
mereka berdua benanr benar merasa terhibur dengan kekonyolan Silla tersebut
Umi Siti hanya geleng geleng kepalanya dengan tingkah dua anak muda yanga ada didepannya
Silla ngos ngosan sampai kamarnya ia sendiri tidak habis fikir dengan kelakuannya sendiri yang selalu ceroboh
"kebiasaan kamu Sill selalu yang paling akhir dan selalu lari lari kayak dikejar maling"
tegur Aisyah menggelengkan kepalanya dengan kelakuan temannya
"tadi sendalku ketuker sama ustadz Azmi Ais jadi aku balikin sendalnya dulu dan ambil sendalku"
Silla menjelaskan sambil ngos ngosan Aisyah dan yang lainnya mala menertawakan Silla
"tega kalian bukanya kasian sama aku mala ngetawain, teman gak ada ahklak"
cibir Silla kesal dengan temannya
"ya abis kamu lucu banget sih Sill sendal aja pake ketuker heran aku"
Rosita menggelengkan kepalanya sambil terkekeh
"gimananya ceritanya kamu tau sendalmu ketuker??"
tanya Anna penasaran jiwa kekepoannya kumat
akhirnya Silla pun menceritakan dari awal sampai masuk kekamarnya berlari
Silla semakin ditertawakan teman satu kamarnya karna mendengar ceritanya hingga dilerai oleh pengurus karna menganggu isrirahat santri lainnya
"apa sih yang kalian tertawain masih gelap juga ganggu yang lain tau gak??"
sentak pengurus yang bernama Ika ia terkenal galak pada santri yang lainnya
"maaf mbak"
ucap santri sekaramar dengan kompak
lalu pengurus bernama Ika pun pergi kekamarnya kembali
karna kamar Silla dan pengurus bersebelahan jadi apa yang mereka obrolkan dengan keras pasti akan kedengaran hingga terganggu jam istirahatnya
"kamu sih ketawanya kayak kuntilanak"
tegur Silla kesal
"abisnya kamu ngelawak Sill siapa yang gak akan ketawa denger cerita kamu"
Anna masih terkekeh menaggapi ocehan Silla
Silla merebahkan tubuhnya untuk memejamkan matanya tapi diganggu dengan Azizah teman sekaramarnya ia masih duduk dibangku SMA kelas 2
"mbak Silla mbak Silla kamu gak suka sama ustadz Azmi??"
celetuk Azizah menggoyang goyangkan tubuh Silla yang sudah berbaring
"apa sih kamu Zah ada ada saja kamu masih bau kencur juga merem biar gak kesiangan subuhnya"
tegur Silla kesal ia tidak mau menjawab pertanyaan adik kelasnya
"ye mbak Silla galak amat sih"
Azizah cemberut memonyongkan bibirnya ia pun kembali membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya untuk menyambut subuh tiba
adzan subuh berkumandang seperti biasa para santri bangun dan mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat berjamaah dimasjid pesantren
"mbak Silla ayo jawab pertanyaanku yang tadi mbak??"
Azizah masih merengek akan jawaban dari Silla ia duduk disebelah kanan Silla
"apasih Zah, masih dibahas aja"
keluh Silla kesal
mereka sudah selesai sholat dan masih berada dimasjid untuk berdzikir setelah sholat
"ada apa sih kok ribut ribut kalian berdua"
tegus Aisyah yang berada disebelah kiri Silla
Silla hanya diam saja tidak menjawab ucapan Aisyah
"ini mbak Ais tadi malam aku tanya apa mbak Silla suka sama ustadz Azmi tapi belum dijawab, aku kan pengen tau??"
rengek Azizah pada Aisyah
Aisyah terkekeh dengan apa yang ia dengar dari Azizah
"tuh Sill jawab adikmu kepo pengen tau??"
ledek Aisyah ia menahan tawanya karna masih dimasjid takut kena lerai dari pengurusnya
Silla hanya bersungut sungut mendengkus kesal memonyongkan bibirnya kesal dengan temannya
Aisyah dan Azizah tertawa dengan ditutupi mukenanya agar tidak keluar suaranya
hingga selesai semua santri pun kembali ke asramanya masing masing
"Sill jangan lupa sendalnya di cek dulu betul sendalmu bukan jangan sampai kamu salah lagi kayak tadi malam"
ledek Aisyah cekikikan
"apa sih kamu seneng banget bikin aku kesel"
keluh Silla masih memonyongkan bibirnya
ia pun melihat sendalnya dan mengecek agar tidak salah sendal lagi dikakinya
ia bernafas lega yang terpasang dikakinya sendalnya sendiri
"tunggu nduk??"
