Ustadz Ku Penggemarku

Ustadz Ku Penggemarku
bukan tercipta untukku


__ADS_3

Anna bingung dengan dua temannya tersebut melihat kejadian dikampus ia berpikir Silla menyukai Gus Fatih dipesantren dia menggoda Rosita hingga temannya tersipu malu


"kamu ada ada saja Sill, ayo ah masuk sekarang"


ajak Rosita menggandeng Silla dan Anna dengan senyum merekah


"kamu gak kenapa napa kan Ros??"


tanya Anna yang heran dengan Rosita


Rosita hanya tersenyum menanggapinya begitu pun dengan Silla


Anna semakin bingung dibuatnya


"udah ayo nanti aku jelasin semuanya Ann, gak usah pasang tampang bego gitulah, jelek tau"


Silla tertawa yang diikuti lainnya melangkah menuju pesantren khusus putri


tidak sadar ada Fatih yang memerhatikan mereka bertiga dibalik jendela rumahnya ia tersenyum melihat tingkah santriwatinya yang begitu akur enak dipandangnya


"lihatin siapa??"


tanya umi Siti ibu Fatih ia ikut celingak celinguk melihat keluar jendela ingin mengetahui siapa yang anak laki lakinya perhatikan


"bukan siapa siapa kok umi"


kilah Fatih ia pun kembali masuk kedalam yang diikuti uminya


"kamu naksir siapa mau umi lamarkan untukmu nak?? santri yang mana??"


tanya Umi Siti penasaran bertanya serius pada anaknya ia duduk dipinggiran ranjang tempat tidur sang putra tersayangnya


"nanti saja Umi Fatih belum yakin, kalau sudah yakin Fatih pasti meminta Umi untuk dilamarkan buat Fatih"


jawab Fatih sopan ia ikut duduk bersama ibunya menggenngam tangan sang ibu yang sangat ia sayangi selain Abah dan kedua kakaknya


"ya sudah jangan ragu atau malu ya nak, Umi dan Abah akan selalu mendukung dan membantumu"


Umi Siti membelai lembut pipi sang anak dengan penuh kasih sayang


Fatih mengangguk tersenyum manis


kemudian Umi Siti pun keluar dari kamar sang anak


didalam pondok putri Aisyah baru pulang dari kampusnya dan mendapati temannya pada rebahan dilantai tanpa alas apapun membuatnya sesegera mungkin ikut merebahkan tubuhnya bersama teman temannya seperti ikan lagi dipindang diatas kompor saja


"baru pulang kamu Ais??"


tanya Anna menoleh Aisyah yang tiduran disebelahnya


"he'em capek banget Ann"


jawab Aisyah memposisikan tubuhnya dengan nyaman


"tadi sih Silla ngedan dikampus Ais Ros??"


Anna mengadu kelakuan Silla dikampus mata Rosita dan Aisyah terkejut kaget mereka berdua pun duduk menanti cerita dari Anna dan Silla


"kamu tu gimana sih Ann tadi kan aku bialang akan ceritakan semuanya, udah main bongkar aja sih"


Silla memonyongkan bibirnya kesal dengan Anna yang tidak sabaran ingin mengetahui semuanya


lebih cepat


"kalau sekarang aku cerita tanggung bentar lagi kita ada pengajian takutnya gak kelar kelar, makanya aku mau cerita nanti kalau sudah selesai semuanya biar kita ngerumpi dengan nikmat"


lanjut Silla memberitahu


Anna mengangguk paham dengan apa yang dimaksud dengan Silla


Rosita dan Aisyah penasaran akan apa yang akan disampaikan Silla nantinya tapi ia pun mengangguk mengerti dan akan sabar menanti cerita sampai malam tiba saat semua kegiatan selesai


tidak lama pun semua santri disibukkan oleh kegiatan belajar mengajar termasuk Silla dan yang lainnya hingga malam pun tiba semua teman Silla berkumpul ingin mengetahui apa yang terjadi dengannya dengan apa yang dikatakan Anna


sebelum mulai rapat ngerumpi mereka terlebih dahulu membeli es teh plastikan dan beberapa cemilan untuk teman ngobrol mereka


"kamu mau cerita apa sih Sill??"


