Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
ustadz TANFAN


__ADS_3

Silla pun menolehkan kepalanya ke Rosita dan menghentikan jari cantiknya


"cita cita ku pengen jadi model terkenal Ros, tapi papa melarangnya mending jadi pembisnis atau kalau gak desainer biar bisa bikinin gaun untuk artis artis atau model gitu, akhirnya aku mikir mikir lagi dong ada benarnya juga yang dibilang papa jadilah aku ambil jurusan desain"


Silla cengengesan menceritakannya Rosita tesenyum mendengar celoteh temannya tersebut


"kamu anak yang nurut ya Sill??"


tanya Rosita ia masih memandang lekat wajah cantik Silla


"gak juga, aku sering ngibulin mama papa ku dengan alasan belajar kelompok atau bikin tugas bareng padahal akunya main nongkrong sama temen temen geng ku Ros, makanya aku sampe dimasukin kepesantren karna kenakalanku itu yang ketahuan"


Silla terkekeh dengan kelakuan masa lalunya tidak habis pikir dengan jalan pikirannya yang dulu suka main dan berbohong pada orang tuanya


"sekarang aku sudah sadar, aku ingin jadi anak sholeha nya mama papa yang bisa membanggakan kedua orang tuaku, doakan ya Ros"


pinta Silla tersenyum manis


"aminnnnn"


Rosita mengaminkan keinginan sahabatnya dengan senyuman yang juga manis


tidak lama


tidak lama Anna pun masuk kekamar


"bikin tugas apaan Sill?? emang ada tugas ya??"


tanya Anna yang melihat Silla sibuk dilayar laptopnya yang ditemani Rosita


"ngecek doang takut ada yang salah biar nanti kalau pas waktunya diserahkan gak mumet akunya"


Silla memberitahu matanya masih fokus dilayar


"aku juga ah cek juga biar gak keteteran nantinya"


Anna langsung mengambil dan membuka laptopnya dan mulai fokus dengan tugas kuliahnya


"mbak sambil ngemil biar mantap"


celetuk Azizah menyodorkan cemilan Silla dan yang lainnya tidak malu dan ragu ia menyuapi Silla dan Anna yang jarinya sibuk dengan keyboard didepannya Silla dan Anna pun tanpa sungkan menerima suapan dari adik kelasnya tersebut


"thank you"


ucap Silla dan Anna tersenyum menatap sekilas dan fokus kembali ke layar laptop


Rosita pun ikut menyuap cemilan milik Azizah dan membantu menyuapi Silla dan Azizah menyuapi Anna


mereka selalu akur dan saling bantu membantu satu sama lain tanpa membeda bedakan


keakraban satu kamar tersebut selalu membuat iri kamar yang lain yang melihatnya


tiba tiba mata Silla melotot melihat imail masuk dilaptopnya dengan cepat ia pun membukanya


"hay Silla aku dengar dengar dari Rania kamu tinggal dipesantren ya sekarang ?? semoga betah jadilah anak saleha untuk kedua orang tuamu"


isi pesan imail dari kakak kelas Silla waktu SMA yang bernama Malik yang diam diam ia kagumi


seketika Silla langsung jingkrak jingkrak kegirangan medapat pesan dari orang yang ia suka tiba tiba sarung yang selalu ia pakai pengganti rok ciri khas anak santri melorot hingga membuat dirinya dan teman teman tertawa dengan kelakuannya


hahahahaha


"ya allah Silla kamu malu maluin banget pake melorot lagi tu sarung untung pake lenging coba kalau gak hello kittymu udah kelihat itu"


Rosita tertawa dengan kelakuan Silla yang benar benar tidak ada anggun anggunnya sama sekali ia tau walau Silla wanita dewasa ia selalu memakai ****** ***** yang berkarakter hello kitty atau doraemon


Silla hanya nyengir ia pun membetulkan sarungnya kembali yang melorot sampai lantai


"mbak Silla apa gak malu pake hello kitty ?? kan udah besar??"


cetus Aida ia semakin tertawa saat mengetahui kartun kesukaan kakak kelasnya tersebut


