Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
jangan pelit ngomong


__ADS_3

dan orang tua Silla pun menyambutnya dengan hangat


"maafkan Silla yang sering nakal atau bikin ulah kekalian semua ya nak"


ucap Clarissa dengan senyum


"tidak papa tante kami mala senang ada Silla ditengah tengah kita, walaupun bawel dia juga penyayang tante"


jawab Aisyah sopan


"kalian so sweet banget sih"


Silla dengan gemas memeluk teman temannya tidak malu didepan banyak orang


"Silla malu dilihat orang"


tegur Clarissa mama Silla ia senang anaknya ceria dan terlihat akrab dengan teman teman lainnya begitu pun dengan papanya


"biarin ma Silla tidak peduli"


celetuk Silla manja


"terima kasih nak sudah mau berteman dengan anak tante yang manja ini"


ia benar benar senang anaknya mendapatkan teman yang sangat baik dan penyayang


mereka pun mengobrol ringan dengan disertai canda ria sembari menunggu keluarga masing masing datang mengunjunginya


tidak lama keluarga Anna datang menghampiri anak gadisnya dan berkenalan dengan kedua orang tua Silla dan teman temannya


"Ann adikmu ada dua?? pasti seru banget punya saudara"


celetuk Silla gemas dengan dua adik temannya yang berusia 10 tahun dan 4 tahun Silla mengunyel unyel pipi adik Anna yang kecil dengan gemasnya ia tidak malu menciumi pipi adik Anna


"Sill jangan malu maluin dong masak kamu ciumin adikku sampe begitunya, lihat itu sampe bingung anaknya"


Anna heran dengan Silla yang begitu senangnya disuguhi anak kecil bisa dilihat begitu senangnya dia dengan adiknya tersebut


Aisyah dan Rosita hanya menggeleng melihat tingkah Silla


"maaf ya pak anak kami memang begitu, maklum anak tunggal tidak punya adik atau kakak"


ucap Wirawan papa Silla tidak enak hati dengan kelakuan anak gadisnya sangat kentara ingin memiliki saudara


"tidak papa pak, kami mala senang, anak banyak tipe ceria, saya senang malahan"


Subroto ayah Aisyah tersenyum


selang beberapa menit keluarga Anna dan dan keluarga Rosita pun datang bersama dan menghampiri anak masing masing dan berpencar mencari tempat duduk sendiri sendiri setelah bertegur sapa dengan keluarga Silla dan Aisyah


"pa jadi tidak beliin aku motor??"


Silla menagih kepapanya tentang tranportasinya


"kamu yakin mau naik motor sendiri sayang?? papa masih ragu dengan kemampuanmu, nanti kalau kamu nyasar atau kenapa napa gimana??"


Wirawan mengkhawatirnya putrinya yang suka sembarangan


"gak lah pa jalan kekampus doang udah hapal aku pa, beliin ya pa biar bisa naik motor sendiri kayak yang lain"


rengek Silla manja


"ya allah nak kamu masih manja saja, ingat umur sayang"


Clarissa gemas dengan anak gadisnya yang tidak pernah berubah selalu manja seperti anak kecil


"bodo amat ma yang penting Silla senang mama papa mengunjungiku"


Silla memeluk kedua orang tuanya bergantian ia tidak sadar ada sepasang mata yang memerhatikannya dari kejauhan


Azmi yang juga sedang mendapat kunjungan keluarganya pun sedang berbincang dengan kedua orang tuanya dan satu adik perempuannya yang dimana seusia dengan Silla tapi dia tinggal dirumah bersama kedua orang tuanya untuk membantu mengurus pesantren yang dikelola ayahnya Azmi memerhatikan Silla tanpa berkedip sambil tersenyum sendiri dan hal tersebut diketahui oleh keluarganya terutama adiknya yang bernama Khadijah


"abang mratiin siapa bang??"


tanya Khadijah ikut memerhatikan seperti kakaknya


Azmi sontak tersadar akan perbuatannya


"astagfirullahal adzim kamu ngagetin saja dek"