Anna membuka pembicaraan mewakili teman teman temannya Silla masih menyuap snak Gopek 500


selesai menelan jajanannya pun Silla memulai obrolan


"Ros gak papa nih aku bilang mereka tentang perasaanmu itu??"


Silla meminta izin sebelum membongkar semuanya


Anna dan Aisyah mengerutkan keningnya bingung dengan apa yag dikatakan Silla pada Rosita


"kenapa main rahasia rahasiaan sih kalian berdua"


protes Aisyah tidak terima


"ini masalah hati Ais jadi aku harus minta izin dulu sama sang pemilik hati tersebut"


Silla memberitahu agar tidak ada kesalah pahaman nantinya


Aisyah dan Anna pun akhirnya mengangguk mengerti


Rosita masih diam bingung ingin memutuskan apa


"kalau kamu gak ngizinin aku gak akan bilang tapi aku takut kamu salah paham dengan kejadian tadi aku dikampus Ros"


Silla menjelaskan


"emang tadi ada kejadian apa sampai takut salah paham"


Aisyah semakin penasaran dengan apa yang terjadi


Silla menghela nafas sebelum membuka semuanya

__ADS_1


"ok aku akan cerita kejadian tadi tapi aku mohon kamu jangan salah paham Ros dengarkan cerita aku sampai selesai, gimana??"


tanya Silla meminta persetujuan teman temannya


mereka pun mengangguk setuju dan akhirnya Silla menceritakan kejadian yang melihat Fatih digoda mahasiswanya sampai pertengkarannya dikantin dengan mahasiswa tersebut


mata Rosita dan Aisyah melotot sempurna Anna menggut manggut karna ia ada ditempat kejadian tersebut dari awal hingga akhir


"kamu suka sama Gus Fatih Sill??"


tuduh Aisyah curiga karna selama ini gelagat Silla hanya biasa biasa saja tidak ada tanda tanda mengangumi atau menyimpan rasa terhadap Gus idaman semua santri tersebut


"enak aja makanya aku minta izin sama Rosita lebih dulu karna aku mau jelasin semuanya"


Silla tidak terima dituduh Suka sama Fatih tersebut


"terus??"


jawab Anna dan Aisyah kompak tidak dengan Rosita yang mala salah tingkah seperti tertangkap basah oleh dua temannya yang tidak tau akan perasaannya


Silla melirik Rosita


Rosita semakin salah tingkah dibuatnya Anna dan Aisyah memicingkan matanya kearah Rosita meminta penjelasan


"Silla"


rengek Rosita bingung Anna dan Aisyah semakin penasaran dengan apa yang terjadi ia pun melotot kearah Silla agar menjelaskannya


Silla menghela nafas


"cerita saja ya Ros??"


Silla masih meminta izin pada Rosita dan menunggunya setuju akhirnya Rosita pun mengangguk setuju untuk Silla bercerita


"Rosita menyimpan perasaan terhadap Gus Fatih"


ucap Silla memneritahu mata Anna dan Aisyah membulat sempurna terkejut kearah Rosita yang tertunduk malu dan tidak enak hati


"bener Ros??"


tanya Aisyah memastikan


Rosita mengangguk mengiyakan


Anna dan Aisyah pun akhirnya tersenyum walau kesal kenapa tidak mau membukanya dengan mereka berdua


"kenapa gak kasih tau aku juga sih Ros, apa cuma Silla doang yang kamu anggap teman?? kita tidak??"


protes Aisyah mayun


"tapi sejak kapan?? kayaknya kamu biasa biasa saja deh orangnya gak alay kayak yang lain??"


