lain yang membuat bibirnya manyun


Anna dan Senja tertawa melihat aksi Silla


"emang bener yang dikatakan Senja Sill, menurutku pun lebih cakepan ustadz azmi deh daripada idolamu itu"


Anna membela Senja memang benar adanya


"kamu gak asik Ann"


kesal Silla semakin memanyunkan bibirnya ditambah hentakan kakinya menandakan ia semakin kesal karna Anna tidak mau membelanya


Anna dan Senja semakin tertawa dengan tingkah Silla yang seperti anak kecil sedang ngambek


"kenapa pak ustadz yang itu sudah tidak pernah lagi kesini jemput pak Fatih ya, aku kan kangen pengen lihat wajah FANTANnya itu"


Senja cengengesan dengan perkataannya sendiri tidak dipungkiri ia juga terpesona dengan wajah tampan Azmi


"pak ustadz pak ustadz dia belum nikah dan masih muda ya masak panggilnya pak sih "


Silla tidak terima dengan panggilan pak yang diucapkan oleh Senja entah apa yang membuatnya tidak menyukainya


" lah terus aku harus panggil apa Sill namanya saja tidak tau, dan dimana mana yang namanya ustadz itu pasti pake pak bukan mas atau beb ya"


senja tertawa mengingat akhir kalimatnya


"bentar??? mas ustadz beb ustadz hahaha"


Anna tertawa menggabungkan panggilan yang dikatakan Senja merasa lucu dengan panggilan tersebut


"gak gitu juga kaleeee"


ucap Silla ketus kegirangannya sesaat menjadi kesal karna temannya melenceng ketopik yang lain dan kalau sudah membahas tentang para para ustadz pasti unjung unjungnya akan menggoda Silla yang membuatnya semakin kesal


"ayo ah pulang udah males aku"


ajak Silla yang sudah menyerah digoda teman temannya


"cie cie ngambek nih ceritanya?? ojo ngambek sayang"


Senja mencolek colek dagu Silla dengan gemas


"auk ahhh"


kesal Silla masih dengan wajah cemberutnya


"ya udah ayo, gak usah ngambek cah ayu nanti ketemu orangnya beneran loh kalo manyun terus"


Anna memeluknya dari samping dengan gemas sambil masih menggodanya


Silla tidak menjawabnya ia mala berjalan duluan setelah pelukannya terlepas dan berjalan kearah parkiran motor dan matanya melotot mendapati Azmi sedang duduk diparkiran motor menunggu Fatih selesai mengajar


"ayo Sill kenapa mala berdiri disini katanya mau pulang"


protes Anna karna Silla hanya berdiri mematung ditempat tidak mau bergerak


mata Silla masih melotot dan tidak mau beranjak dari tempatnya berdiri


"Sill??"


Anna menarik narik tangan Silla tapi tidak bergeming


Senja yang aneh dengan sikap Silla pun mengikuti arah pandang Silla karna melihat mata Silla melotot memandang lurus tak berkedip


Senja menyenggol nyenggol Anna sambil tangannya menunjuk kearah Azmi berada seketika mata Anna ikut melotot melihat keberadaan Azmi yang sedang duduk diparkiran motor sambil memegang ponselnya lalu Anna tersebut bersiap siap akan kembali menggoda Silla lagi


Anna tidak menyangka ucapannya yang hanya gurauan semata mala menjadi kenyataan


"jodoh memang tidak akan lari kemana, pasti akan ketemu dimanapun berada"


Anna dan Senja tertawa bersama


"ayo sayang kita pulang sekarang"


goda Anna dan Senja berbarengan


"apaan sih"


dengkus Silla kesal ia berjalan duluan tanpa menghiraukan Senja dan Anna sangking kesalnya ia sampai berjalan cepat tidak menghiraukan orang orang yang menyapanya


sampai diparkiran Azmi yang melihat Silla berjalan keparkiran ia pun langsung bangun berdiri dengan niat hati ingin bertanya dengan Silla tentang jam mengajarnya Fatih padanya