Azmi salah tingkah kepergok memerhatikan lawan jenisnya


"lah abang dari tadi diajak ngobrol abah dan kami senyum senyum gak jelas gitu kan kepo akunya"


protes Khadijah cengengesan


Azmi hanya tersenyum menanggapinya sambil mengelus kepala adiknya dengan penuh kasih sayang


"kalau naksir langsung dilamar saja Nang, wanita mana yang kamu taksir?? nanti Umma dan Abah bantu lamarkan "


tanya Umma Salamah lembut ia mengelus lengan anak bujangnya


"nanti saja Umma biarkan dia belajar dan siap dulu"


jawab Azmi sopan


"belajar setelah menikah kan juga tidak masalah Nang Umma pengen cepet cepet punya cucu dari kamu "

__ADS_1


pendapat Umma Salamah ia gemas dengan anaknya yang selalu menolak untuk dijodohkan pada beberapa wanita pilihan keluarganya


" sabar ya Umma doakan saja semoga allah menjodohkan kami, kalau jodoh tidak akan kemana Umma "


Azmi tersenyum selalu mengeluarkan jurusnya tersebut apa bila keluarganya ada tanda tanda akan mendesaknya untuk menikah


Ummanya langsung manyun bila anak bujangnya sudah mengeluarkan kalimat tersebut dan Abahnya hanya menggeleng melihat anak dan ibu yang selalu seperti itu


"bang kalau gak cepet cepet nanti diambil orang bang, apalagi kalau ceweknya cantik hemm, jangan nangis ya??"


Khadijah menjadi kompor untuk kakaknya agar bergerak maju kedepan meraih cintanya


kedua orang tuanya menertawakan Azmi kala matanya melotot mendengar ocehan adiknya mereka tau anak bujangnya sedang tergerak dengan ucapan adiknya kali ini, biasanya dia akan cuek tidak peduli kala adik perempuannya mengomporinya segala hal ke sang kakak


"udah bang gercep aja sana "


Khadijah masih menghasut sambil cengengesan melihat wajah tegang kakaknya


"astagfirllah ya allah Dijah"


Azmi tersadar kala akan kalut terhasut ucapan adiknya yang selalu seperti itu ia mencubit pipi chuby Khadijah dengan gemas


"sakit bang??"


keluh Khadijah Azmi dan kedua orang tuanya hanya tersenyum dengan keluhan Khadijah


"apa kamu takut ditolak nak??"


tanya Abdullah ayah Azmi penasaran setaunya anak bujangnya banyak penggemar dimana mana hingga tiap dijodohkan semua wanita langsung menerimanya tapi sayang anaknya yang selalu menolaknya dengan berbagai alasan hingga semua wanita kecewa dengannya dan patah hati


"tidak Bah, Azmi akan menunggunya saja dulu dia baru masuk kuliah tahun ini, mungkin dia masih ingin menikmati masa masanya dulu"


Azmi berpendapat sendiri dengan pemikirannya sendiri


"darimana kamu tau bang kalau kamu gak ngomong dulu sama orangnya?? apa kamu udah bicarakan sebelumnya??"


tanya Khadijah penuh selidik menatap lekat wajah ganteng kakaknya menunggu jawaban yang belum terjawab


Azmi bingung dan malu menjelaskannya hingga ia salah tingkah dan serba salah kala keluarganya menatap dan menunggu penjelasan darinya


"abang?? jangan bikin kepo semuanya bang??"


Khadijah menekan kakaknya agar mau membuka suaranya


"jangan salah paham dulu Umma Abah ini tidak seperti yang Umma dan Abah pikirkan, Azmi masih tau batasan Bah"


Azmi mencoba menenangkan kedua orang tuanya karna perubahan raut wajah mereka yang penuh selidik dan curiga


"Azmi tau karna sikapnya yang selalu cuek dengan semua lawan jenisnya Bah, dan Azmi berpikir seperti itu, hanya itu saja Bah, maafkan Azmi bila Azmi terkadang memerhatikannya, maaf Bah Azmi tidak akan mengulanginya lagi "


sesal Azmi ia takut mengecewakan kedua orang tuanya yang sudah mendidik dirinya sejak kecil atas perbuatannya


