Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
setan kurang ajar


__ADS_3

"ya sudah terpaksa pake motor buntutmu ini Ann selama aku disini, jangan ngeluh ya selama ngantar aku ngampus"


Silla terkekeh dengan ucapannya sendiri ia tau banyak merepotkan teman temannya yang lain atas tingkahnya yang manja Silla kembali memakai sepatunya sampai selesai


"ayo gasken"


ucap Silla cengengesan


"kalau dipikir pikir selama ini kamu memang ngrepotin ya Sill?? tapi kenapa aku mala senang direpotin kamu?? aneh gak ??"


Anna herang dengan dirinya sendiri Silla selalu manja dengannya dan yang lain tapi tidak ada yang marah mala senang kadang menggodanya yang tidak pemarah mala akhirnya saling menggoda dan tertawa bersama


Silla cekikikan mendengar pengakuan Anna


"gak aneh kok, ayo berangkat"


mereka jalan bergandengan sampai parkiran motor dan langsung menaikinya sampai dijalan tiba tiba motor yang mereka berdua kendarai mogok ditengah jalan


"bentar Sill kayaknya ada yang gak beres deh sama motornya"


Anna menghentikan motornya dan menyuruh Silla untuk turun sebentar dan memeriksanya


"apanya yang rusak Ann?? kamu ngerti masalah mesin??"


tanya Silla yang melihat Anna sibuk memeriksa motornya Anna menggeleng tanda tidak tau


"terus kenapa kamu sibuk gitu coba kalau kamu sendiri gak ngerti"


tanya Silla terkekeh dengan temannya tersebut mereka pun tertawa bersama


"ayo kita dorong saja Ann sekalian cari bengkel terdekat"


saran Silla padahal ia tidak tau menahu tentang jalanan tersebut


"bengkelnya lumayan jauh Sill gak papa dorong motor masak cantik cantik dorong motor mogok"


Anna tertawa yang diikuti Silla


"gak papalah Ann daripada disini nungguin yang gak pasti ya kali ada yang mau nolong kita buntut lagi motor yang kita dorong"


Silla tertawa kembali sambil mendorong motor mogoknya


mereka mendorong motor sambil bercanda bersama tiba tiba ada motor yang berhenti disampingnya Silla dan Anna pun menoleh kearah motor yang berhenti


"kenapa motornya??"


ternyata Azmi yang sedang melintas akan mengajar kekampus dan mendapati mereka berdua sedang mendorong motornya Azmi tidak tega dan akhirnya berhenti hendak monolongnya


Silla hanya terdiam saja tidak berani berbicara ataupun menatapnya


"ini ustad motornya mogok"


yang menjawab Anna karna Silla tidak mengeluarkan suaranya


"bengkel sini agak jauh kasin kalian nanti telat ngampusnya pake motorku saja biar motor kalian saya yang bawa sekalian nanti tak bawa ke bengkel"


saran ustad Azmi agar mereka tidak telat karna kamus Silla dan Anna agak jauh dari kamus Azmi mengajar Azmi mengajar kampus yang sama dengan Aisyah


"gimana Sill??"


tanya Anna meminta persetujuan Silla temannya


"ya udah daripada telat iyain ajalah mayan motornya juga lumayan Ann daripada motor buntutmu"


celetuk Silla dibelakang cengengesan


Azmi yang mendengar ocehan Silla pun hanya tersenyum menggeleng


"ya sudah ustad kalau gitu saya pinjam motor ustad ya nanti kembalikan dipesantren saja"


ucap Anna sungkan


Azmi mengangguk dan mengambil alih motor Anna


"terima kasih ustad"


Anna berterima kasih dan menaiki motor milik Azmi


"Sill ayo katanya mau naik yang ini kenapa mala masih bengong disitu mau bantuin ustad Azmi dorong sampe bengkel"


cerocos Anna


"ehh iya kan mau naik yang itu, hehehe maaf"