"assalamualaikum?? maaf Silla mau nanya apakah Gus Fatih belum selesai mengajarnya ya??"


tanya Azmi sopan ia hanya melihatnya sekilas lalu menunduk mengdindari pandangan


"gak tau"


jawab Silla ketus tanpa menjawab salam dari Azmi lalu melanjutkan jalannya kearah motor Anna dan menunggunya dengan wajah ditekuk


Azmi terlonjat dan beristigfar mendengar suara ketus Silla Azmi hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Silla yang Azmi tidak tau penyebabnya


"cantik cantik galaknya melebihi Umma ku"


gumam Azmi terkekeh membandingkan Silla dengan Ummanya ketika marah marah


Senja dan Anna semakin tertawa puas menggoda Silla mereka berdua pun berjalan mengejar Silla


sampai diparkiran motor mereka sambil tertawa


"assalamualaikum?? maaf Anna boleh bertanya sebentar??"


tanya Azmi sopan ketika Anna dan Senja sampai didepannya ia takut kena semprot lagi seperti tadi dengan Silla


sedangkan Senja menatapnya penuh kagum dengan ketampanan dan kesopanan Azmi


"masyallah ganteng banget ni orang??"


gumam Senja tersenyum cengengesan sambil menatap Azmi tanpa berkedip

__ADS_1


"Silahkan ustadz mau tanya apa ya??"


jawab Anna sopan


Senja masih betah menatap ketampanan Azmi


"itu Gus Fatih selesai jam berapa ya??"


tanya Azmi ragu ragu takut tersinggung seperti Silla


"gak tau ustadz, mungkin sebentar lagi, tunggu saja ustadz"


jawab Anna sopan


"apa ustadz mau jemput Gus Fatih??"


tanya Anna penasaran yang dianggukan kepala Senja pertanda ikut menanyakannya


"iya Ann, kebetulan motor Gus Fatih lagi dibengkel jadi minta tolong saya untuk menjemputnya"


jawab Azmi jujur


"sering sering aja masuk bengkel motornya biar minta tolomg ustadz terus biar saya bisa cuci mata sama ustadz"


celetuk Senja sambil cengengesan Anna menyenggol Senja sambil melotot menatapnya tapi yang ditatap tidak peduli masih setia cengengesan sambil menatap Azmi


Azmi hanya tersenyum menanggapinya


"kalau begitu saya permisi ustadz mau pulang"


pamit Anna pada akhirnya


"saya juga pamit ustadz ganteng"


Senja cengengesan mengatakannya


Azmi hanya mengagguk tersenyum


Anna pun malangkahkan kakinya menuju motornya sambil menyeret Anna yang enggan melangkahkan kakinya


"Anna boleh tanya lagi??"


ucap Azmi ragu ragu mengatakannya


"apa ustadz??"


tanya Anna mengehentikan langkah kakinya karna panggilan dari Azmi


"i itu Silla lagi marah sama siapa??"


tanya Azmi gugup menanyakan tentang Silla


Anna langsung tersenyum dengan pertanyaan Azmi


"tidak apa apa ustadz biasa hanya ngambek saja, jangan jangan diambil hati dengan ucapannya tadi"


Anna sempat melihat pergerakan mereka dari arah kejauhan Azmi bertanya dengan Silla tapi Silla yang sedang kesal tidak menghiraukannya


"ohh"


Anna melanjutkan perjalanannya bersama Senja menuju motornya yang sudah dihuni Silla dengan wajah kesalnya


Anna dan Senja langsung tersenyum lebar saat sudah sampai didepan Silla yang sedang duduk diatas motornya


"apa?? gak usah membahasnya lagi aku lagi malas"


cerocos Silla yang sudah faham arah otak dua temannya tersebut


"iya iya sayang, ayo kita pulang sekarang, jangan ngambek lagi cantiknya ilang"


goda Anna Silla masih manyun tidak mau menanggapinya ia langsung memakai helmnya dan duduk dijob belakang membonceng Anna begitupun dengan Anna selesai memakai helm ia pun langsung duduk depan sebagai supir dan langsung menstater motornya menuju pesantren