"maafkan Abah nak bukan maksud mengendalikanmu tapi lebih baik kalau kamu sudah mantap lamar dia urusan diterima tidaknya itu nanti yang penting kita sudah mengutarakan niat baik kita"


nasehat Abdullah ayah Azmi


Azmi hanya mengangguk paham walau hatinya dipenuhi berbagai macam pertanyaan


"bang kalau tidak tanya dulu saja bang sama anaknya mau gak dihalain biar nanti gak malu pas lamarannya??"


saran Khadijah


yang membuat kedua orang tuanya melototinya Khadijah hanya cengengesan menanggapinya


"sudahlah nanti saja Azmi pikirkan Ma Bah karna Azmi juga belum yakin dengan hati Azmi sendiri apa benar cinta atau hanya sebatas mengangumi karna tingkahnya yang berbeda dari wanita lain"


ungkap Azmi jujur ia tidak mau dicurigai lagi oleh keluarganya


"maksudnya bang??"


Khadijah kepo tingkat dewa ia penasaran dengan apa yang diucapkan kakaknya tersebut


begitu dengan kedua orang tuanya yang mulai tertarik cerita tentang Silla


dengan nafas berat Azmi pun menceritakan tingkah konyol Silla tempo hari yang membuatnya ingin tau lebih tentang pribadinya


Azmi bercerita dengan senyum mengembang dan sangat terlihat dari sorot matanya Azmi sudah jadi jatuh cinta dengan Silla hanya masih ragu dengan hatinya


keluarga tersenyum sesekali tertawa kala ceritanya lucu mereka senang mendengarkan cerita tentang kisah percintaan anak bujangnya yang entah kapan bisa disatukan


"kok lucu sih bang aku jadi pengen ketemu dengannya"


celetuk Khadijah masih terkekeh


"ya pantes anakmu jadi begini Bah ada hiburan gratis ternyata disini, semoga allah menjodohkan kalian berdua ya Nang"


Umma Salama mengelus kepala anak laki lakinya ia senang dapat melihat senyuman dan keceriaan anaknya yang jarang ia lihat biasanya Azmi selalu memasang muka datarnya seperti kulkas dua pintu dan jarang bicara bila tidak perlu dan penting


"jangan, biarkan saja dia bertingkah sesuka hatinya, jangan diganggu Dijah"


Azmi memberi peringatan Khadijah pun mengangguk mengerti tidak mau bikin marah kakaknya tersebut


"Umma Dijah beliin minum dulu ya diwarung"


Khadijah menawarkan dia ia sudah melesat ke warung depan pesantren tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tuanya begitu pun dengan Silla yang akan kewarung dimana Khadijah berada


saat mengetahui Silla juga ada diwarung Khadijah diam diam memerhatikannya tanpa sepengetahuan Silla

__ADS_1


Silla yang sedang asik mengambil cemilan tidak sadar sedang diperhatikan


"Silla jajan apa kok banyak banget??"


sapa santri putra yang bernama Rizky tapi Silla tidak memedulikannya ia sibuk dengan apa yang ia ambil


" aku yang bayar ya Sill gak papa, mumpung banyak uang akunya, suratku balas dong Sill aku menunggu loh"


Rizky masih berceloteh mendekatinya Silla dengan cepat menghindari Rizky yang berusaha mendekat


" Sill jawab dong jangan pelit ngomonnya, aku bayarin ya??"


Rizky masih berusaha mereka tidak sadar Khadijah dibelakangnya memerhatikan gerak gerik keduanya


"simpan uang jajanmu untuk sebulan kedepan dan jangan kirim surat surat lagi ke aku, nanti aku laporin kamu ke ustadz kalian "


ancam Silla dengan wajah datarnya ia kesal begitu banyak surat yang ia dapatkan dari santri putra untuknya dan tidak sekalipun ia membalasnya seperti biasa ia selalu membuat kertas setelah membacanya


Khadijah kaget melihat perubahan sikapnya yang tadi saat bersama keluarga dan temannya Silla terlihat manja dan humoris dan melihatnya kali ini berhadapan dengan lawan jenisnya ia memasang wajah datarnya


