
"assalamualaikum ustdaz"
sapa Melati ramah dengan senyum yang merekah indah
"waalaikum salam"
jawab Azmi datar ia tau bahwa Melati sering sekali mencoba mendekatinya tapi tidak pernah ia hiraukan
"baru pulang aja ustadz??"
tanya Melati ia mensejajarkan motornya agar bisa mengobrol dengan Azmi
"iya"
jawab Azmi singkat lalu ia pun mempercepat laju motornya terpaksa melewati motor rombingan geng Anna untuk menghindari Melati
"itu ustadz Azmi Sill"
Aisyah memberitahu tangannya menunjuk kearah Azmi melintas
mata Silla pun reflek mengikuti telunjuk tangan Aisyah saat tersadar matanya melotot kesal pada Aisyah yang selalu mengerjainnya
Anna terkekeh melihat reaksi Silla yang tersadar akan kelakuannya sendiri
"apaan sih"
Silla bersunggut sungut bibirnya mayun
"dibelakang ada Melati"
Anna memberitahu ia melihat dari kaca spion motornya Silla pun menoleh kebelakang mendapati wajah sinis temannya tersebut ia pun metanapnya tidak kalah sinis darinya
Melati pun melajukan motornya lebih cepat hingga melewati rombongan Silla dan yang lainnya
"bener bener deh tu anak"
Anna geleng geleng kepalanya
dan melanjutkan obrolan mereka hingga sampai dipekarangan pesantren
"asik juga ya bareng bareng pulangnya"
Rani senang bisa pulang bersama sama dengan teman teman yang lain
"he'em kenapa gak tiap hari aja ya kayak gini pastu seru"
lanjut Silla melepas helmnya
mereka pun berjalan bersama menuju kamar masing masing
"sayangku aku pulang"
sapa Silla kala mendapati Rosita menyambutnya dengan senyum ceria Silla memeluk Rosita yang sudah merentangkan tangannya
"tumben pulangnya barengan?? janjian ya??"
tanya Rosita setelah melepaskan pelukannya ia melihat teman temannya pulang bersama sama
"gak cuma kebetulan aja pas liwat lihat motor Aisyah masih dibengkel jadi ya pulang bareng aja deh"
Silla menjelaskan Rosita mengangguk mengerti
lalu menaruh tasnya kedalam lemarinya dan merebahkan tubuhnya sejenak
"enaknya"
ucap Silla ketika sudah mendapatkan posisi yang nyaman
Anna terkekeh dengan tingkah temannya tersebut
"kebiasaan kamu Sill"
cibir Aisyah ia pun ikut merebahkan tubuhnya diatas lantai dingin seperti Silla
"eh Sill tadi kenapa ya muka ganteng My ustadz kita itu dingin gitu??"
tanya Anna penasaran ia duduk berselonjor bersandar ditembok dinding
"lah nanya aku meneketehe Ann, emang aku emaknya apa, ditanyain pertanyaan begono"
Silla kesal Anna mala mempertanyakan hal yang konyol menurutnya
Anna dan teman yang lainnya terkekeh
"lah siapa tau kan hatimu tau apa yang terjadi sama akang ustadz tersebut"
Anna menggoda Silla yang sudah menunjukkan bibir manyunnya
"ye kali"
Silla kesal ia memeluk guling yang ia rebut dari Anna
"kamu gak penasaran akan ustadz Azmi Sill??"
tanya Aisyah lebih tepatnya ia sedang menggodanya
"tau ah, gak bisa ya kalian sehari saja gak bahas para ustadz itu"
Silla kesal dengan temannya setiap hari ada saja pembahasan tentang para ustadz tersebut
"gak bisa"
jawab Anna dan semua temannya dengan kompak dan cepat membuat Silla semakin kesal dibuatnya
Anna dan yang lainnya pun tertawa melihat muka kusut Silla yang sudah menahan rasa kesalnya
"mau kemana neng??"
tanya Rosita saat Silla meranjak dari rebahannya
"mandi"
jawabnya ketus dengan bibir masih monyong ia pun dengan cepat membuka lemarinya untuk mengambil pakaian gantinya
"gak mau makan puding dulu Sill?? tadi aku dikasih puding sama Umi loh??"
