Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
mengaguminya dalam diam


__ADS_3

sambil berjalan beriringan seperti bebek berbaris Silla dan yang lainnya mengendarai motornya dengan santai


Silla menikmati perjalanannya kali ini berangkat bersama sama sambil melempar canda tawa


motor Azmi dan Fatih berjalan dibelakangnya agak jauh agar tidak ketahuan sedang memandang Silla yang sedang tersenyum ceria bersama teman temannya


"mereka seperti bebek yang sedang digiring tuannya ya stadz?? baris berbaris "


Fatih cekikikan melihat pemandangan didepannya


"ya Gus, ditambah bebeknya cantik cantik semua lagi wkwkwk "


goda Azmi ia pun terkekeh dengan perkataannya sendiri


"astagfirullah kita mala cuci mata ini judulnya ustadz"


Fatih beristigfar menyadari kesalahannya yang tidak menjaga pandangan begitu pula dengan Azmi yang ikut beristigfar dengan kekonyolannya pada akhirnya mereka berdua memutuskan melewati para santri yang didepannya untuk menghindari pandangannya


para santri yang menyadari sang ustadz lewat pun menyapanya dengan mengucapkan salam sebagai tanda menghormatinya


"Sill akang ganteng lewat, huhui pagi pagi udah dikasih imut vitamin G , bakal semangat nih kuliahnya"


seru Anna kegirangan melihat dua ustadz gantengnya melewatinya bagaikan imut bosteer untuknya


Anna terkekeh melihat majah manyun Silla dikaca spion motornya


"elehhh segitu gak sukanya kamu sama para ustadz Sill awas nanti jatuh cinta loh"


ledek Anna masih terkekeh sambil fokua menyetir motornya


"ya abisnya kalo udah bahas tu ustadz pasti ujung ujungnya nyangkutin aku, kan kesel jadinya"


protes Silla kesal karna teman temannya selalu menggodanya setiap membahas para ustadz tersebut


" ya abisnya asik Sill godain kamu, seru gitu"


Anna terkekeh tanpa rasa bersalah ia nyengir menampakkan giginya yang rapi mengakui apa yang dikatakan Silla karna memang benar adanya ia dan teman teman lainnya sering menggoda Silla bisa sudah membahas para ustadz gantengnya


"huft kesel aku"


Silla mengdengkus kesal sedangkan Anna tertawa meledeknya


semua teman teman yang berangkat bersama berpisah sampai kampus masing masing begitupun dengan Silla dan Anna pun berpisah kala sampai kampusnya


sampai parkiran motor tiba tiba Santi kakak angkatannya datang menghadang Silla dan Anna yang baru saja turun dari motornya


"hey Silla boleh bicara bentar??"


sapa Santi ramah dengan wajah tersenyum manis menampakkan wajah bersahabat ia sengaja melembutkan nada suaranya agar Silla mau diajak kompromi


"tumben tu anak kalem Sill, jangan jangan ada udang dibalik bakwan lagi Sill,.awas hati hati"


Anna berbisik mengingatkan Silla karna ia tau seperti apa kakak tingkatannya tersebut


"ada bakwan?? mana bakwannya?? aku gak lihat dia bawa bakwan Ann, apa bakwannya masih didalam tas ya Ann??"


tanya Silla ikut berbisik ia tidak mengerti istilah yang dimaksud Anna ia bingung Santi hanya membawa tas slempangnya tidak ada kresek ditangannya


Anna tepuk jidat dengan kelakuan Silla yang tidak tau maksudnya ucapannya


"jadi orang jangan bego bego amat kenapa Sill gemes aku sama kamu"


Anna mencubit pinggang Silla hingga ia reflek kaget dan bertiak kesakitan


"sakit tau Ann"


protes Silla memegang pinggal yang dicubit Anna


"habisnya kamu oon banget sih, maksudnya dia ada maunya makanya bersikap kalem begitu"


Anna menjelaskan maksudnya dan Silla mengangguk mengerti


"bilang dong daritadi gitu bukannya bilang ada udang dibalik bakwan kan aku gagal fokus, orang aku lagi kepengen makan gorengan kayak bakwan ama mendoan gitu"


jawab Silla dengan dengan santainya karna ua memang sedang memikirkannya dan ingin menyantapnya saat dikantin nanti


"ampun deh"


gemas Anna ia pasrah dengan Silla yang kadang tidak nyambung


"hay Silla, Anna boleh aku ngomong benrar sama Silla??"