Silla yang baru sadar pun akhirnya berpindah ke motor yang akan dinaiki


"saya permisi ustad terima kasih atas bantuannya"


ucap Anna lagi Silla hanya ikut tersenyum mengangguk saja


"iya hati hati kalian jangan ngebut kasian yang dibelakang nanti nangis"


ledek Azmi dengan wajah datarnya


Anna hanya tersenyum lalu menyalakan mesinnya dan berlalu dari Azmi


Silla yang mendengar melototi Azmi dari belakang Anna Azmi tersenyum melihat Silla kesal


ada yang beda dari diri Azmi yang bisa tersenyum hanya dengan melihat Silla


ia mendorong motor milik Anna masih dengan senyuman mengembang sampai bengkel dan meminta montir bengkel untuk memperbaikinya dan menuju kekampus untuk mengajar sampai kampus yang sudah telat karna mendorong motor Anna dan memasukkan kedalam bengkel senyuman Azmi masih terukir dibibirnya yang seksi membahana ia sendiri tidak mengerti ada apa dengan dirinya sendiri tapi Azmi tidak memusingkan akan hal itu


"tumben gak peluk peluk kayak pacar enak ya motornya??"


sindir Anna


"motornya agak lebar Ann gak terlalu berbahaya jadi gak terlalu takut takut amat lah"


kilah Silla memang motor Azmi tipe motor besar jadi nyaman untuk dikendarai

__ADS_1


"iya lah PCX gimana sih emang nyaman aku aja yang ngendarain nyaman nyaman aja kok"


Anna cengengesan yang diikuti Silla


"ustad Azmi baik ya??"


ucap Anna tiba tiba nemuji Azmi


Silla hanya diam saja tapi ia juga berfikir dan sempat terpesona dengan senyumannya


"Sill dengar gak sih aku ngomong apa??"


protes Anna karna Silla hanya diam saja tidak menjawab apa yang ia ucapkan


"jangan jangan kamu juga terpesona lagi sama ustad Azmi,ngaku gak ngaku gak?? klepek klepek juga kan kamu Sill??"


tuduh Anna satu jari tangannya menunjuk nunjuk ke wajah Silla dengan cepat menggigit jarinya pas didekat bibir Silla


"rasain lu heran aku sama kamu"


gerutu Silla Anna kesakitan jarinya digigit Silla sampai terlukis gigi Silla dijarinya


"kamu bener bener ya Sill sakit tau, ya allah ada gigimu loh Sill"


Anna mala cengengesan melihat lukisan gigi Silla dijarinya


"habis kamu ngeselin Ann nuduh aku yang gak gak, ya kali aku suka sama dia?? aku sadar diri dunia ku dan dia sangatlah berbeda Ann bagai langit dan bumi, aku bukan lefelnya Ann, ada ada saja kamu, ayo ah masuk"


lalu mereka pun masuk bersama kedalam kampus hingga jam pelajaran usai


"Sill ini kuncinya kamu saja ya yang kasih ke ustad Azmi ya?? jangan lupa bilang terima kasih"


perintah Anna tapi ditolak dengan cepat oleh Silla


"ogah banget, kamu saja sana"


Silla mala balik perintah


"cie cie cie yang udah mulai ngefans kang ustad gak mau ngembaliin kunci motornya takut dag dig dug ya?? takut gemeter ya?? "


ledek Anna ia sengaja menggoda Silla karna teringat ucapannya tadi


"paan sih gak lucu tau"


kesal Silla ia berjalan cepat meninggalkan Anna yang menyusulnya Anna cengengesan melihat wajah kesal Silla


"kalian baru pulang??"


tanya Maria pengurus pondok tersebut


"iya mbak kami baru saja pulang"


jawab Anna dan Silla


"ya sudah masuk gih bentar lagi ada kegiatan pengajian jangan bolos"


Maria memperingati keduanya


"kamu sudah pulang Ais??"


bisik Silla duduk bersebelahan bersama teman sekarangnya


"mayan setelah jam yang lalu lah, kalian baru pulang ??"


