Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
masih ingin menikmati hidup


__ADS_3

"aowww sakit aduhh lepasin gak"


rengek Santi kesakitan Silla memrlintir tangan dengan kuat hingga merintih kesakitan


Anna dan yang lain melongo melihat keberanian Silla terhadap kakak angkatan yang populer sekampus tersebut


Santi dan kawan kawan terkenal cantik dan banyak yang mengaguminya ia juga terkenal suka mendekati cowok cowok ganteng termasuk Fatih yang ia dekati saat ini


"Sill udah lepasin Sill kasian dia kesakitan"


bujuk Viona berusaha agar Silla mau melepaskan tangannya dari Santi


"ya Sill lepasin ya?? Silla ??"


Anna ikut membujuk Silla mala memelototkan matanya kearah Anna dan Viona mereka berdua kaget dan menciut tidak berani melerai kembali


"aku takut Ann lihat tatapan Silla yang begitu"


bisik Viona pada Anna


"aku juga Vi baru kali ini dia kayak gitu"


Anna ikut berbisik mereka berdua bingung harus melerai seperti apa lagi akhirnya ia pun pasrah dengan kelakuan Silla


"kalau sampe aku lihat kamu ganjeng sama pak Fatih lagi jangan harap tanganmu masih bisa berfungsi"


ancam Silla melepaskan tangannya dengan kasar hingga Santi terpental kebelakang


" dan satu lagi jangan libatin orang lain dalam urusan kita berdua kalau kalian mau selamat "


lanjut Silla dan akhirnya ia pun masuk kekelasnya untuk menenangkan diri


"Sill mau kemana??"


Anna dan lainnya mengejar Silla yang berlalu duluan


"gimana aku gak kesal coba lihat tu cowok juga main senyum senyum segala kalau sampai Rosita lihat bakalan hancur hatinya, kesel aku"


Silla menggerutu sendiri ia kesal dengan Fatih karna menanggapi Santi yang sengaja menggodanya


"Sill kenapa sama kamu?? kok marah banget gitu lihat Gus Fatih sama mbak Santi itu, ada apa sih Sill sebenarnya?? cerita dong??"


Anna bingung dengan satu temannya tersebut ingin menanyakan lebih dalam takut kena semprot


"entar aja aku ceritain kalau sudah sampe pondok"


jawab Silla memberitahu ia tidak ingin temannya mengkhawatirkan dirinya Silla tau Anna ingin menanyakan perihal sikapnya tapi ia sendiri belum ingin menjelaskan apa yang terjadi


Anna mengangguk dan memutuskan kembali kekelasnya


tidak lama pelajaran selanjutnya pun dimulai hingga selesai


"kamu gak mau kekantin Sill??"


tanya Senja selesai membereskan buku bukunya


Silla hanya menggeleng tanda tidak ingin pergi


"ya sudah aku kekantin mau beli cemilan dulu, apa kamu mau titip sesuatu??"


tanya nya lagi


"gak usah aku tunggu Anna diparkiran aja, oh ya Nja nanti kalau geng yang tadi berani gangguin kamu atau yang lain jangan takut ngomong sama aku ya?? biar aku kasih pelajaran ke dia biar gak songong"


perintah Silla santai


"Sill apa kamu dulu di SMA kayak preman gitu?? berani gitu sama kakak kelas atau yang lain??"


Senja kepo melihat keberanian Silla tidak biasanya


"aku udah biasa ngadepin yeng begonoan Nja dulu aku sering dilabrak sama kakak kelas hanya karna pacarnya naksir aku, dulu aku gak berani sampai kena bullyan dan akhirnya aku ngadu ke mama kata mama suruh lawan aja gitu, gak usah takut akhirnya aku lawan deh mereka sampai semua gak berani lawan aku"


Silla menceritakan kisahnya saat masih pelajar


"berati kamu dulu preman dong Sill berani ngelawan gitu"