lanjut Aisyah penasaran ingin tau


"sejak lama, tapi aku malu karna kalian tau sendiri aku bagaimana"


jawab Rosita malu


Aisyah manyun


"malu lah masak aku cerita sama kalian yang ada nanti ketahuan sampai ditelinga Gus Fatihnya kan gak enak akunya"


jawab Rosita jujur


"iya juga sih tapi apa hubungannya dengan Silla dikampus tadi dengan kamu?? apa kamu juga menyimpan perasaan ke Gus Fatih Sill"


tanya Aisyah masih penasaran Anna mengangguk ia masih menuduh Silla


"enak aja udah aku kasih tau juga, ya pas aku lihat Gus Fatih digoda sama mahasiswi tadi aku langsung ingat Rosita dan aku gak terima kalau temanku dikhianati apa lagi tadi aku lihat Gus Fatih juga ikut tersenyum gitu darahku mendidih lah, gak tau kenapa aku kebayangin Rosita bersedih bahkan menangis kalau lihat pujaan hatinya tersenyum dengan wanita lain, makanya aku samperin aja tadi"


Ucap Silla panjang kali lebar


"tapi tadi pas diparkiran ia mala berterima kasih padaku katanya udah bantuin ngusir mbak Santi, gitu sih dia bilang"


lanjut Silla lalu makan jajanan lainnya


yang lainnya ikut memakan jajanan sambil mendengarkan cerita Silla


"oh jadi gitu ceritanya, maaf Sill aku kira kamu suka sama Gus Fatih karna lihat tadi kamu kelihatan murka banget pas Gus Fatih sama mbak Santi"


Anna meminta maaf atas tuduhannya karna tidak tau menahu tentang perasaan Rosita


"ya gak papa Ann wajar kamu mikir begitu karna aku atau Rosita gak cerita apapun soal itu, maaf ya aku gak berani jadi ember bodol sebelum dibolongin sama yang punya cerita"


Silla berkata sambil bercanda agar tidak terlalu kaku diantara semuanya mereka pun tertawa dengan apa yang dikatakan Silla termasuk Rosita


"maaf juga Ros aku maksa kamu untuk jadi bolongin embernya karna kejadian tadi dikampus biar gak ada yang salah paham"


Silla juga meminta maafa pada Rosita


Rosita pun tersenyum memaafkan Silla


"iya gak papa,aku cuma malu saja kalau banyak yang tau tentang perasaanku ini Sill"


jawab Rosita malu


"gak papa Ros namanya juga perasaan siapa yang tau dimana dia akan berlabuh, kami dukung kok asal semuanya bahagia"jawab Aisyah tersenyum mereka pun tertawa bersama


"terus kamu suka siapa Sill?? sama ustadz Azmi??"


tiba tiba Anna bertanya tanpa dosa ia cekikikan


Silla memicingkan matanya kesal dengan pertanyaan Anna


Aisyah dan Rosita tertawa melihat kekesalan Silla


"kenapa selalu dikait kaitkan sama ustadz itu sih"


protes Silla tidak terima walaupun ia mengagumi Azmi tapi ia tidak ingin ada yang tau tentang perasaannya

__ADS_1


"ya kan siapa tau Sill kamu juga punya pengagum rahasia"


celetuk Aisyah


"gak ya, aku punya sendiri yang jelas bukan ustadz Azmi ok"


kilah Silla


"terus siapa dong?? ustadz Zaki??"


tebak Anna menggoda Silla ia menoel noel pipi Silla yang sedang mengunyah jajanan yang bertuliskan beng beng


setelah menelan jajanannya ia pun memberitahu siapa penggemarnya


"aku suka dengan kakak kelasku namanya kak Malik dia ketua osis pemain baskes juga, dia cowok idaman semua wanita didalam dan diluar sekolahan karna dia sangat ganteng melebihi oppa oppa korea "


Silla tersenyum manis kala dia menceritakan cinta pertamanya saat SMA


"tapi sayang dia kuliah diLondon dan aku disini jadi aku udah gak tau lagi kabarnya sekarang"


lanjut Silla sedih


"sabar Sill mungkin kalian belum berdojoh, insyallah kalau kalian berjodoh suatu saat nanti pasti kalian akan dipertemukan dan disatukan dalam ikatan pernikahan"


Aisyah mengihur Silla agar tidak terbawa perasaan cinta pertamanya


Silla mengangguk


"kamu gak tanya kabar dari teman temanmu Sill?? siapa tau mereka tau kabar pujaan hatimu itu"


saran Anna


"hpnya kan dipengurus Ann kalau gak penting gsk boleh bawa, nanti kalau diperiksa gimana dan ketahuan terus diaduin ma nyokap bokap gue bisa digorok gue sama mereka"