jawab Aisyah juga berbisik


"udah jangan ngerumpi kalau gak mau kena tegur ini"


bisiknya lagi lalu fokus dengan yang didepan mata seorang ustad yang sedang menjelaskan


Silla pun ikut menyimak apa yang disampaikan dengan sang ustad tersebut


"Sill tadi aku lihat ustad Azmi pake motor mu?? kenapa??"


tanya Aisyah penasaran


"tadi mogok Ais jadi kami dipinjami motor ustad Azmi kamu tau tidak motor ustad Azmi anteng banget kayak orangnya sampai nih orang nyaman banget diboncengin dan kayaknya udah mulai terpesona sama ustad kita itu Ais"


yang menjawab mala Anna ia dengan semangat empat lima menceritakannya tidak lupa Anna menceritakan perihal kunci motor yang harus dikembalikan pemiliknya


Aisyah dan Rosita terkekeh saat melirik yang diceritakan wajahnya cemberut


"ehem cie cie anak mami sudah besar ya sudah ngerti terpesona juga ya ya allah Silla sudah gede ya gak boleh *****??"


ledek Aisyah mereka tertawa bersama meledek Silla


"apaan sih siapa yang naksir siapa??"


kesal Silla ia meninggalkan temannya berjalan cepat tidak sengaja bertemu Azmi dan Zaki dipas perbelokan


"he'e copot ada setan, setan kurang ajar"


reflek Silla latta mengatai Azmi dan Zaki yang hampir ditabraknya Silla berjalan tidak hati hati dan lihat ada orang yang juga sedang lewat ia masih didalam kekesalan diledek teman temannya sedangkan Azmi dan Zaki sedang asyik mengobrol tentang pelajaran yang belum paham


seketika teman temannya yang melihat Silla berteriak latta tertawa terbahak bahak ustad Azmi dan ustad Zaki hanya tersenyum menutup mulutnya agar tertawanya tidak keluar


"ya allah ustad jalan gak ada suaranya sih kayak setan aja tiba tiba muncul bikin aku jantungan aja gimana sih, mau bikin aku cepat mati apa, aku belum jadi anak saleha untuk mama papa juga "


cerocos Silla kesal dengan Azmi dan Zaki yang tiba tiba nongol tanpa salam tanpa permisi


Azmi dan Zaki yang diomeli hanya diam saja menahan tawanya masing masing


Aisyah dan teman temannya pun langsung terdiam malu tertawa besar ketahuan dua ustad tersebut


ustad Azmi dan ustad Zaki hanya diam tersenyum dan kembali berjalan tanpa mempedulikan omelan Silla


"maafkan teman kami ustad dia lagi kedatangan tamu jadi ya begitu, mohon dimaafkan ustad"


ucap Aisyah mewakili Silla meminta maaf karna Silla masih syok mungkin dengan kedatangan ustad tiba tiba

__ADS_1


"iya tidak apa apa"


jawab Azmi menahan tawanya


Aisya dan teman temannya pun menghampiri Silla yang masih ngos ngosan karna kaget


tiba tiba Silla terduduk lemas dilantai


"Sill kamu kenapa, tarik nafas dulu Sill biar tenang, ayo tarik nafas hembuskan"


ucap Anna menyuruhnya menarik nafas agar tenang setelah Silla tenang ia mala menangis


huaaaaa aaa


Anna dan teman temannya bingung dengan apa yang sedang mereka hadapi dengan tangisan Silla


"kamu kenapa Sill kok mala nangis ada apa?? ada yang sakit kah??"


tanya Aisyah bingung


huaaaaa aaaa


Silla masih menangis menatap kepergian ustad Azmi


"kamu kenapa Silla??"