"pantes semua warnanya berwarna pink dan merah kadang biru ternyata gambar kartun"


Azizah ikut menimpali ia menggeleng gelengkan kepalanya


"mama yang beliin, lagian aku juga suka kok, bodo amat dengan pendapat orang"


Silla menjawab dengan entengnya ia benar benar tidak pernah peduli dengan pendapat orang lain akan dirinya


dikamar para ustadz Azmi termenung mengingat perkataan kedua orang tuanya untuk cepat melamarnya agar terhindar dari zina tapi mengingat ucapan adiknya agar lebih berusaha karna ia lihat Silla nampak biasa saja seperti orang tidak mempunyai perasaan terhadapnya


huft


Azmi menarik nafasnya lalu menghembuskannya perlahan


"kenapa sampai begitu ustadz nafasnya??"


Ilham heran melihat Azmi seperti orang banyak pikiran dengan menghela nafas ia baru saja masuk kamar dan mendapati Azmi sedang berbaring termenung


"bukan apa apa ustadz"


jawab Azmi tersenyum menoleh ke Ilham yang hendak membuka lemarinya


"ustadz pernah diminta untuk menikah tidak sama keluarga?? atau dijodoh jodohin gitu??"


tanya Ilham ia duduk disebelah Azmi merebahkan punggungnya didinding tembok


Azmi menoleh dan bangkit dari tidurnya ikut duduk bersandar seperti Ilham


"apa ustadz sedang dijodohkan oleh keluarga??"


tanya Azmi menatap serius Ilham mengangguk mengiyakan


"terus apa ustadz mau??"


tanya Azmi lagi


"belum tau kata bapak ibu suruh bertemu dulu kalau cocok lanjut kalau gak ya sudah, tapi kalau nolak gak enak sama perempuannya"

__ADS_1


Ilham curhat dengan Azmi ia bingung harus bagaimana


langsung tolak takut mengecewakan orang tuanya bila ketemu dan tidak sesuai keinginan kasian perempuannya ia benar benar bimbang dan bingung


"apa ustadz tau siapa yang akan dijodohkan dengan ustadz??"


tanya Azmi


"belum pernah"


jawab Ilham yang belum tidak tau menau tentang perempuan yang akan dijodohkan dengannya


"cari taulah sekarangkan banyak perempuan main sosmed jadi kita akan tau seperti apa dirinya"


saran Azmi karna ia juga terkadang menyelidiki wanita yang akan dijodohkannya lewat sosmed tersebut jaman sekarang semua serba canggih dan gampang tidak sulit menemukan seseorang yang diinginkan


"coba nanti aku cari tau ustadz tadi ibu sempat memberi tahu namanya mudah mudahan ketemu dan aku dapat mempertimbangkannya nantinya"


ia menyetujui saran dari Azmi ia pun merasa lega setelah menceritakan masalahnya


"ustadz sedang memikirkan apa??"


tanya Ilham yang melihat Azmi terdiam kembali ia pun penasaran akan Azmi yang biasanya tenang dan kini seperti memikirkan sesuatu


"bukan apa apa, aku cuma berharap allah akan menjodohkanku dengan wanita yang aku suka, aku akan menunggunya sampai dia siap q lamar"


Azmi tersenyum saat mengucapkan kata kata tersebut Ilham pun ikut tersenyum


"apakah wanita tersebut dari kalangan pesantren ini?? sepertinya ustadz sudah begitu mengenalnya"


Ilham penasaran akan wanita yang sudah berani mengetuk hati Azmi yang sangat tertutup tersebut


"rahasia, doakan saja semoga kami berjodoh"


jawab Azmi tidak mau memberitahu akan identitas wanita yang ia taksir


"aminnn"


Ilham hanya mengaminkan harapan sahabatnya tersebut


"lagi pada ngapain?? seru banget gak ngajak ngajak??"


tiba tiba Salman nongol dari pintu kamar ia pun ikut duduk bersama mengobrol bersama Azmi dan Ilham


"ngomongin jodoh?? kapan kamu ketemu jodohmu ustadz?? ustadaz Ilham bentar lagi akan bertemu jodohnya??"