Senja semakin kepo dengan kehidupan masa lalu Silla


"gak juga, kalau ada yang cari gara gara ya aku lawan, soal tadi aku belum mau cerita ke kalian nanti saja aku ceritain kalau sudah waktunya ok "


jawab Silla santai mereka berdua pun keluar dari kelas, Silla menunggu Anna diparkiran motor dan Senja menuju kantin untuk membeli cemilan


Azmi yang masih mengantar jemput Fatih pun menunggu diparkiran motor tidak terlalu dekat dengan Silla berada


Azmi memandang Silla yang sibuk membaca buku duduk diarea parkir yang tersedia kursi panjang disana


tiba tiba Silla didekati oleh seorang mahasiswa yang sedang menggodanya


"hai cantik kenalan dong kamu yang tadi berantem sama Santi kan ya??"


tanya seorang mahasiswa yang bernama Arif


Silla masih cuek tidak menanggapinya


"sombong amat sih cantik, gak salah juga sih kalau kamu ngelawan Santi yang begitu modelnya, aku salut sama kamu"


ucap Arif memegang bahu Silla


Silla hanya melirik dan menatap tajam Arif


Azmi yang melihatnya langsung turun dari motornya hendak menolong Silla tapi ia terperangah melihat ekpresi dingin Silla


"lepasin tangan kotor kamu ya kak??"


ucap Silla dengan dinginnya


"jangan galak galak cantik"


Arif hendak mencolek dagu Silla tapi dengan cepat Silla memelintir jari Arif tersebut hingga merintih kesakitan

__ADS_1


Azmi semakin terkejut melihat aksi Silla yang pemberani


"gila nih cewek bikin takut aja"


gumam teman Ariftersebut


Azmi takut Silla kenapa napa akhirnya ia pun datang menghampiri Silla yang sedang menghadapi dua pria tersebut


"hentikan kalian jangan ganggu perempuan"


Azmi mencoba menghentikannya


Silla dan dua pria tersebut pun menoleh kearah Azmi


Silla pun melepaskan tangannya dengan kasar


"siapa lagi nih, gila masih sakit,patah gak ya jariku ini"


Arif mengibas ngibaskan tangannya yang kesakitan


"tolong jangan menyentuh perempuan sembarangan yang bukan muhrim kalian"


tegur Azmi dengan sopan


ia tidak ingin membuat keributan ditempat umum


"kamu siapanya dia?? kalau mau ceramah jangan dikampus dimasjid sana"


cibir Arif sewot ia tidak terima dan tidak suka dengan kedatangan Azmi menganggu dirinya Arif masih ingin menggoda dan menaklukan Silla ingin mempermalukan Santi yang menolak cintanya


"saya tau mas, tapi maaf dia santri saya jadi saya tidak mau dia kenapa napa, maaf"


Azmi masih sopan menanggapinya


"owchh santrinya tohh, tapi cakep juga"


Arif masih ingin bermain main dengan Silla dan Azmi tersebut


"pergi kalian jangan ganggu aku"


ucap Silla masih memasang ekpresi dinginnya


ia tidak suka ketenanganya diganggu siapapun


"ni cewek daritadi mukanya begitu gak ada senyum senyumnya Rif mending kita pergi aja lah ya, jangan bikin keributan disini"


teman Arif memberi saran agar menghentikan semuanya


"tapi gue masih penasaran sama ni cewek bro dia bisa buat dipamerin ke Santi sialan itu yang udah berani nolak gue"


jawab Arif berbisik


"udahlah bro gampang kapan kapan saja dia kuliah disini jadi masih banyak kesempatan deketin ni cewek"


teman Arif membujuk


Silla yang tidak sabar mendengar percakapan dua pria didepannya pun melotot tajam dan mengusirnya agar cepat pergi dari hadapannya


ucap Silla menggertak Arif dan temannya tersebut agar cepat pergi


Arif dan temannya tambah kaget mendengar ucapan Silla yang adalah seorang anak mafia ia pun takut dan akhirnya pergi


"gila anak mafia Rif bisa dibunuh kita kalau macam macam sama tu anak"


ucap teman Arif yang mendengarnya tadi


"he'em pantes auranya begitu padahal cantik banget gak kayak anak kampus sini busem semua hanya dia yang menyala ternyata anak seorang mafia"