Santi meminta izin dengan sopan pada Anna katna ia tau Anna sangat dekat dengan Silla


"tanya anaknya saja mbak, mau apa enggaknya"


saran Anna lalu menyenggol Silla agar menjawab apa yang diucapkan Santi


Santi menatap Silla dengan wajah memelasnya agar Silla luluh


"mau bicara apa mbak?? ayo duduk situ"


ajak Silla ramah mereka berdua pun duduk dikursi sebelah parkiran motor yang tersedia dikampus tersebut


Anna masuk kekelasnya lebih dulu setelah pamit pada Silla


"mau bicara apa mbak??"


tanya Silla setelah duduk ia penasaran dengan apa yang akan diucapkan sang kakak angkatannya tersebut


"Sill maafin aku ya yang waktu itu"


ucap Santi dengan wajah menyesal ia sengaja memasang wajah melasnya agar bisa mengambil hati Silla


ia berencana ingin menjadi temannya agar lebih populer dikalangan kampusnya karna berteman dengan yang cantik cantik seperti Silla


"ya gak papa, maafij aku juga mbak yang bar bar gitu waktu itu"

__ADS_1


Silla pun ikut meminta maaf atas kesalahannya waktu menegur Santi saat bersama Fatih


"iya papa kok Sill, kita saling memaafkan ya"


ucap Santi ramah Silla hanya membalasnya dengan tersenyum


"Sill kita temenan ya?? aku ingin lebih akran denganmu"


Santi mengutarakan niatnya tapi tidak dengan niat ingin lebih populer lagi


"iya mbak kita temenan, tapi maaf untuk lebih akrab mungkin kita lihat saja nanti, karna aku gak mau kamu akrab denganku hanya untuk kepopuleranmu saja , aku bukan produser atau artis yang bisa bikin kamu naik daun atau terkenal seperti pemikiranmu itu, bay assalamualakum "


Silla langsung pergi meninggalkan Santi yang masih mematung ditempat setelah mendengar ucapannya tersebut


Silla tau maksud Santi ramah dengannya secara tiba tiba setelah beberapa kali melabraknya dan cari gara gara dengannya namun gagal


Santi sendiri tidak menyangka Silla tau niatnya demi kepentingannya sendiri


"emang bener bener ya anak gangster emang beda, peka pada musuhnya"


Santi terkagum kagum ia mengira Silla benar benar anak seorang mafia karna kepekaan dan ketegasannya dalam bersikap


Silla berjalan dengan santai menuju kelasnya


"Sill lama kata Anna kamu bertemu nenek lampir ya?? kamu gak diapa apain kan sama dia??"


Senja terlihat khawatir dengan Silla


"gak papa Nja orang cuma ngobrol doang kok, lagian mana berani dia sama aku"


jawab Silla dengan santainya lalu duduk disamping Senja menunggu dosen masuk


"ehh iya juga ya kamu pemberani Sill, lupa aku, keinget nenek lampir yang selalu bully anak anak lain jadi khawatir aku sama kamu"


Senja memelu Silla dari samping dan Sills pun membalasnya tanpa rasa malu dilihat yang lainnya


"hey kalian masih normal kan??"


tanya laki laki sekelas dengan Silla dan Senja yang bernama Azril ia duduk tepat dibelakang Silla dan Senja


"hehh lu cari mati?? masih normal gini juga heran aku"


kesal Silla menoleh kebelakang dimana Azril duduk dibangkunya


"he'em nih gak lihat apa kita anggun anggun gini"


Senja melanjutkan yang dianggukan Silla


Azril hanya terkekeh melihat keduanya sangat kompak dan akrab


"ya ya anggun anggun tapi juga gak segitunya juga kali didepan umum peluk pelukan mesra gitu yang lihat pasti spot jantung lihat kelakuan kalian berdua"