Rosita ikut bertanya karna Silla masih menangis mereka khawatir dengan Silla yang tidak mau berhenti menangis


"tadi aku bentak bentak ustad itu kena hukuman gak ya?? aki takut dihukum, habisnya mereka kayak setan beneran jalan tapi gak dengar suaranya"


ucap Silla setelah tenang dan berhenti menangis Anna dan yang lainnya saling pandang satu sama lain lalu tertawa bersama menertawakan Silla yang menurutnya konyol


"Silla Silla udah tau takut dihukum kenapa masih nekat marahin dua ustad itu mana ganteng ganteng lagi yang kamu marahin kalau aku, aku udah meleleh dipelukan salah satunya"


Aisyah tertawa dengan apa yang ia ucapkan sendiri ditambah dengan kelakuan Silla yang bikin orang tidak mau harus tertawa


"tidak ustad Azmi ustad Zaki pun jadi deh"


Anna menimpali dia juga ikut tertawa bersama teman teman yang lain


"sudah ayo masuk mau mandi nih, ntar yang laihat kirain kita lagi ngapain duduk disini"


Anna menyudahi lelucon mereka berjalan bersama


dan mandi bergantian dan bergegas mengambil wudhu ketika adzan magrib berkumandang


**


disisi lain Azmi dan Zaki tertawa setelah jauh dari pandangan Silla dan teman temannya


"ya allah ni anak lucu sekali Az masak dia berani maki kita yang gurunya sih"


Zaki geleng geleng kepala dengan tingkah Silla ia masih tertawa lepas bersama Azmi


"ya aku juga gak tau, galak juga ya dia"


jawab Azmi tertawa kembali setelah berucap ia benar benar senang mendapat hiburan Silla yang marah marah


"kamu memang benar benar pemberani ya gadis kecil"


gumam Azmi ia masih terkekeh dengan kejadian tadi


"apa yang dimaksud ustad Salman dan para ustad lain dia ya santri barunya yang katanya poluler itu??"


tanya Zaki penasaran seketika tawa Azmi langsung mereduk berganti datar


"gak tau"


jawabnya dia tidak ingin memberitahukannya entah kenapa setiap ada yang membicarakan Silla Azmi benar benar tidak rela ia tidak ingin ada orang lain yang mengagumi Silla selain dirinya


"ada apa denganku ini, kenapa aku gak suka orang lain membahas dia, gak mungkin aku cemburukan"


batin Azmi meyakinkan dirinya tidak menyukai dan tidak mencemburui Silla


"dia kan anak didikmu setiap pengajian ba'da magrib stad masak kamu gak tau??"


tanya Zaki kepo ia ingin tau lebih banyak tentang Silla


"anak baru banyak bukan hanya dia saja jadi saya tidak tau yang mana"


jawab Azmi asal lalu pergi mengambil pakaiannya untuk mandi


saat pengajian ba'da magrib Silla telat sendiri akhirnya ia mau tidak mau berangkat sendiri takut kena hukum


"gimana sih aku ditinggal sendiri, padahal aku cari buku doang mala ditinggal kesel aku sama kalian gak setia kawan banget sih"


gerutu Silla sambil berjalan cepat takut sudah mulai pelajarannya ia benar benar kesal dengan temannyyang tidak sabar menunggunya


tiba tiba ia melihat bayangan dari belakang semakin mendekat


"setannnn"


Silla pun takut dan akhirnya lari kekelas yang ia tujuh


Azmi yang mengetahui hal tersebut tertawa dengan kekonyolannya


"ya allah lucu sekali kamu bikin aku gemes aja"


gumam Azmi tidak sadar dengan ucapannya Azmi diam mematung kala menyadari ucapannya tersebut lalu beristigfar berkali kali


"biarkan allah yang menjodohkan, kalau memang kamu jodohku pasti tidak akan kemana, aku hanya bisa berdoa saja "


batin Azmi kemudian ia pun berjalan menuju kelasnya untuk mengajar


Silla ngos ngosan karna berlari


"kamu kenapa Sill kok ngos ngosan gitu kayak orang dikejar maling aja"


celetuk Rosita ia menatap heran teman sekamarnya tersebut

__ADS_1


"a ada setan Ros, beneran deh aku takut makanya lari"


Silla menjelaskan Rosita mala tertawa dan menggelangkan kepalanya dengan tingkah temannya tersebut


__ADS_2