Aris menggeleng gelengkan kepalanya ia berfikir Silla benaran anak seorang mafia padahal kenyataannya ia hanya anak seorang pembisnis yang sukses mafia yang diucapkan Silla hanya untuk menggertaknya saja agar tidak menganggunya kembali


"kamu tidak apa apakan?? kenapa gak nunggu dikelas saja biar aman"


ucap Azmi sopan pada Silla yang menundukkan kepalanya


"tidak apa apa ustadz biar cepat saja"


jawab Silla masih tertunduk tidak berani menatap wajah tampan Azmi


Azmi tersenyum dan mengangguk


"ya sudah saya temani disini tapi maaf jaraknya jauh gak papa ya takut menimbulkan fitnah"


ucap Azmi lagi Silla hanya mengangguk mengiyakan dan mereka duduk dengan jarak 10 meter dari tempat duduk masing masing


Fatih keluar lebih dulu dari mahasiswanya dan langsung mendapati Silla dan Azmi sedang duduk dengan jarak yang jauh tapi ia tidak berpikir apapun tentang keduanya ia pun menghampiri Silla lebih dulu daripada Azmi


"maaf menganggu sebentar waktunya"


ucap Fatih berdiri didepan Silla yang duduk membaca bukunya ia pun menegakkan kepalanya ke Fatih yang ada didepannya dengan wajah datarnya


"terima kasih sudah membantu mengusir mahasiswa tadi, mungkin kalau tidak ada kamu saya masih diganggu, sekali lagi terima kasih"


Fatih mengucapkan terima kasih pada Silla yang telah membantunya dari Santi ia tersenyum menatap wajah polos Silla tanpa make up cantik natural karna memang dasarnya Silla memang cantik dari pabriknya


Silla hanya mengangguk masih dengan ekpresi datarnya


tidak sadar Azmi memerhatikan keduanya yang sedang mengobrol ada yang terbakar dihati Azmi tapi ia dengan segera beristigfar untuk menenangkan hatinya agar dijauhkan dari godaan setan yang akan mengganggunya


Anna dan Viona yang hendak menghampiri Silla pun mengurungkan niatnya ia ingin menguping pembicaraan mereka tapi takut ketahuan akhirnya Anna dan Viona hanya memandangnya dari jauh meminta penjelasan nanti dari Silla


Anna melihat wajah murung Azmi yang sedang memandang lekat Silla dan Fatih tersebut


"itu beneran ustadz Azmi tumben wajahnya ditekuk gitu?? masak iya??"


gumam Anna menggantung ucapannya tidak ingin melanjutkannya ia pun menghela nafas ia berfikir Azmi naksir dengan Silla sedangkan Silla naksir Fatih dengan perihal kejadian tadi menegur Santi


"ya sudahlah, mungkin emang aku gak laku sama cowok cowok ganteng itu"


gumam Anna mencoba menerima basibnya yang tidak secantik Silla

__ADS_1


selesai berucap dan mendapatkan anggukan dari Silla Fatih pun datang menghampiri Azmi yang duduk dimotornya dengan senyuman mengembang


"ayo ustadz saya sudah selesai terima kasih sudah mau jemput saya"


Fatih masih dengan senyumannya yang manis orang yang melihatnya pasti akan terpesona


"ya Gus"


jawab Azmi berusaha tersenyum


ia berpikir Fatih senang bertemu dengan Silla dan mengobrol dengannya


Fatih masih tersenyum ia senang dapat melihat Silla walaupun dia memasang wajah datarnya dengan membantunya tadi mengusir santi ia menerjemahkan bahwa Silla juga menyukainya


padahal yang sebenarnya dirasakan Silla ialah teringat Rosita yang menyimpan perasaan terhadapnya


"Sill ngomong apa kamu sama Gus Fatih?? kamu nembak dia ya?? kenapa muka dia senyum senyum gitu?? dia nerima cintamu kan Sill??"