Azmi tersenyum memberitahu


Salman pun tersenyum senang mendengar kabar baik dari Ilham


"wahhh alhamdulillah kapan ustadz acaranya jangan lupa loh undangannya??"


ledek Salman ia senang ada temannya yang laku


"belum ketemuan ustadz rencananya mau cari tau dulu baru memutuskan iya tidaknya, doakan saja ustadz semoga jodoh"


Ilham tersenyum meminta doa pada teman temannya Azmi dan Salman mengaminkannya


"enak Sill, yang dibawain mamamu"


puji Aisyah menyuap kue dari Silla yang dibawa orang tuanya


"alhamdulillah kalau kalian suka, ini kue langganan aku dijakarta"


Silla memberitahu


"nanti pas liburan kita main bareng ya?? aku akan mengunjungi kalian kerumah nanti gantian ya?? kapan ya liburannya??"


tanya Silla yang belum tau


"ya elah Sill baru aja kamu masuk masih beberala bulan udah mikirin liburan aja, masih lama kali"


cibir Anna gemas dengan temannya tersebut Silla cengengesan


"udah kangen rumah, kangen kasur empukku kangen tivi ku kangen cafe cafeku"


Silla masih cengengesan ia ingin bertemu teman teman SMAnya dan nongkrong bersama


"sabar masih lama soalnya"


ucap Aisyah ia tau Silla merindukan suasana rumah


"ya aku akan sabar, nanti kalau aku dirumah, aku mau ngemol mau jalan jalan nongkrong rebahan dirumah ahh pokoknya mau aku puas puasin sebelum kembali kesini"


celoteh Silla semangat empat lima membuat yang kain tertawa


"otakmu jalan jalan mulu sih Sill heran aku sama kamu"


celetuk Aisyah gemas


"ya habis aku disini hanya ngaji ngaji ngaji dan ngaji bosen tau, gak ada hiburan lainnya"


Silla mengeluarkan unek uneknya


"kan banyak hiburannya Sill kamu sih gak mau menikmati pemandangannya"


Anna memberitahu


"hiburan apaan?? pemandangan apa emang?? aja aja saja mana ada dipesantren hiburan, hiburannya cuma kitab"


Silla sewot


"para ustadz ustadz tampan lah Sill emang apa lagi, itu hiburan kami disisni bisa memandang para ustadz tampan yang membahana dan mempesona, cuci mata cuci mata"


Anna menaik turun kan alisnya ia terkekeh dengan ucapannya sendiri Silla manyun kesal selalu mengait ngaitkan para ustadz tersebut setiap kali berbincang


"gak usah manyun, aku doain jodohmu salah satu ustadz TANFAN dipesantren ini hahahhaha"


Aisyah tertawa besar yang diikuti lainnya senang menggoda Silla

__ADS_1


"kebiasaan"


dengkus Silla ia masih memanyunkan bibirnya kesal dengan teman temannya


"Ros apa kabarnya Gus Fatih?? sampai mana perkembangan kalian berdua??"


Aisyah penasaran akan kisah Rosita dengan Fatih


"baik, gak kemana mana masih tetap sama aja"


jawab Rosita dengan entengnya


"gak ada pedekate gitu?? gak asik ahh"


Anna menimpali


"tapi Ros Gus Fatih kalau dirumah gimana orangnya?? ramah gak?? yang jelas lebih kerenkan kalau didalam rumah"


lanjut Anna penasaran akan kehidupan sehari hari Fatih didalam rumahnya


"ya gitu, emang gimana?? orangnya kan emang ramah dari sononya"


jawab Rosita apa adanya karna yang ia lihat Fatih memang ramah senyum


"pernah deketin kamu gak Ros??"


tanya Aisyah kepo tingkat dewa


"ya gitu gitu aja seperti kalian kok gak ada yang spesial"


Rosita jujur


"gak asik banget sih kamu Ros, kirain ada adegan bucin bucin gitu kek kan biar semangat denger ceritanya"


Anna gemas dengan Rosita yang mempunyai perasaan terhadap Gus nya tapi biasa biasa


"ya mau gimana lagi orangnya begitu"


jawab Rosita lemas Anna dan Aisyah pun ikutan lemas tidak ada cerita yang spesial


"berarti yang spesial cuma mbak Silla doang ya mbak??"


celetuk Azizah yang sejak tadi jadi pendengar setia mereka


Silla dan yang lainnya pun menoleh kearah Azizah menatap tajam dirinya ia jadi mengkirut ditatap kakak kelasnya tersebut


"maaf mbak gak bermaksud.."