**


"Ann beli es cream dulu yuk aku pengen"


ajak Silla yang sedang menginginkan es cream


"ayok kita cari mini market yang dekat dulu"


ucap Anna lalu mereka pun mencari mini market yang ada sambil celingak celinguk


setelah melihat mini market mereka pun langsung berhenti dan memarkirkan motornya dan masuk mencari apa yang dicari


setelah mendapatkan apa yang diinginkan Silla langsung tersenyum kegirangan seperti anak kecil ia meminta Anna duduk sebentar diteras mini market untuk menikmati es cream yang mereka beli sambil melempar canda


tiba tiba motor Azmi berhenti juga dimini market tempat Silla menikmati es creamnya seketika Silla mematung ditempat menunduk tidak berani menatap atau menyapa Azmi dan Fatih hanya Anna yang menyapanya senjenak setelah mendapatkan anggukan dari dua ustadz tersebut Anna kembali menikmati es creamnya dan menoleh kearah Silla yang masih mematung sampai dua ustadz masuk kedalam mini market


"Sill kamu kenapa?? mala bengong gitu?? es cream mu meleleh tu gak dimakan makan"


Anna menepuk bahu Silla hingga tersadar


"ayo pulang sekarang Ann"


rengek Silla tapi ditolak Anna


"nanggung es creamnya Sill, habisin dulu mubadzir tau"


Anna ingin menghabiskan es cream yang dibelikan Silla untuknya


ya Silla membeli es cream dua satu untuknya dan satunya untuk Anna


"ayo Ann, buang aja "


rengek Silla kembali ia sudah malu dan tidak enak hati pada Azmi yang tadi diketusin


"Sill sayang ini"


Anna menunjuk es creamnya merasa sayang untuk dibuang karna dipesantren tidak diajarkan untuk membuang buang makanan


"udahlah ayo"


Silla menarik narik tangan Anna yang masih duduk dikursinya

__ADS_1


Silla kembali mematung saat pintu mini market terbuka dan yang membukanya adalah Fatih dan Azmi Sila kembali terdiam membisu bingung harus melakukan apa ia salah tingkah sendiri saat matanya dan mata Azmi bertemu satu sama lain Azmi pun yang tidak sengaja matanya bertemu langsung menunduk tidak berani menatapnya kembali


"belum pulang kalian berdua??"


tanya Fatih membuka obrolan lebih dulu sebenarnya ia senang bisa melihat Silla dari dekat tapi ia masih tau batasan


"bentar lagi Gus"


Anna yang menjawab pertanyaan dari Fatih karna Silla masih diam membisu


"langsung pulang ya?? jangan lama lama, masih banyak kegiatan yang menanti kalian"


Fatih mengingatkan karna nanti malam acara lomba maulidurrosul yang akan diselenggarakan diaula pesantren yang mengikuti setiap santriwan santriwati yang mewakili nama kamar masing masing


Anna dan Silla mengangguk mengerti


Azmi dan Fatih langsung menuju motornya dan berlalu dari dua gadis tersebut


tidak lama Silla dan Anna pun beranjak meninggalkan mini market dan kembali pulang kepesantren


**


sampai dipesantren mereka bergegas masuk kekamarnya yang sudah disambut teman sekamarnya dengan senyuman manisnya


Anna dan Silla pun ikut tersenyum disambut temannya


"alhamdulillah kalian pulang"


ucap Rosita dengan senyum mengembang dan memeluknya


"mbak Silla mb Anna akhirnya kalian pulang juga ini minum dulu"


Azizah menyerahkan minuman pada Silla dan Anna dengan sangat perhatian


"oh my baby thankyou so much"


Silla senang Azizah begitu perhatian dengannya ia pun memeluk adik kelasnya tersebut dengan penuh kasih sayang


"sambil rebahan kita bahas untuk penampilan kalian nanti malam"


tiba tiba Ismi ketua kamar Zaenab masuk dan mengatakan akan acara maulid nanti malam yang akan ditampilkan teman teman sekarangnya


mereka pun mengangguk dan mendengarkan semua arahan dari ketua kamar mereka


"paham semua anak anakku sayang??"