Rosita menawarkan
Silla langsung menoleh dengan mata berbinar binar seperti menemukan harta karun
"serius lu Ros??"
tanya Silla memastikan
"serius"
jawabnya singkat
Silla langsung tersenyum lebar ia pun tidak jadi mengambil pakaiannya dan menutup kembali lemari pakaiannya
"mana??"
tanya Silla ia sudah duduk manis didepan Rosita seperti anak patuh
Rosita pun mengambil puding yang tadi ia bawa dari rumah pengasuh pondok pesantren tersebut dan meletakkannya dibagi bagi pada teman sekamarnya ia sengaja menunggu teman temannya berkumpul dan membagikannya sama rata
"wahh Rosita emang the best deh, MANTUL mantap betul"
puji Silla ia menikmati puding dari Rosita
__ADS_1
"mbak Silla kita sudah tau bahasa MANTUL ternyata mbak Ros"
ledek Azizah pada Silla ia pun ikut menikmati puding yang dibawa Rosita
Rosita dan yang lainnya terkekeh mendengar ocehan Azizah
"he'em joss pudingnya Ros, kamu emang bakat masak ya Ros"
Anna ikut menimpali yang dianggukan kepala semua temannya
"apalagi bikinnya pakai cinta dan kasih sayang, hmmm rasanya tiada tandingan"
lanjut Silla
"bisa aja kamu Sill, ini juga dibantuin yang lain kok, bukan aku sendiri yang buat"
Rosita merendah
"tapi tetep enak kok Ros aku suka, nanti kamu buka toko aja Ros kan lumayan bakatmu gak sia sia"
Silla menyarankan
"setuju"
jawab semua satu kamar dengan kompak
Rosita terharu mendengar teman temannya mendukungnya
"aku pelanggan pertama ditokomu nanti kalau kamu mau buka toko kuenya"
Silla maju paling pertama yang mendukung Rosita
"aku juga"
timpal yang lainnya membuat Rosita tanpa sadar menitikkan air matanya ia sangat senang mendapatkan teman teman yang begitu peduli dengannya yang sayang padanya
"jangan nangis mama"
Silla memeluk Rosita yang diikuti lainnya seperti teletubies berpelukan
Rosita yang memang punya pemikiran ingin membuka sebuah warung atau toko jajanan kecil kecilan sesuai keinginannya tapi ia pendam karna masih ingin mengasah kemampuannya dengan membantu Umi Siti memasak dan lain lainnya
mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang mengamatinya dengan penuh rasa iri dan benci melihat keakraban dan kekompakan sekamar Silla yang itu Melati kamar dari UMI KULSUM yang berada dikamar sebelah UMI ZAENAB kamar yang ditempati Silla dan teman lainnya
"udah ah aku mau mandi biar nanti gak banyak yang antri"
ucap Silla setelah melepaskan pelukannya mereka pun bubar ada yang mandi seperti Silla ada yang masih ingin rebahan dan menunggu giliran mandinya
" Silla mandi bareng ya??"
pinta Aida yang dianggukan Silla mereka berdua berjalan bersama menuju kamar mandi tapi langkahnya dikentikan karna Anna memanggilnya
"Sill habis kamu aku ya??"
ucapnya
"it's ok"
jawab Silla lalu melanjutkan langkahnya kekamar mandi
"Sill kamu beneran gak ngefans sama ustadz Azmi??"
tiba tiba Aida bertanya pada Silla yang membuatnya salah tingkah tapi dengan cepat ia merubah ekpresinya dengan mengerutkan alisnya
"kamu gak sakit kan Ai kok nanya gitu sih??"
tanya Silla berusaha tenang
"gak, bener kamu gak naksir sama ustadz Azmi?? padahal ganteng loh orangnya aku aja naksir bingit, tapi aku sadar, aku gak masuk kriterianya jadi ya cukup jadi penggemarnya aja"
jawab Aida jujur ia cengengesan mengatakannya seketika hati Silla merasa lega karna tidak penuh selidik pertanyaan dari Aida
Silla mengakhiri pembahasan tentang Azmi agar Aida tidak bertanya tanya lebih dalam lagi padanya
Aida berpikir sejenak dan mengangguk mengerti
"tapi Sill??"