"cantik tapi ternyata galak juga"


batin Khadijah garuk garuk kepalanya yang tertutup kerudung


"mbak boleh aku dulu yang bayar hanya ini saja soalnya"


Khadijah mencari cela ingin tau ekpresi selanjutnya


"ah iya mbak silahkan"


jawab Silla sopan mempersilahkan Khadijah untuk membayar belanjaannya kepemilik warung


setelah membayar belanjaannya ia masih mematung dibelakang Silla yang sedang menghitung belanjaannya ia masih cuek dan tidak menghiraukan para santri putra yang menggodanya


"apa masih ada yang mau kamu bayar mbak??"


tanya Silla sopan ia masih nendapati Khadijah dibelakangnya karna yang ia tau sudah membayar belanjaannya


"ahh iya ini uangmu jatuh"


jawab Khadijah yang kebetulan melihat uang jatuh dilantai Silla pun mengerutkan alisnya tidak merasa kehilangan uang tapi ia tetap mengambilnya dan menyerahkan uang tersebut ke pemilik warung untuk menyimpannya untuk diberikan yang kehilangan uang tersebut


"mbak kok jajanannya banyak banget??"


tanya Khadijah sok akrab ia heran melihat dua satu kantong kresek besar yang dibawah Silla


Silla yng ditanya hanya cengengesan mereka berjalan bersama


"hehehe mau aku kasiin adik temanku mbak, biar mau nemplok sama aku"


jawab Silla jujur ia cengengesan akan ucapannya seketika Khadijah tertawa mendengar jawabannya


"kirain mau dibagi temen"


analisa Khadijah


"untuk teman ada kok, yang ini kau kasih keadik adiknya biar mau main sama aku, anak kecil kan seneng kalau dikasih jajan, mau ikut gabung gak??"


Silla mala menawarkan seketika Khadijah melotot kaget Silla yang dipelototin mala cengengesan


" jangan marah kalau gak mau gabung gak papa kok"


jawab Silla yang melihat perubahan ekpresi Khadijah


"bukan gitu maksudnya mbak, cuma heran aja, belum kenal kok udah ngajakin gabung aja kan gak enak"


Khadijah mengatakan maksudnya


"emang harus kenal dulu gitu?? kalau gak mau gabung atau bareng gimana mau kenal mbak?? ayo kalau mau gabung nanti aku kenalin keteman teman lain, kamu anak barukan ya, wajar sih masih malu malu meong gini, gak papa, jangan kayak aku suka malu maluin walau baru datang "


Silla terkekeh sendiri ingat kejadian awal datang


Silla mengira Khadijah santri baru dipesatren tersebut karna belum melihatnya sama sekali Khadijah mengerti maksud Silla yang mengiranya santri baru dengan percaya dirinya ia pun mengiyakan ajakan Silla


"ok deh tapi aku pamit dulu ya sama keluargaku takut nyari"


Lhadijah sudah melesat meninggalkan Silla dan ia pun melanjutkan perjalanannya menuju keluarganya bersam teman teman yang lainnya


"Umma Abah aku kesana dulu ya mau kenalan sama calon kakak ipar"


pamit Khadijah meminta izin pada kedua orang tuanya


"mereka pun mengerutkan alisnya bingung apa yang dimaksud anak perempuannya tersebut


"perempuan yang barusan jalan sama aku itu kan perempuan yang ditaksir abang??"


tanya Khadijah tanpa dosa Azmi langsung melotot ke adiknya yang memang benar adanya


"kata siapa?? sok tau??"


kilah Azmi yang seperti ketangkap basah ketahuan nyuri sendal teman


"tadi kan aku lihat bang, abang meratiin gadis itu, benarkan tebakanku??"


ucap Khadijah dengan bangganya Azmi hanya diam disaja bingung menjawab ucapan adiknya


"udah ah Dijah kesana dulu udah ditunggu orangnya"

__ADS_1


Khadijah langsung berlalu meninggalkan keluarganya untuk ikut bergabung bersama Silla dan kawan kawan


kedua orang tuanya hanya menggeleng dengan tingkah anak anaknya tersebut


__ADS_2