Anna membrondong banyak pertanyaan ke Silla setelah Fatih berlalu


"nanya satu satu Ann pusing aku jawabnya, siapa yang nembak dia?? enak aja gini gini juga punya harga diri keles"


Silla tidak terima dikira dirinya yang menyukai Fatih


"aduh Sill gak usah ngeles kali aku setuju setuju aja kok kamu sama Gus Fatih, ya gak Vi??"


Anna meminta dukungan dari Viona


Viona pun mengangguk tanda setuju dengan pendapat Anna


"ya salam Anna sini duduk dulu aku kasih tau"


ucap Silla menarik Anna dan Viona untuk duduk bersama


"tadi Gus Fatih kesini cuma bilang terima kasih sudah membantunya ngusir dari cewek tadi gitu doang Ann gak ada apa apa lagi, lagian siapa yang nembak dia gila kali, gak ya"


protes Silla tidak terima dikira jatuh cinta dengan Fatih


"terus kenapa tadi dianya senyum senyum gitu??"


tanya Anna masih belum percaya kata kata Silla Viona pun mengangguk menutujui perkataan Anna


"ya Allah Anna senyum itu ibadah senam bibir emang ada yang salah dengan dia tersenyum?? lagian suka suka dia mau senyum apa enggak bukan urusan aku ya"


Silla mulai kesal dengan Anna yang tidak percaya dengannya


"nanti aku jelasin aja dipondok kalau sudah kumpul personelnya Ann, jangan sekarang, aku juga harus minta persetujuan dulu dari yang lain"


Silla memberitahu tapi tidak dijelaskan maksud persetujuannya apa membuat Anna semakin bingung


Anna dan Viona mengerutkan alisnya


"aku bukan personilnya??"


Viona menunjuk diri sendiri Anna dan Silla cengengesan melihat wajah kecewa Viona


"gak dianggap kamu Vi"


Anna cengengesan


"bukan gitu maksudnya Vi, ini urusan teman pondok, kalau kamu bestie kampus nanti juga bakalan aku dan Anna kasih tau kok tenang aja"


jawab Silla menjelaskan Viona mengangguk dengan wajah ditekuk


"gak usah ngambek entar aku kasih tau kok, aku janji yang penting dapet persetujuan orang yang bersangkutan aja dulu"


bujuk Silla merangkul dua temannya tersebut


"udah entar kita ceritain"


Anna pun ikut membujuknya Viona pun tersenyum karna tidak akan ada yang akan dirahasiakan dari dia


mereja pun memuskan untuk pulang masinga masing


"kamu yakin Sill gak ada yang spesial antara kamu dan Gus Fatih??"


tanya Anna lagi ditengah perjalanan menuju pesantren ia masih penasaran dengan apa yang ia lihat tadi dikampus


"gak ada Anna, jangan khawatir aku punya pria idaman sendiri yang jelas bukan Gus Fatih"


jawab Silla santai dijob belakang


Anna pun menoleh ke Silla yang tersenyum dibalik helm nya


"lihat depan aku masih ingin menikmati hidupku"


tegur Silla meluruskan kepala Anna yang menengok kearahnya


Anna terkekeh mendengar ucapan sahabatnya tersebut


"kirain udah bosen hidup Sill"


cibir Anna gemas ia pun fokus menyetir motor buntutnya sampai diparkiran pesantren saat turun dari motornya Anna dan Silla mendapati Rosita baru keluar dari rumah sang kyai yaitu rumah orang tua Fatih


Rosita langsung melebarkan senyumnya kala melihat dua sahabatnya sudah kembali kepesantren


Silla langsung lari kearah Rosita yang hendak menghampirinya begitupun dengan Anna


Rosita menyambutnya dengan senyuman manisnya


"alhamdulillah udah pulang kalian berdua"


ucap Rosita memeluk dua sahabatnya tersebut


"alhamdulillah Ros"


jawab Silla dan Anna kompak


"ehem dari situ ya"

__ADS_1


Silla menggoda Rosita mencolek colek daguya yang tersenyum malu


__ADS_2