Azril tidak mau disalahkan


"bodo amat emang gue pikirin"


"edan ayu ayu kok yow ngono"


cibir Azril menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Silla dan Senja


tidak lama sang dosen pun masuk dan memulai pelajarannya


**


dikelas Santi yang kebetulan masih pagi sama seperti Silla dan Anna


"gimana San berhasil gak??"


tanya teman Santi saat Santi masuk kekelasnya dan duduk bersama


"gagal, di terlalu pinter buat dikibulin"


jawab Santi jujur ia memeriksa tugasnya yang akan dikumpulkan sebentar lagi


"namanya juga anak mafia San pasti dia mengerti mana orang licik mana yang enggak"


teman Santi menerawan dengan jalan pemikirannya sendiri


Santi hanya mengangguk membenarkan sambil sibuk memeriksa tugasnya


ia sadar bahwa dirinya memang licik demi kepopulerannya ia rela berteman dengan yang cantik agar tambah populer dikalangan kampusnya


"ya udahlah kita pasrah aja gak bisa dekat dengannya dan jadi lebih terkenal lagi"


ucapnya lemas


Santi dan kedua temannya memang ambisium ingin menjadi cewek terkenal dan populer yang banyak dikagumi oleh kaum pria


mereka sangat membanggakannya dengan pencitraan


"sekarang jamnya dosen ganteng itu kan ya kalau gak salah??"


tanya Santi pada temannya ia ingat jadwal mengajar Fatih


"ya kalau gak salah, tapi San kamu masih mau macem macem sama tu dosen?? bisa bisa dismackdown nanti kamu sama sih Silla itu, kalem sih kalem kalo lagi diem tapi kalo bertingkah kayak macan ngamuk ngeri juga sih lihatnya"


teman Santi bergidik mengingat pertengkaran Santi dengan Silla beberapa waktu yg lalu


Santi kalah melawan Silla yang ia kira Silla seseorang yang sangat kalem dan penakut karna seorang santri ternyata diluar dugaan Silla berani melawannya yang orang lain saja tidak berani


"sebenernya sih masih ingin menggodanya tapi beresiko cari aman saja"


jawab Santi menutup tugasnya karna melihat Fatih dari jendela kelas berjalan hendak masuk kekelas


"tu pak Fatih masuk"


Santi memberitahu temannya agar tidak mengobrol lagi

__ADS_1


"assalamualaikum semuanya"


ucap Fatih saat masuk kedalam kelasnya sebelum memulai memulai pelajarannya


semua mahasiswa dan mahasiswi pun menjawab salam Fatih dan lalu fokus mendengarkan materi yang disampaikan oleh Fatih sampai selesai


**


jam istirahat pun tiba semua siswa siswi pun beranjak dari kelas masing masing ada yang memilih belanjar diperpustakaan ada yang hanya sekedar mengobrol dikelas atau halaman ada juga yang berada dikantin sekedar nongkrobg sambil minum es dan cemilan untuk teman ngobrolnya begitupun dengan Silla dan kawan kawan sesuai keinginan Silla tadi pagi yang menginginkan gorengan bakwan dan mendian dikantin dengan minuman es teh teman ngobrolnya


"wahhh mantap deh gorengan ini"


ucap Silla menghabiskan dua mendoan sekali makan


"Sill tadi kamu ngobrol apaan sama lampir, aku kepo banget nih"


Anna penasaran tentang pertemuannya dengan Santi tadi pagi


dari keluar kelas menghampiri Silla sampai kekantin dan makan dua gorengan Anna dengan setia menunggu Silla menceritakan kejadiannya karna tadi Silla menyuruhnya untuk menunggu sampai perutnya kenyal sebelum bercerita


"ihhh gak sabaran banget sih kamu Ann?? kenyangin dulu perutku biar kuat ceritanya"


kilah Silla yang sebenarnya sengaja mengerjai Anna biar semakin penasaran


"kamu kelamaan, cepetan dokenyangin tu perut udah kepo akut nih"