ucap Aida saat Silla hendak membuka pintu kamar mandi dan menghentikan gerakannya dan menoleh ke Aida
"rak sah mbok pikirke marai mumet, seng penteng ados Ai lek ndang ngaji"
ucapan Silla menekan agar Aida tidak melanjutkannya
Aida mala tertawa mendengar ocehan Silla yang menggunakan bahasa jawa tersebut
hahaha
"lucu Sill kamu pake bahasa jawa, tenceletot"
Aida mengejek
"au ahh, ayo mandi biar cepet dan gantian sama yang lain"
perintah Silla setelah membuka pintunya dan masuk kedalam kamar mandi bersama Aida
"Ai aku duluan ya?? udah selesai kamu jangan keluar dulu kalau Anna atau yang lain belum kesini"
perintah Silla sebelum keluar dari kamar mandi
Aida hanya memberikan jempolnya tanda mengerti ia sedang menggosok giginya dan Silla pun berlalu dari kamar mandi menuju kamarnya untuk memanggil temannya yang menunggu giliran
seperti biasa hidup dipesantren selalu mengantri dan menunggu giliran dalam hal mandi
"Ann udah sana mandi, ditungguin Aida tu didalam"
Silla memberitahu
"Ros kamu duluan gih yang mandi, mager nih"
Anna melempar Rosita agar kamar mandinya tidak dipakai yang lainnya dan menunggu terlalu lama lagi
"ok deh"
jawab Rosita pun bangkit mengambil pakaiannya dilemarinya
"mbak bareng ya??"
pinta Azizah yang dianggukan kepala Rosita
setelah mengambil pakaian pun Rosita dan Azizah langsung menuju kamar mandi yang ditempati Aida mandi dan bergiliran dengan Anna dan lainnya dan mulai mengikuti kegiatan kegiatan pesantren lainnya
setelah kegiatan selesai semua santri yang dipilih untuk ikut lomba maulidul rosul mulai latihan karna tiga hari lagi akan ditampilkan
"Sill suaramu ok juga"
puji Aisyah ia takjub mendengar suara merdu Silla yang tersembunyi
"ya lah aku gini gini ketua cheerleading vokal band waktu SMA"
Silla membanggakan dirinya saat masih duduk dibangku SMA
"serius lu Sill?? gak bercanda??"
tanya Anna penasaran dengan mata membulat sempurna ia kepo dengan masa masa Silla diSMA
Silla mengangguk pasti
"berarti mbak Silla populer banget dong saat SMA??"
__ADS_1
tanya Azizah ikutan kepo tingkat kabupaten
Silla mengangguk kembali dengan bangga
"wahhhh"
Azizah dan Aida terkesima matanya berbinar penuh kekaguman melihat Silla seperti idola
"gak nyangka orang cempreng kayak kamu suka teriak teriak kayak mangkey banyak bakatnya ya Sill, suaramu merdu"
Puji Aisyah sambil meledek Aisyah terkekeh sendiri
"jangan salah gini gini banyak yang naksir hmm"
Silla membanggakan dirinya
"iya deh iya percaya Naysilla"
Anna meledek
"pokoknya kita harus menang ok, bunda serahkan pada kalian anak anak bunda tersayang harus semangat"
pinta Ismi selaku ketua kamar UMI ZAENAB menyemangati semua teman teman sekamarnya dalam lomba maulidul rosul yang akan datang
"SEMANGAT"
jawab semua pasukan kamar UMI ZAENAB dengan kompak mereka pun tertawa bersama
"ayo sekarang merem semuanya biar besok fress"
ajak Ismi mereka pun bubar dan mulai menata kasur lantai dan bantal untuk merebahkan tubuh masing masing
"mbak Silla suaramu kok merdu gitu apik ee kamu makannya apa sih??"
celetuk Azizah yang kebetulan tidur bersebelah kanan Silla
ia pun menoleh ke Azizah
" MIC "
jawab Silla gemas dengan pertanyaan aneh Azizah yang tidak masuk akal menurutnya
Anna dan Rosita terkekeh mendengar jawaban Silla yang tidur disebelah kiri Silla
"kok MIC sih, aku kan tanya serius mbak??"