Umi Siti memanggil Silla saat ia hendak melangkahkan kakinya ia pun berhenti dan menoleh kesumber suaranya
__ADS_1
"ya umi ada apa ya??"
tanya Silla dengan sopan
"gak papa cuma mau tanya aja, gak salah sendal lagi kan kamu nduk??"
tanya Umi Siti
"gak Umi ini sendal saya sendiri"
jawab Silla ia pun nemeriksa kembali sendal yang ia pakai
"ya sudah kalau tidak salah alhamdulillah, jangan sampai kamu ditertawakan lagi sama ustadz Azmi dan ustadz Fatih, tapi kamu lucu nduk, umi suka sama kamu "
Umi Siti memberitahu wajah Silla memerah ia kesal ternyata dua ustadz tadi malam menertawakannya
"ya Umi, saya permisi dulu, terima kasih sudah mengingatkan saya"
jawab Silla berundur diri Umi Siti mengangguk tersenyum melihat punggung Silla yang semakin menjauh darinya
"ternyata itu perempuan yang bikin kamu tidak bisa mengalihkan pandanganmu Tih"
gumam Umi Siti tersenyum ia pun melangkahkan kakinya menuju kediamannya ia sering memergoki anak bujangnya yang diam diam memerhatikan Silla
"huft dasar ustadz edan seneng banget mereka nertawain aku, awas aja ya kalian berdua"
ancam Silla bergumam sendiri ia benar benar kesal mendengar Azmi dan Fatih yang ternyata menertawakannya sangking kesalnya Silla berjalan sambil menghentak hentakkan kakinya hingga kekamarnya
"lah kenapa lagi tu anak?? begitu modelnya??"
ucap Anna heran melihat kedatangan Silla dengan wajah yang manyun
"kamu kenapa Sill kayak bebek monyongmu??"
tanya Rosita cekikikan
"aku lagi kesel"
jawab Silla sewot
"kesel kenapa??"
Anna ikut kepo kuadrat
"ternyata ustadz edan itu pada ngetawain aku, gimana aku gak kesel coba, pengen banget aku bejek bejek mereka biar tau rasa "
keluh Silla ia menghentak hentakan kakinya sangking kesalnya tidak terima dengan Azmi dan Fatih
"ustadz edan siapa yang kamu maksud sayangku Silla??"
ledek Aisyah menahan tawanya melihat Silla masih kesal
"ustadz Azmi sama ustadz Fatih ternyata mereka berdua tadi malam ngetawain aku karna sendalnya kebawa aku, gimana gak kesel"
Silla mengaduhkan kekesalahannya membuat semua teman sekamar yang mendengar tertawa teebahak bahak, bagaimana tidak tertawa mendengar leluconnya bagi mereka moment langka karna hanya Silla yang mengalaminya
Silla semakin kesal dibuatnya
tapi ia ingat sesuatu yang lebih parah lagi matanya pun melotot sempurna kala ia mengingatnya iya masalah dia dipanggil Umi Siti saat akan diberitahukan bahwa sendalnya tertukar dan reflek jatuh dan berteriak mengatai Umi Siti setan ia pun lemas tidak menyangka dan tidak habis pikir ternyata dua ustadz tersebut menyaksikannya dari awal pertama ia malu tujuh turunan
Silla berbicara sendiri merutuki kelakuannya yang benar benar memalukan baginya
ia pun hanya melamun memikirkan langkah selanjutnya bila bertemu dua manusia yang menertawakannya tadi malam
"kamu kenapa Sill jadi diem gitu, kamu marah sama kami yang ngetawain kamu??"