Silla frustasi kan hal yang akan terjadi kalau ia nekat dengan apa yang ia sendiri inginkan


Anna garuk garuk pipinya memikirkan alur yang dikatakan Silla


"iya juga ya, terus gimana dong kamu gak akan tau lah kabarnya gimana, apa dia punya atau masih jomblo gitu"


ucap Anna


Silla mengeha nafas pasrah


"gak tau lah, kalau dia udah punya pacar ya sudah mau gimana lagi mungkin bukan tercipta untukku dia Ann"


keluh Silla sedih


"yang sabar ya sayang??"


Anna menghibur Silla mengangguk


lalu mereka pun mengobrolkan apa saja sambil bercanda bersama hingga larut malam


Silla dan teman temanya masuk kamar jm 12 malam mereka langsung terlelap karna capek ngerumpi jm 3 malam mereka pun dibangunkan para pengurus pondok untuk mengikuti sholat malam bersama santri yang lainnya


walau baru tidur sebentar Silla dan yang lainnya pun mengikuti kegiatan dengan mata setengah sadar hingga kegiatan selesai


saat ditengah jalan seperti biasa Silla yang paling terakhir dan paling belakang


tiba tiba ada orang yang menepuk pundaknya dari belakang ia pun menoleh kearah yang menepuknya


SETANNNN


Silla berteriak kaget karna yang menepuknya masih memakai putih putih polos mukena tanpa renda atau warna lain ia terjatuh duduk dilantai ia menutup wajahnya dengan sajadahnya koridor yang sepi


"astagfirullahal adzim nduk ini Umi, cuma mau kasih tau sendalmu yang satu ketuker dengan sendal ustadz Azmi nduk"


ucap Umi Siti memberitahu ia dan membantu membangunkan Silla saat dia sudah membuka matanya dan melihat orang bukan hantu


Azmi dan Fatih yang melihat kejadian tersebut tersenyum lucu dengan kelakuan Silla yang selalu menganggap sesuatu adalah hantu


"ehh maaf Umi saya tidak tau soalnya pake putih putih gitu, maaf ya Umi"


Silla meminta maaf setelah berdiri tegak yang dibantu Umi Siti


"ya ndak papa nduk"


jawab Umi Siti Silla akan melanjutkan perjalanannya menuju markas pondoknya tapi masih berbalik badan Umi Siti langsung menghentikannya


"NDUK SENDALMU SELEN"


ucap Umi Siti lagi mengingatkan akan sendal yang dipakai Silla


"apaan tu SELEN"


Silla bingung tidak mengerti dan mengetahui arti bahasa tersebut


lalu Umi Siti menunjuk sendal yang dipakai Silla ternyata tidak sama alias beda sendal yang dipakai dikakinya tersebut


ia pun cengengesan karna malu Umi Siti hanya tersenyum menanggapinya


Azmi dan dan Fatih semakin terkekeh melihat kekonyolan Silla


"dituker dulu sendalnya nduk itu yang satu punya ustadz Azmi beliau masih menunggu sendalnya kembali"


Umi Siti memberitahu dan menunjuk keberadaan Azmi


Azmi pun akhirnya menahan tawanya agar tidak ketahuan sedang menertawakan kekonyolan Silla


Silla yang matanya mengikuti arah telunjuk jari Umi Siti pun kaget ternyata sendalnya tertukar dengan sendal Azmi


"ma maaf Umi, saya tidak tau"


Silla meminta maaf kembali Umi Siti hanya mengangguk tersenyum dan Silla pun menghampiri sendalnya yang masih tertinggal diteras masjid tersebut lalu menukarnya kembali dengan sendal Azmi


"ma maaf ustadz"


ucap Silla menunduk malu lalu ia pun langsung berlari setelah memakai sendalnya sendiri

__ADS_1


Azmi dan Fatih semakin tertawa lepas melihat Silla yang lari karna malu


__ADS_2