Azizah cengengesan takut kena semprot


mereka pun tersenyum kecuali Silla ia mala memasang muka kesalnya karna tau setelah ini dia yang akan jadi bahan candaan teman temannya


"benar kata kamu Zah diantara kita hanya mbak mu Silla yang punya cerita spesial sampai bikin kita jungkir balik"


Aisyah terkekeh mengingat semua kekonyolan Silla


"ya, ada sendal ketindihlah ilanglah lari lari dikejat setan lah ngatain ustadz setanlah dan banyak lainnya"


Anna tertawa melihat wajah Silla yang sudah manyun seperti anak monyet minta susu dari induknya


"kamu tau gak Sill diantara para santri yang lain cuma kamu yang banyak tingkah, ada aja kelakuanmu apa lagi selalu menyangkut para ustadz"


Rosita cekikikan


Yang lain mengangguk membenarkan perkataan Rosita


"apa lagi sampe berani ngatain Gus Fatih setan"


Aisyah melanjutkan mereka pun tertawa besar hingga dapat teguran dari kamar lainnya karna menganggu ketenangan teman lainnya


"kalian bisa gak sih gak tertawa sampe segitunya, berisik tau"


cetus teman kamar sebelah yang bernama Melati ia kuliah dikampus yang sama dengan Aisyah


"maaf kelepasan"


Rosita yang menjawab meminta maaf mewakili teman temannya


"kamu juga mentang mentang gak sekolah dan santai ketawanya kayak dihutan mengganggu aja"


Melati mengatai Rosita entah apa yang membuatnya selalu tidak suka dengan Rosita


"hey jaga mulutmu ya jangan seenak jidat ngatain orang gitu, dia kan udah minta maaf, apalagi yang kamu inginkan"


Silla tidak terima Rosita dihina orang lain


"udah deh Mel gak usah cari gara gara kenapa, ok kami minta maaf kalau kamu dan teman teman terganggu dengan kami, kami akan intropeksi diri lagi, maaf ya Mel"


Aisyah ikut meminta maaf karna tidak mau ada perdebatan dengan yang lain


"kamu juga Sill mentang mentang cantik banyak yang naksir suka cari muka dipara santri putra dan para ustadz, biar apa?? biar tambah terkenal??"


cibir Melati yang belum puas ingin mengata ngatai teman lainnya ia sudah lama iri dengan Silla yang cantik dan banyak yang mengangumi termasuk para ustadz ia kesal setiap para ustadz hanya memandang Silla seoarang


"maksud lu apaan ngomong gitu?? perlu disaring ya mulutmu itu??"


Silla tidak terima ia maju ingin menghapi Melati yang tidak bisa jaga bicaranya tapi baru selangkah maju Silla dicegah Rosita dan yang lainnya


"jangan Sill"


pinta Rosita kepalanya menggeleng tanda tidak boleh bikin masalah Anna dan Aisyah mengelus ngelus pundak Silla menenangkan agar tidak terbawa emosi


Silla mengehela nafas berkali kali menahan emosinya


"apa?? mau berantem ayo?? kamu pikir aku gak berani mentang mentang kamu cantik banyak yang ngefans?? hahh??"


Melati mala menantang Silla


"Mel udah dong jangan bikin ribut nanti kena takzir, udah biasa kok mereka gitu gak papa, biarin aja gak terlalu mengganggu banget kok"

__ADS_1


teman sekamar Melati yang bernama Rani menenangkan


__ADS_2