Rosita memecahkan lamunan Silla yang terdiam dengan tatapan kosong
"pantas kalian tertawa ya apa lagi dua manusia itu yang lihat aku dari awal pasti lebih keras dari kalian"
tuduh Silla tapi memang adanya Azmi dan Fatih tertawa lepas tanpa beban dibelakang Silla melihat kekonyolannya
"emangnya ada kejadian apa lagi Sill??"
tanya Rosita penasaran
Silla menutup wajahnya dengan kedua tangannya membuat Rosita Anna dan Aisyah bertambah penasaran
ia pun mencaritakan awal mulanya ia semakin malu Rosita Anna dan Aisyah semakin tertawa lepas hingga perutnya sakit
"aduh Sill kamu itu kelewat konyol Sill, perutku sakit ketawa terus Sill, kelakuanmu benr benar deh Sill pantas mereka ngetawain kamu kami aja yang dengar doang gak lihat sampai sakit perut gimana dengan ustadz Azmi dan Gus Fatih munkin sampe mencret mereka ngetawain kamu Sill"
cerocos Anna berusaha menhentikan tawanya tapi sangat sulit
"tuh kan"
Silla semakin nelangsa mendengar ucapan Anna
"sudah gak papa anggap aja kamu bersedekah hiburan Sill mala dapat pahala kamu bikin orang lain tertawa, jangan sedih sayangku"
Aisyah berusaha mengihurnya walau ia pun ingin mengerem tawanya walaupun sulit
"iya Sill mereka kan hidupnya lurus tak ada beloknya gak papa kamu sedikit belokin gak dosa kok bikin tawa orang"
ledek Anna sambil mengusap air matanya terlalu bersemangat tertawa
"kalian sama saja"
Silla kesal
mereka pun memeluk Silla tanda kasih sayangnya
"maafin kami ya Sill yang selalu ngetawain kamu karna kekonyolanmu, terima kasih kehadiranmu membuat hidup kami jadi berwarna seperti pelangi"
ucap Rosita yang dianggukan yang lain masih dalam posisi memeluk Silla
Silla terharu mendengar ucapan teman temannya
"terima kasih ya kalian mau jadi temanku yang seperti ini aku sayang kalian"
jawab Silla setelah melepaskan pelukannya
Rosita mengusap air matanya dan Silla yang keluar dan mereka pun tertawa bersama
__ADS_1
"ayo ah kita siap siap bentar lagi ada pengajian yang akan dihadiri Abbah sendiri"
Rosita mengingatkan
mereka pun bersiap siap untuk kegiatan selanjutnya karna hari minggu semua libur sekolah jadi kegiatan diisi pengajian untuk warga sekitar dan para santri tersebut
selesai pengajian semua santri kembali di asrama masing masing tidak sengaja pas sedang memakai sendalnya Silla bertemu dengan ustadz Azmi dan Gus Fatih dan pandangan mereka pun bertemu tapi Silla melengos acuh tak acuh teringat kata Umi Siti mereka berdua menertawakan dirinya
Azmi dan Fatih yang menyadari gelagat berbeda Silla pun terperanjat mereka berdua salah tingkah masing masing dengan sikapnya acuh tak acuh yang biasanya bila bertemu ustadz mereka semua menyapa dengan mengucap salam dan tersenyum kali ini Silla hanya memandangnya sekilas dan dengan wajah dinginnya
"tu anak kenapa begitu ya lebih serem daripada kuburan"
gumam Azmi yang suaranya masih terdengar ditelinga Fatih
"iya ni stadz apa dia tau kita ngetawain dia semalam??"