Anna tidak sabaran


Senja terkekeh menggelengkan kepalanya dengan kelakuan dua teman didepannya


"sabar sayongggg"


Silla cengengesan sambil menyeruputes teh digelasnya hingga habis lalu mulai menceritakan apa yang terjadi dengan Santi dan dirinya


"wahh hebat kamu Sill langsung tolak tegas"


puji Anna dengan ketegasan Silla


"aku sering nemuin orang kayak mbak Santi itu jadi udah biasa ngadepin muka topeng yang begono"


Silla memberitahu


Senja dan Anna mengangguk mengerti karna Silla sempat menceritakan masa masa SMP dan SMAnya


jam istirahat selesai pun mereka masuk kekelas masing masing


saat tengah pelajaran ponselnya berbunyi tanda pesan masuk Silla tidak menghiraukannya karna masih mendengarkan materi yang disampaikan oleh dosennya saat jam pelajaran selesai dan waktunya pulang Silla baru membuka ponselnya dan membaca isi pesan tersebut


{hay Sill apa kabar??


kamu baik baik saja kan disana??


sedang apa sekarang??}


isi pesan dari seseorang yang sudah lama ia kagumi yang tidak lain adalah Malik


seketika Silla kegirangan jingkrak jingkrak lompat sana lompat sini sangking bahagianya mendapat pesan dari Malik membuat orang yang melihatnya menatap heran dan bingung Senja yang berjalan bersamanya pun menatapnya bingung atas tingkahnya ditambah Silla mencium ponselnya berkali kali


"Sill masih ok kan kamu??"


tanya Senja memegang kening Silla takut ia kenapa napa


Senja mengkhawatirkan kewarasan temannya teesebut tidak biasanya ia seperti itu


Silla yang ditanya hanya tersenyum kegirangan


Senja mengerutkan alisnya curiga Silla hanya cengengesan dan hanya memperlihatkan wajah senangnya tanpa memberitahu alasannya


"Sill kamu kenapa?? ada apa?? pesan dari siapa kok kamu segitunya??"


tanya Senja penasaran khawatir campur kepo melihat senyumnya semakin sumringah


"kepo"


cibir Silla masih dengan senyuman mengembangnya


wajah Senja langsung cemberut tidak terima karna Silla tidak mau cerita


"ada apa dengan kalian??"


tanya Anna tiba tiba ia baru saja selesai mata kuliahnya dan langsung datang menghamipiri teman temannya


Anna pun mengerutkan keningnya heran dengan dua sahabatnya yang yang berbeda ekpresi satunya cengengesan tidak jelas yang satunya lagi cemberut seperti anak kecil tidak dikasih jajan oleh kakaknya


"Silla pelit Ann"


Senja mengadu manja pada Anna minta pembelaan temannya tersebut


"ye ngadu, gak asyik ahh"


keluh Silla


"ada apa sih sama kalian berdua??"


tanya Anna penasaran akan keduanya


" iya deh aku cerita, kita duduk dulu lah dikantin biar enak ceritanya"


Silla akhirnya menyerah dan mereka bertiga pun berjalan menuju kantin kampus untuk menceritakan tentang ponselnya tersebut


setelah memesan minuman dan cemilan dan menyantapnya Silla mulai bercerita


"tadi kak Malik kirim SMS ke aku Nja Ann, aku seneng banget tau nggak?? sekian lama aku mengaguminya dalam diam dan dia gak pernah ngapa ngapain kita hanya bertegur sapa aja selama bertemu, tapi baru dua kali ini dia kirim pesan ke aku ahhhh berasa cintaku terbalaskan tau gak?? pokoknya aku seneng banget"


cerita Silla panjang kali lebar dengan senyuman termanisnya


ia benar benar senang mendapat pesan kembali dari pria yang diam diam ia cintai sejak SMA

__ADS_1


"lah kamu kegirangan banget dapet pesan gitu doang dari cowok yang bernama kak Malik itu, padahal kalau dibandingkan dengan pak ustadz yang waktu itu kalah jauh gantengnya, menurutku gantengan pak ustadz yang waktu itu daripada kak Malikmu"


__ADS_2