Wanita Malam Milik Dokter Tampan

Wanita Malam Milik Dokter Tampan
Bab 31


__ADS_3

Akhirnya dua insan itu resmi menjadi pasangan kekasih. Ayu tampak begitu bahagia. Ini benar-benar masih terasa mimpi dengan kenyataan yang ada.


"Jangan marah lagi ya, besok aku tunggu makanan dari kamu," ujar Rian dengan serius.


"Hmm, baiklah. Aku akan senang hati mengantarkannya," jawab Ayu dengan senyumannya.


Rian juga tersenyum bahagia, Pria itu pamit untuk pulang. Tapi sepertinya Ayu masih belum rela di tinggalkan olehnya.


"Mas Rian mau kemana?" tanya Ayu tampak muram.


"Aku pulang dulu ya," Rian tersenyum melihat tingkah wanita yang tadi juteknya minta ampun.


"Iya, jawab Ayu singkat seperti tidak ikhlas.


"Nggak usah cemberut begitu, nanti malam aku kesini lagi," ujar Rian yang mendapat tatapan sumringah dari sang kekasih.


"Mas serius?" tanya Ayu tidak percaya.


"Ya seriuslah, masa bohong, mana mungkin aku membohongi wanita yang aku cintai," balasnya yang membuat wajah Ayu merona.


"Ih, kamu apaan sih, Mas, bisa aja," ujarnya tersenyum malu.

__ADS_1


"Hehe... Yaudah, aku pulang dulu ya. Jangan lupa nanti malam dandan yang cantik buat aku," pesan Pria itu sebelum beranjak


Ayu hanya terdiam dengan senyum malu. Perempuan itu mengantarkan Rian hingga depan warung, masih menatap kepergian sang kekasih hingga punggung tegap itu hilang di balik pengkolan jalan.


Rian sengaja berjalan kaki karena jarak RS dan warung makan itu cukup dekat. Dan rumah dinasnya juga dekat dari sana, jadi kendaraan roda empatnya hanya standby di tempat.


Selesai sholat magrib, Pria itu kembali menyambangi rumah makan tempat Ayu dan Uni Pitri tempati selama Amel pergi. Ia tak ingin membuat gadis itu kecewa.


Ayu begitu sumringah menyambut kehadiran sang kekasih hati. "Kok tumben bawa mobil, Mas?" tanya Ayu sedikit heran, tak biasanya Pria itu menggunakan kendaraan jika hanya datang ke warung makan itu.


"Ya, karena aku ingin bawa kamu jalan-jalan," jawabnya membuat Ayu menatap tak percaya.


"Serius banget, Dek, biar aku izin dulu sama Uni," ujarnya dengan serius.


Ayu hanya mengangguk. Ini kali pertama ia jalan berdua dengan Pria yang teramat ia cintai. rasanya dunia ini memang telah menjadi miliknya. Hormon kebahagiaannya sedang merasuki seluruh jiwa.


Setelah mendapatkan izin dari Uni Pitri, Ayu dan Rian beranjak meninggalkan warung makan itu. Mereka menuju sebuah pasar malam yang ada di desa itu, tentu saja membuat ayu senang.


"Dek, mau cobain naik kapal itu?" tanya Rian menunjuk sebuah ayunan yang terbentuk seperti kapal.


"Nggak mau, Mas, sepertinya ayunannya kenceng banget," ujar gadis itu sembari memperhatikan para penumpangnya yang menjerit histeris saat operatornya sedang mengayun menggunakan mesin Dompeng.

__ADS_1


Pasangan itu menikmati malam mereka. Sungguh kebahagian sedang meliputi hati mereka masing-masing. Binar bahagia tampak nyata diwajah gadis yang memang mempunyai wajah Ayu, maka sesuai dengan namanya.


"Dek, kita makan dulu yuk. Aku sudah lapar," ucap Rian sembari menggandeng tangan sang kekasih.


"Baiklah, ayo."


Selesai makan, Rian mengantarkan Ayu untuk pulang. "Apakah kamu bahagia malam ini?" tanya Rian menatap serius saat Ayu hendak turun dari mobilnya.


"Aku sangat bahagia, Mas. terimakasih untuk kebahagiaan ini. Aku berharap semoga selamanya rasa bahagia aku rasakan saat bersamamu."


Rian menatap wajah cantik sang kekasih dengan dalam. Sebuah kecupan menempel di bibir mungil gadis itu. Seketika Ayu mematung saat mendapat serangan tiba-tiba.


Lebih lama kecupan itu semakin dalam sehingga membuat Ayu harus membalasnya. Setelah cukup lama bertukar selera, Rian menghentikan luma tannya.


"Selamat istirahat, Sayang, jangan lupa hadirkan aku dalam mimpimu," bisiknya tersenyum bahagia.


Bersambung....


Hai, jika berkenan mampir di karya baru author ya. 🙏🤗


__ADS_1


__ADS_2