tanya Ismi selesai menjelaskannya


"paham bunda"


jawab semua teman teman sekamar dengan kompak


Ismi tersenyum puas karna penjelasannya didengarkan dan dipahami teman teman sekarangnya


"ok sekarang kita rebahan santai dulu, gak ada kegiatan sampai acara dimulai, manfaatkan kesempatan santai ini dengan baik anak anak untuk nanti malam"


Ismi mengingatkan yang dianggukkan kepala oleh semuanya kecuali Silla ia sudah menuju kealam mimpinya


"lah udah anteng aja ni anak"


Anna melihatnya sudah tidur sangat lelap


"kecapekan kali, sudah biarin saja Ann mungkin dia capek kuliahnya"


Rosita tidak ingin tidur Silla terganggu yang lain


"ya Ros dia kecapekan aku goda"


Anna tertawa mengingat kelakuannya saat dikampus mengusili Silla


Rosita dan lainnya mengerutkan alisnya penasaran akan apa yang terjadi dikampus mereka


"emangnya ada apaan sampai Silla kamu usilin Ann??"


tanya Rosita ingin tau


"entar aja lah Ros ceritanya kalo ada orangnya, pokoknya seru dijamin kalian ketawa ngakak deh"


Anna belum ingin menceritakannya ia ingin meledek Silla lagi nantinya bersama teman temannya


"ahh mbak Anna main rahasia rahasian segala, gak asik ahh"


rengek Zahra teman sekamarnya ia duduk dibangku SMA adik kelas Azizah


"entar aja kalau acaranya sudah selesai aku ceritain, kalau cerita sekarang dan kalian godain dia nanti malam bisa ancur dia buat acaranya, biarkan mood nya bagus dulu saat masih acara, nanti setelah selesai baru kita bareng bareng godain dia"


Anna menyeringai akan sabar menanti semuanya selesai dan menggoda Silla dengan puas


"tapi aku pasti bisa tebak ini pasti ada hubungannya dengan si babang ustadz ganteng kita itu kan mbak??"


tebak Azizah dengan pikirannya karna ia dan yang lainnya selalu menggoda Silla dengan menyangkut pautkannya dengan para ustadz dipesantren yang naksir dengannya


"kepo"


jawab Anna masih belum ingin memberitahu


"udah ah istirahat biar nanti malam fress pas dilihat para juri dan para ustadz tampan"


lanjut Anna cengengesan lalu menutup matanya menuju alam mimpi bersama Silla


yang lain pun ikut istirahat ada yang ikut tidur ada yang hanya rebahan sambil mengobrol dan lain lain


**


malam pun tiba acara dimulai dari sambutan dan lomba pertama pidato mewakili kamar masing masing lomba selanjutnya berlanjut maulid yang mewakili kamar masing masing juga


dan tidak terasa setelah kamar UMI KULSUM dan UMI KHADIJAH sekarang saatnya kamar UMI ZAENAB menampilkan penampilannya diaula yang diselegarakan


Azmi dan Fatih melongo mendengar suara merdu Silla yang biasanya seperti macan ngamuk atau cempreng karna sering tertawa cengengesan bila membuka mulutnya kita seperti seorang artis yang membawakan suara emasnya dengan anggun


Azmi mengagumi setiap bait bacaannya membaca kitab maulid nasar dan setiap sholawat yang ia senandungkan hatinya berdebar kala mendengar suara merdu dari gadis yang diam diam ia kagumi gadis yang setiap doa doanya ia selipkan namanya ia agung agungkan namanya agar alla menjodohkannya kelak


tiba tiba ustadz Ilham menyenggol Azmi yang sedang asik melamun menatap penampilan Silla

__ADS_1


"bagaimana ustadz penampilan mereka?? mereka sudah selesai menunggu kita menilainya"


ucap Ilham sebenarnya ia kaget melihat Azmi melamun memandangi para santri yang tampil karna tidak biasanya seorang ustadz Azmi yang cuek jadi melamun seperti patung


__ADS_2