tanya Fatih
Azmi dan Fatih melotot dan langsung beristigfar berulang ulang kali mengelus dadanya menyadari kesalahan masing masing
"astagfirullahal adzim ya allah"
suara mereka berdua bersahutan
Azmi dan Fatih jadi tidak enak hati dengan kelakuan diri sendiri mereka berjalan kekamar masing masing dalam kesunyian dengan pikiran masing masing memikirkan caranya meminta maaf atas kekhilafannya
"Gus Fatih maaf saya duluan ya assalamualaikum"
pamit Azmi sopan hendak berbelok kearah kamarnya
"ya ustadz mari saya juga permisi"
jawab Fatih pun demikian sopan
sampai dikamar Azmi membaringkan tubuhnya dilantai tanpa alas apapun dan rasanya begitu sejuk seperti di AC alami
ia termenung memikirkan bagaimana caranya meminta maaf ke Silla
"ehh ustadz sudah disini toh kirain masih berbincang sama Gus Fatih"
sapa ustadz Ilham masuk kekamar mereka bersama
karna Azmi masih termenung tidak mendengarkan ucapannya pun ia menggoyangkan lengan Azmi seketika Azmi kaget karna tubuhnya disentuh orang lain
"astagfirullah ya allah"
ucap Azmi mengatur nafasnya karna kaget
ustadz Ilhampun ikut kaget karna Azmi kaget
mereka sama sama beristigfar menenangkan perasaannya
"kamu kenapa ustadz saya panggil diam saja jadi saya pun menepuk lenganmu kamu mala kaget kayak lihat setan gitu, lagi ada masalah??"
ucap Ilham setelah tenang
"gak papa ustadz maaf saya sedang melamun jadi tidak dengar ustadz manggil, maaf ya ustadz bikin kaget ya??"
tanya Azmi tidak enak karna mengangetkan orang lain
"ya gak papa ustadz, lagi mikirin apa sampe segitunya, tumben??"
Ilham bertanya kembali
"bukan apa apa ustadz doakan saja semoga cepat selesai"
jawab Azmi tidak mau menceritakan permasalahannya ia akan malu sendiri dengan kelakuannya bila diketahui orang lain yang tidak tau masalahnya
ia tidak mau Silla terkena masalah kedepannya
"amin"
hanya itu jawaban Ilham ia pun ikut merebahkan tubuhnya disebelah Azmi berada
Azmi masih diam saja dengan pikirannya tidak jauh berbeda dengan Fatih ia pun hanya duduk ditepi ranjangnya termenung memikirkan langkah selanjutnya untuk meminta maaf pada Silla
"Nang lagi opo toh kok melamun ae, ada masalah??"
tanya Umi Siti yang kebetulan lewat depan kamar anak laki lakinya karna pintu kamar tidak ditutup jadi Umi Siti melihat anaknya sedang melamun
"gak ada apa apa kok Umi, Umi mau kemana??"
Fatih balik bertanya
"Umi mau masak untuk sarapan kita tapi lihat kamu seperti ada beban pikiran jadi Umi kesini dulu nengok anak Umi yang ganteng ini"
puji Umi Siti menghibur anaknya Fatih tersenyum dipuji sang ibunda tercinta
"Umi apa aku tadi malam keterlaluan ya sama gadis itu??"
tanya Fatih meminta pendapat Uminya ia bingung harus bagaimana menghadapi perempuan ngambek karna ia sendiri belum berpengalaman dan belum pernah menghadapi yang serupa begitu pula dengan Azmi yang sama sama belum mengerti mereka berdua kebingungan dengan sikap Silla yang acuh tak acuh tadi
"maksud kamu Nang??"
Umi Siti mengerutkan keningnya tidak mengerti apa maksud anaknya tersebut
"tadi malam Umi pas Fatih sama ustadz Azmi ngetawain gadis yang pake sendalnya ustadz Azmi satu itu"
Fatih memberitahu Umi Siti pun mengangguk mengerti setelah diceritakan anaknya
"ohh yang itu"
jawab Umi Siti manggut manggut
Fatih mengangguk mengiyakan
"apa aku keterlaluan Umi menertawakan seorang gadis itu??"
Fatih bertanya kembali kepada Uminya
"mungkin"
jawab Umi Siti
__ADS_1
"dia kan gadis remaja nak, ada orang lawan jenisnya yang sedang menertawakannya walaupun itu tidak sengaja pasti dia malu, apa dia marah sama kamu Fatih?? maafkan Umi nak tadi Umi mengingatkannya agar jangan ulangi lagi nanti bisa diketawain orang lain gitu, apa karna itu dia marah Nang??"
tanya Umi Siti memberitahu karna memang ia yang mengatannya ke Silla