protes Azizah tidak terima ia ingin tau apa yang membuat suara Silla begitu merdu yang mendengarnya padahal kalau lagi berceloteh suara Silla sangat cempreng dan lantanf apalagi saat marah seperti singa mengamuk
"lagian Zah kamu aneh aneh saja pertanyaanmu itu, Silla udah dari sononya merdu walaupun kalo ngamok koyo macan"
Anna tertawa dengan kalimatnya sendiri
"udah ahh merem, mataku udah berat nih"
tegur Silla yang matanya sudah susah untuk diajak kompromi lagi
"ya gak asik kamu mbak, aku pengen jadi muridmu biar punya suara emas wajah bidadari gitu"
keluh Azizah memelas
"iya kelakuan kayak dajjal, mencak mencak rak genah gitu maksudmu?? udah merem lanjut besok lagi ngerumpinya"
ucap Silla matanya sudah terpejam tapi mulutnya masih komat kamit ceramahin Azizah tidak lama hanya suara dengkuran halus dari Silla
"ihh mbak Silla malah ngorok sek piye tow kok getinggg aku"
kesal Azizah yang sudah tidak diladeni oleh Silla yang sudah healing kealam mimpi
Anna dan Rosita terkekeh melihat kekesalan Azizah
"sudah Zah merem besok saja tanyain lagi sama mbak Silla, sekarang kita istirahat ok"
Anna mengingatkan yang dianggukan kepala oleh Azizah Rosita hanya menggelemg dengan tingkah Azizah tersebut
***
keesokan harinya Azizah masih mempertanyaakan hal yang sama seperti semalam
"ya allah Zah, masih aja tanya, ada ada saja kamu"
Silla gemas dengan Azizah yang pantang menyerah
"ya abis tadi malam mala ditinggal ngorok kan kesel aku mb"
keluh Azizah manyun ia masih kekeh dengan pertanyaannya
" mbak udah dari sononya suaranya merdu Zah, kalau kamu pengen punya suara merdu menderu deru kayak mbak jaga pola makanmu, jangan terlalu banyak minum es pedas berminyak, agar pita suaramu tidak rusak, ok sayang??"
Silla mengingatkan
Azizah tersenyum akhinya mengangguk mengerti sudah mendapatkan jawaban yang masuk akal baginya
"kamu ada ada saja Zah nanyanya"
Aisyah menggelang gemas dengan kelakuan Azizah tersebut
"abis aku penasaran mbak, daripada kependem mending tanyain aja, iya tohh"
Azizah minta dukungan dari yang lainnya
mereka pun mengacungkan jempolnya ok tanda membenarkan ucapan Azizah
"sekarang sudah terjawab kan??"
tanya Aisyah lagi
mereka pun mengangguk kompak
Aisyah Silla Anna dan Rosita hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa
"ayo sarapan, entar telat sekolahnya"
ajak Rosita
meraka pun menuju kantin untuk mengambil sarapan masing masing sebelum mulai belajar
tidak lupa sebelum berang sekolah masing masing semua santri wajib sumkem pada kyai Rahman dan Umi Siti selaku pemilik pesantren tersebut untuk meminta doa dipagi hari sebelum belajar dan mengajar bagi yang pengajar seperti para ustadz dan ustadzah tersebut
"ayo Ann"
Silla sudah berjalan lebih dulu dari Anna
"ya bentar aku cek dulu takut ada yang ketinggalan"
pinta Anna tangannya sibuk memeriksa tasnya
"berangkat bareng bareng ya??"
pinta Rani ia menghampiri Anna dan Silla yang diikuti Aisyah
"hayukkk"
jawab Anna setelah memeriksa barangnya dan memastikan tidak ada yang ketinggalan
mereka naik motor masing masing ada yang berboncengan seperti Silla untuk mengehamat kendaraan diparkiran pesantren dan uang bensin
"less go"
ucap Silla penuh dengan senyum cerianya seperti biasa
__ADS_1
maaf ya bestie baru up lagi sinyalnya susah banget gak bisa up